
Dengan gontai Ara keluar dari mall, suara panggilan Gea tak diperdulikannya. Pikirannya tak menentu Ara menyusuri trotoar yang ada di sebrang mall. Sejenak Ara duduk di pinggir jalan diambilnya ponselnya yang dayanya sudah berkedip kedip minta diisi.Ara menelpon papanya dan langsung terhubung.
📞.... Assalamualaikum Dek, tumben telepon Papa. Kenapa? kata Rini kamu lagi jalan jalan keluar dengan Gea.
''Waalaikumsalam Papa.'' Jawab Ara pelan sampai tak terdengar papanya di sebrang sana.
📞.... Ra kamu kenapa, Dek?
'''Pa... Ara mau minta pindah sekolah ke Semarang, boleh?''
📞....Ra, kamu ken.... HP Ara mati kehabisan daya, membuat panik papanya yang di sebrang sana.
Firasat Papa Randy sudah tak enak, ditambah telepon dari Ara yang tiba tiba terputus. Saat ini dia sedang di lokasi pengungsian yang berada di Muntilan.
Satu satunya orang yang bisa dihubungi adalah Raga, tapi tidak mungkin Ara bersama Raga, karena sewaktu dia telepon rumah Rini bilang Ara jalan jalan keluar dengan Gea. Raga sendiri juga sedang ujian akhir. Mesti demikian tetap ditelponnya Raga. Setelah beberapa kali panggilan akhirnya diangkat oleh Raga, yang sedang perjalanan meuju rumahnya. Raga berhenti didepan gerbang Asrama.
Raga yang hari ini telah menyelesaikan ujian terakhirnya, memutuskan untuk tinggal dulu bersama teman teman sekelasnya. Memanfaatkan waktu bersama yang mungkin setelah hari ini dan acara permisahan nanti, sudah tidak akan lagi ada kebersamaan. Seiring waktu akan sulit untuk bertemu karena masing masing sudah punya kehidupan sendiri, lingkungan baru dan teman baru.
📞.... Hallo assalamualaikum Om
'' Waalaikum salam Raga apa Ara bersamamu?" Tanya langsung Papa Randy.
📞.... Tidak Om. memang Ara kemana?
'' Kata Rini keluar bersama Gea. Dan tadi Ara telepon Om minta pindah sekolah ke Semarang belum sempat Om tanya sambungan terputus. Om telepon berkali kali tidak tersambung. Tolong kamu cari Ara ya?''
📞.... Baik Om.
" Terima kasih Raga.Assalamualaikum.''
📞....Waalaikum salam.
Pangilan diputus. Kepanikan Papa Randy menular ke Raga.
Kemana kamu Ra, ada apa denganmu, kenapa minta pindah sekolah , apa kamu tidak memikirkan aku . Berbagai pertanyaan berkecamuk di otaknya. Ragapun berusaha telpon Ara dan hasilnya sama seperti Papa Randy.
Lah itu si Gea berarti Ara sudah pulang dong.
Raga melihat Gea turun dari taksi online segera menstater motornya mendekati Gea.Dipanggilnya Gea
''Ge Gea tunggu.''
Geapun menoleh.'' Ga kebetulan gue mau mgomong ke elu.''
''Ara di mana?'' Tanya Raga langsung.
''Ara....'' Gea kebingungan bagaimana cara menjelaskannya ke Raga.
'' Ara kenapa, Ge? Papanya nyariin katanya Ara keluar denganmu, kenapa elu sendirian, Ara mana?''
''Ara marah ke gue Ga. '' Lirih Gea.
''Maksudmu.''
Gea mulai bercerita dari awal rencana mereka ke mall lalu ketemu Maya dan gambar foto dirinya dengan Raga yang terkunci di gudang.
''Haiisss.....'' teriak Raga '' Dari mana Maya mendapatkan foto foto itu. '' Raga meremas rambutnya sendiri dengan kasar.
'' Itu yang gue nggak tahu atau memang dia yang sengaja menjebak dan mengunci kita di dalam gudang itu. ''
''Awas saja kalau sampai terjadi apa apa sama Ara akan ku buat perhitungan dengannya.
__ADS_1
Drerrrrttt.... drerrrrtt......
Pesan gambar masuk ke HP Raga. Seketika wajahnya merah padam, rahangnya mengeras menahan amarah melihat gambar foto yang baru dibukanya.
*****
Di dalam mall
Maya tersenyum penuh kemenangan melihat dua sahabat berjalan berpisah meninggalkannya. Ada rasa senang di hatinya berhasil mengadu domba dua sahabat itu.
