
# boleh ya sekali kali kita ceritain kehidupan Rasya & Adinda
Kedua sepasang suami itu setelah di traktir, masih tetap di kantin , dira terlebih dahulu pamit karena wanita hamil itu harus pergi ke salah satu rumah murid nya untuk mengajar
" Ayo pulang ah " kata Rasya
" Bentar dulu , masih kenyang banget buat jalan aja kaya engap gimana gitu " kaya Dinda
" Ya kan bisa di mobil nanti "
Dinda menutup mulut Rasya " Sebentar sayangku "
Rasya mengangguk dia mengeluarkan ponsel nya tidak sengaja melihat story Dara yang saat ini pergi ke toko durian
" Yuk " kata Dinda
Rasya mengangguk , pria itu lebih dulu jalan hanya membawa tas selempang , sedangkan di belakang itu Dinda. Membawa tas ransel , laptop di tangan kanan dan tangan kiri nya membawa botol minum
Dinda menghela nafas , kenapa Rasya engak ada rasa perhatian banget . Setiba nya mereka sampai rumah
" Ih kita lupa kasih oleh oleh buat Dara, sya ! "
" Ya kamu yang mau kasih kok , bisa lupa " jawab Rasya
" Iya , yaudah deh besok aja "
" Emang apa sih ? Kalo engak sekalian aja nanti malam aku anterin "
Dinda menatap suaminya engan tatapan penuh curiga
" Sya , tadi kamu ngeliatin Dara terus , kamu pikir aku engak tau? Kamu itu anggap aku ada ga sih sya ? "
" Apaansi , kapan aku ngeliatin Dara. Kalo masalah tadi adit tegor aku , ya karena emang kebetulan aja ngeliat in dia " jawab Rasya
" Kamu pintar bohong sya , aku udah engak heran ! Mau sampe kapan sih sya kamu belom bisa lupain Dara? Aku udah kasih semua yang aku punya ke kamu , semuanya, sampai hamil kaya gini karena aku sayang kamu sya "
Rasya langsung diam tidak bisa menjawab apa apa
" Sesusah itu ya ? Aku pikir dengan cara aku hamil kaya gini semuanya berubah "
" Gua engak ada waktu buat berdebat , gua bener bener capek banget, dan lagi . Seengaknya gua kasih apa yang lo mau kan? Lo mau terlihat gua sayang lo di depan orang orang , dan itu gua turutin " kata Rasya
" Sya ! Tolong lupain Dara, kalian engak mungkin bisa sama sama lagi , jadi stop mikirin Dara. Kamu pikir aku engak tahu ? 2 hari kamu anterin Dara pulang, kamu bohong sama aku sya " kata Dinda
" Dara engak bawa kendaraan , lagian dia juga hamil , mana tega aku ngeliat dia pulang sendirian "
Dinda melipat kedua tangan nya
" Kamu engak tega ngeliat dara pulang sendirian ? Tapi kamu engak punya perasaan kemana mana aku sendiri ! Ada kamu mikir buat jemput aku ? Yang ada kamu malah bilang sayang bensin. Segitu utama nya ya Dara. Hebat banget Dara bisa bikin kamu kaya gini "
Rasya mengepalkan tangannya
" Terserah lu dah Din, gua capek! Gua lagi males buat berdebat , gua mau kerja dulu "
Dinda menarik kaos yang di pakai rasya . Dinda belum selesai untuk berbicara
" Apa lagi sih ? Kalo lo mau bahas tentang Dara. Gua engak ada waktu Din " kesel Rasya
" Gua bakalan bilang adit , kalo lo belom bisa move on , sama gua bakalan bilang adit kalo lo anterin Dara pulang selama 2 hari "
__ADS_1
" Bilang aja , lo tega ngeliat sahabat lo berantem sama suaminya ? Kalo tega sih bilang aja" kata Rasya
Dinda diam dia langsung memukul dada Rasya
" Kasih gua satu tunjukkan kesalahan lo sama gue , gue pengen banget ninggalin lo sya , gue capek kaya gini terus , satu tahun lebih kita menikah, engak ada perubahan sama sekali " kata Dinda
" Lo berani ninggalin gua ? Coba aja , gua bakalan ganggu hubungan Dara sama Adit , gua bakalan rebut Dara apapun alasan nya "
Deg
Dinda langsung meneteskan air matanya menatap Rasya
" Paham kan kalo lo nangis , gua harus apa ? " kata Rasya
