
Raga masih berfikir apa yang lucu sehingga Aldo menertawakannya, sebelum meninggalkannya sendirian. Sebelum Raga meninggalkan markas dia mengirim pesan ke Ara
📨 Dek nanti malam gue ke rumah ya?
tanpa menunggu jawaban Raga melesat menuju rumahnya. Sampainya di rumah seperti biasa Raga langsung masuk kamar tanpa memperdulikan penghuni yang lain yang jelas-jelas di ruang tamu ada ibu tiri dan saudara tirinya. Cuma satu jam Raga di rumahnya dengan membawa tas sekolahnya dia pergi lagi, tujuannya pasti ke rumah Ara.
Selepas magrib Raga sampai di rumah Ara. Kebetulan Ara lagi di luar rumah mau nutup pintu gerbang. Raga melepas helmnya dan mematikan motornya ." Nungguin gue ya… pantesan nggak ngebalas pesen gue." goda Raga.
Pintu yang sudah mau ketutup dibuka lagi oleh Ara " Ih Kak Raga GRan, Ara disuruh papa nutup pintu kok… kan sudah malam. Mau masuk nggak ? Ara tutup nih… " kata Ara sewot.
Raga menuntun motornya masuk ke halaman rumah Ara." Jangan ngambek dong, maaf deh… maaf ya… Raga menghentikan langkah kakinya sejenak memandangi wajah Ara dengan seksama." walaupun ngambek kamu tetep cantik banget, sayang."
Ara terbengong dengan ucapan Raga, apalagi dengan kata sayang diakhir kalimat langsung membuat wajah Ara merona merah. Karena malu Ara berlari meninggalkan Raga dan duduk di kursi teras. Melihat tingkah Ara Raga merasa geli dan senyum-senyum sediri sambil jalan dan mendaratkan pantatnya di kursi sebelah Ara yang terhalangi meja kecil.Sekian menit mereka dalam keheningan. Ara hanya melihat ke bawah tak berani melihat Raga.
"Kak...."
"Ra....."
Sekalinya mau bicara malah bebarengan. Dan kembali hening lagi. Dalam keheningan mereka dikagetkan dengan suara pintu rumah yang dibuka, seketika mereka menoleh bersama.
"Lho ada Raga. sudah lama? ... lha kok tidak kedengaran suara kalian dari dalam .'' kata Papa Randy yang sebetulnya juga kaget ada dua mahkluk tanpa suara dan tiba-tiba menatapnya.
''Barusan Om '' Raga bangkit dan menyalami Papa Randy.
''Kenapa di luar... bawa masuk Raganya , Dek. Papa mau ke tempat Pak RT sebentar.''
Lah si emang gue barang pakai dibawa segala.
''Iya pah....''
Setelah papanya pergi Ara mengajak Raga lesehan di teras belakang yang menghadap ke kolam renang. Karena Raga datang membawa buku sekolah, Arapun ikut mengambil buku pelajarannya dan akhirnya belajar bersama. Lebih tepatnya Raga yang banyak mengajari Ara, karena Raga yang sudah kelas tiga dan Ara yang masih kelas satu. Mbak Rini melintas dengan perut buncitnya.'' Pada serius amat sudah pada makan belum? '' tanya Mbak Rini.
__ADS_1
Tanpa malunya Raga menjawab belum. Mbak Rini terkekeh mendengar jawaban Raga yang to the point.''Dek Ara mas Raganya belum makan tuh ? '' kata Rini ke Ara ''Sudah lapar ya,mas?'' tanya Rini ke Raga.
''Iya mbak lapar banget .'' kata Raga dengan menatap Ara, begitu juga dengan Rini, dengan senyum senyum menatap Ara.
''Lah kok ... pada ngeliatin aku, kenapa?'' tanya Ara bingung.Rini yang menawari Raga makan, malah pergi ke rumah belakang meninggalkan Ara dan Raga.
