DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 98


__ADS_3

Setelah melewati hari hari tanpa berdebat , kini Dara yang gantian bermain di rumah Adit


Wanita itu di jadikan ratu oleh kedua orang tua Adit . Dara di berikan vitamin untuk menjaga stamina lalu di buatkan kue brownies kesukaan Adit tapi Dara pertama kali coba


" Dar , nanti kamu setelah menikah tinggal disini ya , temanin mama "


Dara mengangguk


" Bilang sama Adit jangan beli rumah dulu,  mama mau ngerasain hidup bareng kamu dan cucu mama nantinya " kata Mama adit lagi


" Benar dar . Nanti Papa bisa bermain dengan anak kamu , papa pengen punya cucu laki laki , biar papa ada teman nya bermain golf "


Dara tersenyum kira kira nanti kalo dia punya anak , mirip siapa ya ? Kalo cowok mirip Dara.  Kalo cewek mirip Adit . Atau berpaduan dari orang tuanya


" Nanti papa mau kasih hadiah buat kamu , honeymoon dari papa "


" Makasih pa " kata Dara


Dara di peluk oleh papa Adnan berasa banget Dara di sayang oleh calon mertuanya


" Oh iya kamu mau ke kamar adit nggak ? "


" hah ? Emang boleh ma ? Adit nya kan engak ada "


" Boleh dong , yuk ke kamar adit " ajak mama


Mereka berdua naik ke lantai dua dimana kamar adit berada.  Kamar terlihat berantakan baju dimana mana , pc juga dalam keadaan menyala dan kamar itu juga lengkap ada kulkas , tv , serta snack lainnya dan rokok


" Pantas adit jarang beli rokok , ternyata dia beli sebanyak itu " kata Dara pada mama Adit


" Benar dar . Mama aja sampai kesel sama adit " kata Mama Adit


Drt...


Drtt...


" Bentar ya , mama mau angkat telpon dulu dari Aghni "


" Iya ma "


Dara di tinggalkan sendiri . Dara duduk di ranjang adit . Nyaman sekali ranjang itu . Di tambah lagi kamar Adit yang dingin


Dara inisiatif merapikan baju baju adit yang tergeletak di lantai , ranjang, gantungan bangku dan sebagainya . Dara juga mencium mana yang bau dan mana yang wangi masih bisa di pakai


Hingga beberapa menit kemudian Tangan kekar itu melingkar di perutnya


" Udah pulang kamu ? Tumben cepet banget ? Biasanya malam " kata Dara


" Udah,  pekerjaan membosankan "


Dara melepaskan tangan adit kini dia melipat baju bajunya lalu saat Dara membuka lemari


" Kenapa berantakan banget sih ? " kata Dara kesel


" Rapi itu mah , udah engak usah di rapiin nanti juga rapi sendiri " kata adit


" Siapa yang rapiin kalo lemari mau rapi ? "

__ADS_1


" Mama lah " jawab adit


Dara membuang semua baju adit di ranjang


" kamu mau ngapain sayang ? "


" aku mau lipat supaya rapi , ketika nanti kita berumah tangga . Jangan harap kamar kamu berantakan kaya gini , aku jewer tiap hari "


Adit mengangguk " Wajah aku kusam banget , biasanya aku maskeran kalo ada mba aghini"


" Yaudah kita maskeran aja . Pake bahan alami . Dari telor putih " kata Dara


" Boleh sayang , aku mandi dulu ya "


Dara mengangguk,  dia menyiapkan pakaian untuk adit selesai mandi . Setelah itu Dara turun ke bawah dimana orang tua adit pergi . Pembantu bilang majikan nya itu pergi karena ada urusan di luar sana


Tanpa berlama lama Dara mengambil alat untuk mereka maskeran . Menunggu di dalam kamar lagi . Tak lama itu juga adit keluar dalam keadaan rambut masih basah tapi terlihat segar


Cup


Cup


Cup


Dara di buat geli pasalnya adit mencium pipi nya


" Mau minum apa kamu ? Ada teh , susu atau air putih " kata adit menawarkan minuman


