DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 153


__ADS_3

Pas Haidar pergi malam itu ke minimarket bawah beli susu hamil , Dara kembali menghubungi dira lagi


Dara seneng hubungan dira dan haidar sudah membaik kedua orang tuanya , kini tinggal satu lagi masalah Rasya . Kayanya dara akan mengungkapkan kalo Dara pernah hamil anak Rasya . Biar semua nya clear


Ketika adit baru saja pulang , pria itu menahan Dara untuk memeluk nya


" Kamu lagi hamil , jangan peluk peluk dulu , aku abis dari luar takut nya ada kuman masuk terus nular kamu " kata Adit


" Gitu banget sih , orang mau peluk doang "


" Bentar , aku mandi dulu "


Dara mengangguk dia langsung menyiapkan pakaian untuk adit , juga handuk untuk suaminya itu


Beberapa menit kemudian


" Kangennn" kata Dara langsung berlari memeluk adit


" Kamu yang kangen atau dedek nya yang kangen ? " Tanya adit sambil tersenyum


" Dua duanya Pa "


" Hehe " jawab Adit


Mereka terus berpelukan lama


" Kamu engak mau makan apa gitu sayang ? Biasanya orang pengen sesuatu gitu , di manja sama suaminya "


" Apa ya ? Emmmm, aku pengen kamu " kata Dara dengan suara manja


Adit tersenyum mendengar itu


" So ? " ucap adit


Dara mengangkat alisnya


" Akan ku turuti Cinta ..." kata Adit


Keduanya langsung tertawa


##


Dara juga adit menatap luna , balita bule itu memakai seragam sekolah


" Mau kemana nih cantik banget sih anak om " kata Adit gendong di pangkuan


" Mau sekolah dong "


" Biar tambah pintar ya , banyak teman juga nanti di sekolah " kata Adit


" Iya om "


Adit dibuat gemes , pria itu memeluk sambil mencium cium pipi mungil balita bule itu


" Mau makan dulu ya , turunin om"


Adit menurunkan luna duduk di samping nya , pria itu sebelum mulai sarapan


" Ada yang mau adit ucapin sama mama dan papa "

__ADS_1


Dara menatap adit, apakah suaminya itu mau bilang kalo Dara hamil?


" Bilang apa ? " kata mba Aghni


" Jadi gini , sekarang itu , Dara lagi hamil , kita belum tau berapa minggu nya. Nanti siang mau di cek , yang pasti Dara lagi hamil "


" Bener kamu hamil ? " kata Mama Adit


Dara mengangguk , dara langsung di peluk sama mama adit


" Selamat sayang ..."


" Iya ma " Jawab Dara


" Selamat Dara, semoga sehat ya kandungan nya . Yang mba pikirin kok kamu mau di hamilin sama cowok modelan tukang sayur kek gini " kata mba Aghni


" Mulai kan ? Ma anak nya tuh ma, masa ganteng ganteng gini dibilang kang sayur " adu adit


" Kamu jangan gitu dong mba , masa adik kamu di bilang kang sayur " kata Mama adit


Adit langsung menyenderkan kepalanya


" Bukan tukang sayur , tapi pelatih lumba lumba " kata Mama adit


Hahahaha , adit memonyongkan bibirnya . Puas banget nih Dara kalo Adit sudah jadi bahan cacian dari mba aghni


" Males aku ...ayo makan " kata adit ngambek


" Dih dih ngambek , yang begini modelan nya jadi bapak , heh ! Kamu tuh calon bapak , masih ngambek kaya gini gimana nanti " kata Mba Aghni


" Bawel ... " jawab Adit


" Mam ,temen Papa mau ngajak aku liburan ke bali , boleh nggak Papa ikut ? "


" Berapa hari ? Sama siapa ? " Tanya dara


" 3 hari aja sih , sama temen SMA Papa, yang kamu pernah ketemu pas kita masih pdkt di cafe itu "


Dara terdiam dia mencoba ingat , tapi adit langsung memberikan foto foto teman temannya itu


" Boleh , tapi engak main cewek ! Boleh ke bar tapi engak boleh nakal "


" Serius kamu bolehin aku Mam ? " Tanya Adit


" Iya boleh , begini gini kan kamu juga harus merasakan senang senang sama temen temen kan , boleh aja "


Adit langsung memeluk Dara


" Makasih ya sayang , Papa pikir engak boleh, ternyata boleh , kamu baik banget sih "


Dara tersenyum mendengar itu


" Janji sama Papa, selama adit engak ada , kamu engak boleh pulang malam "


" Aku mau kerumah papi , otomatis balik jam 7 atau 8 malam Pa " kata Dara


" Itu boleh , maksudnya kalo main , biasanya kan kamu main tuh , kesempatan kalo engak ada aku , nah itu balik nya jangan malam "


" Oke , aku bakalan ingat , yaudah sekarang hari rabu , mau aku bungkus pakaian nya ?" Tanya Dara

__ADS_1


" Boleh sayang , yang bagus bagus ya sayang pakaian nya "


" Iya papa ganteng " kata Dara


Adit langsung mengambil hp nya dia menghubungi teman temannya itu , memberitahu mereka kalo adit dibolehkan sama Istrinya


Dara hanya tersenyum, saat adit memuji Dara sangat baik dan pengertian pada teman temannya itu


" Tiba tiba aku kepengen tempe mendoan deh Mam , kamu bisa nggak bikin "


" Aku kan engak bisa masak dit " kata Dara


" Ya kamu coba dulu aja sayang , adit pengen kamu yang buat , ya ya , plis "


Dara mengangguk


" Apa kamu lagi ngidam ? " Tanya Dara


" Masa sih ? Tapi adit pengen itu sayang "


" Iya iya nanti aku coba buat , aku urus satu dulu pakaian kamu, baru nanti aku turun kebawah buatin tempe buat kamu "


Adit kembali memeluk Dara. Pria itu duduk di lantai memeluk istrinya


" I love you, i love you " kata adit


" Iya, i love you juga papa iam "


" Hahaha , mama Agatha " ejek Adit


##


" Terus kalo kamu ikut pergi, aku sendiri dirumah gitu ? Kamu engak kuliah ? " kata rasya


" Ya kan sebentar aja pergi nya , ketemu sama nenek aku di malang " Jawab Dinda


" Kamu sadar, kamu udah punya suami ? Boleh tinggalin suami gitu gitu aja , aku engak izinin kamu loh "


Dinda diam , dia memberikan ponsel nya chatinggan sama nenek nya


" Tuh nenek lagi sakit , dia kangen aku , lagian aku perginya sama mama papa "


" Yaudah lah terserah kamu aja , kayak engak bisa nunggu libur kuliah gitu , semoga di jalan nanti ban nya bocor " gumam Rasya


Dinda juga Dara menatap rasya


" Gitu banget sih doain istri nya mau pergi , lagian kenapa engak ikut aja sih , bisa ya kalian yang satu pergi yang satu di rumah " kata Dara


" Dar, menurut lu siapa yang egois? Kalo suatu saat adit pergi tanpa orang tua adit engak ngajak lo , gimana perasan lo ? "


" Ya gua akan tetap ikut , karena adit yang Ajak, walaupun kedua mertua gua engak ajak " jawab Dara


" tuhkan , ayolah , sehari ini bolos kuliah " kata Dinda


Huh !


" Terserah kalian aja lah , cewek cewek, salah aku nanya , engak ada yang di pihak aku sekarang ini , sama aja kalian berdua tuh " kata Rasya


Dara juga Dinda akhirnya diam , ketika Rasya lagi marah

__ADS_1


__ADS_2