
Raga dan Ara telah selesai makan dan kini mereka telah kembali ke tempat semula untuk melanjutkan belajarnya.
''Ra elu kenal Daud sudah lama?'' tanya Raga yang penasaran.
''Lumayan seh, jadi dulu tuh Ara satu SD sama Daud. Waktu itu Ara kalau nggak salah Ara kelas tiga mulai kenal Daud, dan Daud kelas empat. Sebelumnya nggak saling kenal, tapi karena Almarhum Kak Arti sahabatan sama Kak Sizi kakaknya Daud, dan kalau Kak Arti main ke tempat Kak Sizi selalu ajak Ara dari situ Ara mulai kenal Daud.Jadi dulu kenalnya malah di Rumah Daud bukan di sekolah.Sumpah Kak.... dari kecil Daud itu nyebelin anaknya."
"Nyebelin gimana?" tanya Raga
"Daud tu orangnya bossy dan suka bully. Itu yang membuat aku tidak suka ke dia. Yang paling ku ingat kenakalan Daud adalah dia narik rambutku yang dikuncir dua dari belakang, terus dikibar kibarkan. Jengkelin kan.''
''Trus elu nangis?'' tanya Raga menggoda.
''Ya nangis lah ... namanya juga masih kecil. Coba Kak Raga jadi aku pasti nangis lah.'' jawab Ara sewot.
'' ya.... jangan sewot dong, lanjutin lagi deh ceritanya.''
Ara melanjutkan lagi ceritanya.'' Pas kejadian itu aku pulang sekolah dijemput mama yang sekalian pulang dari kantor papa. Aku ngadu semua sama mama, kebetulan Daud lewat dan menoleh di depan kami. Aku kasih tunjuk aja ke mama, tuh mah anak yang nakalin Ara. Dan mama menghampiri Daud, Aku nggak tahu mama ngomong apa.
Semenjak itu aku kalau diajak Kak Arti untuk main ke rumah Kak Sizi aku nggak pernah mau.Sampai satu ketika Kak Sizi main ke sini dan ternyata Daud ikut, tahu nggak Kak? sejak saat itu Daud baik banget padaku. Aku nggak tahu kenapa. Ya... walaupun sikapnya berubah baik padaku tetap saja di sekolah tidak berubah, masih sama saja. Dan aku tetap tidak mau berteman dengannya. Sampai mama dan Kak Arti pergi untuk selamanya, dan aku sama papa pindah dari sini, aku nggak pernah ketemu lagi sama Daud. Baru ketemu lagi pas aku sama Gea ke cafe Jingga. Tidak ada yang berubah dari Daud sifat dan sikapnya masih saja nyebelin.''
''Ra.... benci dan cinta itu beda tipis, dari benci bisa berubah jadi cinta. Gue nggak mau elu terlal7 benci ke Daud. '' kata Raga yang menatap serius ke Ara.
''kenapa?''
''Kalau elu jadi cinta .... trus gue gimana?...'' ujar Raga memelas.
''Hahh... Kak Raga... jangan dong!. Ih amit amit jabang bayi." kata Ara sambil mengusap jidatnya, lalu mengtuk ngetukkan tangannya ke lantai.Sontak membuat Raga tergelak melihat kelakuan Ara. Kemudian Ara ikutan tertawa. Ditengah tawanya Raga mencuri pandang ke Ara.
__ADS_1
Elu lucu dan ngegemesin banget sih Ra.
Ara yang merasakan pandangan Raga, berhenti ketawa. Ragapun demikian. Sesaat suasana jadi hening.Kemudian Raga mulai berbicara lagi.
"Ra ngomong ngomong soal cafe jingga, mulai kamis besok gue ngamen di sana.''
''Maksudnya gimana ? ''
'' Gue sama teman teman salah satunya Aldo, teman sekelas gue, elu tahu kan? '' Ara mengangguk. ''Kami berempat dan yang dua dari SMK xx dari kamis sampai sabtu kita main jadi penghibur di cafe jingga.''
'' Menghibur tamu gitu... Kak Raga ngeband gitu?... trus manggung di cafenya Bang Radit gitu? ...''
''Iya.''
''Wah hebat dong. Kak Raga nanti bisa terkenal. Dapat bayaran nggak, Kak? he ...he...he...'' kata Ara dengan polosnya.
''Dapatlah, lumayan biar bisa buat ajak elu jalan jalan.'' jawab Raga disertai senyuman menggoda.Tapi kok lu bisa kenal Radit? ''
''Iya dikenalin sama Gea, kan yang ngajak Ara ke sana Gea. Kata Gea kalau Bang Radit itu sahabatnya kakaknya Gea.Ara suka Cafe itu. oh ya ... Kak, waktu Ara di cafe jingga itu Ara yang ketemu Daud, ada perempuan yang nempelin Daud terus dan Kata Gea perempuan itu namanya Maya dan dia sodara Kak Raga. Bener Kak? '' kata Ara hati hati takut menyinggung Raga.
''Bukan sodara gue cuma anak tiri bokap gue. ''
''Maaf ya Kak .''
''Nggak papa emang kenyataanya begitu. ''
''Apa Maya itu pacarnya Daud?'' tanya Ara tetap hati hati.
__ADS_1
''Nggak tahu gue, males ngurusin mereka. Yang gue tahu beberapa kali Gue lihat Daud ke rumah.''
''Kalau Kak Raga main nanti boleh nggak Ara nonton. '' tanya Ara.
''Bolehlah malah bisa jadi penyemangatku.jawab Raga.''
''Hemm maunya...''
'' Ra...kalau gue minta elu buat ngejahuin Daud apa kamu mau? ''
''Tanpa Kak Raga nyuruh pun aku juga nggak suka deket deket Daud. ''
'' Dan jangan benci Daud Ra....''
'' Iya... Kak Raga juga!...keenakan ngamen jangan sampai lupa belajar lupa sekolah. Apalagi Kak Raga sekarang sudah kelas tiga.''
''Ashiap nyonya. Dari tadi kita juga belajar kan. Gue pulang dulu Ra, nanti jam ditungguin anak anak di studio, buat latihan besok manggung. "
" Iya."
Setelah memberesi buku bukunya Raga Raga berjalan keluar diantar Ara." latihannya jangan sampai tengah malam lho Kak, ingat besok masih sekolah bukan hari libur."
"Siap. Gue pulang ya... bsok masih boleh kan belajar lagi ke sini?"
"Boleh." jawab Ara
Raga memakai jaket dan helmnya. setelah helm terpasang dibukanya kaca helm tersenyum ke Ara. " Masuk gih buruan tidur, jangan lupa bawa gue ke mimpi indahmu."
__ADS_1
"Apaan sih Kak.... ngegombal wae. Sudah sana pergi. Wassalamuaikum. " usir Ara.
"Waalikumsalam. " Raga langsung menggeber montornya melaju meninggalkan Ara dwngan peraaan berbunga bunga.