DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Bukan adik kandung


__ADS_3

Adara melambaikan tangan nya saat dirinya telah sampai di rumah , adara masuk rumah sebelum mobil Rasya telah pergi


" Kok ga masuk ? Nunggu diluar dari kapan? " kata Adara pada Haidar


Pria yng berusia 16 tahun itu dengan pakaian dengan wajah sedih duduk di depan teras rumah


" Jangan masuk dulu ! Mama sama papi lagi berantem! "


Adara mengerutkan kening nya . Adara yang begitu penasaran akhirnya membuka sedikit pintu dan mendengar teriakan sang mama yang sedang memaki papi


" Ya silahkan! Silahkan kalo kakak mau cerai ! Itu kan yang kamu mau ? Silahkan bawa anak kamu haidar ! Andai saja kalo aku ga kasihan sama kamu sama itu bayi.  Engak bakal aku terima kamu sebagai suami aku "


Deg


Papi yang di maki , tapi adara merasakan sakit hatinya


" Punya mantan istri jal*ng yang tiap hari ganti ganti pasangan , hoho. Aku jadi curiga apakah kamu pernah memiliki penyakit.  Mengingat kamu pernah memiliki mantan istri yang suka sosis sana sini . Apakah haidar anak haram ? "


Adara yang melihat sang papi di maki , meremas tangan nya . Jadi ini alasan sang papi menjaga haidar lebih baik dari pada dirinya karena memang pada dasar nya haidar bukan adik kandung


" Stop menghina devia !!! Stop juga kamu menghina haidar !! " bentak sang papi


Hendra ingin melayangkan tangan pada wajah adinda . Begitu melihat adinda ketakutan . Hendra langsung diam


" Aku lagi down perusahan aku ! Maaf kalo emang uang bulanan kali ini engak sesuai dengan biasanya.  Tapi tolong ngerti aku . Aku lagi berusaha buat mengembangkan perusahan aku lagi ! " Ucap Hendra pelan


Adara menutup pintunya lalu dia mengambil kunci mobil dan mengajak adiknya itu untuk menemani makan


Sebenarnya adara engak lapar . Dia hanya ingin haidar tidak mendengar perdebatan tadi


Sepanjang perjalanan keduanya diam . Memikirkan masing masing di otak nya . Setelah mengetahui Haidar bukan adik kandung nya . Adara jadi keringat tentang wanita di buku diary sang mama yang berinisial D


" Devia namanya " gumam Adara


##


Adara terbangun karena tiba tiba ada yang memeluknya , yaitu sang papi


Adara membalikan wajahnya melihat sang papi tidur begitu tenang . Adara merasa kasihan sekali . Ya memang saat membaca diary itu dia sangat membenci sang papi


Mengingat wajah tua dan rambut sudah mulai putih . Entah kenapa adara merasa kasihan sekali

__ADS_1


" Ewh ... "


Adara tersenyum saat sang papi terbangun


" Aku lapar . Mau makan sandwich " gumam Adara


Hendra pelan pelan bangun dia langsung keluar kamar di ikuti adara . Adara hanya duduk manis ketika sang papi mulai mengambil roti , daun slada, dan smoke beef


" Mau pake susu juga? " kata Papi sambil tersenyum


" Iya , tapi dingin " kata Adara


Hendra mengangguk dia membuatkan sandwich dan susu putih kesukaan anak cantik dan imut nya itu


Menunggu beberapa menit saja . Makanan dan minuman itu sudah jadi . Di lihat jam masih pukul 02.06 pagi . Adara lapar di tengah malam


Makanan sudah jadi , Adara melahap nya dengan rakus . Padahal sudah di ingatkan makan pelan pelan . Entah kenapa adara lebih suka masakan papi


Dari pada masakan pembantu di rumah ini. Adara menatap sang papi dengan tatapan itu sendu . Setelah Sandwich habis . Adara langsung memeluk sang papi


" I love you " kata Adara memeluk erat


Tanpa sadar , hendra menghapus air matanya . Hendra juga memeluk adara dengan erat


Adara mengangkat kepalanya


" kok nangis , hehe , cengeng " kata Adara mengejek


" ini , mata papi kelilipan , nyamuk mungkin" kata hendra sambil terkekeh


Adara tahu betul , pasti kejadian tadi sore ketika bertengkar sama mama . Setelah melewati sore dengan rasa sesak . Adara hanya ingin cukup tau tanpa harus membenci Haidar karena ibu haidar orang ketiga hubungan papi . Dan ibu nya haidar juga jal*ng seperti apa yang dia baca di buku diary


" Temenin tidur ya pi " kata Adara


Adara tahu pasti sejak kejadian tadi sore . Papi dan mama pisah kamar . Karena tahu banget papi itu sayang banget sama mama . Jadi papi memilih untuk meninggalkan mama di kamar dan tidur dengan anak anaknya


" Sudah kenyang ? Papi bisa bikin apalagi buat kamu ? "


Adara menggeleng


" Papi mau buat aku gendut ya ? Nanti papi ga bisa loh gendong aku lagi "

__ADS_1


Hendra tersenyum


" Yaudah , sekarang istirahat yuk " ajak hendra


##


Hening saat sarapan tak pernah terjadi . Bahkan jarak papi dan mama sangatlah jauh


" Em,  sudah selesai makan nya ? " kata papi


Kedua anaknya menoleh , hanya mama yang menunduk


" Biasa nya papi kasih uang bulanan 1 juta buat kalian berdua . Dan kali ini papi hanya bisa kasih setengah nya . Bagaimana pun juga kalian harus bisa mengatur uang . Karena engak selamanya papi bersama kalian " kata hendra mengeluarkan beberapa lembar uang jajan untuk dara dan haidar


" Kenapa di setengahin pi ? " kata haidar


" Em,  papi mau tau apakah kalian bisa dengan uang setengah yang biasa papi kasih , bertahan sampai sebulan . Papi janji bulan depan papi akan kasih full seperti bulan bulan lalu " kata hendra sambil tersenyum


Dara hanya bisa menerima , lagian kalo memang kurang pasti adit dan rasya juga kasih . Jadi dara harus mengerti kondisi perusahaan papi nya saat ini


" Ok gapapa pi , lagian uang jajan yang bulan kemarin juga masih ada ko pi . Jadi santai aja " kata Dara


Mama langsung beranjak bangun menyiapkan bekal untuk dara dan haidar pergi kesekolah . Hendra yang melihat kepergian sang istri hanya diam


Setelah kedua anaknya pergi . Hendra meminta adinda masuk kedalam kamar . Menyelesaikan masalah kemarin


" Janji cuma sebulan aja , bulan depan aku full . Udah dong jangan ribut masalah uang . Aku capek ! " kata Hendra


" Makanya jangan main cewek mulu! Jadinya uang habis mulu kan  "


" Astagfirullahalazim,  bener bener kamu ya ! Doain suaminya yang engak baik . Mulai hari ini engak ada lanjutan berantem lagi . Ga enak tahu di lihat sama anak anak" kata Hendra begitu sabar


Adinda mengangguk dia menahan hendra saat keluar kamar


" Aku minta maaf kejadian kemarin sore , yang mengungkit haidar sama Devia "


Hendra mengangguk


" Aku mau ke makam devia nanti siang , kamu mau ikut ? " kata Hendra


" Engak ! Aku lagi datang bulan " kata Adinda

__ADS_1


" Yaudah , kalo gitu aku mau lihat email dulu " kata hendra langaing keluar kamar meninggalkan istrinya


__ADS_2