Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
16 Menjadi Keluarga Besar


__ADS_3

Gambar diatas adalah visual versi aku ya... kesayanganku, ada Ara Raga dan Gea . kalau kalian punya pandangan lain bisa dibagi dikolom coment


*****


Setelah 2 minggu dikerjakan rumah belakang untuk keluarga Mak Tum akhirnya selesai.Keluarga Mak Tum sudah datang dan langsung menempati rumah belakang. Rumah keluarga Ara menjadi ramai terutama di halaman belakang.


Sore ini Ara duduk bercanda dengan Rini dan Antok di halaman belakang. Saking serunya sampai tidak mendengar suara kepulangan Papanya. Ara senang sekali mengelus elus perut buncit Rini.


''Mbak nanti dedeknya lahir di sini ya? berarti nanti aku jadi ante dong? wihh... kira kira laki apa perempuan ya ?'' rancau Ara.


Papanya tertegun di pintu, melihat anaknya mengelus elus perut buncit Rini, wajahnya berubah sendu.


''Pak Randy... '' suara Mak Tum mengagetkannya. '' kenapa pak?" tanya MakTum.


"Mak..... nggak papa. ingat Arti, Mak . Andai masih hidup mungkin aku sudah jadi kakek. Ya? . Lihatlah Ara mak, dia kelihatan bahagia sekali." Papa Randy tidak jadi menghampiri Ara, kembali masuk ke dalam rumah.


Arti kakak Ara sepantaran dengan Rini , apalagi dulu Arti sempat dijodohkan dengan anak teman papanya, sudah pasti dia bakalan nikah muda. Dan barangkali sudah memberikan cucu lebih dari satu pada papanya. Maut dan musibah yang datang sudah menjadi ketetapannya, hanya kita belajar ikhlas menerimanya.


Kasihan Pak Randy, diwaktu yang bersamaan harus ditinggal pergi istri dan anaknya. Bahkan sampai kinipun luka itu masih ada. Tak seharusnya dulu aku meninggalkannya dan Ara disaat mereka sedang terpuruk. Padahal Pak Randy dan almarhum bu Anggi sudah begitu baik padaku dan cucuku. Gusti limpahkanlah keberkahan pada keluarga ini, berilah hamba umur panjang agar bisa membalas segala kebaikan keluarga pak Randy. Ijinkanlah hamba untuk ikut mejaga Ara. Guman MakTum.


Papa Randy masuk kamar dan rebahan di atas kasur, dipandanginya foto keluarga yang terpasang di depan tempat tidurnya.Foto keluarga yang terakhir dibuat, kala keluarganya masih utuh.


Andai waktu itu papa tidak menyuruh kalian untuk cepat pulang , tentu kita masih bersama sekarang.

__ADS_1


Mas Sukma bagaimana kabarnya sekarang, anaknya pasti sudah menikah. Ahh pasti sekarang dia sudah ada cucu.


Maafkan papa Arti, yang dulu melarangmu untuk bertemu dan melihat calon yang akan papa jodohkan denganmu.


Flashback on


Arti kakak Ara telah menyelesaikan pendidikan SMUnya, dan akan melanjutkan ke salah satu PTN di Jakarta. Awalnya sang papa tidak setuju, dipikirnya Arti anak perempuan yang masih harus dijaga dan diawasi keluarga. Apalagi di Jakarta. Tapi Arti kekeh, bisa kuliah di PTN impianya dengan beasiswa. Sayang kalau dilepas padahal dia sudah barusaha karas belajar untuk mendapatkan beasiswa itu.


Akhirnya dengan berat hati sang papa menyetujuinya, dengan syarat Arti mau ditunangkan dengan anak sahabat nya.


"Apa ..Pah! ... bertunangan . dengan siapa?. Papah ... Arti minta ijin buat melanjutkan sekolah, bukan ijin ditunangkan.Masak iya Arti nanti nikah sama orang yang nggak Arti kenal. papah...... Arti masih 17 tahun." tolak Arti.


"Setidaknya dengan kamu ada tunangan kamu ada yang jaga, dan papa tenang di sini. Tapi bukan berarti papa lepas tanggung jawab." tegas Papa Randi.


"Calon tunanganmu itu anak dari om Sukma, sahabat papa dari kecil. Dan dia setuju ditunangkan denganmu. Sepulang kamu dari mengurus administrasi pendaftaran, mereka akan datang kesini melamarmu." bujuk papa.


"Baiklah, Arti akan nurut papa. tapi ketika di Jakarta nanti Arti pengen ketemu dulu dengannya dulu."


"Jangan dulu, tunggu mereka datang ke sini , dulu. Ingat kamu anak gadis. jangan disik i kerso. Besok kamu diantar mamah perginya." Dan keputusan papanya sudah final.


Flashback off


MakTum datang menghampiri Ara yang mengelus elus perut Rini dan ceklikikan merasakan gerakan bayi Rini.

__ADS_1


"Dek Ara...seneng banget kamu?" Tanya MakTum yang mendudukan diri disebelah Ara.


"Iya Mak, ini si adek dari tadi gerak terus, kayak ikuti tanganku.Mak... " Ara berhenti mengelus perut Rini dan menghadap Mak Tum. Dan Mak Tum tersenyum dan mengusap lembut rambut kepala Ara." dulu Kak Arti dijodohkan ya? sebelum meninggal.


"Iya Dek.. kenapa kok tiba tiba tanya ki?" bukanya menjawab malah balik tanya.


"Nggak papa Mak cuma kalau Kak Arti masih hidup pasti aku sudah dipanggil Ante. "


"Ara ikhlas kan dengan kepergian mama dan kakak?" tanya MakTum lembut.


"Ikhlas. mak ."


"Perbanyak doa untuk mereka, doa Ara yang solehah yang mereka butuhkan "


"Iya mak."


*


*


*


*

__ADS_1


Maaf gambar dihapus untuk kepentingan revisi


__ADS_2