DI BALIK POLOSNYA

DI BALIK POLOSNYA
Part 116


__ADS_3

Dara di antar Rasya dan Dinda pulang kerumah orang tuanya. Dara juga cerita semuanya kejadian di bali dan tadi di mobil sama mereka berdua


Jujur Dara udah engak kuat banget sama sikap adit makin kesini . Biarin adit tenangin diri . Dan Dara tenangin diri


Setibanya di rumah , Dara langsung masuk kedalam . Rumah seperti biasa kosong . Dara langsung masuk ke kamar nya, mandi , bersih bersih


Drt....


Drt....


Dara hanya diam ketika adit menghubungi nya . Panggilan berakhir, Dara mematikan ponselnya . Dara merebahkan tubuhnya dia menatap langit langit. Tak lama kemudian Dara meneteskan air matanya


##


Malam itu acara makan malam keluarga . Papi dan mama engak akan bertanya . Sudah pasti anaknya itu berantem. Karena engak pernah sekali pun dara kerumah sendiri apalagi tadi dia bilang mau nginap untuk beberapa hari


" Dar ... besok kamu ke kampus pakai mobil baru papi aja "


" Iya pih makasih " jawab Dara malas


Ketiga di meja orang itu saling tatap . Kadang juga Dara meneteskan air matanya cepat cepat dia menghapus karena engak mau terlihat sedih


" Papi ... boleh nggak aku minta uang jajan sama papi buat besok ? Aku engak megang uang "


" Boleh dong " jawab papi


" Makasih pi , ini buat ongkos aja kok "


" Boleh dong , buat apa sih uang papi kalo bukan untuk anak anaknya , iya kan ma "


" Benar , kamu sih udah engak mau di kasih uang jajan lagi sama papi . Padahal papi sering nawarin loh " kata Mama Dinda


Dara hanya bisa tersenyum. Saat makanan habis Dara meminta tolong pembantu nya untuk di buatkan susu coklat hangat


Dara menunggu nya di meja makan sambil memegang buah apel untuk di kamar nya . Setelah itu Dara kembali ke kamar . Dia mengerjakan tugas


Drt...


Drt...


Awalnya Dara malas mengangkat tapi panggilan itu dari Dinda


( halo sayangku ) ucap dara


( Dar ... kamu dimana ? )


Dara diam


( Dar pulang ya , kita ngomong baik baik )


( Dit , udah stop ya . Kayanya kita butuh waktu untuk sendiri sendiri dulu . Entah itu seminggu atau dua minggu)

__ADS_1


( Kamu dimana ? )


( Kasih hp nya ke Dinda) pinta Dara


Adit memberikan ponselnya ke Dinda


( halo bep )


( Din, adit dirumah lo ? ) Tanya Dara to the point


( Iya ) kata Dinda


( Jangan kasih tahu gue ada dirumah orang tua gue din . Kalo dia punya pikiran pasti dia tahu gue ada dimana . Itu pun juga gue engak yakin gue mau ketemu dia dalam waktu singkat ini )


( Oke Dar)


( Gue tutup dulu ya din . Gue lagi ngerjain tugas )


( oke Dar, dahhh )


Dara memejamkan matanya lagi dia menutup wajahnya , tanpa sadar Dara menangis seperti biasanya. Dara bener bener capek banget


Tok Tok Tok


Dara menoleh pada pintu , terdapat papi nya memberikan uang segepok tapi di amplop


" Papi .... " kata Dara langsung memeluk papi nya


Hendra di buat sakit banget hatinya . Gimana bisa Dara anak kesayangan nya menangis nyesek


" Papi juga kangen , sering sering nginap disini bareng adit , sendiri juga boleh " kata papi


Dara mengangguk , tenang banget kalo di peluk sama papi nya . Seolah beban hilang gitu aja walaupun sementara


