DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 119


__ADS_3

Ketika lagi makan di kantin tiba tiba Dara di datangi salah satu pria


" hai "


Dara, Dinda juga rasya saling tatap . Siapakah pria ini


" Sebelum nya perkenalkan nama saya Dimas, anak s2 hukum . Saya berkali kali lihat kamu. Kita pernah pas pasan " kata Dimas


" Ya ? "


" Begini istri saya kan lagi hamil . Dan saya yang ngidam . Boleh kah saya mencubit pipi tembem kamu ? "


Dara dan Dinda terkejut mendengarnya . Pasalnya Dara sudah menikah. Giman kalo adit tahu


" Begini, saya telpon istri saya biar tidak salah paham " ucap nya


Dara mengangguk . Langsung di angkat oleh istrinya. Memang suaminya ini sudah lama ngidam cubit pipi dara . Tapi kenapa harus Dara?


( boleh kan mba ? )


( em boleh boleh ) jawab Dara


( biar engak salah paham saya juga melihat saja ya ) kata istrinya


( Baik , video call berarti ya )


Dara mengangguk . Pria itu langsung mencubit pipi dara gemas . Disaat itu juga adit yang baru saja sampai langsung menghampiri


" Apa apaan nih bro , bini gue di cubit cubit. Kalo ada masalah sama gua . Ayo kita ribut di ring tinju " kata Adit


Dinda juga Rasya langsung menghalangi adit . Pria itu tidak menerima istrinya di sentuh sentuh


" Makasih ya mba "


Adit mengerutkan keningnya. Adit langsung mengelap pipi dara dengan tissue basah


" Dit, dengerin aku , dia itu lagi ngidam , ngidam pengen cubit pipi aku . Lagian tadi juga dia sempat video call istrinya biar engak salah paham "


" Kenapa engak izin aku dulu ? Hah ? "


" Dit aku pikir kamu engak ke kampus hari ini "


" Kampus lah gila ! "


" Adit.... " Geram Dara


Adit langsung duduk dan minum jus mangga milik Dara


" Walaupun kita pisah rumah dan ranjang tetap kamu istri aku , apapun harus izin tahu nggak "


" Iya iya , nanti izin . Engak enak kamu marah marah nya di kantin ada Dinda sama rasya lagi " kata Dara


" Terus mau di rumah marah nya? Mau di mobil marah nya ? Ayo kita kesana " adit menarik tangan Dara


" Apaansih dit , aku capek tau ga berantem terus sama kamu . Dan stop jangan ikutin aku . Kampus luas . Engak setiap menit kita ketemu kan ? " Kata Dara


" Adit yang punya kampus ini , terserah adit lah "


" Oh jadi mulai membawa kekuasaan? " Tanya Dara


" Iya ! "


" Sombong banget kamu " kata Dara


Drt....


Drt...


" Siapa yang nelpon " Tanya adit


" Kepo banget sih "


( Ya Halo)

__ADS_1


( iya lagi sama Dinda disini , oh gitu yaudah iya yang )


Adit melebarkan matanya


" Siapa orang yang kamu panggil yang yang ?


" Pacar baru ! " jawab Dara asal


" hoo gitu , boleh kenalan? "


" Din ayuk kita ke ruang teater . Kita ada latihan dari kak mayang "


" Oh cewek , bilang dong , "


" lagian cemburuan banget sih kak " kata Dinda


" Diam ! Jangan ikut campur " kata adit galak


" Galak banget sih " kata Dara


Dara meminta adit untuk bayarin makan dan minuman, setelah itu dia pergi meninggalkan kantin


" Siake , gue makan juga kagak . Tapi baiklah " gumam Adit


##


Drt...


Drt...


Ketika lagi baca naskah , Dara mendapati telpon dari adit . Kenapa lagi suaminya ini . Tiap hari ada aja . Pikir Dara


( Dar aku lapar banget belum makan )


( yah beli lah , kenapa juga kamu nelpon aku )


( Ya aku maunya disuapin kamu )


( Apaansih manja banget , makan tinggal makan )


( Yaudah kamu dimana ? Aku susul )


( Di mobil )


( Yaudah tunggu disitu)


( Makasih sayang hehe)


Tut...


