
Di atas sana Adara merekam ketika Haidar di marahi habis habisan sama Papi dan Mama , kepulangan haidar di jam setengah 12 malam membuat Papi begitu khawatir
Papi sangat takut kejadian beberapa tahun lalu anaknya kecelakaan, yaitu Adara
Hingga marah itu berakhir damai , dan kali ini . Hukuman untuk haidar , Tidak ada Bermain game dalam seminggu ini
Haidar juga jujur balik malam karena ikut turnamen Mobile legend . Walaupun anaknya itu menang juara 3. Tetap aja anak belasan tahun balik malam jam 12 membuat kedua orang tua khawatir
Adara mengirim video pada adinda, Belum aja haidar kena marah adinda karena masalah tadi dan ada satu masalah lagi
##
Rasya berdiri menghalangi Dara yang saat ini mengambil alat tulis
" Dar ... " Panggil Rasya pelan
Dara menundukan kepalanya
" Nanti pulang sekolah mau ngobrol sebentar? Udah lama ya rasanya kita engak ngobrol berdua gini " kata Rasya tersenyum
Hati Dara terbunga bunga , belum sempat Dara menjawab karena jantung nya tidak bisa di ajak kompromi. Adinda sudah menarik keluar kelas
" Dar , gimana mau ? "
Adinda menoyorkan kepala Dara untuk tidak melihat Rasya di belakang itu . Hasilnya Dara tidak menjawab apa apa
Huh !
" Selalu Dinda jadi penganggu!" Kesal Rasya
Di tempat lain Adinda mengajak untuk duduk di depan kelas 11 . Berhadapan lapangan melihat anak siswa bermain futsal
" Inget ya dar ! Kalo sampai lu mau ikut ajakan Rasya gua bilangin adit ! Dan gua sama anak anak tentunya ga akan diam aja ! Gua udah terlanjur benci sama Rasya , Dar ! "
Dara terdiam mendunduk
" Denger ga gua bilang apa ! "
Huh !
" Iya sayang , iya ! Bawel banget sih jadi calon adik ipar " kata Dara
Adinda mengangguk
Mereka berdua kembali lagi ke dalam kelas . Ketika adara izin ke toilet , adinda membuat surat di kertas . Yang pasti membicarakan Dara dan Rasya . Mereka berlima sepakat untuk tidak memberi waktu
Dekatkan Dara dan Rasya ! Mereka terlanjur kesel, terutama Dinda. Sejak dia tahu Rasya memiliki akun dating , dan dia match dirinya
Drt...
__ADS_1
Drt...
Di dalam kolong meja Dara bergetar hp . Adinda membacanya pesan itu dari Rasya lewat aplikasi Facebook. Tanpa Dara ketahui. Adinda blokir akun rasya . Rasya yang melihat tak ada profil Dara langsung menoleh
" Sialan nih sih Dinda! Lancang banget " gumam Rasya
Setelah Rasya hari itu mencoba untuk berkomunikasi dengan Dara tak berhasil . Siang itu pas pulang . Baru banget Rasya ingin mengajak bareng . Tapi tiba tiba mobil silver berheti di depan nya
" Adit ! " gumam Rasya
Dara masuk kedalam mobil sambil tersenyum, keduanya entah apa yang di obrolkan hingga mereka berdua tertawa
" Oh iya , gua ada tawaran nih buat lo , gimana kalo nanti setelah ujian nasional selesai . Ikut kegiatan banyak , seperti ikut kegiatan kelas masak , kelas bahas asing , kelas musik . Nambah pengalaman aja " kata Adit
" Males ah ! Lagian enakan rebahan dirumah "
Adit tersenyum dia mengelus dagu Dara
" Masih muda engak boleh mageran gitu , biar engak kaget ketika lulus kuliah nanti nanti, ada pengalaman . janji deh nanti di temenin , nanti gua ikut juga " kata Adit
" Gua pikir pikir dulu, kayanya kelas masak enak juga " kata Dara
