
Tanpa melihat ke Daud Gea langsung menyeret Ara untuk pergi meninggalkan cafe. Ara yang memang sudah jenggah ketemu Daud menurut saja diseret Gea.
'' Ge kamu kenapa sih ... tadi kayak lihat hantu deh...'' tanya Ara ketika menanti taksi online pesanan datang.
''lebih dari hantu. lu tahu Ra ? ... siapa perempuan tadi?... Adek tiri TTM elu.'' nada suara Gea kesal.
'' Masa sih ... '' dianggukin Gea '' dia seumuran dengan kita kan,… Ge. Tapi kok menor gitu.''
'' Emang gitu anaknya, songong dan suka buli, pilih-pilih kalau berteman. Titisan emaknya kali... soalnya sama sih.Hati-hati elu ntar kalau diajak ke rumahnya. ''
''Apaan ...''
****Drttt...drtt...drt****.....
Ponsel Ara bunyi, ternyata pesan dari Raga. Gea yang sekilas melihat tulisan Raga dilayar berniat menggoda Ara. '' duh yang lagi anget- angetnya, monitor terus....'' dan cubitan pun mendarat dipinggang Gea. '' Aduh ...ampun Nyaiiii..''
📩 Dimana?
📨 OTW pulang
📩 Dari mana?
__ADS_1
📨 Ngafe
📩 Sama siapa?
📨 Gea
📩 langsung pulang jangan kemana mana lagi udah malam.
📨 Iya
Ara menatap ponselnya dan senyum senyum sendiri. Entah apa yang dipikirkannya.
Sementara di tempat Raga mengirim pesan ke Ara.
''Gimana... malam minggu aman kan ?. persiapan beres ? '' Seorang laki laki cungkring dan gondrong yang baru datang tampak antusias bertanya, pada salah seorang temannya yang yang berada.
Raga kini sedang bersama-sama temannya, berada di sebuah rumah kosong yang mereka jadikan markas. '' wihhh.. ini bintang kita ... mentang- mentang sudah macarin anak polisi jadi jarang ngumpul '' kata Topan nama si laki-laki cungkring dan gondrong, dengan menepuk pundak Raga, lalu duduk di depan Raga. Raga yang sedang menyesep rokok tak perduli dengan kedatangan dan pertanyaan Topan.
'' Perlu kita rayakan ...tidak teman- teman? saudara kita yang telah kembali lagi pada kita.... ''
Raga membuang puntung rokok yang masih separo lebih ke lantai dan menginjaknya. Dia tidak mau menanggapi Topan, karena perayaan yang dimaksud Topan pasti tak jauh dari isi botol yang salah satunya ada gambar pak tua pakai topi miring. ''Gue pulang . besok sekolah.''
__ADS_1
Topan yang tidak terima dicuekin Raga dan merasa tidak dianggap keberadaanya terpancing emosinya.'' sejak kapan..?. berandalan seperti kamu ingat sekolah hahh.....atau jangan jangan elu sudah disebeh ya sama sianak polisi itu.Apa sih enaknya dia sampai elu lupa sama teman sendiri, teman seperjuangan. Apa sudah elu makan itu si anak polisi.''
Seketika emosi sampai ke ujung kepala. Tangannya mengepal bergetar, Kembali memutar badannya, menghampiri Topan menarik kerah baju Topan dan
Buk...buk ...buk...
Tiga kali bogem mentah didaratkan Raga pada wajah Topan. Darah segar mengalir lancar dari lubang hidung Topan . Dan Topan meringis dan mengusap sudut bibirnya yang juga berdarah.'' Awas kamu ...Jaga mulutmu. Sekali lagi Gue dengar elu ngehina dan menjelek-jelekan cewek Gue, lebih dari ini bakal elu dapat.''
Raga melepaskan cengkraman tangannya. dan berlalu pergi. Topan tambah meradang dipukulnya meja di depanya '' Brengsek!!! ... tak kan kubiarkan kau begitu saja Raga.'' umpatnya lagi.
Aldo yang merupakan teman sekolah Raga, yang juga suka ngumpul bareng di markas, merasa tidak suka dengan umpatan Topan.
''Maksudmu apa?? dengan tidak melepaskan Raga... seharusnya kamu senang, kita semua senang ...teman kita menjadi baik.''
Topan telah kembali duduk dan berusaha menghentikan darah yang mengalir dari lubang hidungnya, yang sebenarnya telah berhenti. Didongak- dongakkannya kepalanya. '' dia tidak boleh berhenti balapan, kalau dia mau ngapa-ngapain terserah asal jangan berhenti balapan. Kita masih butuh dia Bro...'' kata Topan.
''Otakmu Pan pan . jadi selama ini Raga kau jadikan ladang bisnismu?? Gila kamu ...ini teman sendiri lho!!! dan sialnya Raga nggak tahu perbuatanmu. kau judi dengan temanmu mempertaruhkan nyawa di jalanan. ''
''Hidup harus relistis bosque''
''Terserahmu Pan... kuharap Raga benar benar tobat dan meniggalkan dunia jalanan, yang hanya merugikannya saja. Dan teman macam apa kamu Pan ?? '' Aldopun meninggalkan markas . Suasana markas yang sudah tidak mangenakan mulai ditinggalkan penghuninya.
__ADS_1