
''Sudah semua Ra?'' tak seperti memilih kamar tidur, Ara lumayan lama dalam memilih barang-barang untuk mengisi dapur minimalisnya. Itupun separuh kertas catatan sudah diambil Gatra dan Gatra yang mencarinya.
''Rara... boleh Mas beli coffee maker?'' tanpa memperdulikan Rissa yang terbengong Gatra menarik Ara ke display coffee maker yang ada di belakangnya.
''Mas Gatra suka kopi racikan sendiri? yang ala-ala coffeeshop gitu?''
''Gak terlalu sih tapi kayaknya enak deh kalau punya sendiri. Apalagi pagi-pagi. Boleh ya?'' Gatra memainkan kedua matanya ke atas bawah.
''Bolehlah kan yang bayar juga Mas Gatra. Tapi nanti Ara ikutan belajar cara meracik kopinya ya?''
''Woke biar nanti Mas yang cicipin.''
''Ini mah modusnya Mas Gatra minta dibuatin kopi sama Ara.'' cebik Ara kesal
''Ya....ketahuan deh.'' Gatra senang menggoda istri kecilnya itu.
''Ih beneran ngaku. bilang aja langsung napa? biasa kan kalau pagi-pagi minum air dingin pakai minta kopi segala.''
''Kan dulu Mas masih bujang Rara? masih jamannya jahiliah, semua masih serba dingin, sekarang kan lain sudah ada istri yang bisa memberi kehangatan buat Mas. Termasuk kopi hangat.'' mendengar gombalan Gatra membuat pipi Ara merona.
''Mas ih... malu tahu kedengaran orang.'' Ara pura-pura memilih barang display di depannya. Semakin diladeni semakin lebar nanti gombal Gatra.
*****
''Itu bukanya Bang Gatra, Kak?... Pantas saja jadi bengong lihat idaman hatinya mesra dengan perempuan lain. Sakit ya, perih tapi tak teriris.'' Ettan memang tahu kalau kakaknya itu ada hati dengan Gatra. Dan dia sedang menggodanya.
''Paan seh kamu Dek! berisik!'' dan Ettan tersenyum puas berhasil menggoda kakaknya.
__ADS_1
Gatra yang telah selesai memilih coffee maker kembali mendekati Rissa yang kini telah bersama adiknya, dengan Ara yang mengintil di belakangnya.
''Bang!'' sapa Ettan duluan,ketika Gatra mendekat dan mengulurkan tangannya. Ettan menyambut tangan Gatra dengan kepalan tangan, dan akhirnya mereka bertos dengan tangan terkepal.
''Kalian dari dulu tidak berubah selalu saja sedang ribut kalau ketemu aku.''
''Eh.... siapa nih Bang? bening bener!'' celetuk Ettan spontan. Belum tahu dia kalau yang bening itu istri Gatra.
''Bini gue.'' jawab singkat Gatra
''WHAT!!!!'' bagi Ettan Gatra terlalu tua untuk gadis seumuran Ara. Bahkan lebih tepat kalau bersanding dengannya.
Rissa mencubit pinggang adeknya dan melototinya. ''Maaf Bang, Ettan memang suka lebay.'' permintaan maaf Rissa pada Gatra.
Ettan memandangi Ara tak berkedip. Membuat Ara kikuk, jangan ditanya Gatra gimana? dengan posesifnya dia langsung merangkul Ara.
''Dek!!!.... kok gantian elu seh yang bengong! '' kembali Rissa mencubit pinggang adeknya. Berbisik ke telinga Ettan ''bini orang whoi! lihat tuh cincin yang melingkar di masing-masing jari manis mereka.''
''KAK!! gue ingat sekarang.'' Rissa buru-buru menutup mulut adeknya yang tiba-tiba suaranya melengking keras dan menarik perhatian pengunjung lain.
''Dek kayaknya elu perlu ke kyai deh? hari ini elu aneh. Jangan-jangan ada yang ngikuti.'' kata Rissa setelah melepaskan bekapan tangannya dari mulut si adek.
''Emangnya program tvnya kakak yang subuh-subuh sudah pada teriak-teriak kesurupan trus dirukiah. Enak saja.'' Ettan tak terima disamakan dengan pengisi acara progran tv tempat kakaknya bekerja, karena baginya semua itu cuma tipu-tipu. Hiburan semata.
