DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
posesif


__ADS_3

Tepat jam 7 malam adara telah rapi untuk pergi . Tiba tiba saat tengah asik makan malam berdua hendra tersedak batuk


Uhuk uhuk uhuk


Tatapan hendra tertuju pada anak gadis nya yang baru saja turun , dan cepat hendra mengambil air minum lalu beranjak bangun


" Mau kemana kamu malam malam begini ? " Tanya hendra


Adara merapikan jaket lepis nya lalu dia mulai membalas perkataan sang papi


" Itu temen aku ada yang sakit di rawat, temen temen mau pada jenguk di rumah sakit pi "


Hendra yang mendengar itu langsung mengambil tissue lalu dia membersihkan bibir nya


" Ayo sama papi , papi antar kerumah sakit" ajak hendra


Adara yang mendengar hal itu langsung terkejut


" Papi ih , aku sama temen temen, aku di jemput sama temen aku " kata adara


" Gapapa,  biar papi antar kerumah sakit , ini udah malam , papi engak mau kamu terluka , jadi biar papi yang antar "


Adara terdiam , ponsel nya juga berdering pasti panggilan itu dari rasya


" Kamu bohong ya ! Mau kerumah sakit atau mau kemana ? " kata hendra menyelidiki


Adara menggeleng kepalanya wajah nya juga terlihat jelas kalo adara sedang berbohong


" Aku bener kok , mau kerumah sakit,  PAPI IH ! aku itu udah dewasa kenapa gini aja harus di antar sih " kata adara


" jaga nada kamu , kamu lagi berbicara sama papi " kata adinda terlihat kesal


Adara menjatuhkan tas nya dia menatap kesal kedua orang tuanya itu

__ADS_1


" Papi tuh posesif,  aku ga suka di larang larang,  aku udah dewasa gimana mau aku punya pacar kalo papi aja larang larang aku "


Hendra melihat kedua tangan nya dia mendekati sang anak


" Jadi kamu mau jalan sama pacar kamu ? Begitu ? " Tanya hendra


Adara menggeleng kepalanya


" Gimana aku mau punya pacar ? Kalo papi aja posesif " kata adara


Hendra menghela nafas


" MASUK KAMAR ! GA ADA KELUAR KELUAR MALAM ! BERANI NYA KAMU MELAWAN PAPI ! "


Adara langsung meneteskan air mata dia mengambil tas dan berlari ke kamar dalam keadaan menangis, sedangkan haidar baru aja keluar dari kamar . Kamar mereka sebelah sebelahan dengan kamar adara


Melihat kakak nya menangis sedih membuat haidar tak bertanya,  tapi dia langsung turun kebawah


Haidar tepat duduk di depan hendra , keadaan di meja makan mendadak panas melihat sang papi menahan amarah nya


¤¤¤¤¤


Di dalam kamar adara menangis sesegukan,  baru kali ini papi nya membentak adara , adara juga membalas pesan rasya kalo dirinya di larang pergi oleh sang papi


Rasya mengerti dan akhirnya rasya memilih untuk pulang , tidak jadi pergi karena adara tidak bisa menemani


Hiks hiks hiks


Adara menangis seperti orang telah di tinggal kawin , tangisan itu sangat sedih dan kecewa


Eskpetasi adara juga tidak sesuai dengan realita  , ekspetasi adara pasti papi nya itu akan mengizinkan dan memberikan ucapan cepat sembuh tetepi ternyata itu hanya khayalan adara


Tok tok tok

__ADS_1


" Buka pintu nya! " kata sang papi


Adara langsung mengunci pintu kamar dan mematikan lampu kamar nya


" Papi mau ngomong sebentar,  buka pintu kamar kamu " kata hendra


" Aku mau tidur ! " kata adara berteriak


Huh !


Hendra menghela nafasnya lalu dia meninggalkan kamar sang anak  , hendra tahu pasti adara sangat kecewa karena suara nada tinggi nya terucap dengan kasar


Selama ini apapun yang adara inginkan selalu hendra berikan , hendra sangat memanjakan anak perempuan nya itu . Cuma baru kali ini setelah bukan weekend adara keluar


Hendra jelas harus mengantar sang anak sampai tujuan , bukan tanpa alasan juga hendra mengantar tapi untuk menyakinkan anaknya itu selamat


Terlebih juga hendra dengan teman teman adara begitu asik kok


" Gimana ? " kata adinda


Hendra menggeleng kepalanya


" Kakak mau tidur katanya " ucap nya sedih sambil memeluk adinda


" Yaudah biarin aja, besok juga baik lagi " kata adinda menyemangati sang suami yang sedih


Tak berapa lama tadi saat selesai makan , hendra bilang dia menyesal telah membentak sang anak . Hendra hanya ingin mengantar dan hendra juga takut kalo adara terjadi sesuatu beberapa tahun lalu


Cuma itu alasan nya , engak ada sama sekali untuk ikut campur dengan anak muda itu


" Yaudah sekarang udah malam ini , kita istrirahat aja pi , besok kamu ajak ngomong pelan pelan , pasti kakak akan baik lagi sama kamu "


Hendra mengangguk

__ADS_1


__ADS_2