Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
Kegelisahan Raga


__ADS_3

Setelah mengetahui siapa tamu tak diundang Ara adalah Daud, Raga menjadi tidak tenang. Setahu Raga Daud adalah teman satu SMA saudara tirinya, Maya. Sudah beberapa kali Daud bertandang ke rumah Raga, untuk bertemu Maya. Kalau Daud dekat dengan Maya mengapa sekarang berusaha mendekati Ara.


Sepulang sekolah Raga pergi ke markas, tempat tongkrongan dia dan teman-temannya. Situasi markas sepi, seperti keinginan Raga yang menghendaki, karena dia ingin sekedar mengistirahatkan diri dan pikiran di tempat itu.Raga memarkirkan motornya di samping bangunan yang terhalang tanaman perdu sehingga tidak kelihatan dari jalan. Raga langsung masuk dan menghempaskan diri ke kursi panjang untuk tidur. Matanya terpejam tapi belum bisa tidur, pikirannya masih tertuju ke Ara dan kedekatannya dengan Daud.


Terdengar suara mobil yang berhenti dari luar, Raga tak ambil pusing kalau itu temannya pasti akan masuk, pikirnya. Raga penasaran karena beum ada suara mobil pergi tapi tak ada seorangpun yang masuk. Raga bangkit dari tidurnya hendak keluar tapi diurungkan karena melihat Topan dan seorang berpakaian seragam SMA seperti dirinya sedang dalam pembicaraan yang mencurigakan.


Topan ngapain dia, bicara dengan siapa dia? kenapa ada anak baru di sini gue kagak tahu.


"Besok besok kamu ke sini saja, tak jamin aman apalagi kalau pagi hari." terdengar suara Topan menyakinkan temannya.


"Pastikan itu, aku nggak mau ada masalah ." kata teman Topan dan membalikkan badan ke arah Raga sehingga terlihat jelas oleh Raga dari dalam.


Daud …ada hubungan apa dengan Topan .


Laki laki berseragam putih abu-abu itu Daud yang sedang berbicara dengan Topan. Niat hati ingin meleramkan pikir tapi malah tambah dibuat tambah penasaran dengan hubungan Daud dan Topan.


Ingin Raga menanyai Topan, tapi Topan berlalu pergi setelah kepergian Daud.Ragapun kembali ke kursi panjangnya untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda.


Raga terbangun karena suara montor berhenti. Dan ternyata Aldo teman sekolahnya. Aldo masuk ke markas, mendapati Raga yang baru bangun tidur.


" Sepi… Ga? anak anak belum kumpul." tanya Aldo.


"Tahu nih dari tadi cuma gue di sini. Tadi sih sempet ada Topan tapi nggak masuk, cuma di luar dan sepert bicara serius dengan anak kampret. Herman gue kok bisa tuh anak kampret ke markas kita." kata Raga jengkel.


Aldo mengernyitkan dahi bingun dengan jawaban Raga"anak kampret siapa?"

__ADS_1


"Daud anak SMA X "


"Daud… anak si pemilik hotel dan swalayan xxx " tanya balik Aldo.


" Gue kagak tahu malah elo tanya balik, yang pasti gue geram karena dia mulai ngedekatin Ara. Padahal setahu gue Daud ini sering ke rumah nyamperin Maya."


"Roman-romannya ada yang takut ketikung nih? " mendengar ejekan Aldo langsung melayangkan asbak bekas puntung roko teman temannya, beruntung Aldo bisa menghindar.


"Berisik lo…"


"Santai bro… santai … " Aldo sudah kembali duduk dan lebih mendekat ke Raga, dan membuat Raga risih.


"Apaan nih dekat dekat."


"Tenang Ga aku cuma mau ngomong."


"Aku curiga kalau Topan itu pemakai Ga, dan mungkin juga pengedar" bisik Aldo.


"Jangan asal ngomong lu. kalau makai mungkin iya , tapi kalau ngedar … masih sangsi gue."


" Aku mulai curiga kalau dia ngedar tu sejak kamu berhenti balapan ."


"Maksudnya ?" Raga jadi bingung.


"Setelah kamu berhenti balapan Topan jadi nggak ada pemasukan, kamu ingat kan … dia marah-marah waktu itu, dia nggak terima kamu berhenti . Dia selalu gelisah tungguin kamu datang , tapi kamunya malah asik sendiri dengan Ara."

__ADS_1


" Kita balapan cuma having fun.


kalau masalah taruhan kan bonusnya, kenapa harus serius"


"Itu menurut kamu Ga, lain dengan Topan dia pengangguran dan taruhan atas kamulah pendapatannya.Dan masalah Daud sepertinya dia cukup berbahaya, kamu harus hati-hati sama dia. Kalau bisa jangan cari ribut sama tuh anak." jelas Aldo


"Bahaya bagaimana? cuma anak orang kaya yang manja doang. Gue rasa dia cuma memanfaatkan kekayaan orang tuanya saja." kata Raga.


"Jangan salah kamu Ga siapa tahu itu cuma kamuflase saja. Dilingkungan pemakai dia sudah tenar. Coba kamu cari tahu lewat saudara kamu, Maya."


"Gue paham maksud lo biarlah itu menjadi urusan mereka selama nggak ngeseret kita." Raga bangkit dari duduknya niat hati ingin pulang.


"Woi… Ga mau kemana ? "


"Pulanglah sudah sore. Mandi trus ngapel. Kenapa? mau ikut…"


"ini … kalau orang sudah jadi bucin bawaan pengen nempel terus.Mana ada ngapel kok hari senin, malam minggu ngapain? . Nggak takut kamu sama bapaknya?"


"Ngapain takut udah Gue jinakin tuh."


"Parah" Aldo geleng-geleng dengan sikap sahabatnya. Raga menanggapi dengan senyuman.


sesampainya diluar setelah menaiki montor masing-masing rupanya Aldo masih penasaran " Ga… kamu ngapain aja kalau ngapelin anak polisi?."


"Numpang makan dan numpang belajar. " jawab Raga polos.

__ADS_1


"Huahahaha………" Aldo ngegas motor langsung pergi.


__ADS_2