DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Egois


__ADS_3

" Ya , memang cinta tak harus memiliki , Tapi lo salah pilih pacar Dar , seharusnya lo sadar ! Setiap ada masalah , gua yang selalu ada buat lo ! Mana cowok lo pas lo terbaring dirumah sakit , mana cowok lo pas lo mabuk ! Semuanya gua Dar ! "


Dara terkejut dia melipat kedua tangan nya di atas dada


" Maksudnya apa tuh ? Heh ! Gua ga minta buat lo selalu ada ya ! Lo yang selalu ngejar ngejar gua Dit ! Dan lo ga perlu harus nurut in kemauan orang tua gua , untuk jagain gua ! Karena bagaimana pun gua ga butuh batuan lo untuk selalu ada di samping gua " kata Dara sambil menunjuk


Adit mengepalkan tangannya dia menatap tajam Dara, matanya merah menahan emosi . Begitu pun juga Dara . Tanpa membalas ucapan Dara . Adit segera pergi berkumpul dengan orang tuanya


Di saat itu juga Dara datang , pas Adit izin untuk segera pulang . Dara menunduk kepalanya . Bahkan Adit tidak menegur Dara. Dapat di pastikan kedua keluarga menatap keduanya yang baru saja datang


" Adit ada perlu tante om , adit pamit duluan ! " kata Adit menyalimi calon mertuanya


Adit segera pergi gitu saja tanpa pamit sama Dara . Mama mengangkat alisnya memberi kode lewat tatapan. Dara menjawab nya dengan gelengan kepala


Tak lama dari Adit pergi , semuanya telah pamit untuk pulang . Di perjalanan pulang kedua orang tua Adit membahas mengenai anaknya pergi duluan


" Papa yakin ada apa apa sama mereka berdua ! Mereka berdua itu ke toilet bareng terus cukup lama juga kan ! " kata Papa Adnan


" Mungkin mereka lagi bertengkar gemesh pa , biarlah mereka mengenal satu sama lain "


" Bukan gitu ma, beberapa hari lalu papa sempat ngobrol sama Adit masalah mereka menikah , Papa kasih usul aja . Lagi pula Adit juga bilang sama Papa . Kalo mereka sempat Ciuman . Jadi tak ada salahnya kan kalo papa harus meminta Dara untuk menikah . Dari pada berbuat zina "


##


Berhari hari setelah kejadian malam itu . Seperti biasa seminggu 3x atau 4x pasti Adit datang . Dan sampai malam minggu pun biasanya mereka berdua keluar seharusnya,  entah ke cafe, restoran,  atau keliling jakarta


" Kak , transfer dong 400 rb , gua mau jalan nih sama temen lo " kata Haidar , tiba tiba masuk kedalam kamar


Merasa tidak di tanggapi , haidar menoleh . Kakak nya sedang melamun menatap jendela arah jalanan


" WOY ! " kata Haidar menyadarkan lamunan


Adara tersadar,  menatap haidar dari ujung kaki sampai kepala. Adiknya terlihat rapi dan wangi


" Transfer gua 400 rb , jajan tambahan dari lo belom . Minggu ini . Gua mau jalan sama temen lo "


Tanpa menjawab perkataan Haidar, adara mengambil ponselnya dia langsung Transfer


" Pulang mau di bawain apaan ? Tumben lo nggak jalan sama kak Adit ?" Kata Haidar


" Hm,  sibuk dia " Jawab Dara malas


Haidar segera pergi tapi tak lama kemudian saat menutup kembali pintu kamar . Adara menjawab kalo pulang dia mau dibawakan Seblak favorit di dekat rumah Dinda


" Bt banget ih malam mingguan dirumah,  punya pacar tapi sibuk main Game,  punya calon suami tapi malah ngga ada kabar , terus gua diam gitu aja dirumah ? Huh ! Mending gua ajak papi ke cafe kali ya ! Minum nongkrong " kata Adara

__ADS_1


Dara langsung pergi ke kamar kedua orang tuanya . Kedua nya juga hanya santai di dalam kamar . Adara langsung bergalut manja memeluk punggung papinya


" Ada maunya nih pasti peluk peluk! " kata Hendra


Adara terkekeh


" Ke Cafe yuk pi , minum kopi "


Hendra mengelus kepala anak gadisnya tanpa harus melepaskan pelukan


" Tumben Adit engak jemput kamu ? Apa kalian masih berantem? "


" Ish sih papi , aku kan udah bilang , aku sama Adit baik baik aja , kita ga berantem "


Hendra tersenyum mendengarnya


" Papi siap siap dulu , kamu siap siap deh sana , nanti kita langsung cus ke cafe "


Adara tersenyum lalu sebelum pergi dia mengecup pipi hendra juga adinda


" Ikut yuk ma , jarang jarang kan aku mau jalan berkeluarga "


" Males ah , dikit lagi sinetron ikatan cinta , sayang , mama engak mau lewatin begitu aja , rugi tau sehari enggak nonton " jawab adinda


Ck !


