Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
35 Ketemu Maya


__ADS_3

Gunung Merapi salah satu gunung paling aktif dan berada di tengah Pulau Jawa sedang erupsi. Statusnya sudah bukan lagi waspada atau siaga tapi sudah melampaui awas Merapi. Sudah tiga hari Merapi batuk batuk dan mengeluarkan suara yang menggelegar, terdengar sampai tempat tinggal Ara. Abu vulkanik menghujani hampir seluruh kota.


Selain kelas tiga yang sedang melaksanakan UN ( Ujian Nasional) seluruh siswa kelas satu dan dua diharapkan belajar di rumah alias diliburkan.


Randy, papanya Ara jadi jarang pulang, kerjaannya bertambah karena harus ikut meninjau dan memastikan lokasi kondisi para pengungsi benar benar aman dan nyaman serta tidak kekurangan apapun. Dan Ara memaklumi kondisi itu.


Ara berada di rumah bermain dengan Alif anak Rini dan Antok yang kini usianya sudah dua bulan. Kelahiran Alif membuat Ara seperti punya mainan baru. Hari hari setiap pulang sekolah yang dicari pasti Alif. Bahkan sering berebut Alif dengan Papanya.


Papa Randy juga sangat menyayangi Alif, dan menganggap Alif adalah cucunya. Nama Alifpun Dia yang memberikan. Satu yang membuatnya menyesal hanyalah cuma dia sendiri yang tidak ada saat Alif lahir.


Ragapun juga sangat menyayangi Alif. Berbeda denga Ara yang sampai Alif umur dua bulan belum berani menggendong, Raga justru lebih berani. Anggap saja Alif gitar katanya saat menyuruh Ara gendong Alif.


Sejak mau mendekati ujian dan sampai ujian datang Raga sudah jarang main ke rumah Ara. Bahkan dia juga berhenti nyanyi di cafe. Raga sangat serius berjuang untuk lulus. Hubungannya denga Ara benar benar pembawa pengaruh positf padanya. Demi Ara Raga ingin meraih masa depan yang lebih baik dan layak untuknya menyanding Ara.


*****


Ara ikutan rebahan dengan Alif di ruang tengah rumahnya. Di situlah Ara biasa ngejagain Alif. Di ruangan itu telah ditaruh kasur lantai oleh Papa Randy piranti tempat Alif bermain.


Lagi asik bermain dengan Alif Ara dikejutkan dengan kedatangan Gea sahabatnya.


''Ara...'' Sapa Gea dan langsung ikutan duduk lesehan.


'' Tamu tuh salam dulu, bukannya nyelonong aja gini. Cuci Kaki cuci tangan dulu sana? Anak kecil nih.'' Ucap Ara.


''Gue tuh salam Ara... noh Mbak Rini yang jawab. Gue datang pas Mbak Rini buka gerbang. '' kata Gea dan langsung berdiri dan menuju ke kamar mandi, melaksanakan perintah Ara.


''Ra.... keluar yuk? jalan jalan gitu.'' Ajak Gea setelah mencuci kaki dan tangannya.


''Kamu lupa Ge, di luar lagi hujan abu gitu. Nggak ah, yang ada nanti kita sakit mata.''


'' Ya... Ara gue sudah sampai sini juga elu nggak mau. Mungkin ini kesempatan terakhir kita jalan bareng lho Ra.'' Ucap Gea memelas.


''Maksudmu apa?'' Tanya Ara penasaran.


''Mmm... hari ini kan terakhir tuh anak kelas tiga ujian, nah si Raga bakal punya waktu lagi buat elo. Pasti dia bakal terus nempel ke elo, Padahal nanti setelah kenaikan kelas gue pindah Ke Jakarta.'' Kata Gea lirih.


'' Ya ampun Ge jadi kamu mau ninggalin aku? Kenapa harus pindah sih ? Nggak bisa apa nunggu sampai kamu lulus saja.'' Ara mendekatkan diri dan memeluk Gea.'' Pasti nanti aku akan kehilangan kamu.'' Sambung Ara lagi.

__ADS_1


'' Mau gimana lagi Papaku sudah purna tugas. Jadi gimana Ra....mau ya ? jalan jalan, gue mau nyari sesuatu yang kembaran gitu sama elu, entah baju, tas atau apalah yang penting kembaran sama elu buat kenang kenangan gue.''


''Boleh deh, tapi kemana ? hujan abu gitu keluar sebentar badan rasanya lengket.'' Ucap Ara yang sebenarnya masih malas untuk keluar rumah.


''Tenang Ra... nggak separah yang elo bayangkan. Siabu lagi dibawa angin ke arah Klaten dan Boyolali. Jadi tempat kita aman. Kita ke mall punyanya teman elu yang lemes itu saja Ra? banyak barang bagus di sana.'' Kata Gea pelan pelan karena Alif yang lagi dipuk puk pahanya oleh Ara sudah mulai tertidur.


''Daud maksudmu?'' Tanya Ara juga dengan suara pelan. Dijawab Gea dengar anggukan.


Rini yang masuk ke ruang tengah dan melihat anaknya tertidur pelan pelan mengangkatnya untuk dipindahkan ke rumah belakang.


''Kamu mau keluar Dek?'' Tanya Rini karena mendengar obrolan mereka dari dapur.


''Iya , Mbak. Boleh ya?''


''Iya boleh tapi hati hati .'' Rini membawa Alif ke belakang dan Ara masuk ke kamarnya untuk ganti baju.


****


Ara dan Gea telah sampai di mall yang menjadi tujuan, salah satu mall terbesar di kota Ara yang menyatu dengan hotel milik keluarga Daud.


