Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
32 Nonton konser


__ADS_3

Pulang sekolah di hari Sabtu. Ara merayu Gea, untuk menemaninya ke cafe jingga.


''Ge.... ntar malam kamu ada acara nggak?... temanni aku yuk, ke cafe jingga. '' pinta Ara.


Gea yang sedang membereskan buku pelajarannya, terperanjat kaget, mendengar permintaan Ara. ''Nggak salah dengar nih, aku. kamu sehat ?... Secara ini malam minggu lho !... emang si Raga nggak ngapel.''


''Justru aku ke sana, mau ketemu sama Kak Raga.'' jawab Ara santai.


Gea melongo mendengar jawaban Ara, mengangkat tangannya dan menempelkan telapak tangannya ke jidat Ara '' Masih panasan pantat gue. ''


Ara menangkis tangan Gea. '' Apaan sih, pikiranmu pasti aneh aneh deh.''


'' Ya iyalah secara seorang Ara, kok nyamperin cowok gitu. Apa nggak aneh! " ujar Gea nyolot.


"Tapi Ge nanti malam kamu nginap ke rumahku ya.... soalnya papa lagi ke Semarang dan nggak pulang. ntar kita nggak ada yang jemput. Mau ya?....'' mohon Ara.


'' Lah gimana cerita sih lu, Ra emang Raga nggak ngantarin elu?. trus bokap lu nggak papa.... lu keluar malam. ''


''Kak Raga tuh di cafe jingga, kerja Ge, nyanyi di sana, bersama bandnya. dari hari Kamis sampai Sabtu. Dan aku sudah ijin sama papa, dan dibolehkan asal aku ke cafenya nggak sendirian. kak Raga juga sudah cerita ke papa, dan didukung sama papa asal nggak


ganggu sekolahnya. Gimana Ge.... mau ya.... ntar aku ijinin ke tante deh. ''


''Sebenarnya mamahku lagi nengokkin abangku Ra.... jadi rumah sepi. Ini aku juga mau bilang ke kamu boleh nggak ngunep di rumahmu.'' Ujar Gea yang tentu saja disambut tawa sumringah Ara.


'' Ok fix kita langsung pulang ke rumahku ya.... Kak Raga juga ada keperluan jadi.... kita bisa pulang bareng.'' ajak Ara


'' Baik, ndoro putri '' tertawa dan terus bercanda ria disepanjang perjalanan pulang.


***


Malam Minggu pukul setengah tujuh, Ara dan Gea telah sampai di cafe jingga. Pengunjung cafe sangat ramai, Ara dan Gea pasrah hanya duduk lesehan diluar cafe. Alhasil tak bisa melihat penampilan Raga dan kawan kawan, hanya suara nyanyian Raga saja yang sedang menyanyikan lagu dari Judika , Cinta Karna Cinta.


''Ra, kita nggak dapat tempat di dalem, malam Minggu pengunjung membludak. Lu nggak papa kan ? kita lesehan di sini.'' tanya Gea. Ada semburat kecewa dimuka Ara.

__ADS_1


'' Nggak papa lah Ge orang cafenya juga lagi ramai.'' nada kecewa Ara.


Radit salah satu owner cafe mendekati Ara dan Gea. Ikut duduk di lesehan.'' Halo cantik pasti berkesan ya... sama cafe ini sampai mau datang lagi. Atau kangen ya... sama aku.''


''Bang Rad.... jangan keGRan ya... nih gue ke sini buat nganterin ndoooro putri yang merengek pengen lihat konser sang pangeran.'' terang Gea.


''Gitu ya.... kirain kangen pengen ketemu aku terus.'' kata Radit cengengesan, niat hati pengen ngelucu, ternyata garing.''


''Ihh ... kepedean.'' ceplos Gea.


Ngapain kangen sama Bang Radit .


'' Jadi Ara nih mau ketemu Raga?, bentar ya .... sebentar setengah jam lagi mereka istirahat. Tungguin ya... pesan pesan aja dulu. Abang kerja dulu.'' Radit beranjak meninggalkan Ara dan Gea. Tanpa disadari ada dua pasang mata memperhatikan Ara dan Gea.


Dua pasang mata milik Daud dan Topan. Setelah Radit pergi, Daud berniat mendekati Ara.'' Eh kemana? '' cegah Topan.


''Bentar ada bidadariku '' Daud berlalu dari Topan, dan Topan ikutan berdiri dan mengekor Daud. Bersamaan pula dengan Raga yang menghampiri Ara setetah dibertahu Radit perihal kedatangan Ara dan Gea yang lesehan di luar.


Ara yang melihat Raga menghampirinya, tersenyum gugup dan tak memperhatikan kedatangan Daud dari arah lain.Raga langsung duduk di depan Ara.


'' Ini kenapa hawanya jadi panas gini.Moga nggak ada perang dingin deh.'' batin Gea


Tak lama berselang Aldo dan kedua temannya ikutan bergabung. Sama halnya Raga, Aldo juga kaget dengan keberadaan Daud dan Topan.


'' Ternyata kalian berdua alih profesi pantas sudah nggak mau lagi balapan, ternyata ngamen di sini kalian. '' kata Topan ke Raga dan Aldo.


'' Ini juga salah satu hoby kami Pan... yang pasti nggak ngerugiin orang lain. '' jawab Aldo. Topan menahan getir jawaban Aldo. Bagaimanapun aksi balapan Raga adalah ladang pendapatannya yang sekarang terhenti.


''Kapan balapan lagi?'' tanya Daud asal daripada diam.''


''Nggak ada.'' jawab Raga spontan dan terus memandangi Ara, yang dipandangi sudah merona wajahnya.


Semua mata tertuju ke Raga.'' APA!''

__ADS_1


Aldo dan teman temannya langsung tertawa keras hingga megundang pengunjung lain untuk menoleh ke arahnya. Aldo menyadari telah membuat gannguan seketika diam. ''Maaf maaf gini ini kalau kita numpang pada dua orang yang lagi kasmaran serasa dunia milik berdua. Hua ha ha....''


Mendengar kata kata Aldo ada desiran tak terima Ara dimiliki Raga, karena dialah yang pantas untuk Ara.Kedua tangannya menggenggam erat. Topan yang melihatnya, tersenyum licik.'' Ada yang terbakar hatinya, mungkin suatu saat bisa kumanfaatkan.'' Batin Topan.


Raga membuka gawainya, mengetikkan sesuatu di benda kotak pipihnya.


Tak lama Ara merasakan getaran pada gawainya.


📩 pulang sekarang ya? gue sudah pesen taksi online bentar lagi nyampe.


Ara mengangguk ke Raga tanda dia setuju. Lalu berbisik ke Gea untuk mengajaknya pulang.


Tak lama taksi online datang, Ara dan Gea bergegas untuk pulang.


''Kemana Ra? '' tanya Daud yang melihat Ara berdiri.


'' Aku mau pulang sudah malam, Daud. ''


''Aku antar ya....''


'' Nggak , terima kasih Daud. Sudah ada yang jemput. Yuk Ge.'' Gea menurut digandeng Ara.


Raga mengekor dibelakang Ara memastikan bahwa taksi online yang dipesannya tidak salah.


Ara dan Gea telah masuk ke taksi pesanannya, berdua duduk di belakang. Kaca pintu dibuka untuk berpamitan ke Raga.


''Hati hati sudah sampai rumah kirim pesan ya....'' kata Raga.


''Heem'' jawab Ara ngangguk ngangguk.


'' Besok siang gue ke rumah .''


'' Iya ...assalamualikum''

__ADS_1


''Waalaikumsalam.''


__ADS_2