
Perjalanan pulang keduanya terdiam , sebenarnya bosan juga sih tiap hari ketemu pertanyaan juga itu itu aja
" Sayang ... kalo misalkan aku hamil gimana ? " kata dara
Rasya tersenyum
" Langsung aku nikahin , dar kamu tau , aku tuh kesepian dirumah. Kali aja ketika ada bayi di rumah . Orang tua aku pulang" kata Rasya
" Tapi kan malu sya kalo hamil sebelum menikah "
" Malu itu awal awalnya aja dar . Nanti juga orang bosan ngomongin " kata Rasya
Adara terdiam . Jelas adara engak mau menikah muda , di tambah lagi kalo orang tuanya tahu kalo ternyata anak kesayangan nya hamil. Bisa bayangkan sekecewa apa Papi
" Kenapa kamu nanya begitu ? Apa kamu mau program hamil ? "
Adara menggeleng dia langsung menoyor kepala kekasihnya itu
" Apaansi lo ! "
Rasya menoleh
" Apa tadi ? Coba ngomong sekali lagi! " katanya
Adara terkekeh lalu dia memeluk leher Rasya dan mengecup pipi mulus dan tanpa
Drt...
Drt...
Adara mengambil ponselnya , pesan itu dari adinda. Yang mengatakan nanti malam dia mau main kerumah untuk belajar bersama. Materi matematika tadi membuat adinda tidak mengerti
Jadi itulah alasan nya
" Dinda nanti malam mau main kerumah , mau minta tolong ajarin matematika tadi " kata Dara
Rasya mengangguk sebagai tanggapan perkataan dara
##
Saat makan malam berakhir, Dara bilang pada mama dan papinya bahwa salah satu teman yang yang bernama Dinda akan datang malam ini untuk belajar bersama
Respon keduanya senang , karena mereka lebih mementingkan untuk belajar bersama di rumah dari pada bermain di luar sana yang tak jelas melakukan apa
Tak lama , ponsel dara berdering panggilan dari Dinda kalo teman nya itu sudah datang . Adara segera menjemputnya di depan gerbang
" Repot banget bawa makanan segala ! " kata Dara
__ADS_1
Adinda menggeleng , dirinya meminta tolong untuk di ajarkan . Pastinya itu engak gratis . Dari pada adinda membayar orang untuk mengajarinya . Lebih baik adinda membelikan imbalan makanan untuk Dara. Tanpa berlama lama akhirnya Dara mengajak Dinda untuk memulai belajar nya
Cukup gampang mengajari adinda . Sebetulnya adinda cukup pintar. Cuma kadang kadang aja . Sebab itulah Dinda duduk bersama Dara karena pelajaran matematika
" Dar, makan dong , makanan yang gua beli , masa gua beli ga dimakan " kata Adinda
Dara mengambil kantong plastik lalu dia mulai membukanya
" apasih lu bawa apa ? " kata Dara
" Seblak ! "
Dara tersenyum seblak langganan mereka yang dekat rumah Dinda sangat enak . Makanan favorit Dara kalo kerumah Dinda pasti seblak
Baru dua suap Dara menutup mulutnya. Lalu dia berlari ke kamar mandi
Huekkk
Huekkk
Adinda menyusulnya dia mengusap punggung Dara
" Pedes ya ? Atau keasinan? " kata Dinda
Dara menggeleng kepalanya
" gua ga tau akhir akhir ini setiap gua makan yang berkuah selalu mual " kata dara
Adara mengagguk
" Yaudah biar gua aja yang lanjutin makannya . Lu makan yang lain aja dar " kata Dinda
Dara mengangguk dia mengusap bibir nya lalu kembali lagi
" Udah nih dar, gua udah ngerti. Makasih ya sayangku " kata Dinda
Cup
Dara melebarkan matanya dia mendorong pelan kepala Dinda
" Hihhhh , najis tahu ga ! "
Adinda hanya terkekeh
" Sama gua ga mau , giliran sama Rasya aja sampe di grepe² tau ga " kata Dinda sambil tersenyum
" Iyalah ! " kata Dara sombong
__ADS_1
Keduanya sibuk dengan makanan masing masing . Sambil bermain ponsel
" Lu masih main aplikasi dating ? " kata dara
Adinda mengangguk
" Coba dong din pinjem , gua mau tau orang orang disana itu pada gimana sih " kata Dara
Dinda memberikan ponselnya . Sedangkan Dara sudah sibuk geser kanan kiri mana yang dia suka
" Gapapa kan din gue match dan gue tolak kalo orangnya jelek ? "
" Silahkan aja , lagian gua kalo ada yang manis gue chtattingan kalo jelek gua blokir" kata Dinda
Adara mengangguk . Tak berapa lama dia melihat pesan
" Rasya main ini ? "
Dinda melebarkan matanya , dia engak tahu kalo Dara akan membuka pesan
" Sialan emang itu cowok ! Pantes dia akhir akhir ini perhatian banget sama gua , rupanya dia menutupi kesalahan ini dengan perhatian " gumam Dara
Dinda menatap Dara yang saat ini wajahnya terlihat kesal sekali
" bio Rasya , Jalan yuk ! " gumam Dara
Dara mengambil ponselnya lalu dia memotret ponsel Dinda . Tak lama kemudian dia langsung mengirimkan pada kekasihnya itu
Ceklis satu
" Main Game pasti atau engak Jalan sama cewek " gumam Dara
" Dar gua ga maksa lo buat liat hp gua ya . Jangan bawa bawa nama gua kalo lu berantem sama Rasya ! " kata Dinda
" Ga , ga bakal , tenang aja " kata Dara
Setiap menit Dara melihat ponselnya menunggu centang biru . Sampai akhirnya jam pukul 10 malam . Adinda segera pulang
" Udah malam loh gausah pake ojek , nanti supir papi aja yang antar " kata Dara
" Jangan deh dar , kasian , lagian kan ini waktunya istirahat "
Tak lama itu sambil menunggu ojek datang , haidar yang baru saja pulang entah dari mana memasuki mobilnya . Tanpa berlama lama hendra mendekati mobil haidar
Entah ngomong apa papi sampai akhirnya papi menyuruh Dinda untuk masuk kedalam mobil
" antar teman kakak sampai rumah ! " kata hendra
__ADS_1
Hendra membukakan pintu mobilnya . Dan Dinda yang merasa engak enak akhirnya juga setuju lagi pula driver motor nya juga meminta cancel karena perjalanan perumahan sini sangatlah gelap
Dinda mengucapkan terima kasih juga pada kedua orang tua Dara terutama Dara yang secara sabar dan pelan pelan mengajarinya