DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 144


__ADS_3

Call.....


Call....


( Halo )


( Dit kamu dimana ? )


( Kenapa ? )


( Kamu yang bakar kampus ? ) Tanya Dara


( Kenapa ? )


( Dit , kamu yang bakar kampus ? ) Tanya Dara sekali lagi


( ya , kenapa? Kamu lebih pentingin Reza kan ? Kamu engak nurut sama aku ? )


( Dit , kamu udah gila ya ? Kamu pikir aku sama pak reza lagi ngapain? Aku bilang begini sama kamu karena aku lagi ketemuan sama dira di cafe , aku udah engak jadi asdos pak reza lagi )


( terus ? Aku percaya ? )


Tut


( Dit....)


Dara melihat hp nya "Arghhh di matiin lagi "


Dara mematikan kunci mobilnya karena percuma jalanan macet begini banyak orang yang keluar hanya ingin melihat kebakaran


Dara langsung berlari masuk ke kampus dia berhasil masuk karena badan nya terlalu mungil. Dara menatap sekeliling , banyak mahasiswa yang menonton nya dipinggir itu karena api semakin membesar


Drt...


Drt....


📲 Dira


( Dar kamu dimana , jangan ke kampus karena bukan salah adit )


( Hah ? Adit yang ancam gua kalo macem macem katanya mau bakar sekolah )


( Bukan itu dar , adit cuma berani ancam doang , dia engak bakal lakuin itu , kata temen temen aku , kampus kebakaran karena korseleting listrik di fakultas teknik )


( Bener nih bukan adit ? Soalnya dia... )


( Bener dar . Adit di rumah lagi nemenin lunara berenang )


( dia ngabarin lo ?)


( aku yang telpon dia , aku nanya kabar dia pas kamu bilang tadi adit yang mau bakar kampus , aku tanya kepastian nya ) kata Dira


Dara langsung mematikan panggilan nya dia segera keluar kampus lagi untuk mengambil mobilnya


##


Dara akhirnya pulang dan saat itu adit dan luna lagi asik makan ayam kentucky di pinggir kolam berenang


" Hahaha , gapapa ambil kulit ayam nya , buat luna semua ya , om beli kan buat luna semua " kata Adit sangat menyayangi keponakan bule itu


Dara menghela nafas dia menyentuh bahu suaminya itu


" Bisa kita ngomong berdua ? "


" kamu udah pulang dar ? Gimana pertemuan kamu sama dira tadi ? Btw mau coba juga nggak ayam nya ? Aku beli banyak loh "


Dara hanya diam


" Ya ya ok , aku panggil mba aghni dulu "


Dara hanya diam dia duduk menemani Luna makan , tak lama kemudian mba Aghni datang


" Aku ke kamar dulu ya mba " kata Dara


Adit mencoba megenggam tangan Dara. Tapi Dara menghindar . Adit mengangguk dia berjalan lebih dulu di depan istrinya

__ADS_1


Setiba nya di kamar. Adit hanya diam duduk di ranjang melihat Dara lagi menganti baju rumahan


Dara membuka ponselnya dia memberikan rekaman itu pada Adit . Supaya Dara punya bukti kalo adit yang gangguin dira , dan sering main ke tempat dira tanpa Dara tahu


" Dar... aku ... "


" Makasih banget Dit, aku bersyukur tahu cerita ini , aku jadi tahu kelakukan suami aku di luar sana seperti apa . Aku engak akan ngamuk atau marah teriak teriak . Aku bener bener capek sama kamu dit . Sekarang terserah kamu . Aku mau menikah sekali seumur hidup. Kalo kamu mau nikah lagi silahkan "


Kata Dara pelan. Pelan nya Dara membuat Adit sangat sakit sekali


" Dar aku minta maaf , engak pernah jujur sama kamu , aku kasian ngeliat dira , aku jagain dia dengan cara begitu "


" Kamu engak kasihan sama aku ? " Tanya Dara


Adit kembali diam


" Udah lah , aku mau mandi , segerin kepala aku "


Dara langsung menangis didalam kamar mandi , dia menyalakan air supaya adit pikir Dara sedang mandi


Padahal di dalam sana Dara menangis dengan dadanya kembali sesak . Dara pikir Dira bohong dengan cerita yang dia ucapkan tadi


Ternyata cerita itu di benarkan Adit .


Tok Tok


" Dar ... kamu kok lama banget di dalam , are u ok ? "


Dara membuka pintu kamar mandi dia mengusap kepalanya basah


" Aku pikir kamu di dalam kenapa kenapa dar "


" Kenapa kenapa juga kamu engak peduli sama aku " jawab Dara pelan


Adit kembali diam dia berdiri di belakang Dara, Dara menyalakan Hairdyer . Adit yang mengambil ahli itu dia yang mengeringkan rambut Dara


Dara hanya diam , Dara tahu adit lagi Merasa bersalah makanya adit pura pura baik biar Dara tidak pergi dari rumah


" Akhirnya kering juga Mam " Kata adit tersenyum


" Kita mau makan keluar nggak ? Adit mau makan Udon sih , temenin yuk "


Dara diam


" Kamu pakai dress hitam aja , cantik , sekalian tahu nanti kita belanja make up buat kamu , yuk " kata Adit lagi


