
Sampai di rumah , adit maupun Dara keduanya saling tatap lalu tertawa
" Kenapa kamu ketawa ? Pasti keingat papi di tabrak bajay lagi makan bakso ya ? " Tanya Adit
" Iya hehe "
Dara melepaskan semua pakaian nya dia menganti pakaian tidur
" Dar ... Adit minta maaf "
" Dit , Dara engak mau dengar ya sama kejadian adit tiap hari datang ke apartemen, adit pikir sendiri aja ya , boleh nggak pria yang sudah bersuami dua duanya di tempat orang , tanpa di ketahui istrinya, itu namanya udah selingkuh dit "
" Tapi aku engak ada hubungan apa apa Dar " jawab Adit
" Iya tetap selingkuh namanya "
Adit langsung diam , apakah bener adit selingkuh padahal kan engak ngapa ngapain juga, cuma makan dan ngobrol. Batin adit
" Aku udah maafin kamu , aku mau ini engak terulang lagi, kamu dan dia sudah menikah , jangan bikin aku dan orang lain salah paham "
Adit mengangguk
" Makasih ya dar , maaf aku udah buat kamu kecewa "
Dara mengangguk , adit langsung memeluk Dara. Adit terus meminta maaf di telinga istrinya
Pagi itu Dara bangun sholat subuh pukul 4.20 . Pas banget azan . Dara mematikan ac dan juga menyalakan lampu . Begitu dara memakai mungkena adit berdiri di depan nya
" hah astaga ... kamu ngagetin aku " kata Dara
" Adit haus " kata nya
Dara langsung menuangkan air di dalam kulkas ke dalam gelas dia meletakkan di meja komputer karena Dara sudah berudu
" Kamu mau sholat ? Aku tungguin "
" Engak "
Dara mengangguk dia langsung mulai niat sholat nya dan menjalankan sholat 5 waktunya
" Pinjam hp kamu buat main Game " pinta Adit lagi
Dara membuka pin hp nya , dan saat nya Dara membaca alquran di pagi hari ini
" Arghhhh "
" syuttttt ! "
" Maaf maaf " kata Adit
Dara membaca lagi tak lama kemudian adit melempar bantal pada peralatan make up Dara
Brak
" Shadaqallahul adzim "
Dara beranjak bangun di melempar adit bantal. Memukul suaminya itu
" Sakit .. sayang ... sakit "
" Kalo engak sholat, engak baca alquran seengaknya jangan ganggu orang lagi ibadah ! " kata Dara
Adit langsung diam , dia memberikan hp pada pemilik nya. Dara melipat alat sholat nya
" Lagian hp kamu lola , kesel adit "
" Udah tahu lola tapi masih minjem"
##
Pagi itu Haidar datang sendiri ke rumah orang tuanya , haidar khawatir bagaimana keadaan papi nya itu . Dan Dira juga datang , wanita itu membuatkan banana cake juga soto padang , karena Dira orang Sumatera Barat
__ADS_1
Papi dan Mama tidak terima salaman dari mereka , haidar langsung mengelus punggung istrinya itu
" Gimana keadaan tangan dan paha papi ? Ini Dira bawa makanan untuk papi " kata Haidar sambil tersenyum
Dira meletakkan makanan nya itu di meja makan , bukan tanpa alasan mereka kesini tapi kedua orang tua haidar malah berfikir
Anak dan mantunya kesini numpang sarapan. Dinda memberikan piring untuk sarapan
" Kalian kesini apa tempat tinggal kalian engak sanggup untuk sarapan ? " Tanya papi
" Kok ? Aku udah sarapan kok , tadi Dira masak "
Dinda memiringkan bibir setelahnya, mana mungkin dira masak? Tampang tampang manja gitu , batin Dinda
Haidar juga Dinda saling menatap , mereka juga melihat tatapan kedua orang tua mereka meremehkan
" Yaudah , papi sama Mama sarapan dulu , aku mau ke belakang " kata Haidar sambil memegang tangan Dira
" Pelan pelan " kata Haidar lagi
Di halaman belakang itu , haidar menguatkan dira . Jangan sampai berfikir yang aneh aneh , karena bisa ngaruh sama kandungan Dira
" Aku beneran gapapa , pantas kok kedua orang tua kamu engak suka sama aku , mereka kaget tiba tiba aku minta tanggung jawab sama kamu " kata Dira
" Tapi kamu kepikiran kan , jujur sama aku "
Dira mengangguk
" Kita pulang aja gimana? Next kita kesini lagi " Tanya Haidar
" Jangan , udah kita hadapin gimana ketus nya orang tua kamu , aku masih sanggup "