''Dek elu ke sini kan mau bantuin gue cari peralatan ngecamp. Bukan untuk ngebanting program tv gue yang udah gue tinggalkan! Ayuk keburu sore, besok gue penerbangan pagi lho ke Manadonya.'' Rissa memaksa Ettan untuk segera meninggalkan Gatra dan istrinya, karena melihat muka Gatra yang bertekuk-tekuk tahu istrinya diperhatikan cowok lain.
Rissa memang bekerja disalah satu stasiun tv swasta.
__ADS_1
''Elu mau ke Manado Sa? acara tv apa liburan?'' Gatra penasaran ketika mendengar Rissa akan terbang ke Manado.
'' Acara tv, Bang. Program baru Rissa, 'Menjelajah Nusantara' judul programnya. Doakan ya Bang bisa dapat ranting tinggi.Dan ini pertama kalinya Rissa akan keliling negri mencari kearifan lokal untuk waktu yang cukup lama. Rissa dan Ettan permisi duluan ya, Bang.'' Rissa segera menyeret Ettan sebelum adek kesayangannya itu semakin berulah di depan Gatra.
Setelah semua barang yang dibutuhkan Rissa terbeli, Rissa mengajak adeknya untuk mampir makan di restoran jepang yang berada dalam satu gedung dengan tempatnya belanja perlengkapan camping.
''Kak tadi tuh aku mau kasih tahu kakak kalau istrinya Bang Gatra itu mirip dengan ceweknya Bang Raga.'' Ettan membuka omongan setelah menyelesaikan makannya.
''Jangan ngada-ada lu Dek! mirip saja kali! Emang elu pernah bertemu dengan ceweknya Raga.''
''Belum seh. Tapi waktu Bang Raga balik dari nengokin papanya yang sakit, dia ada bertemu dengan temannya dan dikasih foto tuh cewek banyak banget. Gue kan lihat semua foto-foto itu. Ettan yakin Kak, tuh cewek yang dicari Bang Raga selama ini.'' kata Ettan menggebu-gebu.
Rissa yang semenjak bekerja jadi jarang di rumah dan dia tahu kalau kekasih Raga masih hidup juga baru saja. Selebihnya dia sama sekali tidak tahu.
Ceweknya Raga namanya juga Ara, tadi istrinya Bang Gatra juga Ara. Jangan-jangan dugaan Ettan bener. Haduh gimana tuh nasib adek gue.
''Gimana Kak?''
''Gimana apanya?'' Rissa yang tak tahu maksud pertanyaan Ettan jadi bertanya balik.
''Kita kasih tahu Bang Raga, kalau cewek yang selama ini dia cari tuh sudah nikah. Dan pencariannya selama ini tuh sia-sia. Gedeg gue sama tuh cewek! cantik memang tapi seperti rubah.'' emosi Ettan tak terima saudaranya dimainkan perasaannya.
''Ettan yang tenang dong!'' Rissa khawatir suara Ettan mengganggu pengunjung restoran yang lain.'' Tan, bukanya ceweknya Raga sahabat Gea ya? itu berarti dia masih SMA, masak iya, anak SMA nikah. Kalau ketahuan bisa dikeluarkan dari sekolah.'' Masak iya Bang Gatra mau nikahin anak SMA. Sama gue saja dingin apalagi bocah ingusan.Dan kenyataannya yang disuka Bang Gatra bocah ingusan. Sambung Rissa dalam hati.
''Ettan sebaiknya kita jangan gegabah dulu, kita tidak tahu cerita sebenarnya tentang ceweknya Raga. Siapa tahu dia punya kakak yang mirip atau saudara kembar. Lebih dari itu kita semua juga tahu kan gimana terpuruknya Raga setelah kecelakaan itu. Susah payah lho dia, untuk bisa bangkit kembali.'' Rissa ingin agar Ettan tidak terlalu ikut campur masalah Raga karena dia tahu bila menyangkut ceweknya Raga akan menjadi sangat sensitif.
''Kamu cerita saja ke mamah dulu jangan langsung ke Raga. Minta tolong mamah untuk bertanya pafa bunda bener nggak itu ceweknya satu atau memang ada yang lain.Dan jangan sampai Raga tahu dulu. Ngerti, Kakaka ngomong!''
__ADS_1
''Ettan usahakan Kak''