
" Kalian masuk duluan ya , nanti makanan nya di hidang semua aja dulu , aku mau mampir ke minimarket sebelah dulu sekalian ambil uang buat makanan nanti " kata Dara menahan lengan adit
Adit di buat bingung pasalnya mereka mau makan tapi kenapa dara mengajak untuk ke toko sebelah ? Bukan nya nanti setelah makan bisa mampir ?
" Dit , tadi kamu dengar haidar bisik ke Dira nggak ? Yang bahas ngidam itu ? "
" Dengar , kenapa ? "
" Dit nanti di dalam kita bebasin mereka aja ya , aku kasihan lama lama ngeliat Haidar sama Dira " kata Dara
" Tumben kamu sama dira baik "
" Gini gini aku juga manusia lah dit , dan satu lagi , boleh ngga sih Dit uang aku , aku pinjam buat haidar modal usaha ? "
" Usaha apa ? " Tanya Adit
" Ya belum tahu , seengaknya kan biar Haidar ada usaha gitu loh , Aku yakin banget haidar itu engak punya tabungan , sedangkan Dira beberapa bulan lagi melahirkan , butuh berapa banyak biaya untuk nanti dit "
Adit merangkul Dara
" Kamu semakin dewasa pikiran nya sayang , gini aja , gimana kalo haidar kerja di tempat adit , kebetulan kan adit pengen buka toko, nah haidar yang pegang satu toko, lagian anak itu juga udah engak sekolah lagi kan ? "
" Yaudah dit , makasih yaa kamu udah baik sama Adik aku "
Adit mengangguk " Yuk kedalam , adit udah haus pengen minum es teh manis " kata Adit
Keduanya duduk sambil menunggu hidangan makanan semua nya taruh di meja makan , Dara siap juga dira siap dengan kamera nya untuk membuat story
Satu persatu makanan di hidangkan
" Kak adit boleh nggak pesan Jangek siram ? " Kata Haidar
" Boleh dong "
Haidar tersenyum dia menatap Dira penuh cinta . Kedua nya kini saling menatap , jujur Dara bener bener kasihan banget sama mereka berdua . Bahkan saat ini keduanya belum sama sekali menyentuh sebelum Adit menyentuh makanan itu
" Kok diam ? Ayo mulai makan ! "
" Duluan kak " kata Haidar
Dara memasukan lauk kedalam piring Adit , dia menawarkan lauk lauk untuk suaminya itu
Sedangkan Dira wanita itu melahap pertama adalah kerupuk kulit di siram gulai. Memang rasanya nikmat banget
" Dar ... Gimana sama sekolah lo ? Engak ada niat mau sekolah lagi ? "
" Engak kak , mau kerja aja mungkin "
" Udah dapat dimana emang kerja? " Tanya Dara
" Belum dapat sih , lagi cari cari "
Adit mengangguk " Gini aja dar . Kakak punya satu toko tapi belom ada ketua toko nya, kamu mau nggak pegang toko kakak ? "
__ADS_1
" Toko apa kak ? "
" Toko sembako lumayan besar sih , tapi coba lah untuk bantu dikit aja , terserah kamu , nanti kalo kamu udah capek atau ngantuk , tutup aja tokonya sabtu minggu libur pun terserah kamu " kata Adit
" Boleh kak , mulai kapan kak aku bisa masuk toko ? " kata Haidar
" Besok ? Tapi beberapa bahan belom di masukin sih , masih berantakan banget "
" Gapapa kak , nanti Haidar yang beres tapi haidar minta ada yang bantuin , kalo semuanya haidar kerjain bisa bisa almarhum " kata Haidar
Adit juga Dara tersenyum
" Yaudah besok , tapi kakak harus ajarin kamu ya "
##
Dinda menatap makanan yang dibawakan Dira dan Haidar tadi . Dinda menyimpannya makanan itu di lemari untuk makan siang
Saat itu juga hendra datang tiba tiba dia langsung memeluk Dinda
" Ini makanan dari anak anak tadi ya ? Gimana ya rasanya? "
" Pasti enak pi , kata Kakak masakan Dira itu enak " jawab Dinda
" Oh ya ? Apa kita engak keterlaluan sama mereka ? Papi sedih harus pura pura kejam pada dira juga haidar . Papi nangis di dalam kamar tadi , dosa banget ngusir anak , apalagi tadi wajah Dira kelihatan sakit banget "
