
Keesokan harinya sengaja adara membuat dirinya capek , dan adara yakin ini akan berhasil
Adara sibuk jalan sana sini tak jelas di dalam kelasnya . Bahkan dari tadi adinda yang melihat nya di buat pusing
" lo lagi kenapa dah dar ? Duduk kenapa sih capek gua liat lo bulak balik ga jelas " Kata adinda
Adara hanya tersenyum , saat makan siang adara melupakan bekal nya . Hasilnya sang papi tadi menitipkan tempat bekal Dara pada security sekolahnya
Bel berbunyi Adara langsung pergi ke depan sekolah , tentu di antar oleh kekasihnya . Karena Adara merasa kesepian kalo jalan sendirian di lorong sekolah
" Jalan nya pelan pelan aja engak usah terburu buru gitu , kamu aktiv banget hari ini sayang " kata Rasya
Dara berlari cepat sampai kedepan sekolah . Meninggalkan Rasya yang masih sangatlah jauh . Bukan tanpa alasan Dara meninggalkan nya tetapi Dara sudah mulai lapar
Adara duduk terlebih dahulu karena capek juga lari sana sini dan bergerak tak jelas . Perut nya mendadak keram maka dari itu Adara beristirahat sambil mengelus perutnya
" Kenapa begitu ? Udah mulai lapar kamu ?" Kata Rasya yang melihat adara mengelus perutnya
Adara menganguk
" Perut aku sakit banget sya . Kaya keram keram begitu ! "
" Mau datang bulan kali sayang , yaudah duduk aja dulu . Makanya jangan lari larian tadi "
Adara meremas perutnya, ini beneran sakit . Bahkan dara memejamkan matanya
" Sya perut aku sakit banget ! " kata Dara
Rasya menundukkan tubuhnya menatap Dara
" Yuk ke uks aja , dari pada disini ga bisa berbuat apa apa " ajak Rasya menarik tangan dara
Dara menangis tanpa sadar. Hasil nya membuat Rasya bingung sendiri
" Perut aku sakit banget sya ... hiks hiks "
Adara menutup wajahnya dia memilih untuk jongkok saja . Di temani oleh Rasya yang terus menerus menenangkan
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Rasya datang membawa minyak angin juga bekal makan nya . Terpaksa Rasya memilih makan disitu karena waktu terlalu mepet untuk mereka berdua makan di kelas
" Oles dulu perutnya sayang , nanti aku beliin teh hangat. Makanya jangan aneh aneh jadi orang ah "
Dara langsung melepaskan kancing seragam dia mengoleskan perutnya. Setelah cukup tenang akhirnya mereka berdua makan bekal masing masing
##
Sebelum lari Adit mengajak untuk pemanasan dasar , seperti merentangkan otot tangan dan otot kaki .
" Pelan pelan aja lari nya " kata adit
Adara mengangguk . Keduanya segera berjalan menyusul para masyarakat yang sedang berolahraga di malam hari
Huh ! Huh !
Adara menghela nafas secara tidak teratur. Cukup menguras tenaga dan keringat mengingat saat ini adara telah mengandung anak pertamanya
" Kak ... huh !!. Istirahat dulu " kata Dara berjongkok
Adara memegang perutnya lalu dia mengeluh kesakitan . Di tambah lagi ada seorang balita sekitar umur 5 atau 6 tahun bermain bola basket mengenai kepala adara
Adit terkejut baru banget adit ingin memarahinya . Tapi adara langsung pingsan
" Dar... dar bangun... " tepuk adit pada wajah Dara
Adit menaruh air botol itu di bawah aspal dan tak sengaja melihat celana putih yang di pakai adara mengeluarkan darah segar
Tanpa berkata apa apa adit langsung membopong Dara membawanya ke parkiran dan kerumah sakit
Adara tidak sadar selama perjalanan itu . Sedangkan adit merasa dirinya bertanggung jawab karena membawa adara. Dia tidak akan menghubungi kedua orang tua adara
Sampailah adit di rumah sakit . Unit darurat . Adit menunggu di luar lalu tak lama kemudian perawat membuka ruangan dan mengajak adit untuk berbicara
" Maaf ! Pasien di dalam telah mengalami keguguran! " Ucap nya perawat
Adit terdiam . Apa maksudnya keguguran
__ADS_1
" Hah gimana gimana dok ? " kata adit
" Pasien di dalam istri anda kan ? Kandungan nya mengalami keguguran setelah di telusuri istri anda telah hamil 3 minggu "
Deg
Adit terkejut . Jantung adit berdebar. Jadi Dara sedang hamil ?
Astaga ....
Setelah transaksi. Adit di perbolehkan untuk masuk kedalam ruangan Dara sedang di rawat saat ini
Adara belum sadar diri . Tiba tiba pandangan adit ke perut adara
" Cowok lo harus tanggung jawab seharusnya dar ! Stres lama lama gua dekat lo kalo gini , kenapa makin kesini lo makin .... argh ... sialan ! " kata Adit memaki dirinya
Adit merasa gagal telah menjaga dara selama ini . Kenapa bisa dara hamil ...
Cukup lama dara tertidur karena mungkin kelelahan. Setelah bangun di jam 10 malam . Adara meminta untuk pulang karena dirinya ingin di rawat dirumah saja
Adit berbicara pada dokter mengenai kepulangan dara . Dan cukup lama adit meyakinkan dan adara juga di berikan resep untuk sementara waktu
Sampai di dalam mobil adit langsung menatap Dara
" Jujur sama gua ! Lo sengaja ngajak gua olahraga buat bayi ini keguguran kan ? Jadi selama ini lo sering mual yang lo ceritain itu ke gua. Lo lagi hamil ? "
Adara terdiam . Tanpa menjawab . Adara langsung menangis
" Sama aja lo bunuh anak lo sendiri dar . Jahat banget jadi ibu , seharusnya kalo emang kalian belum ingin mau punya anak . Jangan melakukan ! Dar . Sumpah gua kecewa banget , gua sebagai calon suami lo
Kecewa lo bisa hamil terus lo bunuh " kata adit menatap adara yang terus menangis
Adit langsung mengendarai mobilnya untuk segera pulang , sudah di pastikan adit akan kena marah oleh om hendra karena memulangkan terlalu malam . Di tambah besok adara harus sekolah pagi
" Jangan lupa minum obatnya , sesuai ajuan dokter tadi , masih nyeri kan perut nya " kata Adit
Adara mengangguk
__ADS_1