Tanpa disadari ada sepasang mata yang mengawasinya. Dialah Daud. Sebenarnya dia dia senang karena melihat Ara, dan berniat menghampirinya. Tapi sayang keduluan Maya, membuat dia berhenti dan memperhatikan apa yang dilakukan Maya.
Ponsel Maya direbut paksa oleh Daud. '' Jadi ini yang membuat Ara sedih. Kebangetan kamu May. ''
''Beib... ka kamu ada di sini? '' Tanya Maya Kaget karena ada Daud di sebelahnya.
'' Apa maksudmu ? '' Daud menggoyang goyangkan ponsel Maya.
'' I...itu...''
''Itu apa ? ngomong yang jelas!'' Suara Daud mulai meninggi. Daud menurunkan tangannya yang memegang HP Maya. Seketika Maya menyambar Hpnya.
''Itu ganjaran untuknya karena mau merebut kamu dari aku Beib.''
''Siapa merebut siapa hah! Aku tegaskan ya May, Aku bukan milikmu aku milik diriku sendiri, toh kita juga nggak ada hubungan apa apa. Jadi tolong jangan sakiti Ara atau kamu akan naggung akibatnya.''
''Jadi selama ini ka...''
Dreeeettt...dreeeett..
Ponsel Daud bunyi ada pesan masuk. Setelah di buka ternyata ada Gambar foto Ara sedang tertidur di ruangan yang lebih mirip gudang, disertai dengan tulisan ' Bos sudah saya siapkan santapan istimewa untukmu'
'' Apa apaan kamu May!'' Bentak Daud.
''Kamu yang apa apa. Kenapa kamu mendekati Ara?'' Balas Maya.
''Karena Aku cinta padanya.''
Deg
Hati Maya seakan rontok di tempat '' Kamu cinta Ara. Lalu aku? selama ini yang cinta ke kamu itu aku, bukan Ara. Bahkan aku telah memberikan segalanya ke kamu, dan teganya kamu bilang kalau cinta ke perempuan lain.'' Emosi Maya mulai tak terkendali dan berbicara dengan keras nyaris teriak, sehingga menarik perhatian pengunjung mall lainnya.
Menyadari itu Daud menyeret Maya membawanya ke parkiran dan memasukannya ke dalam mobil kakaknya yang sengaja dia pinjam.Dan pertengkaran masih berlanjut. '' Siapa bilang kita ada hubungan, jangan ngimpi kamu May, toh aku nggak pernah minta kamu jadi pacar aku dan aku juga nggak pernah bilang cinta kan sama kamu.''
''Brengsek kamu Daud.'' Maya mulai memukuli Daud.'' Setelah kau puas memakai tubuhku, tega kau bilang begitu.'' Tangis Maya meraung.
'' Soal itu bukankah kamu sendiri yang mau, dan kita melakukannya atas dasar suka sama suka, dan itu juga nggak gratis karena semua yang kamu minta aku kasih, bukankah tujuanmu mendekatiku karena uang." Jawab Daud enteng. Sekarang kamu keluar!"
"Nggak"
"Keluar" Perintah Daud lagi.
"Nggak!" Ucap Maya lebih keras lagi.
"Terserah." Daud pasrah membiarkan Maya tetap dalam mobilnya. Daud melajukan mobilnya keluar area mall dengan Maya tetap di dalamnya.
*****
Topan ada janji ketemuan dengan Daud di mall karena akan mengenbalikan mobil Daud yang selesai dia pinjam. Di pinggiran jalan dia melihat Ara duduk sendirian. Ada niatan jahat muncul darinya. Topan menepikan mobil yang dikedarainya kemudian turun menghampiri
"Hai nona manis, sendirian saja nih? " Ara tak menghiraukan. " Cantik seh tapi jutek. PMS ya? " Ara tak menjawab, sekilas mendongakkan muka dan menatap sebentar wajah Topan. " Kalau muka sedih gini seh pasti ada masalah sama pacarnya, diputus ya sama Raga.''
__ADS_1
Karena Ara yang tetap tak bersuara Topan semakin mencoba memperkeruh keadaan. '' Apa sih yang kamu lihat dari seorang Raga, cowok brandalan gitu, sukanya balapan dan ....'' Topan sengaja tak melanjutkan omongannya, menunggu respon dari Ara. Dan benar saja Ara terpengaruh dan kembali menatap Topan.
'' Kalau kamu teman Kak Raga, kenapa kamu ngejelekin Kak Raga. Ara juga sudah tahu akan hal itu.''
'' Yakin sekali kamu Nona, bukan niatku menjelekkan temanku sendiri. Aku cuma ingin memberitahukan saja, bahwa bukan cuma kamu cewek yang patah hati olehnya.''
