Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
34 DAUD


__ADS_3

Minggu siang Daud kembali menyambangi rumah Ara. Semenjak pertemuan kembali dengan Ara di Cafe Jingga, kenangan akan masa kecilnya bersama Ara kembali muncul. Ara adalah cinta pertamanya, perasaan sepihak dari Daud. Tidak dari pihak Ara. Dan kini setelah bertemu kembali, Daud merasa bahwa cintanya telah kembali. Maka dari itu dia akan berusaha mendapatkan Ara tak perduli ada Raga di sisi Ara.


Walau waktu kecil dulu Daud sering mengganggu dan menjahili Ara, tapi semua itu adalah usaha Daud mencari perhatian dari Ara.


Daud memarkirkan mobilnya asal, di depan pintu gerbang rumah Ara. Karena pintu gerbang tidak dikunci, Daud sempat masuk karena sepi dia kembali keluar dan duduk menunggu di dalam mobilnya.


Ara dan Raga telah sampai kembali di rumah, dan memarkirkan mobil di pinggir jalan karena tidak bisa masuk terhalang oleh mobil Daud.


''Kak mobil siapa itu ? parkir kok di depan pintu. '' tanya Ara.Raga yang juga tidak tahu menggelengkan kepalanya.


Ara turun dari mobil, bersamaan dengan Daud yang juga turun dari mobilnya. Daud senang bukan kepalang melihat Ara yang turun dari mobil yang parkir di belakangnya. Disangkanya Ara bersama dengan papanya, maka Daud bersikap sesopannya.


Tak sia sia ku menunggu akhirnya kamu pulang juga, Ra


''Ra...'' belum sempat Daud menyapa Ara sudah mendahului menanyainya.


'' Daud ngapain kamu di sini?. Ini juga kenapa parkir di depan pintu. '' tanya Ara judes.


''Maaf ya, Ra.... tadi aku sempat masuk, gerbangnya nggak terkunci tapi se......piii.'' suara Daud melemah karena melihat Raga yang keluar dari mobil papa Ara. Rasanya darahnya mendidih, kedua tangannya sudah mengepal kuat ditambah melihat Raga yang bertelanjang dada. '' Ra... ka...mu.... di...a.'' tanya Daud terbata bata.


'' Ra ayo buruan, ngapain masih di sini . '' ajak Raga untuk masuk ke dalam rumah tanpa mengindahkan keberadaan Daud. Dan Arapun mengekor di belakang Raga ikut masuk ke dalam rumah.


Daud masih dalam asumsinya sendiri dan tidak terima diabaikan, menghentikan langkah Ara. Meraih dan mencengkal tangan Ara. Merasa kaget dan kesakitan Ara yang tidak jadi melangkah menoleh ke Daud. '' Daud sakit tangan Ara.'' ucap Ara.


Daud menggeleng. '' Ra ini maksudnya apa?. Dia.... '' tunjuk Daud ke Raga dengan dagunya.'' Enggak macam macam sama kamu kan? ''


Raga tersulut emosi mendengar pertanyaan Daud ke Ara. Benar benar manusia picik tanpa tahu kejadian yang sebenarnya sudah meyimpulkan yang tidak tidak. Kepal tinju Ragapun melayang dan mendarat sempurna di pipi kiri Daud.


'' Apa maksud lo.'' sekali lagi Raga akan meninju Daud tapi ditahan oleh Ara.


Tubuh Daud terhuyung ke belakang, tak siap menerima bokem mentah Dari Raga. Sorot matanya membara menahan amarah, tapi ini di depan Ara. Daud memanfaatkan situasi dengan mendramatisir keadaan, dia ingin mendapat simpati dari Ara. Dia tidak membalas tinju Raga.


Sialan ini orang mainmu kasar Bung. Sakit banget tinjunya. Beruntungnya kamu ada Ara, ayo perlihatkan kekasaranmu.


'''Emang ya beda kalau ngomong sama berandalan yang bicara sudah bukan mulut lagi.'' Daud mengusap pipi kirinya yang ngilu. Harapannya bisa mendapatkan elusan lembut tangan Ara. Tapi apa, anganmu terlalu tinggi Daud.

__ADS_1


''Kak Raga sudah. Jangan main pukul anak orang dong. Kak Raga masuk aja dulu ambil dan pakai baju dulu.'' Raga tak bergeming, masih ingin meninju mulut Daud.


''Kak Raga! '' teriak Ara lagi.


'' Pergi jauh jauh sana, dasar preman mesum.'' ucap Daud lagi yang merasa di atas awan karena dibela Ara. Sebenarnya Raga sudah hendak berlalu tapi mulut lemes Daud sudah keterlaluan.


''Apa lo bilang!'' hampir saja bokem mentah kembali mendarat di pipi Daud. untung masih bisa dicegah Ara. Dan lagi lagi Daud memanfaatkan situasi ini.


''Ra ...'' Daud hendak berbicara tapi langsung dihentikan oleh Ara.


''Daud, maaf banget apa yang kamu lihat nggak seperti yang kamu pikirkan. dan situasinya nggak mendukung untuk kamu berada di sini, karena kami harus buru buru kembali ke rumah bersalin. Kak Raga ayo buruan ambil bajunya.'' Raga berlalu pergi dengan amarahnya ke Daud.''Dan Daud sebaiknya kamu pulang dulu, kapan kapan saja mainnya.'' ucap Ara. Dan Daudpun mau menurut pada Ara, dan berpamitan pulang. Walau rasa penasaran dan tanda tanya tetep ada di hatinnya.


