DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 105


__ADS_3

Adit terlebih dahulu yang berangkat kampus , kali ini adit yang curang padahal Dara ada niat mau siapin bekal supaya adit seperti Dara kemarin


" Engak ah , malu lah apa kata orang nanti , adit yang tegas , malah bawa bekal "


" Jadi engak mau nih ? Kemarin kamu yang suruh suruh aku , pokonya nanti aku engak bawa bekal berarti "


" Terserah kamu aja " jawab Adit menyebalkan


Adit memakai sepatunya,  setelah itu dia memeluk dara dan mengecup kening istrinya


" Mama sama papa di luar , sekalian aja Dara antar " kata Dara


Adit mengangguk , dara membawakan laptop milik suaminya untuk menaruh di mobil sana


Pamit pada kedua orang tuanya adit segera pergi sedangkan Dara ikut duduk di saung teras rumah nya


" Adem banget disini ma , pah , kapan kapan juga enak makan disini " kata Dara berusaha ramah


Walupun di hati Dara kurang nyaman , Dara tetap mencoba nya untuk klop banget sama Mertua


" Biar kaya Restoran sunda sunda gitu yaa . Tapi disini tuh kalo malam banyak nyamuk tauu " kata Papa Adnan


" Gapapa nanti di kasih obat nyamuk aja . Boleh juga ide Dara pah , biar kaya Restoran sunda cuma low budget hehe "


Dara tersenyum,  obrolan mereka lanjut membahas apa saja nanti yang di hidangkan makan disini . Itu pun belum tahu kapan nya baru rencana aja


" Papa mau ke kantor dulu, kalian masuk aja , dari tadi lalat dimana mana . Mama sih nih belum mandi "


" Enak aja ! Udah luluran begini " protes mama Adit


Dara hanya tersenyum,  debatan mertuanya mengingat kan Adit suaminya . Ternyata turunan Adit menyebalkan seperti Papa nya


Dara masuk ke kamar nya , dia menghubungi Papi nya sedang apa sekarang ini


( Papi kangen kakak , kakak kerumah ya , papi kangen banget,  sedih papi )


( Hehe , baru juga di tinggal sehari) jawab Dara


( Lagi apa disana ? Oh iya mobil kamu nanti ya papi antar , suruh supir papi nanti )


( Papi dimana  ? Sekarang aja boleh nggak ? Dara mau berangkat ke kampus nanti siang , adit udah jalan pagi . Males kalo kakak naik taksi atau ojek )


( Dirumah , oh Yaudah papi bilang supir papi dulu ya , antar mobil kakak ) kata papi


( Makasih pi )


( Udah dulu ya pi , Kakak mau beres kamar)


( Iya iya kak , dadah , i love you kesayangan papi )

__ADS_1


( I love you kesayangan kakak muach )


Tut


Dara mencharger ponselnya,  dia menarik selimut lalu di lipat , merapikan yang lain . Beberapa menit kemudian kamar wangi, rapi , bersih . Dara merebahkan tubuhnya di atas ranjang


Waktunya untuk malas malasan sampai nanti siang,  Dara tertidur untuk beberapa jam kedepan.  Untung nya dia memasang alarm


Ada beberapa pesan dari adit, Dinda,  juga papi nya . Satu persatu Dara buka . Pesan dari papi yang mengatakan mobilnya udah di rumah adit , kunci di berikan mama Adit karena Dara tertidur tadi


" Berarti mama sempat buka kamar , lelah banget ih begini doang "


Tak lupa Dara mengucapkan terima kasih pada papi nya . Pesan dari adit yang menanyakan lagi apa Dara saat ini


Dara tidak membalasnya , kini dia langsung cuci muka dan siap siap untuk berangkat kuliah


##


Kelas berakhir cepat , Dara janjian mau ke kantin karena ngiler tadi membuka apl tok tok bakso mercon


Dan kebetulan ada grand opening bakso mercon & bakso beranak


" Laki lo engak ikut kita ? " Tanya Dara


" Langsung ke kantor dia , btw anterin gue balik ya dar . Bawa mobil kan ? "


" Iya , tapiiiii " Dara memincingkan matanya


Dara langsung merangkul pundak Dinda,  kedua wanita itu tertawa sepanjang lorong menuju kantin


" Lahhh , kirain gue , adit udah pulang , engak tahu nya malah dua duaan sama Dira , bt deh gue kalo itu orang berdua deket deketan" gumam Dara


" Cemburu kali lo "