" Ya mau gimana lagi , kalo engak gini haidar engak akan bisa belajar dewasa , ya walaupun kita harus ikut memahami Dira . Aku mau ajarin ke mereka kalo di dunia ini engak selamanya apa yang di dapatkan dengan semuanya itu mudah , kita harus ajari pahit nya hidup " kata Dinda
" Iya sayang, tapi apakah engak sebaiknya kita balikin mobil haidar ? "
" Yaudah , yuk papi udah engak sabar soto buatan dira , seenak apa " kata Papi
Keduanya belum yakin dengan soto khas kelahiran Dira itu di cicipi
" Coba kamu cicipin dulu " Kata Dinda
Hendra terdiam , di mencicipi sekali lagi
" Enak ma , enak , kamu cobain " kata Hendra
Dinda ragu untuk mencobanya, tak beberapa detik kemudian Dinda juga mencicipi berkali kali kuah soto itu
" Dira yang buat soto ini ? Hebat banget itu anak , Kelihatannya sih anak manja ya , tapi emang itu anak kelihatan mandiri , cocok sama Anak kita yang manja ini " Kata Hendra
" Iya " jawab Dinda
##
Selesai sudah makan siang kali ini , Dira meminta Adit untuk bungkus es jeruk karena es jeruk itu seger banget untuk di minum
" Makasih ya Dit, udah ngajak kita makan siang, kalian jadi mau kerumah papi ? " Kata dira
" Udah siang juga nih , kayanya engak deh , mau langsung balik aja " jawab Dara
__ADS_1
Keduanya mengangguk , adit mengantar dira juga haidar terlebih dahulu ke tempat tinggalnya
" Kamu engak ada niatan buat adik nya sekolah lagi ? "
" Pengen sih , tapi takut dia engak mau gimana dong ... " kata Dara
" Apa perlu aku ngomong sama dira buat haidar sekolah lagi , tanggung loh dia kelas 2 . Gapapa deh aku yang biayain , nanti kerja dia sore pas balik sekolah "
" yakin cuma ngomong itu aja sama dira ? Engak mau makan dirumah lagi ? " Tanya Dara
" Astaga pake di cemburuin " kata Adit
" Ya ngga cemburu, cuma ngapain gitu ngomong berdua , kan ada aku , kita ngobrol bertiga lah "
" Ya ya ok , kalo gitu kita ngobrol bertiga , nanti malam aku telpon dia " kata Adit
" Lagian pake hamil sih ah , ribet kalo udah tahu kaya gini, kenapa engak di gugurin aja ? " grutu Dara
" Engak semua orang pikiran nya kaya kamu , berarti dira memang berkeinginan punya anak , orang mereka suka sama suka kok buat nya. Kami lihat sendiri kan tadi haidar jaga dira banget "
Dara langsung menarik rambut Adit
" Terus belain mantan nya , lama lama beneran aku suruh nikahin , liatin aja " kesel Dara
Dara menarik rambut adit sampai bawah , dan adit pun langsung memeluk perut Dara
" Hehe , maaf sayang , nggak lagi " kata Adit
Adit mengecup kecup perut Dara. Dia mengelus perut itu
" Dari kemarin aku pengen banget ngelus perut kamu , tanda nya apa ya ? "
" Mungkin kamu mikir aku gendutan " kata Dara
" Masa sih kamu gendutan? Tapi masih keliatan cantik Mam "
Dara tersenyum dia menjewer telinga suaminya itu
" Kamu mah , aku di pukul , di jambak , di jewer , ini udah termasuk kdrt tau " kata Adit
" Terus kalo aku kdrt kamu mau melapor gitu ? " Tanya Dara
" Ya engak sih, cuma ngomong doang , mana berani aku lapor lapor istri aku kdrt. Yang ada malah engak dapat jatah tiap hari " kata adit sambil terkekeh
Dara tersenyum dia melingkar tangan nya di leher adit , mencium pipi suaminya itu berulang ulang
" Dasar adit jelek "
" Dar , kita langsung pulang aja ya , aku capek banget ini "
" Oke papa Adit "
Adit tersenyum mendengar itu " Jadi pengen terus berdua , biar kamu panggil aku papa "
__ADS_1
" Hehehe , papa Adit bau sapi kalo kata Luna "
Keduanya malah tertawa kalo luna yang bilang seperti itu