Adit tersenyum dia mengenggam tangan Dara untuk menemani nyetir nya
" Sama bahasa asing juga seru kayanya ! Gimana menurut Agatha ? " kata Adit tersenyum menoleh
Dara tersenyum dia langsung menjewer telinga adit
" Tau lah , sebagai calon suami yang baik harus tahu lengkap namanya . Gimana nanti kalo engak tahu pas ijab kabul malah salah nyebut nama orang " kata Adit
Adara mengangguk wajahnya menempel pada bahu adit
" Dasar buaya ! "
Adit tertawa mendengar maki an Dara seperti itu
" Tadi pagi keponakan gua , Lunara. Nangis minta gua kesana katanya kangen , jadi gua mau bilang sama lo untuk seminggu ini gua ke Turki"
Dara melepaskan pelukan nya menatap adit , jujur Dara merasa sedih di tinggal sama Adit selama seminggu
" Kenapa dia engak kesini? Kenapa juga harus lo yang kesana ? Gimana nanti kalo gua mau minta sesuatu sama lo ? " Tanya Dara
" Mas Selim sibuk kerja belum sempat untuk ke Indonesia, lagian Lunara lagi kangen sama gua , mau ga mau gua yang kesana . Lagian kerjaan gua disini juga santai "
Adara melipat kedua tangannya
" Yaudah sana pergi ! " Kata Dara
" Kenapa lu marah ? Harusnya gua yang marah karena waktu keponakan gua ulang tahun lo batalin gitu aja ! " kata Adit membahas beberapa bulan lalu
__ADS_1
Adara menatap nya , hingga mobil itu terparkir di pinggir jalan
" Karena acara lo tuh ngga penting! " ketus Dara
Adit terkejut mendengar jawaban itu
" Oh ngga penting? Ga penting mana sama lo mabuk ? Dasar anak baru gede ! Nakal lo tuh telat ! " ketus Adit
Adara mengepalkan tangannya, mulai deh adit menyebalkan
" Iya deh yang nakal lebih dulu ! Gua mah apa sih anak baru gede" Sindir Dara
" Iya ! Emang lo anak baru gede " kata Adit
Keduanya terdiam tidak membalas perkataan lagi , jujur aja Dara tersinggung ketika adit bilang dia anak baru gede. Sedangkan adit juga tersinggung ketika acaranya tidak penting
Mereka saling menyakiti satu sama lain , sampai akhirnya dering ponsel Adit panggilan dari Dira
Dara hanya mendengarkan percakapan Adit yang membahas masa tugas kuliah nya sangat cocok sekali percakapan mereka pintar sama sama pintar
" Udah sana jemput Dira , biar gua turun disini naik ojek " kata Dara sambil membuka seat belt
Tangan Adit menahan nya
" Lu kenapa sih ? Kenapa dari tadi nyebelin banget ! " kesel Adit
" Gapapa! Udah sana jemput Dira . Kalian mau kerja kelompok kan " kata Dara
Adit langsung mengunci pintu mobil semuanya supaya Dara tidak bisa keluar
" Gua antar pulang , nanti gua ke apartemen dira " kata Adit
" Oh kerjain kelompok nya di apartemen DIRA ! ngapain tuh selain belajar ? " Tanya Dara ketus
Adit mengerutkan keningnya
" Apa!! ngerjain apa selain belajar ? Maksud lo apaan ! Lo mikir gue tidurin Dira ? "
Dara mengangkat kedua bahunya
" Ya kali aja "
Adit menghela nafas
" Yaudah kalo lo pikir nya begitu, silahkan lo mikir gua yang aneh aneh " kata Adit malas
Adit mulai capek berdebat dengan Dara, pasal nya bocah itu tak ada habis habisnya membuat keributan
" Ayo pulang , gua udah capek nih , mau tidur " kata Dara
__ADS_1
Adit menatap tajam pada Dara. Enak sekali nyuruh nyuruh ! Tapi baiklah dari pada mengulur waktu lebih baik Adit berjalan sekarang