DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 160


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Haidar focus pada toko dan kehamilan dira . Dan kedua sepasang suami istri itu kini tinggal di kediaman papi hendra


Saat makan malam , dira membantu mama mertua bulak balik dapur mengambil makanan


Dira hanya diam kayanya ada yang engak beres


" Pi ... air ketuban dira ... " kata Dinda panik


Papi maupun Haidar langsung bangun dari tempat nya


" siapin mobil cepat " kata papi


Mama Dinda langsung menyuruh pembantu nya mengambil tas yang sudah di susun haidar untuk bawa ke rumah sakit nanti


" Ayuk pelan pelan , sakit nggak perut nya ? " kata Mama Dinda


" Dikit ma , tapi aku bisa tahan kok "


" Kalo sakit bilang , jangan di tahan sendirian , mama ini pernah merasakan sakit nya "


Dira mengangguk , dira duduk di belakang bersama haidar , sedangkan papi menyetir mobil menuju rumah sakit


" Kabarin orang tua dira sama kakak mah " kata hendra


Tak butuh berapa lama di dalam ruangan operasi , dira langsung melahirkan anak perempuan


Haidar menatap focus dia tidak menyangka di umur masih 17 tahun ini sudah memiliki anak


Dira menatap lemas pada bayi itu juga suaminya


Cup


Cup


Cup


" Makasih kamu udah berjuang melahirkan anak kita " kata Haidar


Dira mengangguk , bayi itu setelah di beri azan , langsung di bersihkan . Dira juga di pindahkan keruang inap . Di luar sana sudah ramai kedua orang tua dira , ada Dara, Adit


Haidar langsung memeluk Mama Dinda, haidar jadi tahu gimana susah nya ibu melahirkan anak , lalu haidar memeluk Mama nya dira . Meminta maaf sudah membuat kecewa hamil di luar nikah


' Rachel Isabis Jordan ' nama cantik yang haidar berikan untuk putri cantiknya itu


Satu persatu masuk terlebih dahulu kedua orang tua dira . Bukan nya anak yang dilihat dan diberi perhatian . Malah kedua orang tua dira focus pada Rachel


" Hehe , cantik banget , siapa namanya kak ? "


" Rachel Isabis jordan " jawab Dira


" Cantiknya Rachel... nanti kita main kerumah oma ya " kata Mama Dira begitu bahagia melihat cucu nya


Beberapa menit kemudian kini giliran mertuanya . Papi juga Mama menangis bahagia melihat Rachel


Mereka begitu bahagia banget bisa mengendong pertama kali cucu nya


" Cantik banget, gemesh ya pi " kata Mama


" Gantian , aku yang mau gendong Rachel ma " kata Papi


Mereka saling ribut , dira menyuruh haidar untuk mendekat


" Tolong ambilin aku minum dong , aku haus banget " bisik dira


Haidar mengangguk dia mengambil minum di dalam kulkas kebetulan ruangan inap dira adalah vip , tagihan rumah sakit juga sudah di tanggung oleh papi , bukan kaleng kaleng buat cucu pertama nya . Kayanya papi sekarang lebih sayang sama cucu nya ketimbang sama anak nya


Dan kini giliran dara juga adit , Dara di buat gemesh adit bilang Rachel mirip dira , memang selalu beda pendapat dengan orang lain

__ADS_1


" Anak kamu apa Dar? Cowok ? Atau cewek? " Tanya dira


" Cowok , fix " jawab Adit


" Cowok beneran ? " Tanya dira


" Belom cek tau , dia mah asal ngomong aja " kata Dara


" Omongan adalah doa ya , jadi kita bilang nya Cowok aja , biar jadi kenyataan " Jawab Adit


##


Beberapa bulan kemudian, Dengar kabar dari Dinda kalo saat ini Dinda sama rasya lagi di rumah sakit menunggu lahiran


Dara juga adit akan datang nanti , tapi nunggu adit pulang kerja dulu, kebetulan kan memang bayi nya belum lahir


Sambil menunggu adit pulang , Dara lagi ajarin luna untuk mengenal nama nama bintang


" Binatang apa yang kaki nya 4 ? " kata Dara


" ayam , kambing , sapi apalagi ya "


" Kuda " jawab Dara


" Iya kuda ya , hehe luna lupa "


Dars tersenyum mendengar itu


" Kalo tante punya permen 10 , terus om adit pinta 2 , sisa berapa permen tante ? "


Luna terdiam , dara mencoba menghitung bantu pakai jari


" Tante punya 10 , om adit pinta 2 , sisa berapa ? " kata Dara


" satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan , sisa delapan "


