
Satu tahun sudah Ara dan papanya tinggal di Semarang. Menghabiskan masa kelas dua SMAnya. Kini Ara berada dipenghujung kelas dua SMA.
Ujian kenaikan kelas baru saja selesai sehari yang lalu. Sedikit ada kelegaan di hati para siswa. Menunggu dengan dag-dig-dug hasilnya. Walau sudah tidak ada tidak ada kegiatan belajar mengajar, para siswa tetap diwajibkan hadir di sekolah. Karena masih banyak kegiatan diluar proses belajar mengajar yang harus diselesaikan.
Sudah tradisi temurun setiap selesai ujian pasti akan diadakan class meeting. Tujuan diadakannya class meeting adalah untuk mengisi kekosongan para siswa, merefresh otak setelah berkelut dengan ujian. Selain itu juga untuk membantu para guru untuk lebih fokus pada pemeriksaan hasil ujian dan pemberian nilai pada siswa.Karena biasanya acara ini diisi dengan aneka perlombaan, yang langsung dikordinir oleh anggota OSIS.
Hari pertama class meeting, kelas Ara belum ada jadwal pertandingan apapun jenisnya.Meskipun begitu banyak teman-teman sekelas Ara yang rela menjadi suporter untuk kelas lain.
Ara malas untuk ikutan jadi suporter suka rela, dia lebih memilih berdiam diri di kelasnya.
Ratih teman Ara dari SMP, yang dipertemukan kembali di SMA. Dan menjadi teman sekelas dan sebangku, datang menghampiri Ara.
''Ra....'' Panggil Ratih tapi tiada sahutan dari Ara.
''Ra! whoi... anak perawan pagi-pagi melamun.'' Ara tersentak.
'' Apa seh, Tih.ngagetin saja.'' Ara bergeming.
'' Kamu dipanggil diam saja, melamunkan apa? hem? '' Ratih memutar kursi dan duduk di depan Ara. '' Nih ada paket buat kamu.'' sambung Ratih dan menyerahkan kotak kecil berwarna merah muda berpita biru.
''Untuk kali ini kalau kamu tidak mau terima, kamu kembalikan sendiri ya?
khusus ini aku cuma kurir satu arah, berhenti di kamu tidak bisa kembali ke siempunya yang kasih.'' Karena cuma Ratih yang dekat dengan Ara semenjak Ara di SMAnya, jadi banyak teman lelakinya yang menitip kado atau sekedar salam pada Ratih. Tapi Ara tidak pernah mau menerima hadiah-hadiah yang diberikan. Selalu meminta pada Ratih untuk mengembalikan, dan tentunya tidak gratis, ada OJnya.
''Kok gitu tih, emang ini dari siapa?''
''Dari cowok SMA sebelah.''
'' Hah! kok bisa emang aku kenal?''
'' Ya, mana aku tahu, '' Ratih mengedikkan bahunya.'' kenyataanya dia tahu kamu tuh. ''
'' Namanya siapa? tahu kamu juga? atau dia kenalan kamu?''
''Aku juga belum kenal, tadi pertama bertemu, dia bilang namanya Rega. ''
__ADS_1
''REGA!'' teriak Ara spontan bangkit dari kursinya.
Ratih ikutan berdiri meletakkan kedua tangannya pada masing-masing bahu Ara.'' Hussttt sellow....sellow... duduk ya, ayo duduk lagi.'' Ara menuruti Ratih untuk duduk kembali.''kenapa seh, pakai teriak segala, untung nggak ada orang.'' runtuk Ratih setelah Ara mau duduk kembali.
''Nama itu Tih, sepertinya familiar nggak asing bagiku, tapi aku tidak bisa mengingatnya, Tih.'' Ara menatap sendu Ratih.
Sedikit banyak Ratih mengetahui tentang Ara yang pernah kecelakaan yang menyebabkan Ara kehilangan sebagian memorinya. penyebab Ara kecelakaan yang Ratih tidak tahu. Tapi untunglah Ara tidak lupa kalau Ratih adalah temannya dari SMP.
Bagaimana Ratih mau tahu apa yang menyebabkan Ara kecelakaan kalu Ara sendiripun tidak ingat. Ara bercerita pada Ratih kalau Ara dicelakai oleh temannya yang pengedar narkoba, dan sekarang temannya itu sudah mendekam di penjara. Dan hilangnya memori Ara adalah keberuntungan untuk Ara, sehingga Ara tidak trauma. Cerita itu didapat Ara dari Papanya. Dan Ara mempercayai itu. Kata papanya lagi, Ara terpaksa dipindahkan ke Semarang demi keaelamatan dirinya.
