Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
113.Bini Kecil Bukan Bini Muda


__ADS_3

''Sayang, semua itu tidak benar, Mas tidak pernah menyentuh perempuan lain, selain Rara. percayalah Raralah yang pertama bagi Mas, dan hanya Rara satu-satunya, apalagi sampai tanam benih.Gak pernah Ra, Mas masih ingat dosa bila harus berzina. dan benih Mas baru tumbuh satu di sini.'' Gatra mengusap perut rata Ara. ''Percaya sama Mas, ya? perempuan itu hanya mengacau.'' susah payah Gatra berusaha menyakinkan Ara. Semua yang ibunya Claritta bilang di infotainment tidaklah benar. Walau tidak secara gamblang nama Gatra disebutkan tapi bagi Ara itu sudah sangat jelas.


''Apa perempuan itu ibu kandung Mbak Claritta dan Alana?'' tanya Ara yang bahkan tak menghiraukan perkataan Gatra.


''Iya dia ibu dari mereka.'' nampak Ara mengerutkan dahi yang membuat Gatra bingung ada apa dengan Ara apa dia tidak terpengaruh berita tersebut.


''Rara sayangnya Mas.'' Gatra meraih kedua tangan Ara menggenggamnya erat, seerat cintanya. Memandang sendu wajah Ara. Dan yang dipandang hanya tersenyum.


''Mas jangan tegang gini dong. Ara percaya kok sama Mas. Memang sempat ada rasa ragu juga dalam diri Ara. Tapi Ara berusaha mengikisnya dengan kebaikan yang Mas lakukan selama ini pada Ara. Kesabaran Mas yang mau menunggu Ara untuk membuka hati, Ara bisa lihat dan merasakan kasih sayangnya Mas yang tulus. Seperti Mas yang bisa menerima masa lalu Ara yang baru saja terungkap maka Arapun juga harus menerima segala masa lalu Mas. Tanpa harus menoleh ya, biar masa lalu menjadi kenangan.''


''Bila soal Kak Raga saja Mas bisa legowo kenapa Ara tidak?''


''Sayang tapi Mas cemburu kalau kamu dekat-dekat dengan Raga.'' Gatra meraih Ara membawa kepelukannya sangat erat.''Apalagi ada berita seperti ini Mas takut kamu akan pergi dari Mas dan kembali ke pria masa lalunya.''


Ara melepaskan diri dari pelukan Gatra. ''Mas lupa dengan siapa selama ini Ara berteman?''


''Siapa?'' polos Gatra


''Pia.'' singkat Ara gemas


''Apa hubungannya Sayang?'' Gatra tak memahami pemikiran istri kecilnya.


''Adalah, Mas. Pia kan satu dunia dengan mereka. Kata Pia sememalukan apapun aib diri sendiri bila diumbar ke media bisa jadi cuan. Meski harus dapat cibiran netizen dan kuat menanggung malu.''


''Tapi berita itu fitnah untuk Mas dan menuduh Raranya Mas ini sebagai perempuan cabe-cabean. Biar Mas suruh Farel buat mengadakan konferensi pers.''


''Jangan. Biarkan saja siapalah Ara ini artis juga bukan. Biarlah mereka mencari rizkinya dengan jalan seperti itu. Asal kita tidak menanggapi pasti nanti reda sendiri.''


''Ternyata istri Mas ini sangat dewasa sekali. Makin cinta. Mas.'' Gatra menoel hidung Ara. Tak sabar rasanya untuk membawa Ara masuk kamar dan mengurungnya semalaman.


''Andai kemaren-kemaren Mas tidak trauma untuk menyentuh Rara. Nyesel Mas nganggurin istri secantik ini.''lagi dan lagi Gatra menoel hidung Ara.


''Mas. kebiasaan. Salah sendiri padahal Ara sering kasih kode ke Mas, sayang gak peka.''

__ADS_1


''Bukan gak peka sayang. cuma Mas gak mau lihat kamu kesakitan lagi. Tahu gak? betapa tersiksanya Mas selama ini menahan hasrat.'' Ara tersenyum mengejek.


Ibu kandung Claritta langsung mendatangi kantor polisi tempat Claritta ditahan. Claritta yang malas bertemu ibunya terpaksa keluar untuk menemuinya. Belum juga duduk cacian sudah didengarnya.


''Sudah sekian jam mendekam di sini, ayahmu belum juga datang? dan lagi-lagi harus mama yang mengurusi mu Claritta.'' dengan sinisnya ibu Claritta bertanya


'' Mah, please jangan bawa-bawa papa. Dia gak ada sangkut pautnya dengan masalah ini." kesal Claritta dulu lihat apa saat mereka bersama dan sekarang lihat apa, selalu saja menjelekkan papanya.


''Kenapa kamu bodoh sekali Claritta? apa kamu tidak memikirkan dampak dari perbuatanmu ini. Bagaimana karier kamu, Mama, Ayahnya Alana, saudara-saudara kamu mereka terkena imbas dari perbuatan kamu ini. Apa tujuanmu sebenarnya?''


Selalu saja memikirkan yang baik-baik untuk keluarga barunya. Mah! aku anak mamah. pikirkanlah aku walau sedetik mah. Aku juga butuh kasih sayang mama. Aku juga anak mama bukan cuma Alana.


"Cla, siapa gadis yang kamu tabrak itu?'' bentak mama Claritta yang melihat anaknya cuma terdiam.