" Pintar banget , hebat " kata Dara


" Kamu tau kaki seribu ? " kata Dara


" Tau dong , yang sering ada di tanah kan "


" Benar , kalo kaki seribu, kaki nya pada sakit tinggal berapa " Tanya Dara


" Sakit karena apa dulu ? "


" kaki nya sakit ke injek luna misalnya "


" Oh itu kaki seribu nya langsung mati " jawab luna polos


" hahahaha " Dara tertawa ngakak mendengar itu


Luna juga tertawa , dia memukul pelan tangan tante nya


" bisa aja nih tante Dara hehe " jawab luna


Dara mengangkat luna naik ke atas ranjang , Dara memeluk luna


" Udah ngantuk itu matanya , ayuk tidur "


Luna mengangguk dia mengelamkan kepalanya di dada Dara . Tanpa sepengetahuan luna. Dara foto lalu kirim ke adit


Me


Aku lagi sama luna abis belajar nama nama binatang sama belajar menghitung , aku tidurin luna dulu ya sayang


Setelah pesan itu di baca , Dara langsung menaruh ponselnya , dia mematikan lampu lewat remote

__ADS_1


Drt... drr...


Call Dinda


Dinda mengabari kalo dirinya sudah melahirkan anak perempuan juga , kebetulan Dara bangun tidur siang , adit belom juga pulang. Dara bilang dia akan menjengkuk malam hari sekitar jam 7 malam


Beberapa kali mama papa adit masuk untuk mengecek apakah luna sudah bangun , ternyata balita bule itu terlalu nyaman di pelukan Dara


Begitu juga mba Aghni, tadinya mau ngajak untuk pergi ke cafe , anak itu belum juga bangun dan sore harinya adit pulang , adit di bilangin sama mama dan papa juga mba kalo di kamar ada luna masih tidur


Sekalian mba aghni memberikan pakaian ganti sore dan popok nya . Adit ke atas , saat itu mereka sudah bangun siap siap mau mandi


" Om adit..." kata Luna


Adit memeluk luna memberi kecupan sana sini di pipi bocah bule


" Mandi dulu ya sama tante Dara, baju nya bagus banget buat ganti , tadi mommy kasih om " kata Adit


Luna mengangguk , bocah bule itu langsung masuk dan melepaskan semuanya didalam kamar mandi , di bantu mandi oleh Dara. Dan di akhir bocah itu malah mau berenang di bathup


Setelah selesai mandi , kini giliran dara mandi , wanita itu hanya mandi singkat tidak biasanya lama lama , karena pada dasar nya semenjak menikah Dara males mandi


" Mau rambut nya di pake angin angin itu om "


" Oh hairdyer " kata Adit


Adit mengeringkan rambut Luna dengan alat itu , anak itu hanya diam dan senang di ajak main oleh om dan tante nya


Setelah sudah selesai


" Mommy di bawah cari kamu itu , sana liat mommy dulu di bawah "


Luna mengangguk , adit langsung mengunjungi dirinya langsung juga melepaskan pakaian dan masuk ke dalam kamar mandi


Adit memeluk dara di belakang itu ketika istrinya menutup mata karena cuci muka


" Kaget tau nggak tiba tiba meluk begitu "


Kata Dara menepuk tangan adit di perut nya


" Aku engak bisa liat kamu , aku cuci muka dulu " kata Dara lagi


Dara membasuh wajahnya dia mengelap dengan handuk kering , Dara membalikan wajahnya dia melingkar tangan nya di leher suaminya itu


" Cantik banget sih kamu yang, pipi nya tembem , makin sexy kalo hamil gini "


" Masa ? " kata Dara salting


Adit merangkul pinggang dara agar jarak mereka lebih dekat. Wajah adit juga mendekat pada bibir istrinya yang tiap hari makin gemes


" Papa ... "


" Hem... "


Adit langsung menyosor ke leher Dara. Tinggi adit dan Dara lumayan deket , ibarat Dara itu sebahu adit . Bisa bayangkan gimana sesak nya Dara ketika adit begitu nafsu


" Sayangkuuu " Panggil adit


" Iya sayangku , engak mau pindah aja ? Pinggang aku sakit diri lama lama "


" Sebentar sayang "


Dara mengangguk , tak lama dari itu adit mengajak Dara untuk pergi keluar kamar mandi dan menyuruh dara untuk merebahkan tubuhnya


" Kalo sakit bilang ya , papa pelan pelan kok " kata Adit


" Iya "

__ADS_1


Skip


ending ~


__ADS_2