DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 145


__ADS_3

Sampai di rumah , adit maupun Dara keduanya saling tatap lalu tertawa


" Kenapa kamu ketawa ? Pasti keingat papi di tabrak bajay lagi makan bakso ya ? " Tanya Adit


" Iya hehe "


Dara melepaskan semua pakaian nya dia menganti pakaian tidur


" Dar ... Adit minta maaf "


" Dit , Dara engak mau dengar ya sama kejadian adit tiap hari datang ke apartemen, adit pikir sendiri aja ya , boleh nggak pria yang sudah bersuami dua duanya di tempat orang , tanpa di ketahui istrinya, itu namanya udah selingkuh dit "


" Tapi aku engak ada hubungan apa apa Dar " jawab Adit


" Iya tetap selingkuh namanya "


Adit langsung diam , apakah bener adit selingkuh padahal kan engak ngapa ngapain juga, cuma makan dan ngobrol. Batin adit


" Aku udah maafin kamu , aku mau ini engak terulang lagi, kamu dan dia sudah menikah , jangan bikin aku dan orang lain salah paham "


Adit mengangguk


" Makasih ya dar , maaf aku udah buat kamu kecewa "


Dara mengangguk , adit langsung memeluk Dara. Adit terus meminta maaf di telinga istrinya


Pagi itu Dara bangun sholat subuh pukul 4.20 . Pas banget azan . Dara mematikan ac dan juga menyalakan lampu . Begitu dara memakai mungkena adit berdiri di depan nya


" hah astaga ... kamu ngagetin aku " kata Dara


" Adit haus " kata nya


Dara langsung menuangkan air di dalam kulkas ke dalam gelas dia meletakkan di meja komputer karena Dara sudah berudu


" Kamu mau sholat ? Aku tungguin "


" Engak "


Dara mengangguk dia langsung mulai niat sholat nya dan menjalankan sholat 5 waktunya


" Pinjam hp kamu buat main Game " pinta Adit lagi


Dara membuka pin hp nya , dan saat nya Dara membaca alquran di pagi hari ini


" Arghhhh "


" syuttttt ! "


" Maaf maaf " kata Adit


Dara membaca lagi tak lama kemudian adit melempar bantal pada peralatan make up Dara


Brak


" Shadaqallahul adzim "


Dara beranjak bangun di melempar adit bantal. Memukul suaminya itu


" Sakit .. sayang ... sakit "


" Kalo engak sholat, engak baca alquran seengaknya jangan ganggu orang lagi ibadah ! " kata Dara


Adit langsung diam , dia memberikan hp pada pemilik nya. Dara melipat alat sholat nya


" Lagian hp kamu lola , kesel adit "


" Udah tahu lola tapi masih minjem"


##


Pagi itu Haidar datang sendiri ke rumah orang tuanya , haidar khawatir bagaimana keadaan papi nya itu . Dan Dira juga datang , wanita itu membuatkan banana cake juga soto padang , karena Dira orang Sumatera Barat

__ADS_1


Papi dan Mama tidak terima salaman dari mereka , haidar langsung mengelus punggung istrinya itu


" Gimana keadaan tangan dan paha papi ? Ini Dira bawa makanan untuk papi " kata Haidar sambil tersenyum


Dira meletakkan makanan nya itu di meja makan , bukan tanpa alasan mereka kesini tapi kedua orang tua haidar malah berfikir


Anak dan mantunya kesini numpang sarapan. Dinda memberikan piring untuk sarapan


" Kalian kesini apa tempat tinggal kalian engak sanggup untuk sarapan ? " Tanya papi


" Kok ? Aku udah sarapan kok , tadi Dira masak "


Dinda memiringkan bibir setelahnya, mana mungkin dira masak? Tampang tampang manja gitu , batin Dinda


Haidar juga Dinda saling menatap , mereka juga melihat tatapan kedua orang tua mereka meremehkan


" Yaudah , papi sama Mama sarapan dulu , aku mau ke belakang " kata Haidar sambil memegang tangan Dira


" Pelan pelan " kata Haidar lagi


Di halaman belakang itu , haidar menguatkan dira . Jangan sampai berfikir yang aneh aneh , karena bisa ngaruh sama kandungan Dira


" Aku beneran gapapa , pantas kok kedua orang tua kamu engak suka sama aku , mereka kaget tiba tiba aku minta tanggung jawab sama kamu " kata Dira


" Tapi kamu kepikiran kan , jujur sama aku "


Dira mengangguk


" Kita pulang aja gimana? Next kita kesini lagi " Tanya Haidar


" Jangan , udah kita hadapin gimana ketus nya orang tua kamu , aku masih sanggup "


Haidar mengangguk , dira mengeluh pinggang nya sakit . Haidar langsung memijat nya