Hendra yang saat itu sedang memakai kemeja langsung menoleh


" Kamu jangan bikin papi malu dong di depan mama kamu ! Papi tuh nangis bukan karena film nya , tapi karena papi ngantuk "


Jawaban itu membuat Dara dan Dinda tertawa


" Haha , papi selalu ngeles! Bohong ma , papi tuh nangis bahkan papi bilang,  kapan kapan kalo ada film bagus lagi , ajak papi " Adara terkekeh ketika mengingat sang papi bilang kepadanya seperti itu


Hendra langsung pergi ke kamar mandi , karena malu . Sedangkan dua wanita yang dia cintai terus membicarakan dan terus juga tertawa ngakak


" Udah sana kamu dandan,  dikit lagi papi selesai loh ! " kata Mama Adinda


##


Di cafe


Pertama kalinya hubungan Adinda dan Haidar publik , dalam artian . Mereka pergi ke cafe pertama kalinya


Dan setelah 2 minggu mereka jadian , ini pertemuan ke 3 kalinya . Pertama saat Haidar anterin Dinda,  lalu kedua saat haidar datang untuk pinta putus lalu ketiga kalinya disini

__ADS_1


Dari lubuk paling dalam , Adinda pengen Haidar nembak langsung.  Tapi malah lewat telpon


Yasudah lah , udah kejadian juga . Dan saat mereka balikan pun Haidar juga lewat telepon


" Aku nasi goreng satu , hm , situ apa ? " kata Haidar dingin


Adinda terdiam , pasalnya daftar menu yang di berikan hanya satu


" Nasi ayam mentega satu minum nya es teh manis 2 " kata Adinda pada pelayan


Adinda beranjak bangun , untuk membayar makan . Adinda menghela nafas . Kenapa Haidar tidak ada inisiatif untuk membayar ?


Tapi sudahlah , Adinda punya uang jadi tak perlu di permasalahkan.  Setelah kembali . Kekasih nya itu malah focus bermain ponsel


Jari jari Dinda bergerak kesana kemari . Menatap Haidar dengan kesal


" Jadi apa yang kamu siapkan untuk jadi ketua Osis ? " Tanya Dinda


Haidar menetap sekilas lalu dia kembali menatap ponselnya


" Ya paling ada sedikit visi misi " Jawab Haidar singkat


" Harusnya kamu tuh kaya ada Strategi gitu, biar siswa di sekolah kamu itu pilih "


Haidar mengangguk , melihat sikap dingin Haidar. Membuat Adinda jadi bt . Bt banget sampai mereka berdua sama sekali engak ada obrolan


Andai saja batre ponsel Dinda masih penuh , pasti dia akan bermain ponsel seperti apa yang di lakukan Haidar


Tak lama minuman datang , kini kembali hening lagi


" Es nya dikit banget ya , ga manis juga , pelit banget gula nya " kata Adinda


Haidar hanya diam tidak ada respon sama sekali


" Ehemm.. "


Adinda menatap haidar . Kekasihnya itu sama sekali engak ada inisiatif


" Ehemmm ... "


Adinda sengaja batuk dengan suara , tapi tetap kekasihnya itu tidak ada sapa menyapa . Adinda meremas tangan nya . Sumpah dia kesel banget hari ini


" Dara!!! Adik lo dingin, cuek banget ! Ya allah ! Beda jauh sama lo , kalo bukan mandang pacar,  udah gua acak acak nih cowok " batin Adinda kesal menatap Haidar


Beberapa menit kemudian . Kelopak mata Adinda melebar dan berkedip berkali kali . Dinda tak salah lihat kan , adara kesini bersama papi nya

__ADS_1


Adara sama hal nya terkejut dengan adanya mereka berdua di cafe ini


__ADS_2