DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 146


__ADS_3

" Kalian masuk duluan ya , nanti makanan nya di hidang semua aja dulu , aku mau mampir ke minimarket sebelah dulu sekalian ambil uang buat makanan nanti " kata Dara menahan lengan adit


Adit di buat bingung pasalnya mereka mau makan tapi kenapa dara mengajak untuk ke toko sebelah ? Bukan nya nanti setelah makan bisa mampir ?


" Dit , tadi kamu dengar haidar bisik ke Dira nggak ? Yang bahas ngidam itu ? "


" Dengar , kenapa ? "


" Dit nanti di dalam kita bebasin mereka aja ya , aku kasihan lama lama ngeliat Haidar sama Dira " kata Dara


" Tumben kamu sama dira baik "


" Gini gini aku juga manusia lah dit , dan satu lagi , boleh ngga sih Dit uang aku , aku pinjam buat haidar modal usaha ? "


" Usaha apa ? " Tanya Adit


" Ya belum tahu , seengaknya kan biar Haidar ada usaha gitu loh , Aku yakin banget haidar itu engak punya tabungan , sedangkan Dira beberapa bulan lagi melahirkan , butuh berapa banyak biaya untuk nanti dit "


Adit merangkul Dara


" Kamu semakin dewasa pikiran nya sayang , gini aja , gimana kalo haidar kerja di tempat adit , kebetulan kan adit pengen buka toko, nah haidar yang pegang satu toko, lagian anak itu juga udah engak sekolah lagi kan ? "


" Yaudah dit , makasih yaa kamu udah baik sama Adik aku "


Adit mengangguk " Yuk kedalam , adit udah haus pengen minum es teh manis " kata Adit


Keduanya duduk sambil menunggu hidangan makanan semua nya taruh di meja makan , Dara siap juga dira siap dengan kamera nya untuk membuat story


Satu persatu makanan di hidangkan


" Kak adit boleh nggak pesan Jangek siram ? " Kata Haidar


" Boleh dong "


Haidar tersenyum dia menatap Dira penuh cinta . Kedua nya kini saling menatap , jujur Dara bener bener kasihan banget sama mereka berdua . Bahkan saat ini keduanya belum sama sekali menyentuh sebelum Adit menyentuh makanan itu


" Kok diam ? Ayo mulai makan ! "


" Duluan kak " kata Haidar


Dara memasukan lauk kedalam piring Adit , dia menawarkan lauk lauk untuk suaminya itu


Sedangkan Dira wanita itu melahap pertama adalah kerupuk kulit di siram gulai. Memang rasanya nikmat banget


" Dar ... Gimana sama sekolah lo ? Engak ada niat mau sekolah lagi ? "


" Engak kak , mau kerja aja mungkin "


" Udah dapat dimana emang kerja? " Tanya Dara


" Belum dapat sih , lagi cari cari "


Adit mengangguk " Gini aja dar . Kakak punya satu toko tapi belom ada ketua toko nya, kamu mau nggak pegang toko kakak ? "

__ADS_1


" Toko apa kak ? "


" Toko sembako lumayan besar sih , tapi coba lah untuk bantu dikit aja , terserah kamu , nanti kalo kamu udah capek atau ngantuk , tutup aja tokonya sabtu minggu libur pun terserah kamu " kata Adit


" Boleh kak , mulai kapan kak aku bisa masuk toko ? " kata Haidar


" Besok ? Tapi beberapa bahan belom di masukin sih , masih berantakan banget "


" Gapapa kak , nanti Haidar yang beres tapi haidar minta ada yang bantuin , kalo semuanya haidar kerjain bisa bisa almarhum " kata Haidar


Adit juga Dara tersenyum


" Yaudah besok , tapi kakak harus ajarin kamu ya "


##


Dinda menatap makanan yang dibawakan Dira dan Haidar tadi . Dinda menyimpannya makanan itu di lemari untuk makan siang


Saat itu juga hendra datang tiba tiba dia langsung memeluk Dinda


" Ini makanan dari anak anak tadi ya ? Gimana ya rasanya? "


" Pasti enak pi , kata Kakak masakan Dira itu enak " jawab Dinda


" Oh ya ? Apa kita engak keterlaluan sama mereka ? Papi sedih harus pura pura kejam pada dira juga haidar . Papi nangis di dalam kamar tadi , dosa banget ngusir anak , apalagi tadi wajah Dira kelihatan sakit banget "


