
Setelah melewati hari hari tanpa berdebat , kini Dara yang gantian bermain di rumah Adit
Wanita itu di jadikan ratu oleh kedua orang tua Adit . Dara di berikan vitamin untuk menjaga stamina lalu di buatkan kue brownies kesukaan Adit tapi Dara pertama kali coba
" Dar , nanti kamu setelah menikah tinggal disini ya , temanin mama "
Dara mengangguk
" Bilang sama Adit jangan beli rumah dulu, mama mau ngerasain hidup bareng kamu dan cucu mama nantinya " kata Mama adit lagi
" Benar dar . Nanti Papa bisa bermain dengan anak kamu , papa pengen punya cucu laki laki , biar papa ada teman nya bermain golf "
Dara tersenyum kira kira nanti kalo dia punya anak , mirip siapa ya ? Kalo cowok mirip Dara. Kalo cewek mirip Adit . Atau berpaduan dari orang tuanya
" Nanti papa mau kasih hadiah buat kamu , honeymoon dari papa "
" Makasih pa " kata Dara
Dara di peluk oleh papa Adnan berasa banget Dara di sayang oleh calon mertuanya
" Oh iya kamu mau ke kamar adit nggak ? "
" hah ? Emang boleh ma ? Adit nya kan engak ada "
" Boleh dong , yuk ke kamar adit " ajak mama
Mereka berdua naik ke lantai dua dimana kamar adit berada. Kamar terlihat berantakan baju dimana mana , pc juga dalam keadaan menyala dan kamar itu juga lengkap ada kulkas , tv , serta snack lainnya dan rokok
" Pantas adit jarang beli rokok , ternyata dia beli sebanyak itu " kata Dara pada mama Adit
" Benar dar . Mama aja sampai kesel sama adit " kata Mama Adit
Drt...
Drtt...
" Bentar ya , mama mau angkat telpon dulu dari Aghni "
" Iya ma "
Dara di tinggalkan sendiri . Dara duduk di ranjang adit . Nyaman sekali ranjang itu . Di tambah lagi kamar Adit yang dingin
Dara inisiatif merapikan baju baju adit yang tergeletak di lantai , ranjang, gantungan bangku dan sebagainya . Dara juga mencium mana yang bau dan mana yang wangi masih bisa di pakai
Hingga beberapa menit kemudian Tangan kekar itu melingkar di perutnya
" Udah pulang kamu ? Tumben cepet banget ? Biasanya malam " kata Dara
" Udah, pekerjaan membosankan "
Dara melepaskan tangan adit kini dia melipat baju bajunya lalu saat Dara membuka lemari
" Kenapa berantakan banget sih ? " kata Dara kesel
" Rapi itu mah , udah engak usah di rapiin nanti juga rapi sendiri " kata adit
" Siapa yang rapiin kalo lemari mau rapi ? "
__ADS_1
" Mama lah " jawab adit
Dara membuang semua baju adit di ranjang
" kamu mau ngapain sayang ? "
" aku mau lipat supaya rapi , ketika nanti kita berumah tangga . Jangan harap kamar kamu berantakan kaya gini , aku jewer tiap hari "
Adit mengangguk " Wajah aku kusam banget , biasanya aku maskeran kalo ada mba aghini"
" Yaudah kita maskeran aja . Pake bahan alami . Dari telor putih " kata Dara
" Boleh sayang , aku mandi dulu ya "
Dara mengangguk, dia menyiapkan pakaian untuk adit selesai mandi . Setelah itu Dara turun ke bawah dimana orang tua adit pergi . Pembantu bilang majikan nya itu pergi karena ada urusan di luar sana
Tanpa berlama lama Dara mengambil alat untuk mereka maskeran . Menunggu di dalam kamar lagi . Tak lama itu juga adit keluar dalam keadaan rambut masih basah tapi terlihat segar
Cup
Cup
Cup
Dara di buat geli pasalnya adit mencium pipi nya
" Mau minum apa kamu ? Ada teh , susu atau air putih " kata adit menawarkan minuman