Adit memegang lengan dara tapi istrinya itu menolak nya


" Yaudah ok kalo kamu engak mau gapapa, Engak biasanya kamu diam kaya gini , ayo lah biasanya kamu marahin aku , maki maki aku " pinta Adit


" kamu tau ketika orang suka marah marah tiba tiba di kecewain? Diam Dit! Istri juga punya hati , kamu mau di hargain tapi kamu engak pernah ngehargain aku " kata Dara lagi


Dara langsung naik ranjang dia mengambil laptop menaruh nya di pangkuan . Adit ikut duduk di samping Dara


" kamu engak bakal cerai in aku kan dar ? Kita bisa perbaikin hubungan kita kan ? Aku engak pikir panjang kalo ending nya kaya gini dar "


" Dit , plis , aku lagi capek, kalo kamu mau bahas ini lagi , lebih baik kamu keluar , kita sama sama tenangin diri dulu 2 jam aja , aku capek banget "


" Dar kita liburan berdua yuk , kita perbaikin hubungan kita , dengan cara itu kita sama sama mikir untuk hubungan ini " kata Adit


" Perbaikin hubungan kita ? Kamu yang salah kenapa bawa bawa aku ? Kamu aja yang liburan sendiri, kamu pantasin diri kamu "


" Dar , dengarin aku , kita bisa perbikin hubungan kita saat liburan , kita bisa tahu sama sama sifat asli kita "


Dara menoleh " Dit , aku masih engak paham ya sama kamu , kamu loh yang lebih dewasa dari aku , kamu ini lagi bohongin aku loh , kamu ngajak aku liburan kaya merasa engak bersalah banget " kata Dara


" Dar , aku harus apa biar kamu maafin aku, aku sadar sama kesalahan aku "


" Kamu diam aja jangan banyak ngomong , jangan bertingkah aneh aneh , aku udah cape banget Dit, capek banget , masalah kita itu itu terus , kamu engak mau di tinggalin aku , tapi kamu taburin bumbu " kata Dara


" Ok aku diam , kamu maafin aku kan "


Dara menatap tajam suaminya itu


" Ya ya , ok ok , kamu butuh waktu . Aku diam mulai saat ini "

__ADS_1


Dara mengangguk


" I love you " kata Adit


Dara langsung memakai headset nya, mulut buaya batin dara . Adit keluar dia turun kebawah mengajak mba Aghni ngobrol


2 jam kemudian adit kembali ke atas dengan minuman boba juga seblak kesukaan Dara


Klek


Hiks hiks hiks


" Dar ... " Panggil adit


Dara langsung beranjak bangun dia memeluk adit


" Dar , kamu baik baik aja ? "


" Antar aku ke rumah sakit , papi kecelakaan "


Adit langsung menumpahkan mangkuk berisi seblak itu dan juga minuman


Hiks hiks hiks


" Aku takut ... aku takut papi ...."


Adit langsung melepaskan pelukan dia menghapus air mata Dara. Entah kapan istrinya itu menangis matanya sudah sembab


" Doa yang baik baik buat papi , ayuk kita berangkat , papi sekarang dimana ? "


" Rumah sakit "


Adit mengangguk dia menghubungi telpon bawah untuk membersihkan kamar nya . Adit langsung memakai celana panjang dan juga jaket . Begitu pun juga Dara menganti pakaian


" Dit kamu udah tahu , mertua kamu ..." kata Mama Adit


Dara juga Adit mengngguk , keduanya bergandengan tangan


" Dara semoga papi kamu baik baik aja " kata Mama Adit langsung memeluk Dara


" Minta doa nya ya ma , semoga papi baik baik aja "


Mama Adit mengangguk . Adit langsung pamit . Selama perjalanan Dara terus menangis , di tanya kecelakaan apa sama Adit . Dara hanya diam


Setiba nya di rumah sakit . Dara langsung masuk ruangan


" hehe " kata papi


Dara langsung memeluk papi, adit pikir engak ada luka yang serius


" Papi kecelakaan apa ? "


" Papi lagi makan bakso di pinggir jalan , terus tiba tiba ada bajay tiba tiba nabrak gerobak penjual bakso , kata nya sih rem nya blong"


Adit memejamkan matanya


" Astagaaaaa. Gua pikir kecelakaan serius . Nih bini udah nangis kek orang di tinggal kawin aja " batin Adit


" Gimana pi ,ada yang sakit nggak ? "


" Engak ada sih Dit alhamdulillah, cuma ini tangan papi sama kaki papi , tumpahan kuah bakso "


Dara tersenyum mendengar itu


" Lagian sih , makan bakso engak ngajak ngajak , sendirian pula makan nya "


" Mau ajak gimana ? Rumah kamu jauh " Jawab papi


" Anterin dong kalo gitu , kan biar makan nya engak sendirian " jawab Dara lagi


" Baiklah , next papi kirim bakso "


Dara dan adit mengangguk, tak lama kemudian mama Dinda dan juga Haidar, Dira datang . Mereka juga khawatir sama dengan Dara


Akhirnya papi segera pulang karena tidak ada luka yang serius hanya sedikit di beri obat salep aja biar luka nya cepat pulih

__ADS_1


__ADS_2