
Ara memilih tempat duduk yang ada di dalam ruangan, tapi masih bisa melihat suasana luar. karena cuma dibatasi kaca tembus pandang, dari luar atau dari dalem. Mata Ara tetap beredar ke sekeliling , mengamati ornamen tiap sudut cafe yang benar benar mewakili jiwa anak muda.
Pandangan Ara tertuju pada seperangkat alat musik yang letaknya di sudut ruangan, sebelah pintu masuk . Dimana Ara duduk diseberangnya.Sehingga bila ada penampil bisa dilihat oleh pengunjung yang ada di dalam atau di luar.Dan Gea keluar dari pintu kecil yang ada di balik panggung tempat seperangkat alat musik berada, bersama dengan laki-laki tinggi agak gondrong dan berkacamata.
" Ra, kenalin ini . ownernya nih cafe. Bang Radit, dia ini best friendnya abang gue." Ara dan Radit saling bersalaman dan mengenalkan diri
"Ara."
"Radit. Cantiknya temanmu Ge." membuat Ara tersipu malu.
"Ayo pada duduk , pada mau pesan apa nih ? biar Abang traktir ." Radit mempesilahkan dua ABG untuk duduk.
Gede dikit tambah cantik nih teman Gea. mana senyumnya manis gitu.
''Bang Rad, kita pesen minum dulu boleh kan?'' tawar Gea '' masih pengen agak lama di sini ''
'' bolehlah . Nah tulis sini pesenan kalian. '' balas Radit.
setelah menulis pesanannya Ara mendekat dan berbisik ke Gea, '' Ge kamu manggilnya kok Bang Rad sih? kalau lidahmu kesleo jadi umpatan lho''
''Ra, emang itu namanya Bang Rad panjangnya Radit Satria, masih lebih baik dari pada Bang Sat.''
Lah ini Gea malah dipertegas. Ara merasa tidak enak dan tersenyum pada Radit, karena Gea ngomongnya keras bener.
Aduh dek senyumanmu bertabur gula untuk abang, bisa diabetes ini abang kau senyummi terus.
'' Adek abang satu ini tambah gede tambah nyablak aja sih...'' Radit dibuat gemes oleh adik sahabatnya itu.'' Abangmu, kapan pulang betah amat .''
''Bang Rad lupa ya? asal kita dari mana? '' dan Radit hanya mengangguk. '' Jadi... ngapain coba Abang Galang pulang ke sini.''
'' Bagaimana ceritanya , Bang Radit bukan asli sini tapi bisa buka usaha kayak gini?, bukannya masih kuliah juga ya?'' tanya Ara penasaran.
'' Abang buka usaha ini tuh patungan Ra, jadi bukan abang sendiri. Awalnya abang sama teman teman suka ngumpul dari satu cafe ke cafe lainnya, tercetuslah ide ,ngapain nggak buka sendiri. setelah ide dan konsep kita matengin, baru kita cari lokasi, pendiri cafe ini semua anak rantau lho?. Salah satunya ngekos di kos kosan ujung gang sana'' tunjuk Radit ke gang sebrang jalan.'' Nah dia yang nemu tempat ini.''
''Bukannya kos kosan bokap elu Ra, yang di ujung gang itu?''
'' Bisa jadi , siapa tahu sebelahnya?''
''Kos kosan yang paling gede paling banyak kamarnya paling ujung sendiri Ra. Punya kamu Ra?''
''Bukan punyaku Bang , tapi punya papa.'' Ara tetap merendah.
''Yaelah malah bahas kos kosan, Bang Rad... emang bandnya nggak ada vokalisnya? musik terus, kapan nyanyinya?''
lha bocah ! dia yang mulai kok dia yang sewot
__ADS_1
''Kamu sudah bisa nyanyi Ge?'' goda Radit yang sukses membuat Gea melengos. ''Ara mau nyanyi?''
''Ayo Ra. suara kamu bangus lho sayang dianggurin. '' Gea memprovokasi.
''Boleh bang?''
''Boleh banget. Yuk abang antar ke sana.''
Ara maju ke panggung dan diperkenalkan oleh Radit ke personel bandnya. Radit kembali duduk dengan Gea ''Ge Ara sudah punya pacar belum? '' tanya Radit setelah duduk berdua dengan Gea.
''Apa suka elu bang?, telat bang. udah digebet noh tetangga gue yang resek habis.''
''Raga maksud elu.''Gea menaikkan kedua alisnya.'' sayang banget Ara kalau sama Raga.''
''Ember''
suasana jadi hening hanya suara Ara yang menggema. Ara menyanyikan lagu dari Ashira Zamita ku cinta nanti
Cintaku inginkan kau menjadi milikku
Cintaku tak perlu kuungkap kepadamu
Namun perasaanku jadi tak menentu
Karna kau selalu ada dibenakku
Sedang apa di mana
Dan bersama siapa?
Hampa dan sepi yang kurasa
Bila tak bersamanya
Hati ini selalu bertanya
Adakah rasa ini sama
Mungkinkah kau juga cinta?
Hu hu hu hu
Andaikan rasa ini bisa kuungkapkan
Mungkin akan membuatmu luluh dan **t**erkesan
__ADS_1
Tapi kutahu ini belumlah saatnya
Cukup kupendam dan merindu dalam diam
Sedang apa di mana
Dan bersama siapa?
Hampa dan sepi yang kurasa
Bila tak bersamanya
Hati ini slalu bertanya
Adakah rasa ini sama
Mungkinkah kau juga cinta
hu hu hu hu
hu hu hu hu
Setelah ku sadari belum saatnya kau kumiliki
Biarlah kini kan terhenti kau akan ku cinta nanti
Biarlah ini terhenti kau akan ku cinta nanti
Para pengunjung terhipnotis dengan suara Ara, diakhir lagu semua bertepuk tangan. Gea sampai berdiri .
'' Ra ... kalau elu jadi penyanyi beneran gue mau kok jadi manajernya.'' kata Gea ketika Ara kembali ke kursinya.
'' Hus ngawur.''
''Iya Ra suaramu bangus . Minimal jadi artis cafe ini aja dulu, gimana?'' mudus si Radit kali aja Ara mau
'' Nggak Bang bisa digantung papaku nanti.''
*
*
*
*
__ADS_1
*