" Iya gue cemburu, nanti gue ceritain masalah mereka berdua "


Dara duduk jauh dari Adit dan Dira , keduanya asik bermain game tidak sadar kalo mereka berdua di tatap tajam oleh sang istri


" Guee pesen dulu dar . Lo mau bakso apa ? Dan minum nya apa ? "


" Gue bakso mercon aja , tiba tiba pengen banget nih mulut gue berkata pedas,  sama jus mangga satu "


Dinda mengangguk , memesan dua menu yang berbeda biar saling mencicipi


" Aghhh gila gila,  dir , lo sayang sama gue kan ? Kasih kesempatan gue buat hidup anjir " Teriak Adit


" Noooo " balas Dira sambil melewe


" Kasih kesempatan gue hidup , gue bakalan sayang sama lo , gilaaa diraaaa plissss " Teriak adit lagi

__ADS_1


Mereka berdua sangat heboh ketika bermain padahal di kantin itu hanya beberapa dan mereka yang berisik sendiri


Dara pun makan dengan tidak tenang , bakso yang Dara makan itu pedas banget tapi melihat adit begitu akrab tidak ada rasa pedas ataupun asin


" Dar gila lo , pelan pelan makannya , nanti perut lo sakit " kata Dinda


" Jangan ganggu gue! Udah berapa lama kita disini tapi adit engak juga liat gue , bre*gsek itu orang yaa ! "


Dinda memberikan minum pada Dara.  Untuk lebih sabar lagi melihat suaminya


" ADITTTTTTT ! " Geram Dara


Adit maupun Dira menoleh.  Mereka berdua malah terkejut , pasalnya kepala Adit bersandar di bahu Dira


Dara menyusulnya menatap tajam suaminya itu " Sayang.  Kamu lagi makan apa ? " kata Adit tapi tangan adit menahan supaya Dara tidak menyerang Dira


" Mulut gue lagi pedes nih ya makan bakso , di tambah gue ngeliat lo berdua mesra mesraan ! Heh ! Jadi cewek jangan gatel sama cowok orang " kata Dara teriak


Adit memejamkan matanya pasalnya orang orang di sini menatap ke arah nya . Seperti Adit berselingkuh pada Dira


" Dit , gue duluan yaaa. Gila bini lo marah , lo sih tadi gue bilang juga apa jangan main Game bareng gue "


Adit mencegah Dara untuk siap menyiram Dira . Tapi di tahan adit sampai Dira berhasil kabur


" Jangan bikin malu adit dong , ini semua pada lihat kita "


" Dasar cowok gatel , udah punya bini masih aja ganjen " maki dara


" Dara,  aku tuh cuma main Game aja "


" Main Game harus banget bilang , kalo lo sayang gue , biarin gue hidup , emang lo udah siap mati ? "


" Astagfirullahalazim " kata Adit


" Ngapain kepala sender sender begitu hah ! " kata Dara sambil memukul bahu adit


" Ya itu cuma bercanda doang sayang , jangan bikin malu dong,  adit disini itu siapa ! "


Dara menatap orang orang yang sedang menatap nya . Dara mendorong Adit lalu dia mengajak Dinda untuk pergi dari kantin


" Ntar dulu gue belom bayar dar " kata Dinda cepat


Dinda membayar bakso dan juga jus nya . Lalu dia menatap adit tak sengaja . Keduanya pergi meninggalkan kampus dan menaiki mobil


" Sumpah ya ! Liat aja Adit nanti di rumah , lo tuh sama Rasya ribut itu paling lama berapa hari ? " Tanya Dara


" 2 hari paling sih , itu juga kita saling menahan ego . Jadi kalo ada moment misalnya habis mandi itu kan gue biasanya siapin baju dia. Kalo gue engak siapin . Dia suka ngacak acak . Gue kan sebel yaudah dia langsung minta maaf "


" Mending begitu , Adit sama gue engak pernah tuh minta maaf , yang ada kalo lagi berantem yaudah nanti juga baik sendiri . Bahkan kemarin hari pertama kita jadi suami istri aja . Udah berapa kali berantem . Tadi pagi juga gara gara dia engak mau bawa bekal, di tambah lagi sekarang . Gue kesel banget tuh sama dira . Kalo gue engak mandang Adit . Udah gue siram pake kuah bakso " kata Dara begitu emosi

__ADS_1


Dinda langsung mengelus punggung Dara.  Menenangkan sahabat nya itu


__ADS_2