''Istri Gatra mah.'' lirih Claritta.


''Pacar kamu yang kere itu! Mama sudah bilang kan Cla jangan berhubungan lagi dengannya.Belum tentu dia bisa menjamin hidupmu kelak."


"Mah! sampai kapan mamah akan mengatur hidup Claritta. Mah. tak selamanya uang menjamin kebahagiaan seseorang. lelaki seperti apa yang bisa menjamin kebahagian Claritta. Lelaki suami orang? apa itu yang membuat mamah bahagia?''


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Claritta.


''Tampar mah. Tampar lagi biar mama puas toh mama juga gak perduli kan dengan apa yang bisa membuat Cla bahagia. Apalagi dengan masa depan Cla. Hiks hiks'' untuk pertama kalinya Claritta menangis sesegukan di depan mamanya. ''Cla butuh Gatra buat jadi ayah bayi yang ada dalam perut Cla Mah.'' sambungnya lagi


''Kamu hamil?'' kaget mama Claritta karena Claritta bicara dalam tangisnya sehingga terdengar kurang jelas.


Claritta mengangguk pasrah.


''Dan Gatra ayah dari bayi itu?'' tanya mama Claritta


Claritta menggeleng.''Bukan.''


Makin frustasi mama Claritta. ''Kenapa kamu bisa ceroboh Cla. Siapa ayah dari bayimu? dia yang harus tanggung jawab. Mana bisa Gatra menjamin hidup kalian di masa depan.'' masih saja mama Claritta memandang rendah status sosial Gatra , karena yang dia tahu Gatra cuma pekerja kreatif di biro iklan. Itulah yang Gatra bilang dulu sewaktu pertama bertemu mama Claritta.

__ADS_1


''Gak bisa Mah.''


''Apa yang gak bisa! Dia berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Jangan bilang dia lebih miskin dari Gatra.'' makin meradang mama Claritta


''Dia produser di film Cla yang terakhir Mah. suami sahabat mama Tante Mawar.''


Mama Claritta kaget sampai terjengat. ''Kenapa harus dia Cla. Baru kemaren mama bertemu dengannya dan bisa-bisanya dia tenang-tenang saja. Tetap saja mesra pada istrinya. Berapa kali kamu bertemu?''


''Sering Mah.''


''Ya ampun Cla, dia lebih cocok jadi ayahmu. Bahkan usianya saja jauh lebih tua dari ayahmu. Mana mungkin bisa dia suamimu.Seharusnya dia punya cucu bukan anak bayi.''


''Dia gak akan jadi suami Cla Mah. Dia menolak bayi dari Cla. Dia minta Cla untuk menggugurkan kandungan Cla. itu makanya Cla butuh Gatra buat jadi ayah bayi dalam kandungan Cla.''


''Astaga berani benar tua Bangka itu nusuk mama dari belakang. Mama juga tidak Sudi kamu bersuamikan dia.''


''Mama punya rencana. Kalau kamu masih mau Gatra menjadi ayah dari anakmu.'' ucap mama Claritta sesaat setelah emosinya mereda. Dipungkiri atau tidak Claritta tetaplah anaknya, darah dagingnya. Bukankah dia juga yang mengajarkan Claritta untuk menempuh segala cara agar bisa berhasil dan bertahan di dunia entertainment.


Untuk kali ini Claritta menyetujui ide mamanya.


Sehari setelah Ara keluar dari rumah sakit Gatra masuk kerja seperti biasa. Karena masa sekolah Ara sudah selesai maka hanya diam di rumah tinggal menunggu graduation ceremonialnya saja. Selain kehamilannya yang membuat dia jadi cepat lemas juga karena semalam Gatra yang sudah hilang traumanya kembali menggempur Ara. Dengan tetap hati-hati tentunya. Capek seh tapi menyenangkan bukankah bertemu kembali dengan Otong yang selama ini Ara rindukan.


Karena Pia sanggup untuk menemani Ara di rumah makanya Gatra tega meninggalkan Ara untuk kembali ke kantor.


''Tra. gimana Ara? sudah sehat kan?'' tanya Farel saat mereka bertemu di parkiran karena datang ke kantor disaat yang bersamaan.


''Sudah sehat. Thank ya buat semua gak tahu gue kalau gak ada Lo dan teman-teman.'' Gatra yang berjalan beriringan menepuk pundak Farel. mengucap terima kasih dengan tulus.


''Udah biasa saja. sewajarnya teman saling bantu. BTW kenapa Lo minta gue buat cabut laporan atas Claritta? Noh sekarang ibunya buat ulah buat cerita seolah-olah Lo ngehamili anaknya. Lo mau gue undang wartawan gak, buat klarifikasi. Takutnya Ara percaya lagi sama berita murahan itu.


''Gak usah. Ara gak terpengaruh berita begituan. Justru dia yang minta buat cabut laporannya. Dia kasihan sama Claritta, malah dia bilang mau berterima kasih pada Claritta karena gara-gara kecelakaan itu ingatannya yang hilang bisa kembali.''


''Sungguh ajaib bini muda Lo.''

__ADS_1


''Haist.. kalau ngomong. bini kecil gue, kalau bini muda ada yang tua dong. Gak mau gue cukup dia saja.''


''Ya...ya.. yang bucin mah bebas.''


__ADS_2