
Dari panggilan terakhir di Hp Raga adalah nomer Papa Randy, maka oleh si penolong Raga ditelponlah Papa Randy, untuk mengabarkan bahwa Raga kecelakaan. Papa Randy yang juga cemas akan keadaan Ara, menghubungi Gea dan meminta tolong agar keluarganya mengurusi Raga di rumah sakit.
Mama Gea yang mendapat kabar Raga kecelakaan langsung menghubungi Nurma, ibu kandung Raga.Setelahnya pergi ke sebelah rumah untuk mengabarkan, hanya ada Tomi kakak Maya di rumah. Tak sabar Mama Gea menghubungi suaminya untuk memberitahukan perihal Raga ke papa kandungnya.
Gea dan mamanya telah sampai di rumah sakit tempat Raga dirawat.
Hanya bisa menghela nafas panjang kenapa keluarga Raga belum ada yang datang, padahal anaknya butuh banyak darah, dan harus segera diberi pertolongan. Beruntungnya golongan darah mereka sama jadi bisa menjadi pendonor.
Pagi menjelang, Papa Gea datang karena merasa kuatir istri dan anaknya semalaman tidak pulang. Dan ternyata kedua belahan jiwannya tidur berpelukan di bangku koridor rumah sakit.
'' Mah... Mamah.. bangun, sudah pagi.'' Papa Gea menepuk halus pipi istrinya.
Mamah Gea mengeliat, meremangkan otot-ototnya, membuka matanya, terdiam baru tersadar bahwa dia tidur di rumah sakit. Gea yang merasakan pergerakan mamanya ikut terbangun.
'' Kalian berdua cuci muka dulu, sana! ini Papa sudah bawakan bubur ayam.'' Papa Gea berinisiatif membelikan bubur karena pasti istri dan anaknya belum makan dari semalam.
Sekembalinya dari toilet umum rumah sakit, Mama Gea seperti mencari seseorang, lalu bertanya pada suaminya ''Pah, Papah sendirian datang ke sini?'' Papa Gea menganggukkan kepala. Mama Gea duduk dan membuka bubur ayam dan memakannya. '' Pah, ini buburnya cuma dua, Papah sudah makan?'' tanyanya lagi.
'' Sudah tadi di tempat penjualnya, Mama makan saja sama Gea, dari semalam pasti belum makan. Tahu nggak sejak Mama kirim pesan ke Papa, kalau Mama dan Gea mau nginep di sini, Papa nggak tenang di rumah. Makanya pagi-pagi Papa langsung ke sini.''
'' Kebangetan ya, mah... tetangga kita.Ini anaknya, lho. yang punya anak siapa, yang jaga siapa.'' sungut Gea.
''Hus... kalian kalau menolong itu harus iklas. Terserah mereka yang pasti kita sudah mengusahakan yang terbaik.'' lerai Papa Gea.
Rombongan ibu kandung Raga menghampiri keluarga Gea. Gea dan Mamanya baru saja menyelesaikan sarapannya.
'' Nurmala!'' sapa kaget Mama Gea.
'' Tia. '' orang yang disapa Nurmala mendekat ke Mama Gea, memeluk dan cipika cipiki '' bagaimana anakku, Tia.'' tanyanya kemudian.
'' Masih di ICU Nur, tapi kondisinya sudah stabil. Operasi di paru-parunya berhasil. Tinggal nunggu pengaruh biusnya saja.''
''Kamu tenang dulu Nur, Raga anak yang kuat kok, kalau mau lihat dia, kamu lewat kaca pembatas itu dulu. Nanti kalau sudah pindah ruangan baru boleh ditengok.''
Nurmala beranjak melihat anaknya dari luar jendela. Air matanya lolos kembali, melihat satu-satunya anak yang dilahirkan terbaring tak berdaya dan penuh luka. Seorang gadis memapahnya kembali, ke bangku tempat keluarga Gea menunggu.
'' Tia, bagaimana bisa Raga kecelakaan? Perasaanku dari kemaren memang sudah tidak enak, tiba-tiba dapat kabar dari kamu. Ingin rasanya aku berada di sampingnya, ibu macam apa aku ini, bertahun-tahun kubiarkan menderita dan sekarang dia tak berdaya.'' Tangis Nurmala terisak.
