Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
37 Musibah Lagi


__ADS_3

Wajahnya kuyu, lingkaran hitam menebal di bawah matanya. Dua malam terjaga tanpa tidur sedikitpun demi sang putri yang masih tergolek di brangkar ICU, sama sekali belum mau membuka matanya. Memori Enam tahun silam dimana istri dan putri sulungnya pergi untuk selamanya, karena kecelakaan kembali terngiang.


Rasa akan kehilangan kembali orang terkasih membuat hatinya semakin pilu.


Pagi hari setelah malam naas itu dokter mengatakan kondisi Ara sudah stabil, tapi masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui akibat dari benturan keras di kepalanya. Dan disarankan untuk membawa Ara ke rumah sakit yang lebih besar dan lebih lengkap fasilitas kesehatannya.


Lebih memilukan lagi, hasil tes laborat dalam darah Ara ada kandungan senyawa kimia afrodisiak. Disampaikan oleh dokter itu semacam senyawa pembangkit syahwat.


Duduk termang di bangku lorong ruang ICU.


'' Selamat pagi, Pak.'' sapa Dani, salah satu anak buahnya yang menangani kasus kecelakaan ara.


'' Dan, bagaimana? sudah ada hasilnya? '' tanya Papa Randy to the point. Dani memang ditugaskan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan yang menimpa Ara. Terlebih dengan ditemukannya senyawa pembangkit syahwat dalam darah Ara.


'' Sudah, Pak.'' jawab Dani, lalu memberikan salinan berkas penyelidikan pada Papa Randy.


''Bagus. tolong kamu ceritakan ke saya.'' Papa Randy memyuruh Dani duduk di sebelahnya.


Danipun duduk dan mulai bercerita.


'' Ada dua CCTV kota yang menangkap keberadaan Dek Ara, sore sebelum kejadian, Pak. Yang pertama setelah Dek Ara keluar mall. Dan yang kedua, ketika Dek Ara duduk ditepian jalan dan didatangi seorang laki laki. Lalu Ara dikasih minum oleh laki laki tersebut.'' Dani menjeda omongannya sebentar. Papa Randy menduga mungkin Raga, karena dia yang meminta tolong Pada Raga untuk mencari Ara.


'' Siapa laki laki itu? apakah Raga? '' tanya Papa Randy.


''Saya sudah mengirimkan vidionya ke HP Bapak.'' segera Papa Randy membuka HPnya.


'' Siapa laki laki ini? saya tidak mengenalnya. Sudah ada informasi tentang nya, Dan?''

__ADS_1


''Sudah Pak. Namanya Topan, dan dia salah satu target buruan kita, diduga dia salah satu kunci pembuka jaringan narkoba di wilayah kita.'' Makin tersentak Papa Randy dengar informasi dari Dani.


Bagamana mungkin Ara bisa kenal dan bergaul dengannya.


'Dani melanjutkan kembali ceritanya, '' mobil yang dipakai untuk membawa Dek Ara itu, atas nama Daud, anak dari orang kaya dan terpandang di kota ini, Pak.''


''Saya kenal dengan Daud ini. ada hubungan apa antara Daud dan Topan ini. Menurutmu, Apa mungkin Dan....?''


''Bisa jadi, Pak. Bungkusnya terlalu rapi, harus hati-hati membukanya.''


''Saya percaya kalian pasti mampu mengungkapnya. Bisa saya minta bantuanmu, Dan?'' tanya Papa Randy agak ragu.


'' Pasti, Pak. Selama saya mampu pasti saya bantu.'' jawab Dani.


'' Kamu urus laki-laki bernama Topan ini. Buat dia menyesali perbuatannya telah berani berurusan saya. Dan hilangkan Ara kalau misalkan terlibat dalam kasus penyelidikanmu.Bisa, Dan?''


''Pasti. Pak '' jawab Dani tanpa ragu.'' kondisi Dek Ara sekarang bagaimana?'' tanya balik Dani.


''Kondisinya masih memprihatinkan, Pak. Kakinya terluka parah akibat terseret dan ada pengumpalan darah di paru-parunya, karena benturan keras.Dan juga banyak kehilangan darah. Rumah sakit kehabisan stok darah yang dibutuhkan, untungnya keluarga teman Dek Ara mempunyai golongan darah yang sama.'' Terang Dani.


'' Teman Ara, Gea, maksudmu?''


''Sepertinya iya, Pak.''


''Sukurlah masih ada yang perduli dengan anak itu, kalau nggak kasihan.'' Papa Randy merasa iba pada Raga, karena permintaannya untuk mencari Ara, kecelakaan ini terjadi.


''Maaf Pak, saya permisi ke kantor dulu, kalau Bapak butuh bantuan yang lainnya, saya siap.'' Pamit Dani.

__ADS_1


''Terima kasih Dani.Ayo, saya antar ke depan.''


Selepas mengantar Dani, Papa Randy berniat membeli kopi. Diperjalanannya melewati IGD, dia seperti melihat Antok.


Antok , kenapa dia ada di sini , bukannya dia tadi pamit pulang.


Antoklah yang menemani Papa Randy, setiap malamnya menjaga Ara. Setiap subuh Antok akan pamit pulang. Papa Randy penasaran kenapa Antok masih ada di rumah sakit.


''Antok?'' panggil Papa Randy setelah pasti itu Antok.


Antok menoleh, karena merada ada yang memanggilnya.'' Bapak.''


'' Kamu kenapa masih di sini, bukannya dari subuh tadi kamu sudah pulang.''


''Saya, tadi sudah sampai rumah Pak, Saya ke sini karena... Emak, Pak.'' Lirih Antok.


'' Emak... ada apa dengan Emak, Antok?''


''Emak jatuh di kamar mandi Pak, entah dari kapan, saya menemukannya sudah dalam keadaan pinsan. Dibangunkan tidak bangun-bangun, makanya saya bawa ke sini.'' Jawab lirih Antok.


''Ya Allah, musibah apalagi ini, kenapa kamu Mak? Tidakkah kamu mau lihat Ara sadar, malah ikutan Ara tidur gini.'' Ucap Papa Randy.


Papa Randy terpaksa meminta bantuan ke tetangganya yang kebetulan juga bekerja di rumah sakit tempat Ara dan Mak Tum dirawat, untuk mengurusi segala sesuatunya Mak Tum. Menghubungi juga Pak Rt dan istrinya agar membantu Rini di rumah.


Telah diputuskan bahwa siang ini Ara dibawa ke rumah sakit di Semarang.


'' Antok, Ara telah siap untuk dipindahkan ke Semarang. Maaf saya tidak bisa ikut merawat Emak. Urusan biaya Emak , kamu nggak usah kuatir. Kalau ada apa-apa kamu minta tolong Ferdi saja. Saya sudah bilang ke dia, untuk mengurusi Mak Tum.'' terang Papa Randy.

__ADS_1


'' Iya, Pak. Semoga Dek Ara cepet sadar dan sehat lagi. Bapak tidak usah kuatirkan Emak, saya akan menjaganya dengan baik.''


Ditengah perjalanan, di dalam mobil ambulance Papa Randy mendapat kabar dari Ferdi dan Antok, bahwa Mak Tum telah berpulang ke yang maha kuasa.


__ADS_2