Haidar mengangguk , dira mengeluh pinggang nya sakit . Haidar langsung memijat nya
" Mau istirahat di kamar aja gimana ? "
" Emang boleh ? "
" Mau ngapain kamu buka buka kamar ? Mau numpang tinggal disini ? " kata Hendra
" Engak pi , dira lagi sakit pinggang nya , mau istirahat sebentar "
" Pulang aja kalo gitu , Istri sakit malah kesini " kata Dinda ketus
Haidar menghela nafas , mereka langsung tersinggung, jujur haidar tersinggung banget ketika kedua orang tuanya mengusir , apalagi tidak memperbolehkan dira untuk istirahat
" Yaudah , kita pulang ya pi " kata haidar
Kedua orang tua itu mengangguk
" Haidar , mobil yang kamu pake itu fasilitas punya papi " kata Dinda
" Tapi kan papi kasih ini ke aku "
" Ya balikin ! Kamu udah bukan tanggung jawab kita lagi " kata Dinda
Haidar mengangguk . Haidar langsung memberikan kunci mobil itu dia segera keluar
" Aku bersumpah , engak akan aku izinin orang tua aku ketemu anak aku ! " Geram haidar ketika dirinya terus berjalan keluar perumahan
Dira menahan tangisan nya karena pinggang dira bener bener sakit banget
" Dar, istirahat sebentar, aku udah engak kuat buat jalan " Keluh Dira
Haidar langsung membantu dira duduk di pinggir taman , haidar bingung kemana dia harus pulang sedangkan haidar tidak memegang Cash untuk menaiki taksi
Tin
Tin
Dira juga Haidar menatap mobil silver , siapa kira kira
__ADS_1
" Kak adit ? " kata Haidar
Adit langsung keluar dari mobil dia menyusul sahabat sekaligus adil ipar nya itu
" Kalian kok disini ? Mau kerumah papi ? Ayuk bareng aja "
Haidar menggeleng
" Kita di usir kak , tadi kesini bawa mobil terus tiba tiba papi narik " kata Haidar
Adit menghela nafas
" Terus kalian mau kemana ? Kenapa disini"
" shhh"
Adit menatap Dira , Wanita itu lagi mengeluh kesakitan pinggang nya
" Mau pulang , cuma ... "
" Yaudah , Gua anterin ayuk "
Adit langsung membantu Dira masuk kedalam mobilnya . Seketika Dara terbangun kenapa Haidar dan juga Dira masuk
" Dit ? "
" Aku ga sengaja liat mereka di taman dar , jadi aku samperin, aku pikir lagi main ke taman "
" Terus ? " Tanya Dara kepada Haidar dan Dira di belakang itu
" Gua tadi udah kerumah papi, bawa makanan kita kesana cuma mau tanya keadaan papi gimana , ya cuma gitu , kita di suruh pulang , terus juga mobil gua di ambil papi , dengan alasan itu fasilitas punya papi "
Dara menatap adit , kenapa nasib Haidar malah kaya gini , jujur ya saat Dara bertemu dira kemarin, ada rasa di hati Dara yang tersentuh banget lihat dira . Engak tahu kenapa bawaan nya Dara malah kasihan . Walaupun kemarin.
Dara sempat minta Dira untuk gugurin , dan Dara merasa berdosa banget, kenapa dia harus bilang gitu ? Gimana kalo dira beneran gugurin kandungan nya ?
" Yaudah lo pake mobil gua aja dulu , ambil di rumah adit " kata Dara
" Engak usah kak , kita ada mobil satu , itu juga punya dira "
Dira mengangguk
" Kalo ada apa apa , atau butuh apa apa kalian kabarin aja , kita siap buat bantu " kata Adit
" Kalian udah makan belom ? " Tanya Dara
" Udah tadi sarapan " jawab Dira
Dara menatap adit , saat ini pukul 11 siang . Yang artinya dikit lagi makan siang bukan ?
" Kita mau mampir makan siang dulu , keburu nggak ? Nanti baru di antar pulang " kata Dara
" Keburu kok kak , lagian engak ngapa ngapain "
Dara menganguk dia mengelus tangan adit
" Kamu mau makan apa ? " Tanya Adit
" Apa ya ? " jawab Adara
Adara diam , dia juga bingung mau makan apa ?
" Ini aja kak , nasi padang , deket juga kan " jawab Haidar
Dara dan adit mengangguk ,tapi mereka dengar bisik bisik haidar bilang
" Ngidam kamu terpenuhi akhirnya, nanti kita makan kerupuk kulit pake kuah gulai ya " bisik Haidar
Deg
Dara meremas kaos yang di pakai adit , apa segitu tidak punya uang nya haidar sampai engak mampu memenuhi ngidam Dira ?
__ADS_1