'' Sabar Nur, keadaan yang tidak memungkinkan kamu merawat dan membesarkan Raga. Bukan semua salah kamu. '' hibur Mama Gea.
''Iya, Mah... kita semua juga sudah berusaha untuk bisa membawa Raga ke keluarga kita.''
'' Tia kenalkan ini anak pertamaku Rissa, kakaknya Raga dan yang itu Ettan adiknya Raga. Rissa dan Ettan adalah anak dari suami baru Nurmala, tapi dia selalu memperkenalkan Rissa dan Ettan sebagai anaknya. Dan mereka semua berkenalan.
Aku bahagia untukmu Nur setidaknya kamu menemukan lagi pasangan hidup yang bisa membangkitkanmu dari keterpurukan, dan bisa membahagiakanmu dan kedua anak sambungmu juga sangat sayang padamu.
Gea mulai bercerita tentang terakhir dia ketemu Raga, dan foto jebakan Maya.'' Raga pergi setelah dapat pesan gambar foto Ara tidur di suatu tempat, Tante.''
''Ara? ''
__ADS_1
''Iya... anak gadis yang membuat anakmu menjadi anak yang baik dan manis akhir-akhir ini.'' jawab Mama Gea langsung.
''Berarti dia juga kecelakaan bareng Ragaku, bagaimana keadaanya? '' tanya Nurmala lagi.
''Ara tidak dibawa ke rumah sakit ini, dan kami belum sempat menengoknya.'' jawab Mama Gea lagi.
''Tia... sepagi ini kalian sekeluarga sudah ada di sini ngejagain anakku, apa dari semalam kalian yang jaga Raga?'' Mama Gea mengangguk dan meremas tangan Nurmala.''Lalu bapaknya Raga...'' tak selesai kalimat tanya Nurmala.
''Tuh....'' Tunjuk Mama Gea pada sepasang suami istri yang dari semalam membuatnya gedek. Ingin rasanya memberondong pertanyaan tapi cepat dihalangi suaminya.
'' Mah, sabar ya? tahan emosinya, kita lagi di rumah sakit. '' Papa Gea menenangkan istrinya yang tersulut emosi.
Kenapa Tia emosi, apa mas Dharma tidak perduli anaknya kecelakaan. Kau buat aku susah mengasuh Raga, tapi kau buat Raga menderita.
''Mama... are you ok'' giliran Rissa yang menangkan ibu sambungnya itu.
'' Mama ok, Rissa.'' jawab Nurmala dan melengkungkan kedua ujung bibirnya ke atas.
''Suamimu kok nggak ikut datang Nur?'' sengaja Mamanya Gea bertanya dengan suara keras untuk menarik sepasang suami istri yang baru datang. Dan nyatanya berhasil, keduanya langsung menoleh.
Nurmala tahu kesengajaan yang dilakukan sahabatnya ini, tapi dijawabnya pelan.'' Bapaknya anak-anak ada meeting penting pagi ini, siangnya mau cari rumah sakit yang terbaik untuk Raga. Mungkin nanti sore baru ke sini. Tia, tolong bantu aku ngebujuk Bapaknya Raga agar aku bisa bawa Raga ke Jakarta.
'' Aku mana bisa, kamu lihat sendiri kan, kita semua di sini yang disapa siapa? cuma Bang Sigit, suamiku.'' lirih Mamanya Gea.
''Masa iya aku harus nunggu Mas Danu datang. '' guman Nurmala yang masih terdengar oleh sahabatnya.
Flashback on
Nurmala yang ketika itu baru lulus SMA mau saja dijodohkan dengan Dhama karena membalas hutang budi keluarganya.
Setahun pertama pernikahan dilalui dengan baik, Nurmala istri yang penurut tidak neko-neko. Dharmapun berusaha menjadi istri yang baik untuk Nurmala. Kebahagiaanya semakin lengkap dengan lahirnya Raga. Diusia Raga yang ketiga tahun Dharma mulai berubah. mulanya sering pulang malam, lalu tidak pulang sama sekali. Sekalinya pulang pergi lagi dengan membawa Raga.
Raga yang sudah pandai berbicara dan bercerita ala anak-anak.
''Raga tadi sama Papa jalan-jalan kemana, Nak?'' tanya Nurmala
'' Aga indak hayan-hayan.''
''Terus kemana?'' Nurmala semakin penasaran.
''Te lumah mama yang ada akak Omi dan adek Maya.''