" Ra .... emang elo nggak ada rasa sedikitpun gitu ke Daud, orang tajir melintir gini? " Goda Gea


"Semarangan orang lemes gitu, big ogah gue. " Sungut Gea.


" Nah itu tahu. BTW kita mau ngapain dulu nih? " Tanya Ara.


" Ke pakaian dulu yuk cari yang lucu lucu." Dan diangguki oleh Ara.


Di sinilah kini mereka berdua, di salah satu outlet ternama sibuk memilah milah T- shirt. Saling mencocokkan selera supaya menemukan pilihan yang bisa dipakai untuk kembaran menurut versi mereka.


'' Akur amat kalian berdua, mana yang pertama mana yang madu nih?'' Maya adik tiri Raga yang kebetulan juga ada di mall itu sengaja mendekat setelah melihat ada Ara dan Gea.


Gea yang melihat Maya sejak pertama menghampirinya sama sekali tidak menggagasnya. Dikiranya dengan dicuekin Maya akan berlalu pergi. Kenyataannya malah sebaliknya. '' Wah tenyata budeknya juga akur ya? Tapi kalau lihat gambar ini apa masih bisa akur dan rukun.'' Maya mengeluarkan HPnya dan memperlihatkan beberapa gambar Raga dan Gea dalam sebuah ruang seperti gudang. Mereka sedang pelukan dan juga ada gambar mereka sedang ciuman.Seketika wajah Ara merah padam, hatinya perih bagai teriris. Gea yang melihat perubahan raut Ara segera merebut HP Maya dan diapun melihat gambar yang sama. Gea bingung kenapa bisa ada gambar foto dirinya dengan Raga.


'' Bagaimana mau menyangkalnya atau mau bilang editan? ... '' Ucap Maya dengan merebut kembali HPnya.'' Setidaknya kamu tempat yang ada di foto kan ?.'' Sambung Maya lagi.


''Diam lo! '' Sentak Gea ke Maya. Mencoba meraih tangan Ara tapi dihempaskan dan Ara mundur ketika Gea mendekat. '' Ra.... Gue bisa jelasin semua, ini salah paham.'' Ara tak bergeming pikirannya entah sedang melalang kemana.

__ADS_1


Flashback on


Gambar foto yang ada di HP Maya memang benar adanya. Saat itu lagi ada kegiatan remaja di asrama, kebetulan Raga dan Gea menjadi seksi penyedia alat dan perlengkapan acara. Hari sudah sore ketika acara tanding bola voli selesai Raga dan Gea membereskan peralatan yang dipakai. Hubungan Raga dan Gea sebagai tetangga memang sudah membaik sejak ada Ara. Mereka sering belajar bersama di rumah Ara, lebih tepatnya Raga yang mengajari mereka berdua.


'' Ga... gue mau minta maaf ke elu.'' Kata Gea setelah sampai depan gudang peralatan olah raga asrama.


'' Maaf untuk....'' tanya Raga dengan membuka kunci gudang.


'' Selama ini gue salah paham ke elu, gue cemburu ke elu karena nyokap gue perhatian ke elu dan sering ngasih uang dan barang barang ke elu yang harganya pun tidaklah murah. Tapi kemarin waktu beres beres buat packing pindahan gue nemu banyak bukti tranferan atas mana Nurmala dan teryata nama nyokap elu. Ternyata selama ini nyokap elu nitippin elu ke mamah karena nyokap elu sahabat mamah.''


'' Udah nggak papa. Gue kira sikap elu itu wajar kan gue emang bukan siapa siapa elu tapi terima banyak dari keluarga elu. Terus jadi keluarga elu pindah? Ara bagaimana sudah diberitahu? '' Tanya Raga dan mereka sudah selesai membereskan perelatan yang habis dipakai kembali ke tempat semula tertata rapi.


'' Belum ... nanti saja kalau sudah dekat harinya, siapa tahu nggak jadi.'' Jawab Gea dan dia membuka pintu tempat tadi dia dan Raga masuk. Ternyata susah untuk dibuka.


'' Kenapa?''


'' Pintunya nggak bisa dibuka"


" Masak sih." Tanya Raga tidak percaya. "Huh... ini ada yang kunci dari luar. " sambung Raga dengan tetap berusaha membuka paksa.


" Memang tadi kuncinya nggak elu ambil." Gea mulai panik.


" Nggaklah kita kan sebentar di dalam."


Dilihat sekeliling ada kursi reot, diambil oleh Raga dan diletakkan dibawah jendela yang terbuka tapi letaknya cukup tinggi. Raga menyuruh Gea untuk naik ke kursi reot tadi, agar sampai ke jendela tersebut. Naasnya kursi itu tidak mampu menahan berat tubuh Gea sehingga Gea terjatuh menimpa Raga, dan terjadi adegan seperti dalam gambar foto yang ditunjukkan Maya.


Flashback end


"Jadi itu perbuatan elu hah...'' Tanya Gea geram.


'' Dan kamu mengakuinya. '' Ucap Maya sinis.


Ara bergeming dari tempatnya. '' Ra...'' Gea membuntuti Ara.'' Ra... elu mau kemana? Ra... gue bisa jelasin. Elo salah paham Ra. ''


'' Ge sebaiknya aku pulang saja. Aku butuh tenangin diri dulu, aku tunggu cerita dari Kak Raga dulu. Dan akupun juga nggak ada hubungan apa apa kan sama Kak Raga.''


'' Tapi Ra... Ara...''

__ADS_1


Ara tetap melangkah pergi meninggalkan mall.


__ADS_2