Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
99. Bibit Pelakor


__ADS_3

Di sebuah restoran duduk bercakap dua perempuan. Percakapan mereka kalau dilihat sekilas seperti dua orang layaknya yang lama tak bersua. Tapi bila didengar dengan seksama setiap kata yang terucap dari mereka menekankan rasa benci dan saling mengejek.


Mereka adalah Sabila dan Claritta, saudara sepupu yang masih mengharapkan cinta Gatra.


''Gimana Bil, bisa kan Lo bantu gue dekat lagi dengan Gatra.'' Claritta mengajak Sabila ketemuan untuk meminta tolong pada sepupunya itu agar dia bisa mendapatkan kembali Gatra. Claritta sadar kalau orang yang benar-benar tulus mencintainya hanya Gatra.


''Jadi Lo ajak gue ketemuan hanya untuk membahas beginian.'' ketus Sabila


''Bukan cuma beginian Sabila sayang, tapi beneran gue pengen balikan sama Gatra.'' Claritta memasang wajah sedih memohon kepada Sabila.


''Gue sadar Bil, laki-laki yang bener-bener cinta ke gue dengan tulus cuma Gatra. Dan gue nyesel banget sudah nyia-nyiain cinta Gatra yang tulus ke gue. Selama ini gue terlalu silau dengan karier gue. Please bantu gue Bil?''


Omongan Claritta terpaksa berhenti saat pelayan datang membawa pesanan mereka.


Betapa gembiranya pelayan restoran tersebut ketika melihat orang yang dilayaninya adalah artis favoritnya, dimana aktingnya selalu dia tunggu setiap malam di layar televisi.


Dengan ragu-ragu dan sedikit takut pelayan tersebut meminta untuk foto bareng. Lumayan bisa untuk pamer saudara dan tetangga di kampung. ''Mbak Claritta boleh saya minta fotonya, saya pengagum Mbak lho. Satu episode pun tak ada yang saya lewatkan setiap malamnya. Ternyata Mbak Claritta aslinya cantik sekali seperti artis Korea.''


Yalah seperti artis Korea! kan mereka satu produk. guman Sabila dalam hati


Segera Claritta memperbaiki mimik mukanya, demi fans berat sinetronnya yang lagi kejar tayang.


''Boleh banget untuk Mbak... siapa namanya?''


''Entin dari Cikampek. Sudah cantik, baik dan tidak sombong Mbak Claritta ini.''


Tak mau berlama-lama melayani fansnya Claritta minta tolong ke Sabila lewat bahasa wajahnya.


Sabila yang paham maksud Claritta, meminta ponsel si pelayan untuk membantu mengambil gambar.


''Sini Mbak Entin saya fotokan biar bisa berduaan gambarnya. Mbak Entin rangkul Claritta ya? biar gak disangka editan.'' ucap Sabila yang membuat Claritta mengerang dalam hati. Tapi tidak bagi Sabila dia seneng banget bisa mengerjai sepupunya itu.

__ADS_1


Setelah selesai cekrak-cekrek dan melihat hasil bidikan Sabila di ponselnya, Mbak Entin tersenyum bangga. Bisa berfoto apalagi bisa merangkul idolanya.


''Entin tetap tidak percaya sama Imas kalau Mbak Claritta ini anak dari seorang pelakor, siapa ya? Entin lupa namanya. Pokoknya artis lawaslah.'' guman lirih si pelayan setelah selesai menata hidangan yang dipesan Claritta dan Sabila.


Claritta yang sedang minum setelah selesai berfoto tersedak mendengar gumanan lirih si pelayan.


Uhuk...uhuk..


Ingin rasanya Sabila tertawa terbahak tapi tidak tega melihat Claritta yang merah padam mukanya karena tersedak. Bukanya Sabila tidak tahu, justru dia sangat tahu sekali siapa sebenarnya Claritta dan segala kehidupannya. Saat istri dari pamannya pergi meninggalkan pamannya demi laki-laki lain yang ternyata masih suami orang. Dan meninggalkan Claritta kecil yang kemudian diasuh oleh Ibu Sabila. Claritta kecil sempat tinggal bersama Sabila, sebelum ibu kandungnya mengambil dia untuk dijadikan artis seperti dirinya.


''Pelan-pelan dong Ta, minumnya.'' ucapan dusta Sabila. Dia pura-pura tak menghiraukan ucapan si pelayan yang telah berlalu.


''Gak capek Lo berakting setiap hari?'' tanya Sabila setelah menyeruput minumannya pelan. Takut ikutan tersedak seperti Claritta.


''Maksud lo?''


''Itu tadi. Gue tahu Lo tadi cuma akting kan? gak capek?'' sinis Sabila


Image Claritta sebagai salah satu pesohor negeri memang tertata baik. Belum ada satupun berita miring kelakuannya di luar kaca yang bocor ke masyarakat. Mungkin juga karena tiap Film dan sinetron yang sedang kejar tayang yang ada dia main selalu peran utama protagonis yang dilakonkannya .


''Terus yang tadi Lo bilang ingin balikan ke Bang Gatra karena cuma dia yang tulus cinta ke Lo juga akting?'' sinis Sabila lagi


''Kalau gue pengin balikan ke Gatra itu bukan akting Bil, beneran gue pengen Gatra yang jadi pasangan hidup gue. Gue mau jadi istri Gatra Bil. Gue capek harus ngeloby setiap produser atau sutradara untuk dapat peran yang bagus. Gue ingin pensiun jadi artis Bil. Gue sudah punya banyak tabungan dan beberapa usaha kalau misalkan Gatra gak bisa nafkahi gue. Sudah saatnya gue lepas dari campur tangan mamah di hidup gue.''