Adit melihat Dara jalan ke arah mobilnya pria itu terlihat bahagia banget


" Peluk dulu suaminya "


Dara memeluk adit , mengecup pipi suaminya itu


" I love you " kata Adit


" Hem "


" Jawab dulu "


" I love you to "


Adit langsung mengendarai mobilnya keluar kampus mencari restoran terdekat


" Kamu mau makan nggak ? Lapar nggak "


" Iya makan nemenin kamu "


" Suapin kalo gitu ya "


" hem " jawab Dara

__ADS_1


" Jangan terlalu dingin begitu, adit minta maaf "


" Iya "


Keduanya keluar memesan makanan


" Dar , Pulang ya, adit mohon sama kamu . Adit beneran nyesel banget . Adit nyesel udah bikin sakit hati kamu . Adit punya kakak dan keponakan perempuan . Adit bakalan ngerasain gimana mereka di sakitin . Adit minta maaf sekali lagi " kata adit


" Kalo sekali lagi kamu nyakitin aku gimana ? "


" kadang tanpa sadar kita itu saling menyakiti satu sama lain dar . Adit juga engak bisa janji untuk tidak menyakiti Dara. Cuma adit berusaha untuk tidak nyakitin Dara lagi . Adit janji dar . Adit engak bisa tanpa Dara. Beneran deh . Aku mohon pulang dar " kata adit


" Yaudah , iya aku pulang "


" Serius aku dar . Jangan main main "


" Iya serius . Aku pulang hari ini "


" Aku yang jemput kamu nanti malam . Dar aku sayang banget sama kamu dar . Aku engak tahu kalo kita pisah gimana? Mungkin aku bisa gila "


" Aku juga sayang kamu dit "


Adit tersenyum dia mencium tangan Dara


" Mulai hari ini kita baikan ya "


" Hem . Iyaaa "


##


malam harinya dara telah siap untuk kembali pulang kerumah mertua nya . Adit bilang dia mau makan dirumah orang tua Dara sambil meminta maaf pada papi dan mama atas kejadian beberapa hari ini Dara dan Adit pisah rumah


drt...


drt...


Adit mengirim pesan kalo dirinya akan telah sampai di kediaman istrinya. jadi Adit harap Dara harus siap siap turun


Dara membawa semua barang barang yang dia akan bawa kerumah mertuanya terutama barang barang kuliah nya . Sambil menunggu itu Dara membantu menyusun makanan . Dan sesekali dia mengambil cumi tepung


" Sayang ... " Panggil adit


Dara menoleh , dia meninggalkan semuanya kini mengurus suaminya dulu . dara mengecup tangan adit


" Mau mandi dulu ? "


" Nanti aja deh dirumah , aku mau makan dulu disini bareng papi " kata Adit


" Oh Yaudah, duduk disini aja , belom dimulai sih , aku lagi bantu mama siapin makanan di meja makan " kata Dara


" Dar . aku haus banget , bisa ambilin minum ? "


" Kamu minta tolong atau nyuruh aku ? " Tanya Dara


" Astaga, lupa sayang , tolong ya ambilin minum, aku haus banget. yang dingin sayang "


Dara mengangguk, dia mengambilkan satu gelas air dingin lalu dia berikan pada Adit . makanan juga telah siap tapi sambil menunggu agak dingin , lebih baik memanggil Haidar dan Papi . pikir Dara


" Sebentar ya sayang , tunggu sini , aku mau panggil papi sama Haidar dulu "


" Iyaaa " kata Adit


Satu meja telah terkumpul, tatapan papi pada Adit begitu tajam dan tidak suka


" Hari ini aku mau pulang , di jemput adit juga "


" Bagus lah kalo kalian sudah baikan " jawab Papi


" Sebelum nya Adit minta maaf sama papi dan mama , ini semua salah adit . adit yang egois. kalo adit engak egois pasti engak akan kaya gini Dara pergi ninggalin adit "


" Ya !" jawab papi malas


Papi terlebih dahulu mengambil lauk lauk , prinsip papi , dia tidak akan ikut campur urusan pernikahan anak . terlebih tahu masalah nya . itu bukan papi banget

__ADS_1


sebagai orang tua siapa sih yang engak pengen ngeliat anak bahagia tanpa ada masalah . jadi papi pengen jangan harap kasih tahu papi kalo lagi ada masalah


__ADS_2