Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
39 Karma


__ADS_3

Maya jatuh tersungkur karena hempasan Daud. Bisa berdiri lagi setelah dibantu Topan. Maya berusaha mengejar Daud, tapi ditahan oleh Topan.


'' Apaan sih, kenapa nahan aku! '' sungut Maya.


Topan yang sudah terbakar gairah, semakin mencengkram erat tangan Maya. Menyeretnya masuk ke dalam.


Pucuk dicinta ulampun tiba, kalau riski takkan kemana.


Maya berjalan terseok, karena diseret. Cengkraman Topan terlalu kuat untuk dilepaskan, dan dengan tangan yang satunya,


Plakk


sekuat tenaga Maya menampar Topan.


''Iepas, Aku mau pulang.''


Topan tetap tak melepaskan Maya, diusapnya pipi yang ditampar Maya. Topan menyeringai licik.


Hujan deras bercampur abu letusan Gunung Merapi, menemani pergantian hari dari siang ke malam. Petir dan kilat beradu saling sambar.


Topan menyeret Maya sampai ke ruangan seperti bekas kamar. Hanya ada dipan tanpa kasur, Topan membanting Maya ke atas dipan tersebut hingga menimbulkan suara decitan.


Merasa dilepaskan Maya berusaha untuk kabur. Sayangnya, begitu melepaskan Maya Topan langsung menindihnya. Maya tetap meronta dan menjerit minta tolong.


Rumah itu sendirian jauh dari tetangga, hanya ada suara binatang malam yang satu dua mulai berdendang. Itupun masih kalah dengan suara derasnya air hujan dan petir.


''Percuma, May kamu minta tolong, nggak ada yang dengar.'' suara serak Topan.


''Tolong, lepasin Aku, hik .hik . hik.... kamu mau apa! bajingan."


Plakk

__ADS_1


Maya berhasil menampar Topan lagi. Dan kali ini Topan tak tinggal diam, dengan satu tangan Topan mencopot ikat pinggangnya, kedua tangan Maya disatukan ke atas kepalanya dan diikatkan pada ke senderan dipan.


'' Kamu tenang saja May, Aku cuma mau memakanmu. '' suara lembut Topan pada telinga Maya.''Hentikan teriakanmu, May, atau Aku akan menyumpal mulutmu.''


''Bajingan kamu Topaaann'' teriak Maya, yang akhirnya Membuat Topan beneran menyumpal mulut Maya kertas bekas yang ada disekitarnya.


''Tahukah kamu May, Aku sudah lama suka sama kamu, tapi kenapa kamu tak pernah sedikitpun melihatku'' Tangan Topan mengelus pipi, menyibakkan rambut Maya ke belakang tangannya.


''Mbrr... mbrr...'' suara Maya jadi tidak jelas karena mulutnya tersumpal.


Tubuh Topan berada di atas Maya, tapi tidak menindihnya. Tanganya berlanjut menyusuri leher mulai menggigit kecil dagu Maya.'' Oh, May, akan kunikmati tubuhmu ini yang telah lama kunantikan.''


Topan melanjutkan gigitannya ke area leher. gigitan dan kecupan meninggalkan warna merah kebiruan di leher.


Topan mulai membuka kancing baju maya, dari atas sampai bawah. Hingga terpampang jelas dua gundukan penghuni dada. Ditarik paksa kain yang melapisinya, menjadi semakin jelas puncaknya.


'' Maya, indah sekali gunung kembarmu.'' Mulutnya mensesrap satu puncaknya dan puncak yang satu dipilin dan diplintir dengan tangannya. Setelah mensesrap yang satu pindah ke yang satunya, sama seperti yang di leher Topan banyak meninggalkan gambar merah bersemu biru di dua gundukan Maya.


Birahi Topan semakin tinggi, segara dilepaskan celana panjang yang dikenakan Maya hingga tinggal segi tiga pelindungnya saja. Dari sisi segi tiga tangan Topan masuk, mengusap rambut tipis penghuni ******** Maya. Tangan yang satunya mengacungkan jari tengahnya, dan dimasukkan ke lubang jalan bayi. Mencoba merasakan apa yang ada di dalam. Dikeluarmasukan jari tengah itu.


Setelah puas dikeluarkan jarinya, dilapkan pada segitiga pelindungnya, yang sebelumnya dilepaskan dulu dari tubuh Maya. Sekilas Topan mengamati, '' ternyata, May, kamu sudah nggak perawan lagi. Pantas tubuhmu tidak menolak mesti mulutmu berteriak. apa, kamu menikmatinya, sayang.''