'' Maksudmu apa!'' Ara mulai terpancing cerita Topan.
Topan tersenyum sengit siasatnya mulai ada hasil.'' Tenang Nona, ini minum dulu, biar panasnya hatimu bisa diredam.'' Topan memberikan botol air mineral yang telah dipersiapkannya dari dalam mobil.
Ara menerimanya dilihat kemasannya masih utuh, tak meragukan untuk diminum karena haus juga Ara menenggaknya hingga tersisa separuh. Sisanya dia kembalikan pada Topan.
'' Kalau melihat kamu sedih begini pasti Raga sudah ada cewek lain. Memang dasar Raga nggak ada puasnya mainin cewek. '' Fitnah Topan semakin menjadi. '' Raga itu juga seorang pemakai, Kamu tahu nggak? Kamu pasti belum tahu. Ya... nggak mungkinlah makainya di depan kamu, emang mau cari mati dia.'' Topan melirik Ara sekilas.
Kepala Ara tiba tiba pusing berat, pandangannnya kabur dan tak sadarkan diri.Kepalanya jatuh ke pundak Topan.
Cepet banget nih obat bereaksi, Koh Acong tidak bohong jualannya.
Topan memapah Ara masuk ke mobil dan membawa Ara ke markas.
Sesampainya di markas Topan membawa masuk Ara dengan digendong karena kondisi Ara masih pinsan. Tubuh Ara diletakkan di sofa usang.
Berat juga nih cewek, padahal badannya kecil, jadi haus .
Topan yang kehausan setelah menggendong Ara, tanpa disadarinya meminum sisa air mineral yang diminum Ara.
Saatnya mempoto dan dikirimkan ke Bos Daud, lumayan fulus mengalir.
Setelah mengirim pesan ke Daud, Topan menunggunya di depan markas.Justru Raga yang pertama datang. Kepala Topan yang mulai pusing kaget melihat Raga sudah berada di depannya. '' Kok Ka...mu yang datang?''
''Elu mengharap siapa yang datang Hah! mana Ara! '' Raga mencengkeram kerah baju Topan.
Bug bug
Bogem mentah mendarat berkali kali ke wajah Topan, yang tak bisa Ia hindari.
Ara mulai tersadar dan merasakan panas ditubuhnya , Ara kegerahan pikirannya mulai tidak fokus. Rasanya ingin melepas semua baju yang menempel di tubuhnya.
Raga masuk ke dalam, dilihatnya Ara sedang berusaha melepaskan pakaiannya.'' Ra... elu kenapa?''
'' Panas, gerah, Kak. Kak Raga kenapa , kakak cium Gea. Ara juga mau dicium Kak! '' Ara mendekat ke Raga timbul gairah seksual dalam dirinya apalagi setelah melihat Raga.
Emosi Raga memuncak melihat Ara demikian.Raga menghampiri Topan kembali, serasa ingin menghajar mati Topan. Niat itu diurungkan melihat Topa belingsatan menahan gairah. Akan bahaya bagi Ara bila terus berada di sana. Kembali ke Ara yang telah melepas kemeja yang dipakainya. Sejenak Raga terpana dengan bukit kembar Ara, walau puncaknya tertutup tapi lerengnya nampak putih bersih.
'' Astaga Ara! '' Raga susah payah memakaikan kemeja Ara. Brengsek kenapa jadi seperti ini. Raga mengumpat dalam hati.
Memaksa Ara berdiri setengah menyeretnya, Raga memaksa Ara naik ke motornya.
Daud datang ada Maya di belakangnya. Daud berusaha menghalangi Raga membawa Ara, sayangnya tangannya yang satu dipegang erat Maya, sehingga ketiganya saling seret.
Daud geram dengan tingkah Maya, dihempaskanya Maya hingga jatuh terjungkal.
Raga yang telah berhasil lepas dari Daud segera menstater motornya melaju kencang ke jalan raya. Tujuannya segera sampai ke rumah Ara.
Daud yang juga kuatir dengan keadaan Ara, segera mengejar Raga. Mengetahui dikejar oleh Daud, Raga semakin menambah kecepatan lajunya.
Mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, di tengah hujan abu dari letusan Gunung Merapi ditambah hari mulai malam membuat jarak pandang semakin dekat.
Brukk duarrr
Motor Raga menabrak pembatas jalan, ketika bis malam yang akan disalip tiba tiba melaju, dan di depannya sudah ada truk pasir. Ara terpelanting ke seberang jalan, jatuh dan menghantam trotoar. Raga dan motornya, terseret truk muatan pasir, sampai akhirnya terpental. Naas bagi Raga, Ia terpental dan tertabrak mobil sedan.
__ADS_1