Dek
''Raga, ini mamanya Raga, Nak. Tidak ada yang lain.'' luruhlah air mata Nurmala.
*****
Ketika suaminya sedang santai di rumah Nurmala memberanikan diri untuk bertanya, '' Mas, boleh aku bertanya?''
__ADS_1
'' Tanya apa?''
''Raga bilang dia kamu ajak ke rumah mama, siapa mas?'' tanyanya hati-hati.
''Aya... Soraya, perempuan yang kutinggalkan karena menikahimu.'' bagai teriris Nurmala mendengar kalimat yang meluncur dari mulut suaminya.
'' Mas, dia masa lalumu kenapa kau hadirkan dipernikahan kita.''
''Dengar ya, dia memang masa laluku, dan karena aku selama ini dia menderita lahir dan batin terpaksa menikahi laki-laki yang tak dicintai. Walaupun dia sudah punya anak sendiri tapi dia juga sangat sayang pada Raga. Nurmala aku ingin menebus rasa bersalahku padanya.''
''Lalu aku, bukankah ini juga namanya menyakiti, Mas. Lima tahun pernikahan kita kau hancurkan dengan datangnya masa lalumu, Mas'' guman Nurmala.
Semakin hari semakin hampir roboh saja nasib pernikahannya.
Nurmala sedang menunggu anaknya Raga di depan TK tempatnya bersekolah.
'' Raga.'' panggil seorang perempuan.
''Mama'' jawab Raga kecil.
''Raga, sayang Mama di sini, Nak.'' Raga nampak bingung diantara dua mama.
'' Kamu pasti Nurmala, kenalkan Soraya. Hari ini Maya ulang tahun, Mas Dhama mau merayakannya, dengan Raga juga tentunya. Lihat di seberang jalan'' tunjuk Soraya '' Mas Dharma kan? jadi, bisakan saya bawa Raganya.''
''Raga, ayo kita ketemu Kakak Tomi dan Adek Maya.'' Soraya mengandeng Raga tanpa paksaan, karena sejak semula pendekatannya luar biasa baik.
Makin hancur lebur hati Nurmala. Untuk mengobati sakit hatinya, Nurmala menjumpai temannya seorang psikiater. Oleh Dharma ini dijadikan indikator kalau Nurmala gila, sehingga dia bisa menceraikannya.
Orang yang tidak gila, tapi dimasukkan ke RSJ bisa jadi gila beneran. Dua tahun Nurmala menghuni RSJ, hingga akhirnya dia bisa kabur.
Nurmala pulang ke rumah orang tuanya. Selama ini mereka tidak tahu penderitaan putrinya itu. Setelah mendengar ceritanya, mereka menyesal telah menjodohkan anaknya.
Awal pertemuan dengan Ettan.
Ettan anak tetangga baru keluarga Nurmala, mengingatkannya pada anaknya Raga. Ettan yang telah piatu semakin hari semakin dekat dengan Nurmala, dan mulai memanggilnya mama.Ternyata Ettan mempunyai Kakak perempuan yang bernama Clarissa.Dan Rissapun menemukan sosok mama pada Nurmala.
Ayah dari Rissa dan Ettan ini duda yang sangat sibuk bekerja. Mungkin karena statusnya yang duda sehingga membuatnya menyibukkan diri.
Melihat kedekatan anak-anaknya dengan Nurmala hatinya terenyuh. Apalagi Nurmala masih muda dan cantik.
Entah permintaan anak-anak entah hatinya yang mulai tertarik dengan ketulusan Nurmala, Danu sang duda memberanikan diri melamar Nurmala.
Awalnya Nurmala ragu, trauma pernikahannya masih membekas.
''Mas Danu, kalau aku menerimamu aku tidak merebutmu dari siapapun kan?''
''Maksudmu apa, Dek?'' Danu tak menjawab pertanyaan Nurmala malah balik bertanya.
''Kamu pasti sudah tahu cerita pernikahanku dulu bagaimana? dari Bapak. Aku tidak mau kejadian yang dulu terulang lagi.''
__ADS_1
'' Percayalah aku memang tidak bisa menjanjikan kebahagiaan untukmu, tapi aku akan berusaha membuatmu bahagia selalu. Dan aku juga akan mengusahakan Raga untuk ada dan melengkapi keluarga kita nanti.
Flashback end