
" Sabian Clay " Kata Dinda , Dara mengetik di google
Begitu keluar , Dara terkejut ternyata bokap Dinda bener bener ganteng sih, ganteng pada masa nya dan fashion nya juga di terima anak muda jaman sekarang
" Bule ya din , pantas kaya orang luar gitu kalo di liat liat " kata Dara
" Selama gua hidup , ga pernah gua cari cari masa lalu bokap , karena kehidupan bokap dulu sering banget dia ceritain , nah mantan dia yang engak bisa move on , meninggal Dar ! "
" Innalilahi " Jawab Dara
Keduanya melihat lihat lagi , Sabian Clay model sekaligus sering tampil di layar kaca . Masa jabatan nya hanya beberapa tahun karena saat itu fans kecewa karena menikahi janda memiliki anak berumur 2 tahun
##
Dara kesel banget sama Adit, biasanya kan setiap berangkat dan pulang di antar jemput sama Adit . Menunggu lama di tempat biasa sampai habis makanan dan minuman
Ada kali setengah jam tak lama dari itu Adit mengirim pesan bahwa dirinya tidak bisa menjemput . Dara gondok banget . Buat apa dia menghabiskan uang dan tenang berlama lama di sekolah , kalo engak di jemput
Terpaksa akhirnya Dara memesan taksi
Sampai dirumah Dara dapat kiriman baso aci banyak dari Adit , pria itu mengirimkan lewat salah satu karyawan nya yang datang kerumah
" Adit nya mana ? " Tanya Dara
" Pak adit lagi ada meeting mba "
Dara mengangguk, setelah memberikan makanan itu . Karyawan nya segera pergi . Dara menghubungi Adit untuk mengucapkan terima kasih tapi pria itu sama sekali tidak mengangkat nya
" Wih , apa tuh " kata Haidar sambil tersenyum
" No bagi ! Gua mau makan sendiri di kamar " kata Adara ketus
" Yaelah pelit amat ! Banyak gitu . Lagian pesen makanan engak bilang bilang , tahu gitu kan gua mau " kata Haidar
Adara memincingkan matanya
" Gua nggak beli , nih di kasih sama Adit , baik kan calon laki gua ? Emang nya lo , percintaan gagal , gua tahu lo kan yang putusin Dinda "
Huh !
" Jangan sok tahu ! " jawab Haidar
__ADS_1
" Lo tahu ga kalo Dinda itu main dating udah lama ? Secara cowok cowok disana cakep , manis , ganteng . Sebelum sama lo . Dinda tuh sering jalan setiap weekend. Karena lo putusin . Gua yakin dia pasti ninggalin lo . Lagian Dinda lebih suka cowok yang dewasa yang umur nya di atas. Bukan kaya lo , BOCAH !! "
" Lo jangan sekalian ngatain gua dong ! "
Adinda sang mama yang mendengar debatan di ruang tamu segera keluar , kedua anaknya sedang beradu argumentasi
" Heh ! Kakak ! Adek ! Hayo , engak ada berantem berantem , mama bilang papi ya !"
Keduanya menghela nafas . Akhirnya dari debatan mereka. Dara memberikan baso itu pada haidar . Sebagai kakak yang baik harus memberinya.
Sebelum Adara pergi , dara sempat mendorong kasar haidar . Mereka kembali menjadi musuh . Dari lubuk hati yang paling dalam . Dara bener bener kesel sama haidar gara gara cerita dari Dinda
" Sok ganteng lo " gumam Adara
" Terus lanjutin ! Sekalian ambil pisau di dapur " sindir Dinda pada dua anaknya
Haidar hanya diam, dia membawa makanan itu menuju dapur lalu makan di dalam kamar nya
Di dalam kamar Haidar segera mengambil ponselnya , dia ragu untuk mengirimkan pesan terlebih dahulu
Tunggu ... bukannya kemarin Dinda bilang dia enggak mau putus kan , berarti mereka sekarang engak putus dan masih melanjutkan hubungan
" Nanti juga dia ngirim pesan , dia kan selalu ganggu " gumam Haidar
##
Sedangkan di tempat lain , kediaman Adinda . Wanita itu sedang makan siang bersama kedua orang tuanya
Akhirnya, Papa dan Mama nya meluangkan waktu . Sedih sih sebulan cuma beberapa kali aja untuk kumpul keluarga
" Gimana kekasih kamu din, kapan kita di kenalin? " Tanya Papa Sabian
Adinda menelan salivanya . Apakah dirinya jujur kalo Adinda dan Haidar putus
" Kalo kamu bohong sama papa , papa akan kenalin anak temen papa sama kamu "
Ck !
" Di jodohin gitu ? Papa udah kaya film film aja suka jodoh jodohin orang " protes Dinda
" Teman papa mu , punya anak bujangan ganteng loh , kayanya cocok untuk kamu "
__ADS_1
Dinda tersenyum
" Seganteng apa ? Dia tinggi nggak ? Atau umurnya di atas aku atau engak " Kata Dinda sambil tersenyum
Kedua orang tua Dinda tersenyum mereka saling lirik lirikan
" Umur kamu berapa ? " Tanya Papa Sabian
" 17 tahun " jawab Dinda
" Anaknya temen papa , 18 tahun , berarti di atas kamu kan , gimana ? " kata Papa Sabian
Dinda terdiam , apakah dia harus menerima tawaran papa ? Atau hanya sekedar kenalan aja dulu? Lagi pula capek juga setiap percintaan ujung ujung nya seperti ini
" Kalo kamu engak mau gapapa , tapi Papa dan Mama pengen kamu kenalan sama teman Papa . Siapa tahu kalian satu kampus nanti atau mungkin bisa jadi teman bisnis " kata Mama
Adinda mengangguk " Yaudah deh boleh " jawab Dinda
Untuk sesaat mereka makan dalam diam begitu makan siang telah habis semua di mejamakan , Dinda mengelus perutnya . Beberapa kali dia disuruh habiskan lauk lauk yang masih tersisa
" Papa perhatiin kemarin, kamu sama Dara . Kalian sekilas mirip ya " kata Papa Sabian
Adinda tertawa ngakak mendengar hal itu . Membuat kedua orang tuanya mau tak mau ikut tertawa
" Jangan kan Papa , di sekolah aku itu di kenal suka sesama jenis . Karena kita sekilas mirip dan aku kadang suka bercandaain Dara cium pipi dia . Kadang Dara tuh gemesin , dan kadang lama buat mikir " kata Dinda sambil tersenyum
" Persahabatan kalian seru juga ya , tapi di antara berlima kenapa kamu paling dekat sama Dara ? " Tanya papa Sabian
" Karena kita sama sama punya rahasia hehe "
" Rahasia apa tuh ? " Tanya Mama
" Masalah pria " bisik Dinda
Kedua orang tua hanya menggeleng kepalanya
" Genit banget ya kamu , seperti Papa " kata Mama
Papa sabian tidak terima di bilang genit , pasalnya bukannya sang istri yang selalu menggoda nya
" Kalo ada pria yang bikin kamu nangis dan sakitin kamu selalu , tinggalin dia . Karena bagaimana pun Papa dan Mama selama ini selalu buat kamu senang dan bahagia . Bukan untuk di sakitin " kata Papa Sabian begitu tegas
__ADS_1
Adinda mengangguk dan mengangkat jempol nya . Tak lama dari obrolan itu akhirnya kembali ke kamar untuk beristirahat