Dinda langsung menutup tubuh mundur
" Jangan sekali kali nangis di depan gua , sekarang buka baju lo "
Dinda memberontak dia menggeleng kepalanya
" Sya plis , engak mauuu "
" Cepat Din, ini udah perjanjian dari awal bukan? Jangan bikin gua main tangan Din"
Dinda menggeleng kepalanya sedangkan di bawah itu rasya sudah berhasil melepaskan celana yang di pakai Dinda
" Rasya plis hiks hiks "
Rasya tersenyum miring
" Lo cinta sama gua kan ? Nurut sama apa yang gua omongin kan ? Buka baju nya , mau buka sendiri atau gua bukain? " kata Rasya
" Buka sendiri " kata Dinda
" Jangan coba coba nangis depan gua , gua bikin lu enak sampai berjam jam "
Dinda mengangguk dia menghapus air matanya
Skip
Mereka mandi bersama , Dinda terlebih dahulu keluar karena Rasya mau buang air besar
Dinda memegang gunting , dia ragu untuk menusuk kandungan nya itu , Dinda cuma di jadi kan pemuas nafsu Rasya aja
Klek
Dinda terkejut dia langsung mengumpat gunting itu di belakang
" Kenapa kaget gitu ? "
Dinda menggeleng kepalanya, Rasya semakin mendekat , pria itu malah mencium bibir Dinda dan tangan itu berhasil mengambil gunting
" Jangan coba coba bunuh anaknya, kalo sampai kejadian , gua bakalan benci sama lo , ngerti ? "
Dinda mengangguk
" Btw makasih untuk hari ini "
Rasya langsung memeluk Dinda
__ADS_1
" Kalo lo mau bikin gue berubah, care sama lo dan lupain Dara, lo turutin kemauan gua"
Dinda melepaskan pelukan , dia menatap Rasya
" Apa ? Kasih tau gua sya " kata Dinda memohon
" satu harus bisa masak kesukaan gua , kedua lo harus pintar memulai se* sekali kali lo harus goda gua , jangan pas lo nangis aja gua sentuh lo dan terakhir... "
Dinda mengangguk , wanita itu mendengarkan serius
" Harus cantik, ya terserah lo mau dandan kaya gimana tapi jangan menor , entah itu lo beli pakaian sexy atau apa , intinya gue minta lo harus cantik, bikin gua senyum sama lo "
Dinda mengangguk
" Ok, mulai sekarang gua bakalan turutin mau lo , tapi gua minta satu "
" Apa ? "
" Gua mau cium tangan lo pas lo pergi kemana pun , itu tanda nya gua harus berbakti sama suami "
Rasya langsung diam
" Oke ! Silahkan cium tangan gua tuh "
Dinda menyalimi tangan Rasya lama , wanita itu berdoa ' ya allah semoga dengan persyaratan suami aku , rasya bisa melupakan Dara. Aku mohon bantuan nya ya allah , makasih '
Dinda mengangkat kepalanya dia langsung mencium pipi rasya . Membuat pria itu langsung diam
Tok
Tok
Tok
Rasya langsung membuka kamar nya
" Iya Pah ? " kata Rasya pada papa mertua
" Sya , Dinda mana ? Papa sama mama mau pamit ke Thailand dulu ya " kata papa Sabian
Dinda yang mendengar itu langsung tampilin wajahnya
" Oke pa , sih papa liburan mulu , baru balik dari malang udah liburan aja " kata Dinda
" Iya , Papa suntuk kalo dirumah terus , kalian berdua baik baik dirumah ya , kalo ada apa apa kabarin " kata papa Sabian
" Iya pah pasti , ayo sayang antar papa kebawa " kata Rasya sambil merangkul pinggang Dinda
Mereka bertiga turun kebawah , Rasya membantu membawakan koper milik mama mertuanya ke dalam mobil
Setelah Mama dan Papa pergi Dinda menahan tangan Rasya
" Mau aku masaakin ayam kecap? "
" Emang bisa ? Kalo engak bisa engak usah aneh aneh " kata Rasya
" Ih aku masak nya di bantu sama yang lain, tapi kamu mau kan ayam kecap ? "
" Mau " jawab Rasya
__ADS_1
" Yaudah , aku masakin buat kamu " kata Dinda
Dinda merangkul pinggang Rasya masuk kedalam rumah . Pria itu engak pernah menolak kalo Dinda menyentuh nya , itu lah yang bikin Dinda tambah sayang banget sama Rasya