
Dara hanya diam menatap layar laptop nya ketika Adit baru saja pulang malam hari
" Dar , aku mau mandi tolong kamu siapin handuk sama teh nya "
Dara menujuk meja komputer, dimana teh dan handuknya telah di siap
" Tapi teh nya udah dingin dar . Aku mau yang hangat " kata Adit
" Minta tuh sama dira buatin "
Adit terdiam dia langsung keluar kamar meminta tolong mbak nya untuk buatkan kopi. Lalu adit segera masuk kamar mandi tanpa menegur kembali istrinya
Begitu buka pintu Adit terkejut karena Dara berdiri di depan kamar mandi , dengan piyama yang Dara berikan untuk nya
" Engak ada niatan minta maaf gitu ? Sama istrinya? "
" Maaf " kata Adit pasrah
Dara mengangguk , pelan pelan Dara akan menghapus keburukan masa pacaran dulu. Dara juga menyesal membuat malu tadi di kantin, ngapain juga dia harus bertengkar di depan orang banyak ?
Adit tersenyum dia langsung memeluk Dara mengecup leher istrinya dengan Aroma strowberry
" Hari ini kita libur dulu ya , takut nya keseringan malah kamu ngandung " kata Adit
" Bener , tahan tahan yaaa , boleh aja kalo mau cuddle tapi jangan begitu "
" Asikkk " kata Adit
Adit melepaskan pelukan dia mencicipi kopi jahe yang membuat perut dan tenggorokan nya hangat , sedangkan Dara dia membantu memakai piyama Adit
" Kamu lagi ngerjain apa ? Ada pr ya ? "
" Iya , lagi ngerjain bareng sama Dinda. Tapi dia lagi kasih makan Rasya dulu , nanti kita lanjut videocall lagi "
Adit mengangguk , dia merebahkan tubuhnya di samping Dara. Adit juga memiliki kesibukan lain yaitu bermain game
" Kamu tuh kalo makan apapun jangan yang pedas pedas loh , aku takut kamu masuk kerumah sakit ,karena keseringan makan pedas "
" Iya sayang , tadi karena kesel aja ngeliat kamu "
Adit menganggguk dia mengambil tangan dara untuk mencium nya
" Maaf ya sayangku , istri nya adit yang paling cantik "
" Dasar... gombal " Kata Dara menarik hidung mancung Adit
__ADS_1
" Aku tidur duluan ya sayang , capek banget " kata Adit lagi menaruh ponselnya di samping Dara
Adit menaruh kepala nya di paha istrinya. Sedangkan Dara dia mengelus rambut Adit juga mengelus wajah suaminya
Drt...
Drt...
Belajar Dara melanjutkan lagi bersama Dinda . Semenjak kuliah Dinda menjadi pintar , malah kebalik sekarang , Dinda yang pintar dan Dara yang kurang . Untung Dinda baik dan selalu mengajarin
##
Keesokan harinya Mereka berdua memutuskan untuk sarapan di rumah papi. Semalam saat Mama Dinda menghubungi Dara sedang apa . Kelihatan banget kedua orang tua Dara merindukan nya
Dan pas banget disitu Adit bangun karena mau pipis . Jadi dia dengar . Dan begitu panggilan terputus . Adit mengajak besok untuk sarapan dirumah orang tua Dara
Adit tahu bagaimana rasanya orang tua merindukan anaknya , apalagi Dara anak kesayangan . Sebelum subuh keduanya udah bangun
Karena tiba tiba Adit bangun di tengah malam mengajak Dara untuk berhubungan. Untung nya Dara tipe yang sekali di sentuh langsung hangat.
Dari situ mereka hanya istirahat dan tidak bisa tidur lagi, lalu Dara juga lapar karena berhubungan itu butuh tenaga ekstra untuk menyenangkan suaminya . Jadi Dara minta izin untuk makan mie instan
Saat tahu ada orang di dapur . Mama adit pun tiba tiba ke dapur karena ada suara krasak krusuk di pikir maling atau kucing
Tahunya mereka . Adit langsung bilang kalo nanti sarapan dia akan kerumah mertuanya tapi belum tahu mau bawa apa. Dan saran mama dia akan membawa gudeg . Biar nanti sebelum adit jalan . Mama akan meminta untuk di hangatkan
" Kamu wangi banget sih sayang, cantik banget kalo udah dandan begini , istrinya siapa sih ? "
" Masaaa ? Bukannya kamu selalu bilang aku biasa aja ? "
" Hehe , iya tapi kali ini cantik, cantik banget , jadi engak rela buat keluar rumah" kata Adit
Adit mengelus perut Dara tiba tiba, dan tangan itu lama lama iseng bermain di atas nya
" Jangan aneh aneh ya , kita mau jalan , udah tahu istrinya gimana kan ! " kata Dara
" Apasih , emang nya aku apain kamu? " Tanya Adit pura pura bodoh
" Diam tangan nya ! Aku engak yakin setelah ini kita bermain lagi , terus engak jadi kerumah orang tua aku "
Adit melepaskan tangan nya , dia kembali memeluk Dara. Nemplok seperti ibu dan anak
" Aku berat loh kamu peluk begitu, Dit "
" Kamu tuh banyak protes banget , selesai in aja dandan kamu " protes Adit lagi
__ADS_1
" Masih pagi udah marah marah aja " gumam Dara
" Kasih aku ciuman biar aku langsung turun ke bawah " pinta Adit
Dara menegakkan tubuhnya dia menangkup wajah adit , mencium bibir nya lebih dalam lalu di akhir Dara mengelus kepala adit
" Suami ku yang ganteng, yang selalu baik , biarkan istrimu tenang dulu ya meriasnya"
Adit tersenyum tangan itu melingkar di pinggang Dara
" Dar. Kamu cantik banget sih , Kamu ngerasa nggak ? "
" Iya aku kerasa aku cantik , terus kenapa ?" Tanya Dara
" Aku jadi insecure dar "
Dara melebarkan matanya dia langsung menggeleng kepalanya
" Engak boleh insecure, kamu suami aku , engak ada rasa minder minder segala . Lagian kamu juga ganteng kok "
" Masa ? Hehehe "
" Iya ,ganteng kalo di liat pake sedotan "
Adit melepaskan pelukan dia menatap tajam Dara
" Malas aku "
" Hahaha , dasar anak bontot ! " kata Dara
Adit membawa barang barang yang akan dia bawa , dia langsung turun tanpa menegur Dara. Adit kesel , udah tahu adit lagi pede banget di bilang ganteng . Ternyata di akhir itu
Beberapa menit kemudian Dara selesai , dia langsung turun kebawah dimana suaminya itu lagi ngerokok , Dara juga membawa tempat bekal gudeg untuk sarapan nanti di rumah nya
" Adit ... tolong ini taruh dimana biar aman"
Adit mengambilnya dia menyimpan di bangku belakang , mematikan rokok nya setelah itu mereka langsung pergi
" Hoaaaam "
" Hoaaam " Dara terus menguap selama perjalanan menuju rumah nya . Yang artinya kadang Adit merasa kasihan
" Tidur aja gapapa "
" Engak bisa tidur lah , nanti sampai rumah baru " jawab Dara
__ADS_1
Masih sangat pagi sekali , akhirnya mereka menaruh bekal itu di dapur dengan note, untuk sarapan nanti. Lalu kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur nya