''Sabar ya, Ra.Suatu saat ingatanmu pasti kembali. Apa, kamu buka saja ini kotak siapa tahu ada suratnya.'' saran Ratih.Karena untuk yang sebelum-sebelumnya Ara selalu mengembalikan hadiah yamg diberikan padanya tanpa membukanya.
Untuk hadiah kali ini Ara dibuat penasaran. Kata hatinya juga menyruhnya untuk membuka. Siapa tahu ada kaitannya dengan masa lalunya yang hilang.
Melihat ekspresi Ara, Ratih yakin Ara ingin tahu isi kotak yang sekarang sedang dipegangnya.
''Lama Ra, aku buka ya?'' setelah mengibas-ibaskan kotak kecil itu ke udara, Ratih membuka kotak kecil hadiah untuk Ara. Setelah dibuka'' Apa ini Ra?'' Ratih membolak-balikkan benda kecil dari kotak kecil.
'' Gantungan Hp, kan?'' jawab Ara santai.
Ara meraih Gantungan Hp pemberian orang yang bernama Rega.'' Ini seperti helm, miniatur helm.'' guman Ara pelan tapi masih terdengar oleh Ratih.
Ratih meraih kembali gantungan Hp berbentuk helm itu '' Ini terbuat dari apa, ya? apa mungkin dari salah satu logam mulia. Heeemmm.... kalau iya pasti mahal.''
TUK
''Aduh sakit, Ra.'' Ratih mengelus jidat jenongnya, yang disetik Ara.
''Mana ada begituan.'' sungut Ara
''Adalah, Ra. Segala cara bisa diupayakan menuju PDKT. Siapa tahu Raga ini golongan crazy rich Semarang gitu, perhiasan sekecil ini mah kacil. Eh, Ra kalau gantungan Hp ini betulan barang mahal.... aduh, jiwa misquenku meronta-ronta.''
''Hallumu ketinggian, Ratih! yang harus kamu pikirkan sekarang adalah bagaimana cara mengenbalikan hadiah ini.''
'' Kok Aku yang mikir, kan ini untuk kamu.''
__ADS_1
''Kan kamu yang terima, kamu pasti masih hafal kan dengan wajah si pemberi Hadiah ini? ya...ya... nanti ditambahi deh OJnya.'' rajuk Ara
Ratih meneliti kotak pembungkus gantungan Hp itu, ternyata ada secarik kertas di busa tempat meletakkan gantungan Hp.
'' Ada suratnya, Ra. Nih baca!'' Ratih membuka lipatan kertas dan menyerahkan ke Ara. Arapun membaca surat yang memang ditujukan padanya.
**Teruntuk Mutiara Dinanti
Maaf kalau aku lancang tiba-tiba memberikan hadiah kepadamu, melalui temanmu. Padahal kita belum saling kenal. Perkenalkan namaku Rega Juwana. Sudi kiranya kamu menerima permintaan perkenalannku ini . pertama Aku melihatmu saat pentas seni peringatan HUT sekolahmu, dua bulan yang lalu. Selepas pulang sekolah nanti Aku akan menunggumu di depan gerbang sekolahmu, Aku harap kamu msu datang.
Rega Juwana**
'' Juana namanya, seperti toko oleh- oleh saja, Bandeng Presto Juwana.''
'' Huss... terus gimana?''
''Apanya, gimana Ra?''
'' Ini mengembalikannya, Ratih!''
'' Kan di suratnya nanti pulang sekolah mau ditunggu di gerbang, ya sudah samperin saja, apa susahnya.'' jawab Ratih santai.
'' Kok, kamu gitu seh, Aku kan nggak tahu orangnya. Temenin ya...''
'' Kalau itu mah beres, asal OJ, ongkos jalan nambah, bisalah diatur.Ya nggak. Yakan.'' Ratih mengerjap-ngerjapkan matanya menggoda Ara.
''Kamu, Tih sama teman pamrih.'' sewot Ara.
'' Ya gimana ya....'' Ratih meletakkan jari telunjuknya ke dagu dan mengetuk- ketukkan pelan.
'' Iya deh, iya nanti habis ketemuan sama orangnya, Ratih diajak makan bakso Pak kumis. Mau?''
'' Mau bau---- ngaet ''
'' Lebay''
__ADS_1