Raga yang duduk disamping Ara mendekatkan mulutnya ke telinga Ara setelah Mbak Rini beranjak pergi, dan berbisik '' sayang aku lapar..... '' Ara yang kaget mendengar kata sayang seketika menoleh dan karena jarak wajah Raga yang terlalu dekat tanpa sengaja Ara mendaratkan ciuman di pipi Raga.
Raga terkejot niat hati menggoda Ara malah dapat bonus dicium Ara.Keduanya jadi salah tingkah saling menunduk tak ada suara, bahkan menggeser posisi duduknya menjadi berjauhan dan tenggelam dengan perasaan masing masing.
*Kenapa sih aku sampai cium Kak Raga, jadi malu kan. Ini kenapa jantung nggak berhenti lonjak lonjak terus nggak capek apa?. berhenti dong ! Ara sudah gemeteran ini.
Gini ya rasanya dicium cewek , ya walau nggak sengaja tapi rasanya bahagia banget, aduh pengen terbang melayang saja*.
''Lho kok …. malah diam-diaman, Mas Raga nggak jadi laparnya.'' kembali keduanya kaget lagi kali ini oleh suara Rini yang tiba tiba muncul.
''Hah'' ternyata otak Ara belum jalan. Rasa malu dan kaget masih menyelimutinya.
''Oh... iya.'' Ara sudah berani menatap Raga.'' Kak mau makan disini apa di dalam? ''
''Di dalam saja Ra... repot nanti kalau dibawa bawa ke sini.'' jawab Raga.
''Mbak Rini kami makan di dalam saja. Mbak Rini sekalian makan bareng kita ya?'' Niat Ara ngajak Rini makan bareng untuk menghilangkan kecanggungannya dengan Raga.
'' Mbak Rini sudah makan tadi, buruan gih kalian makan keburu dingin nanti sayurnya.''
Ara masuk kedalam rumah diikuti Raga dibelakangnya, sedangkan Rini kembali ke rumah belakang.
''Kak Raga duduk dulu di ruang makan Ara siapin piring sendoknya.'' tanpa menjawab Raga menuju ke kursi ruang makan tak lama Ara membawa perlengkapan makan, karena nasi sayur dan lauknya sudah disiapkan Rini di meja makan.
Raga makan dengan lahap tak ada rasa sungkan karena sudah terbiasa makan di rumah Ara. '' kak... makan pelan pelan dong. Ini juga masih banyak nggak bakalan habis juga oleh Ara.''
__ADS_1
''Maaf Ra.... '' Raga menghentikan suapan ke mulutnya.'' Ini karena gue laper banget dan juga sayurnya enak banget.'' Raga melanjutkan suapannya, bahkan sampai mambah dua kali.
''Padahal cuma sayur lodeh lho.'' guman Ara pelan tapi masih terdengar oleh Raga.
''Tapi enak Ra, siapa yang masak?''
''Ara.'' jawab Ara enteng.
''Elu...'' jawab Raga setengah tidak percaya.
''Iya. kenapa Kak Raga nggak percaya? ''
Apa sih Ra kekurangan elu cantik pinter bisa masak mana enak lagi masakannya.
''Percaya.... pantesan enak. nambah lagi ya Ra?''
''Eh jangan Kak... bukannya nggak boleh, Kak Raga sudah mambah dua kali, dan makannya juga cepet-cepet kayak ngejar maling takutnya nanti malah sakit perutnya. Dijeda dulu ya.''
''Iya juga sih, bisa-bisa nggak jadi belajar lagi nanti. ''
''Nah itu tahu. Sini piringnya biar Ara beresin.''
''Perlu bantuan nggak?''
''Emang bisa cuci piring.''
''Bisalah itu mah kecil.''
'' ya sudah ini tolong dicuciin ya piringnya, awas jangan sampai jatuh apalagi pecah.''
''Asshiaaapp nyonya.''
__ADS_1