Indah bener rencana hidup Lo Claritta. Lo kira bakal semudah itu untuk Lo miliki Bang Gatra lagi. Lo kira Bang Gatra masih mau terima sisa-sisa orang lain. Lo salah besar Claritta. Mimpi Lo terlalu tinggi, hati-hati kali jatuh nyungsrep.


''Kenapa diam Bil? Lo mau kan bantuin gue?''


''Bantuan seperti apa yang Lo harapkan dari gue?''


''Bawa gue ke kantor Gatra.'' ada senyum kelegaan di hati Claritta gak mungkin sepupunya itu menolak untuk membantunya.

__ADS_1


''Sorry gue gak bisa.'' tegas Sabila


''Kenapa gak bisa, Lo cuma bawa gue masuk ke dalam saat Gatra lagi ada di kantor setelah itu gue akan usaha sendiri buat ngedekati Gatra.''


''Tapi beneran gue gak bisa.''


Pandangan Claritta menelisik muka Sabila '' Jangan bilang kalau usaha Lo ngedekati Gatra berhasil dan Gatra sudah nembak Lo. Muka innocent Lo berhasil memikat Gatra? Hah ha ha... mana mungkin Gatra bisa berpaling ke Lo secepat itu melupakan gue.''. Tetap saja sombong


''Lo salah Ta.''


''Gue! gue salah. dimana letak salah gue? sejak awal Lo ketemu Gatra gue sudah tahu kalau Lo itu suka ke Gatra. Pandangan sembunyi-sembunyi Lo, maksud dan tujuan tersembunyi Lo minta tolong gue buat bisa kerja dengan Gatra, secara halus Lo provokasi Gatra buat tahu apa yang gue lakukan untuk masa depan karier gue, gue tahu semuanya Bil. Licik Lo Bil! Dan gue akan merebut kembali apa yang seharusnya jadi milik gue.'' merah padam muka Claritta menahan amarah pada sepupunya.


''Bagus kalau Lo sudah tahu semuanya, gak capek buat gue ngejelasin lagi. Untuk Bang Gatra yang mau Lo miliki lagi terserah! gue gak ada urusan. Silahkan usaha sendiri, gue tetap tidak bisa bantu.'' Sabila bangkit dari duduknya hendak meninggalkan Claritta.Kata-kata Claritta melukai hatinya. Sayang tangannya ditahan Claritta.


''Tunggu Bil, kebiasaan kamu gede ambek. Habiskan dulu makanmu.'' Sabila menurut dan duduk kembali.


''Bil gue cuma butuh akses untuk masuk kantor Gatra, Lo tahu kan kalau gue ke sana sendiri pasti dihalangi sama satpam oon yang didepan itu belum lagi karyawan Gatra yang didalam mereka gak bakalan ngijinin buat gue masuk. Apalagi kalau ada Farel.'' ucap Claritta melembut.


''Tapi gue tetap gak bisa bantu Lo. karena gue sudah gak kerja lagi di Bang Gatra.''


''Maksud lo!'' pekik Claritta hingga beberapa pengunjung restoran menatapnya tidak suka.Terpaksa dengan senyum palsunya Claritta meminta maaf.


''Lo benar Ta, gue emang suka Bang Gatra sejak pertama Lo kenalkan. Berbagai cara halus gue lakukan untuk memikatnya. Dari menjadi sekretaris yang bisa diandalkan dan selalu ada buat dia. Tapi sayang tak sedikitpun Bang Gatra ada hati ke gue. Gue cuma dianggap rekan kerja saja. Yang paling menyakitkan adalah saat gue pura-pura mengajukan pengunduran diri, Bang Gatra serius menanggapi dan langsung tanda tangan. Inilah sebabnya gue gak bisa bantu Lo.'' Sebelum kejadian bertemu Gatra dan Ara di restoran cepat saji di mall, Sabila menyusun rencana membuat surat pengunduran diri dengan harapan Gatra akan menahannya dan melarang dia untuk berhenti kerja. Sayang dia harus menelan pil pahit. Usahanya sia-sia Gatra justru langsung menandatangani surat pengunduran dirinya, tanpa sedikitpun usaha untuk mempertahankannya.


''Gatra itu tipe setia, kalau dia gak bisa terima Lo berarti dia masih cinta ke gue.'' rona bahagia muncul dimuka Claritta.


''Bang Gatra memang gak bisa terima gue dan gue nyerah untuk ngedapatin dia. Gue gak bisa ngedapatin Bang Gatra begitu juga Lo Claritta. Hatinya telah sepenuhnya diserahkan untuk seseorang yang teramat sangat dia cintai. Sebaiknya Lo nyerah saja, karena pada akhirnya usahamu akan sia-sia saja. Cari laki-laki lain saja. Jangan tumbuhkan bibit Pelakor.'' Kok gue berasa pernah berada di situasi seperti sekarang ini, bedanya dulu posisi gue yang jadi Claritta.


Sabila ingin membuka lembaran baru tanpa terobsesi pada Gatra. Dimana-mana pelakor pasti lebih muda dari istri sah. Gak mungkin dia bersaing dengan Ara yang lebih muda.


''Gatra mencintai siapa?'' keterangan Sabila ambigu baginya.

__ADS_1


'' Lo cari tahu sendiri. Katanya mau usaha mendapatkan Gatra kembali. Semoga berhasil.''


__ADS_2