" Ya mau gimana lagi , kalo engak gini haidar engak akan bisa belajar dewasa , ya walaupun kita harus ikut memahami Dira . Aku mau ajarin ke mereka kalo di dunia ini engak selamanya apa yang di dapatkan dengan semuanya itu mudah , kita harus ajari pahit nya hidup " kata Dinda


" Iya sayang, tapi apakah engak sebaiknya kita balikin mobil haidar ? "


" Yaudah , yuk papi udah engak sabar soto buatan dira , seenak apa " kata Papi


Keduanya belum yakin dengan soto khas kelahiran Dira itu di cicipi


" Coba kamu cicipin dulu " Kata Dinda


Hendra terdiam , di mencicipi sekali lagi


" Enak ma , enak , kamu cobain " kata Hendra


Dinda ragu untuk mencobanya, tak beberapa detik kemudian Dinda juga mencicipi berkali kali kuah soto itu


" Dira yang buat soto ini ? Hebat banget itu anak , Kelihatannya sih anak manja ya , tapi emang itu anak kelihatan mandiri , cocok sama Anak kita yang manja ini " Kata Hendra


" Iya " jawab Dinda


##


Selesai sudah makan siang kali ini , Dira meminta Adit untuk bungkus es jeruk karena es jeruk itu seger banget untuk di minum


" Makasih ya Dit, udah ngajak kita makan siang, kalian jadi mau kerumah papi ? " Kata dira


" Udah siang juga nih , kayanya engak deh , mau langsung balik aja " jawab Dara

__ADS_1


Keduanya mengangguk , adit mengantar dira juga haidar terlebih dahulu ke tempat tinggalnya


" Kamu engak ada niatan buat adik nya sekolah lagi ? "


" Pengen sih , tapi takut dia engak mau gimana dong ... " kata Dara


" Apa perlu aku ngomong sama dira buat haidar sekolah lagi , tanggung loh dia kelas 2 . Gapapa deh aku yang biayain , nanti kerja dia sore pas balik sekolah "


" yakin cuma ngomong itu aja sama dira ? Engak mau makan dirumah lagi ? " Tanya Dara


" Astaga pake di cemburuin " kata Adit


" Ya ngga cemburu, cuma ngapain gitu ngomong berdua , kan ada aku , kita ngobrol bertiga lah "


" Ya ya ok , kalo gitu kita ngobrol bertiga , nanti malam aku telpon dia " kata Adit


" Lagian pake hamil sih ah , ribet kalo udah tahu kaya gini, kenapa engak di gugurin aja ? " grutu Dara


" Engak semua orang pikiran nya kaya kamu , berarti dira memang berkeinginan punya anak , orang mereka suka sama suka kok buat nya. Kami lihat sendiri kan tadi haidar jaga dira banget "


Dara langsung menarik rambut Adit


" Terus belain mantan nya , lama lama beneran aku suruh nikahin , liatin aja " kesel Dara


Dara menarik rambut adit sampai bawah , dan adit pun langsung memeluk perut Dara


" Hehe , maaf sayang , nggak lagi " kata Adit


Adit mengecup kecup perut Dara. Dia mengelus perut itu


" Dari kemarin aku pengen banget ngelus perut kamu , tanda nya apa ya ? "


" Mungkin kamu mikir aku gendutan " kata Dara


" Masa sih kamu gendutan? Tapi masih keliatan cantik Mam "


Dara tersenyum dia menjewer telinga suaminya itu


" Kamu mah , aku di pukul , di jambak , di jewer , ini udah termasuk kdrt tau " kata Adit


" Terus kalo aku kdrt kamu mau melapor gitu ? " Tanya Dara


" Ya engak sih, cuma ngomong doang , mana berani aku lapor lapor istri aku kdrt. Yang ada malah engak dapat jatah tiap hari " kata adit sambil terkekeh


Dara tersenyum dia melingkar tangan nya di leher adit , mencium pipi suaminya itu berulang ulang


" Dasar adit jelek "


" Dar , kita langsung pulang aja ya , aku capek banget ini "


" Oke papa Adit "


Adit tersenyum mendengar itu " Jadi pengen terus berdua , biar kamu panggil aku papa "

__ADS_1


" Hehehe , papa Adit bau sapi kalo kata Luna "


Keduanya malah tertawa kalo luna yang bilang seperti itu


__ADS_2