" teh sama susu " jawab Dara
" Rambut nya pake bando dulu , kamu ada nggak ? "
" ada , di lemari sana sayang "
Dara mengambilnya dia langsung memakaikan bando itu di kepala adit . Pria itu belom di suruh apa apa udah memejamkan mata duluan
Cup
Adit membuka matanya dia tersenyum
" Cari kesempatan aja ya cium cium bibir " protes Adit
" Hehe , merem matanya "
Dara mulai mengoleskan pelan pelan wajah adit . Setelah itu baru Dara ikut maskeran di pakai oleh Adit
Tak ada obrolan karena masker itu cepat menyerap dan membuat kaku , ketika waktunya 3 menit adit lebih dulu mencuci mukanya dengan air hangat . Tak lama kemudian baru lah Dara
Adit menusuk minuman yang dia ambil tadi untuk dara . Wanita itu meminum nya lalu dia memeluk adit bermanja
" Sayang... " Panggil Dara
" Iya sayang ku "
" Kamu sayang nggak sama aku ? Menurut kamu aku cantik nggak ? "
" Sayang dong, dan kamu selalu cantik " jawab adit
__ADS_1
" Nyaman banget kalo udah peluk kamu kaya gini "
" Oh ya ? Kalo gitu kita pelukan terus sampai kamu bosan " kata adit
Dara mengangguk menghirup berpaduan antara sabun dan parfum yang di pakai adit
" Jangan cium leher aku dar . Aku gampang naik" kata adit jujur
Dara tertawa mendengar kejujuran Adit
" Di kamar kita berdua doang loh , jangan bikin kamar ini jadi panas. Mending kita main di luar aja yuk "
Dara menggeleng kepalanya
" Aku boleh nanya ngga sama kamu ? "
" nanya apa ? "
" Kenapa sih kamu enga pernah sentuh aku atau kita chatinggan bahas itu , atau kamu ngobrol bahas gituan "
" Ya engak pantas aja aku perlakuin kamu kaya gitu. Akan ada masa nya ketika kita menikah aku lakuin semua itu "
" Sekarang aja gimana ? Aku udah lama engak di sentuh " kata Dara
Adit memeluk erat Dara
" Engak mau , aku mau nunggu kita menikah aja . Yuk kita keluar main nya jangan di kamar. Aku pikir aku yang takut lama lama kita berdua disini . Ternyata kamu yang tiba tiba berubah pikiran " kata Adit
Dara melepaskan pelukan. Dia mendorong adit ke atas ranjang . Berhasil adit terbaring . Dara di atas nya . Memegang rahang adit
Lalu di kecup . Adit membalas nya tapi saat adit beranjak bangun . Dara mendorong adit
" Dar . Jangan gila . Pake baju kamu! " kata adit
Dara melepaskan satu persatu kancing kemejanya
" Dara ... " Panggil adit
" Plis ya ... sekali aja "
Adit menggeleng kepalanya
" kamu bakalan tambah cinta sama aku setelah kita lakuin itu . Lagian orang tua kamu juga engak ada "
" Astaga Dara... "
Dengan sekuat tenaga adit berhasil bangun dia memakai kancing Dara kembali lalu dia segera mengajak Dara keluar kamar
" Temenin aku makan siang , aku lapar " kata adit berahli untuk makan siang
Dara mengangguk dia di gendong belakang oleh adit menuju lantai 1 . Dimana makanan itu telah di hidangan oleh pembantu rumah
" Suapin " kata adit
Dara tersenyum dia mengambil beberapa lauk dan mulai menyuapi seperti bocah yang di suapin oleh mamanya
" Tunggu beberapa minggu lagi kita halal ya , jangan kaya gitu lagi . Kamu pikir adit engak normal ? Adit mati matian nahan karena sekali adit sentuh kamu sedikit pun. Engak tahu kelanjutan nya bakalan gimana , mungkin berlangsung sampai sore ? Atau mungkin berlangsung sampai orang tua adit datang? Kita engak tahu "
__ADS_1