Bersamaan dengan perginya Daud ada mobil lain yang berhenti di depan Ara. Dan Arapu mengurungkan langkahnya untuk masuk. Ternyata yang berhenti adalah mobil online yang ditumpangi oleh Mak Tum dan Mas Antok.


'' Dek ngapain kamu, panas panas gini kamu di luar.'' tanya Antok yang begitu turun dari mobil online.


Ara begitu senang melihat kedatangan Antok.'' Mas.... ayo buruan mas ke klinik bersalin, itu Mbak Rini sudah di sana siadek sudah mau keluar.'' ucap Ara menggebu.


Antokpun langsung panik dapat kabar istrinya mau melahirkan. ''Mak gimana nih?'' tanya Antok ke Mak Tum yang juga langsung ikutan panik.


''Mas Antok, jangan panik mending sekarang mas ke klinik naik motor aku, ini kuncinya. Biar aku sama Ara dan Emak nyusul. Cepat buruan! malah bengong!, keburu keluar bayinya.''


Antok tersadar dari bengong dan langsung menyambar kunci motor Raga, tanpa babibu langsung melesat ke klinik bersalin yang biasa dia mengantar istrinya periksa kandungan.


'' Antok ! ...hati hati Le.....'' teriak Mak Tum yang mungkin sudah tidak didengar lagi.


''Mak itu... perlengkapan kelahiran sama data diri Mbak Rini belum kebawa tadi. Bisa diambilkan sekarang, mak?'' tanya Raga.


'' Bisa. sebentar mak ke dalam, mak ambilkan. '' ucap Mak Tum


Setelah Mak Tum masuk ke dalam Raga segera memutar balik mobil dan menyuruh Ara untuk mengambil apa yang perlu dia bawa. Tak lama setelah itu Mak Tum juga sudah keluar dan setelah semua siap dan tak ada yang terlupa, Raga sekali lagi tancap gas ngebut menuju klinik bersalin.


****


Sementara itu Daud menghentikan mobilnya di pinggiran trotoar. Entah kehahusan entah rasa panas yang menyelimuti otak dan hatinya, Daud telah menghabiskan dua gelas es tebu pinggir jalan. Duduk termenung di bawah pohon menatap lalu lalang kendaraan yang lewat. Topan yang kebetulan lewat melihatnya, dan menghentikan motornya.

__ADS_1


" Woiiii... ngapa bro ? bengong wae.'' sengaja Topan mengangetkan Daud yang tidak merespon kedatangannya.'' Lah bos. Ada apasih serius amat muka. Barangkali mau cerita, ataaauu....???'' sambung Topan lagi yang kali ini langsung dapat pelototan tajam dari Daud.


'' Hati hati kamu kalau ngomong, kedengeran orang bahaya.'' bisik Daud.


'' Santai bos belum juga ngomong.'' elak Topan. '' ada masalah, bos?'' tanya Topan lagi.


'' Aku lagi heran aja kenapa ya... Raga si berandalan itu bisa dekat sama Ara dan kenapa keluarganya juga tidak mempermasalahkannya, aku tahulah keluarga Ara. Pan.... apa Raga itu benar benar sudah tobat dan pensiun dari jalanan? '' jadinya Daud curhat ke Topan.


''Maksud bos si cewek anak polisi itu?'' Bukanya menjawah pertanyaan Daud malah tanya balik. '' Bos suka cewek itu?'' tanya Daud lagi.''


Nggak bisa dibiarkan ini, si bos ikutan suka sama tuh cewek. Apa sih istimewanya dia sampai diperebutkan.


Batin Topan.


''Aku tuh kenal Ara dari kecil dan aku juga sudah suka sama dia. Karena dia pindah saja kita jadi lose contact. Sekarang Ara sudah kembali tinggal di sini tapi kenapa harus ada Raga.'' ucap Daud geram.


''Lah bukanya bos pacarnya si Maya adeknya Raga, kok masih mau nikung Raga. jangan kemaruk bos.'' kata Topan.


''Siapa yang kemaruk? Aku ndak pernah ya pacaran sama Maya, dia sendiri yang datang menyodorkan dirinya. Iya kali kucing ada ikan asin nolak.'' sewot Daud.


Walah bos kamu kalau mau sama Ara atau siapapun terserahlah kalau mau lepasin Maya ya ndak papa, bawa sini aku terima dengan tangan terbuka. Maya .... sini ada Bang Topan.


Guman hati Topan dengan senyum senyum sendiri, yang untungnya tidak disadari oleh Daud yang lagi galau tingkat dewa.


'' Apa aku juga ngikutin jejak Raga yang bertobat ya biar bisa dapat hati Ara lagi.'' suara lirih Daud tapi didengar oleh Topan.


''Jangan bos!'' teriak Topan.


''Apa sih Pan, sakit telingaku.''


''Maaf bos, maksud bos mau berhenti gitu dari bisnis kita?'' tanya Topan hati hati.


''Bisa gawat ini kalau dia ikutan tobat, secara tinggal dia ladang nafkahku. Mana dari dia hasil yang kudapat lumayan gede harus cari cara agar tidak berubah pikiran . Kunci masalah ada di Ara. Harus kuapakan tuh anak bisa bisanya menghalangi jalan rizki orang.'' batin Topan.


'' Lah Bos mau ke mana?'' tanya Topan yang melihat Daud berlalu menuju mobilnya.

__ADS_1


'' Pulang. ''


__ADS_2