Mata Maya melotot dan terus berteriak, walau tak jelas.


''Baiklah May, akan keberikan kenikmatan yang tak kan kau lupakan.'' Topan segera melepas semua bajunya hingga polos.


Kedua tangannya mengekap masing- masing gundukan, segera dimasukan inti tubuhnya yang telah tegak dari tadi, ke dalam inti tubuh Maya. Memaju-mundurkan dan meracau tidak jelas. Sesekali berhenti untuk menghisap punting Maya secara bergantian.


Berkali kali Topan melakukan aksi bejatnya. Ditambah dia tahu Maya sudah tidak perawan, maka dia melakukannya dengan sangat kasar, hingga Maya pinsan. Ketika Maya sadar, maka Topan akan menyerangnya lagi.


Menjelang tengah malam, Topan bergegas meninggalkan Maya yang pinsan. Setelah kesadarannya terkumpul penuh, rasa takut menghampirinya. Sebelum pergi dilepaskan ikatan tangan Maya.

__ADS_1


Pagi hari Maya ditemukan dalam keadaan pinsan dijalanan, oleh petani yang akan berangkat ke sawah. Dengan sisa tenaga yang dipunyai, Maya berjalan tertatih keluar mencari pertolongan. Rupa Maya sudah tak karuan dan diantara kedua pahanya mengalir darah. Membuat panik orang yang menemukannya.


****


Tomi kakak maya, tak menyadari kalau adiknya semalaman tidak pulang. Ibu dan Ayah tirinya sedang berada di Jogja. Mendapat kabar Raga kecelakaanpun dia tak langsung mengabari orang tuanya boro-boro menunggui di rumah sakit.


Ayah Raga mendapat kabar Raga kecelakaan dari Sigit, rekan sejawatnya sekaligus tetangganya.


Dari Jogja, Ayah Raga bablas ke rumah sakit tempat Raga dirawat. Istrinyapun terpaksa mengikuti, padahal dia ingin pulang. Akhinya sang istri menelpon putranya untuk menysul ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit


Sepasang suami istri itu kaget melihat siapa wanita yang duduk diantara sahabat dan anaknya. Hingga mereka tenggelam dalam pikiran masing- masing.


Perempuan yang kucerai dulu, masih kelihatan cantik dan awet muda. Kini Aku menyesal karena dulu aku menyiakannya.Raga anak kami, wajahnya sangat mirip denganya. Itulah sebabnya aku menjaga Raga tetap bersamaku. batin Papa Raga.


Kenapa perempuan itu harus ada di Sini, awas saja kalau dia menggoda suamiku. Lagian kenapa Raga sialan itu tidak langsung mati saja. Kalau begini kan aku juga ikut repot. Batin Soraya.


Keheningan menyelimuti para penunggu pasien. Jam di dinding menunjukkan jam tujuh tepat. Pertanda kalau dokter yang menangani Raga sebentar lagi datang.


Nurmala mendekati mantan suaminya, basa-basi memberi salam dan menanyakan kabar. Tak hanya pada mantan, tapi pada istri mantan juga. Sangat berbeda istri mantannya ini sewot dan judes padanya. Kemudian


'' Mas Dharma, aku meminta ijinmu, setelah Raga sadar nanti untuk membawanya ke Singapura. Aku mohon ini untuk kesembuhan Raga. Suamiku sedang mengusahakan rumah sakit terbaik di sana. Dan lagi Raga juga sudah lebih dari delapan belas tahun, dia juga sudah bisa menentukan pilihan nanti, mau atau tidak dia berobat ke Singapura.''


Perempuan ini, rupanya bersuamikan orang kaya. Dan tentang Raga, benar katanya Raga sudah bisa mentukan pilihanya sendiri.


''' Kita tunggu dulu apa kata dokter.'' Kata Ayah Raga.


''Terima kasih, Mas.'' Nurmala mundur kembali kembali ke bangku yang ada sahabatnya.


''Gimana?'' bisik Tia, sahabatnya.

__ADS_1


'' Tunggu apa kata dokter dulu, misalkan tidak boleh, Aku akan tetap memaksa, Tia. Raga bukan cuma anaknya, tapi anakku juga. Cukup selama ini dia memisahkan kami.'' air mata Nurmala sudah menggenangi pelupuknya. Tia dengan sabar mengusap pundaknya.


''Mah....Mamah..''


__ADS_2