" ini papi bawa uang bulanan kamu , udah 2 bulan kamu engak minta . Tapi papi kasih lebih ya . Karena kebutuhan kamu sekarang banyak "


Dara melepaskan pelukan itu . uang segepok di tangan nya sangatlah banyak sekali . Hendra mengintip tugas Dara kelihatan nya sangat banyak


" Yaudah papi keluar dulu ya , kamu jangan tidur malam malam "


" Iya makasih ya pi " kata Dara


Setelah papinya keluar . Dara menghitung uang yang papi nya kasih . Sejumlah 25 juta . Dara mengambil 5 juta untuk dia berikan pada adit besok


##


Ketika asik mengobrol adit datang ke kelas Dara. Mencuri perhatian dari teman teman Dara. Sejak kapan adit pria populer karena ketampanan dan kepintaran nya masuk ke kelas mereka


Adit membawa paperbag yang berisi makan siang untuk dara


" Boleh ngobrol ? "

__ADS_1


Dara terdiam. Tak lama kemudian Dara mengangguk. Mereka ngobrol di dalam mobil milik dara . Yang artinya mobil baru papi


" Aku bawa makan siang buat kamu , ini aku yang buat loh "


Dara mengangguk " Makasih "


" Kamu beli mobil baru lagi ? "


" Bukan , ini mobil bukan punya aku " kata Dara


Adit mengangguk , keduanya sama sama bingung untuk membuka obrolan


" Dit , Dara bayar setengah nya dulu ya . Ini baru lima juta. Nanti sisa nya Dara cicil "


Adit terkejut menerima amplop dari dara . Adit menolak amplop itu


" Dar ... balik kerumah , adit engak bisa apa apa tanpa kamu , adit tahu adit salah . Adit sadar kalo selama ini adit yang egois "


Adit megenggam tangan Dara, menatap istri nya itu . Kenapa hari ini cantik sekali


" Kita pisah dulu dalam waktu seminggu atau dua minggu ya Dit, kita beresin masalah kita . Biar pas ketemu sama sama kangen "


" Aku kangen kamu dar . Aku merasa kesepian , aku biasanya di siapin pakaian , di siapin minuman pas pulang kerja atau paginya , semuanya kamu yang layanin. Aku baru sadar aku engak butuh kamu bisa ini itu . Aku butuh kamu ya karena kamu istri aku . Dar plis banget. Balik ya kerumah " kata adit memohon


Dara menoleh pada suaminya itu . Dara mengelus pipi adit


" aku tetap seminggu atau dua minggu pergi dari kamu "


" Dar kamis nanti kita mau honeymoon lagi kan ? Kita mau liburan lagi sesuai permintaan kamu . Balik ya "


" Kita tunda dulu dit , aku lagi engak kepengen pergi kemana mana . Aku mau istirahat " Kata Dara


" Yaudah , tapi kamu tinggal dimana sekarang ? " Kata adit


" Dirumah papi "


Adit langsung diam " aku mau peluk kamu boleh ? " Pinta Adit


Dara melebarkan tangan nya memeluk suaminya itu . Bohong kalo Dara engak kangen juga tapi sakit hati Dara masih merasakan. Gimana adit menghina nya , mengungkit masa lalu dan adit juga yang minta Dara buat masak


" Pulang ya . Aku kangen banget dar . Aku tahu aku salah . Aku egois sampai aku engak pernah mikirin perasaan kamu . Aku engak mau pisah dar "


Dara mengangguk , cukup lama berpelukan dan adit tetap meminta Dara untuk kembali kerumah nya


" Nanti aku makan , makanan dari kamu "


" Iya"


" Yaudah aku turun dulu , 15 menit lagi kelas mulai "


Adit menahan tangan dara . Adit menangkup leher Dara untuk mencium bibir nya . Tapi Dara memundurkan kepalanya

__ADS_1


" Baiklah, belajar yang semangat "


Dara mengangguk , dia melambaikan tangannya


__ADS_2