" teh sama susu " jawab Dara


" Rambut nya pake bando dulu , kamu ada nggak ? "


" ada , di lemari sana sayang "


Dara mengambilnya dia langsung memakaikan bando itu di kepala adit . Pria itu belom di suruh apa apa udah memejamkan mata duluan


Cup


Adit membuka matanya dia tersenyum


" Cari kesempatan aja ya cium cium bibir " protes Adit


" Hehe , merem matanya "


Dara mulai mengoleskan pelan pelan wajah adit . Setelah itu baru Dara ikut maskeran di pakai oleh Adit


Tak ada obrolan karena masker itu cepat menyerap dan membuat kaku , ketika waktunya 3 menit adit lebih dulu mencuci mukanya dengan air hangat . Tak lama kemudian baru lah Dara


Adit menusuk minuman yang dia ambil tadi untuk dara . Wanita itu meminum nya lalu dia memeluk adit bermanja


" Sayang... " Panggil Dara


" Iya sayang ku "


" Kamu sayang nggak sama aku ? Menurut kamu aku cantik nggak ? "


" Sayang dong,  dan kamu selalu cantik " jawab adit

__ADS_1


" Nyaman banget kalo udah peluk kamu kaya gini "


" Oh ya ? Kalo gitu kita pelukan terus sampai kamu bosan " kata adit


Dara mengangguk menghirup berpaduan antara sabun dan parfum yang di pakai adit


" Jangan cium leher aku dar . Aku gampang naik" kata adit jujur


Dara tertawa mendengar kejujuran Adit


" Di kamar kita berdua doang loh , jangan bikin kamar ini jadi panas.  Mending kita main di luar aja yuk "


Dara menggeleng kepalanya


" Aku boleh nanya ngga sama kamu ? "


" nanya apa ? "


" Kenapa sih kamu enga pernah sentuh aku atau kita chatinggan bahas itu , atau kamu ngobrol bahas gituan "


" Ya engak pantas aja aku perlakuin kamu kaya gitu. Akan ada masa nya ketika kita menikah aku lakuin semua itu "


" Sekarang aja gimana ? Aku udah lama engak di sentuh " kata Dara


Adit memeluk erat Dara


" Engak mau , aku mau nunggu kita menikah aja . Yuk kita keluar main nya jangan di kamar.  Aku pikir aku yang takut lama lama kita berdua disini . Ternyata kamu yang tiba tiba berubah pikiran " kata Adit


Dara melepaskan pelukan.  Dia mendorong adit ke atas ranjang . Berhasil adit terbaring . Dara di atas nya . Memegang rahang adit


Lalu di kecup . Adit membalas nya tapi saat adit beranjak bangun . Dara mendorong adit


" Dar . Jangan gila . Pake baju kamu! " kata adit


Dara melepaskan satu persatu kancing kemejanya


" Dara ... " Panggil adit


" Plis ya ... sekali aja "


Adit menggeleng kepalanya


" kamu bakalan tambah cinta sama aku setelah kita lakuin itu . Lagian orang tua kamu juga engak ada "


" Astaga Dara... "


Dengan sekuat tenaga adit berhasil bangun dia memakai kancing Dara kembali lalu dia segera mengajak Dara keluar kamar


" Temenin aku makan siang , aku lapar " kata adit berahli untuk makan siang


Dara mengangguk dia di gendong belakang oleh adit menuju lantai 1 . Dimana makanan itu telah di hidangan oleh pembantu rumah


" Suapin " kata adit


Dara tersenyum dia mengambil beberapa lauk dan mulai menyuapi seperti bocah yang di suapin oleh mamanya


" Tunggu beberapa minggu lagi kita halal ya , jangan kaya gitu lagi . Kamu pikir adit engak normal ? Adit mati matian nahan karena sekali adit sentuh kamu sedikit pun. Engak tahu kelanjutan nya bakalan gimana , mungkin berlangsung sampai sore ? Atau mungkin berlangsung sampai orang tua adit datang? Kita engak tahu "

__ADS_1


__ADS_2