" Mau istirahat di kamar aja gimana ? "


" Emang boleh ? "


" Mau ngapain kamu buka buka kamar ? Mau numpang tinggal disini ? " kata Hendra


" Engak pi , dira lagi sakit pinggang nya , mau istirahat sebentar "


" Pulang aja kalo gitu , Istri sakit malah kesini " kata Dinda ketus


Haidar menghela nafas , mereka langsung tersinggung, jujur haidar tersinggung banget ketika kedua orang tuanya mengusir , apalagi tidak memperbolehkan dira untuk istirahat


" Yaudah , kita pulang ya pi " kata haidar


Kedua orang tua itu mengangguk


" Haidar , mobil yang kamu pake itu fasilitas punya papi " kata Dinda


" Tapi kan papi kasih ini ke aku "


" Ya balikin ! Kamu udah bukan tanggung jawab kita lagi " kata Dinda


Haidar mengangguk . Haidar langsung memberikan kunci mobil itu dia segera keluar


" Aku bersumpah , engak akan aku izinin orang tua aku ketemu anak aku ! " Geram haidar ketika dirinya terus berjalan keluar perumahan


Dira menahan tangisan nya karena pinggang dira bener bener sakit banget


" Dar, istirahat sebentar, aku udah engak kuat buat jalan " Keluh Dira


Haidar langsung membantu dira duduk di pinggir taman , haidar bingung kemana dia harus pulang sedangkan haidar tidak memegang Cash untuk menaiki taksi


Tin


Tin


Dira juga Haidar menatap mobil silver , siapa kira kira

__ADS_1


" Kak adit ? " kata Haidar


Adit langsung keluar dari mobil dia menyusul sahabat sekaligus adil ipar nya itu


" Kalian kok disini ? Mau kerumah papi ? Ayuk bareng aja "


Haidar menggeleng


" Kita di usir kak , tadi kesini bawa mobil terus tiba tiba papi narik " kata Haidar


Adit menghela nafas


" Terus kalian mau kemana ? Kenapa disini"


" shhh"


Adit menatap Dira , Wanita itu lagi mengeluh kesakitan pinggang nya


" Mau pulang , cuma ... "


" Yaudah , Gua anterin ayuk "


Adit langsung membantu Dira masuk kedalam mobilnya . Seketika Dara terbangun kenapa Haidar dan juga Dira masuk


" Dit ? "


" Aku ga sengaja liat mereka di taman dar , jadi aku samperin, aku pikir lagi main ke taman "


" Terus ? " Tanya Dara kepada Haidar dan Dira di belakang itu


" Gua tadi udah kerumah papi, bawa makanan kita kesana cuma mau tanya keadaan papi gimana , ya cuma gitu , kita di suruh pulang , terus juga mobil gua di ambil papi , dengan alasan itu fasilitas punya papi "


Dara menatap adit , kenapa nasib Haidar malah kaya gini , jujur ya saat Dara bertemu dira kemarin, ada rasa di hati Dara yang tersentuh banget lihat dira . Engak tahu kenapa bawaan nya Dara malah kasihan . Walaupun kemarin.


Dara sempat minta Dira untuk gugurin , dan Dara merasa berdosa banget, kenapa dia harus bilang gitu ? Gimana kalo dira beneran gugurin kandungan nya ?


" Yaudah lo pake mobil gua aja dulu , ambil di rumah adit " kata Dara


" Engak usah kak , kita ada mobil satu , itu juga punya dira "


Dira mengangguk


" Kalo ada apa apa , atau butuh apa apa kalian kabarin aja , kita siap buat bantu " kata Adit


" Kalian udah makan belom ? " Tanya Dara


" Udah tadi sarapan " jawab Dira


Dara menatap adit , saat ini pukul 11 siang . Yang artinya dikit lagi makan siang bukan ?


" Kita mau mampir makan siang dulu , keburu nggak ? Nanti baru di antar pulang " kata Dara


" Keburu kok kak , lagian engak ngapa ngapain "


Dara menganguk dia mengelus tangan adit


" Kamu mau makan apa ? " Tanya Adit


" Apa ya ? " jawab Adara


Adara diam , dia juga bingung mau makan apa ?


" Ini aja kak , nasi padang , deket juga kan " jawab Haidar


Dara dan adit mengangguk ,tapi mereka dengar bisik bisik haidar bilang


" Ngidam kamu terpenuhi akhirnya, nanti kita makan kerupuk kulit pake kuah gulai ya " bisik Haidar


Deg


Dara meremas kaos yang di pakai adit , apa segitu tidak punya uang nya haidar sampai engak mampu memenuhi ngidam Dira ?

__ADS_1


__ADS_2