
Pas Haidar pergi malam itu ke minimarket bawah beli susu hamil , Dara kembali menghubungi dira lagi
Dara seneng hubungan dira dan haidar sudah membaik kedua orang tuanya , kini tinggal satu lagi masalah Rasya . Kayanya dara akan mengungkapkan kalo Dara pernah hamil anak Rasya . Biar semua nya clear
Ketika adit baru saja pulang , pria itu menahan Dara untuk memeluk nya
" Kamu lagi hamil , jangan peluk peluk dulu , aku abis dari luar takut nya ada kuman masuk terus nular kamu " kata Adit
" Gitu banget sih , orang mau peluk doang "
" Bentar , aku mandi dulu "
Dara mengangguk dia langsung menyiapkan pakaian untuk adit , juga handuk untuk suaminya itu
Beberapa menit kemudian
" Kangennn" kata Dara langsung berlari memeluk adit
" Kamu yang kangen atau dedek nya yang kangen ? " Tanya adit sambil tersenyum
" Dua duanya Pa "
" Hehe " jawab Adit
Mereka terus berpelukan lama
" Kamu engak mau makan apa gitu sayang ? Biasanya orang pengen sesuatu gitu , di manja sama suaminya "
" Apa ya ? Emmmm, aku pengen kamu " kata Dara dengan suara manja
Adit tersenyum mendengar itu
" So ? " ucap adit
Dara mengangkat alisnya
" Akan ku turuti Cinta ..." kata Adit
Keduanya langsung tertawa
##
Dara juga adit menatap luna , balita bule itu memakai seragam sekolah
" Mau kemana nih cantik banget sih anak om " kata Adit gendong di pangkuan
" Mau sekolah dong "
" Biar tambah pintar ya , banyak teman juga nanti di sekolah " kata Adit
" Iya om "
Adit dibuat gemes , pria itu memeluk sambil mencium cium pipi mungil balita bule itu
" Mau makan dulu ya , turunin om"
Adit menurunkan luna duduk di samping nya , pria itu sebelum mulai sarapan
" Ada yang mau adit ucapin sama mama dan papa "
__ADS_1
Dara menatap adit, apakah suaminya itu mau bilang kalo Dara hamil?
" Bilang apa ? " kata mba Aghni
" Jadi gini , sekarang itu , Dara lagi hamil , kita belum tau berapa minggu nya. Nanti siang mau di cek , yang pasti Dara lagi hamil "
" Bener kamu hamil ? " kata Mama Adit
Dara mengangguk , dara langsung di peluk sama mama adit
" Selamat sayang ..."
" Iya ma " Jawab Dara
" Selamat Dara, semoga sehat ya kandungan nya . Yang mba pikirin kok kamu mau di hamilin sama cowok modelan tukang sayur kek gini " kata mba Aghni
" Mulai kan ? Ma anak nya tuh ma, masa ganteng ganteng gini dibilang kang sayur " adu adit
" Kamu jangan gitu dong mba , masa adik kamu di bilang kang sayur " kata Mama adit
Adit langsung menyenderkan kepalanya
" Bukan tukang sayur , tapi pelatih lumba lumba " kata Mama adit
Hahahaha , adit memonyongkan bibirnya . Puas banget nih Dara kalo Adit sudah jadi bahan cacian dari mba aghni
" Males aku ...ayo makan " kata adit ngambek
" Dih dih ngambek , yang begini modelan nya jadi bapak , heh ! Kamu tuh calon bapak , masih ngambek kaya gini gimana nanti " kata Mba Aghni
" Bawel ... " jawab Adit
" Mam ,temen Papa mau ngajak aku liburan ke bali , boleh nggak Papa ikut ? "
" Berapa hari ? Sama siapa ? " Tanya dara
" 3 hari aja sih , sama temen SMA Papa, yang kamu pernah ketemu pas kita masih pdkt di cafe itu "
Dara terdiam dia mencoba ingat , tapi adit langsung memberikan foto foto teman temannya itu
" Boleh , tapi engak main cewek ! Boleh ke bar tapi engak boleh nakal "
" Serius kamu bolehin aku Mam ? " Tanya Adit
" Iya boleh , begini gini kan kamu juga harus merasakan senang senang sama temen temen kan , boleh aja "
Adit langsung memeluk Dara
" Makasih ya sayang , Papa pikir engak boleh, ternyata boleh , kamu baik banget sih "
Dara tersenyum mendengar itu
" Janji sama Papa, selama adit engak ada , kamu engak boleh pulang malam "
" Aku mau kerumah papi , otomatis balik jam 7 atau 8 malam Pa " kata Dara
" Itu boleh , maksudnya kalo main , biasanya kan kamu main tuh , kesempatan kalo engak ada aku , nah itu balik nya jangan malam "
" Oke , aku bakalan ingat , yaudah sekarang hari rabu , mau aku bungkus pakaian nya ?" Tanya Dara
__ADS_1
" Boleh sayang , yang bagus bagus ya sayang pakaian nya "
" Iya papa ganteng " kata Dara
Adit langsung mengambil hp nya dia menghubungi teman temannya itu , memberitahu mereka kalo adit dibolehkan sama Istrinya
Dara hanya tersenyum, saat adit memuji Dara sangat baik dan pengertian pada teman temannya itu
" Tiba tiba aku kepengen tempe mendoan deh Mam , kamu bisa nggak bikin "
" Aku kan engak bisa masak dit " kata Dara
" Ya kamu coba dulu aja sayang , adit pengen kamu yang buat , ya ya , plis "
Dara mengangguk
" Apa kamu lagi ngidam ? " Tanya Dara
" Masa sih ? Tapi adit pengen itu sayang "
" Iya iya nanti aku coba buat , aku urus satu dulu pakaian kamu, baru nanti aku turun kebawah buatin tempe buat kamu "
Adit kembali memeluk Dara. Pria itu duduk di lantai memeluk istrinya
" I love you, i love you " kata adit
" Iya, i love you juga papa iam "
" Hahaha , mama Agatha " ejek Adit
##
" Terus kalo kamu ikut pergi, aku sendiri dirumah gitu ? Kamu engak kuliah ? " kata rasya
" Ya kan sebentar aja pergi nya , ketemu sama nenek aku di malang " Jawab Dinda
" Kamu sadar, kamu udah punya suami ? Boleh tinggalin suami gitu gitu aja , aku engak izinin kamu loh "
Dinda diam , dia memberikan ponsel nya chatinggan sama nenek nya
" Tuh nenek lagi sakit , dia kangen aku , lagian aku perginya sama mama papa "
" Yaudah lah terserah kamu aja , kayak engak bisa nunggu libur kuliah gitu , semoga di jalan nanti ban nya bocor " gumam Rasya
Dinda juga Dara menatap rasya
" Gitu banget sih doain istri nya mau pergi , lagian kenapa engak ikut aja sih , bisa ya kalian yang satu pergi yang satu di rumah " kata Dara
" Dar, menurut lu siapa yang egois? Kalo suatu saat adit pergi tanpa orang tua adit engak ngajak lo , gimana perasan lo ? "
" Ya gua akan tetap ikut , karena adit yang Ajak, walaupun kedua mertua gua engak ajak " jawab Dara
" tuhkan , ayolah , sehari ini bolos kuliah " kata Dinda
Huh !
" Terserah kalian aja lah , cewek cewek, salah aku nanya , engak ada yang di pihak aku sekarang ini , sama aja kalian berdua tuh " kata Rasya
Dara juga Dinda akhirnya diam , ketika Rasya lagi marah
__ADS_1