
Sepasang mata dari kursi luar cafe terus memandang ke dalam cafe, ke meja Ara dan Gea, yang kembali duduk berdua karena Radit sudah meninggalkan mereka berdua untuk melanjutkan pekerjaannya.Memang setelah Ara tampil dan menyanyi, banyak yang kagum akan suara dan kecantikan Ara.
Gea yang tak sengaja melihat ke luar cafe beradu pandang dengan sepasang mata yang mengawasi mejanya.sekali, dua kali sampai tiga kali Gea bertemu pandang.Hingga tolehan Gea ke luar cafe untuk yang keempat kalinya, sepasang mata itu sudah tidak ada.
Gea meraih gelas minumannya dan
Uhuk ...uhuk ...uhuk
Gea tersendak kaget sepasang mata itu, sepasang mata yang dimiliki seorang laki laki tampan dan berdiri di depannya.Bukan menghampirinya, tapi Ara yang duduk disebelahnya.
''Ara...?"
Ara mendongakkan kepalanya "iya" jawab Ara ragu.
"Kamu dulu SDN 1 kan ? . Sembari menunjuk nunjuk dadanya, "Aku Daud. pas kamu kelas lima aku kelas enam. ingat.... " Ara menggeleng.
"Bunga matahari.... ingat.. ?." Daud berusaha membuat Ara ingat akan dirinya.
" Aku ingat... bunga matahari. apa kabar kamu?''
__ADS_1
" Baik … sangat baik. Apalagi setelah ketemu kamu ,Ra … '' boleh duduk? '' laki-laki … setelah lihat yang bening- bening lansung jurusan nya ngegombal. '' Boleh duduk ? , pegel nih kaki aku.? '' Ara menoleh ke Gea seperti meminta persetujuan, tapi Gea hanya diam saja. Belum juga Ara mempersilahkan si Daud sudah main duduk saja.'' Boleh.'' suara lirih Ara dengan menaikkan pundaknya ke Gea.
''Tadi waktu kamu tampil nyanyi aku perhatiin kamu Ra… beneran kamu bukan ?… habisnya dulu kamu pindah gitu aja.Aku cariin kamu lho Ra… tapi aku yakin itu kamu soalnya dulu kamu juga suka nyanyi kan ? '' nih cowok pakai batre berapa sih?… nyrocos ae . Nggak punya rem tuh mulutnya bang? lihat nnih di sini juga ada orang kali…
Kelakuan Daud yang sok akrab membauat Ara risih, ditambah lagi muka asam Gea, '' Daud ... ini teman aku ... Gea . Mereka yang dikenalkan hanya bersalaman tanpa menyebutkan nama masing-masing. toh juga udah dengar kan dari Ara.
Siapa Daud ? dia kakak kelas Ara, dulu mereka bisa kenal dan dekat karena dulu si kecil Ara suka diajak main ke rumah Daud oleh kakaknya, Arti. Bukan ke Daudnya tapi ke kakaknya Daud, Sizi. Arti dan sizi sahabatan.
''Daud... Kak Sizi gimana kabarnya? '' Lah si Ara malah nanyain kakaknya, bukan ngejawab pertanyaan adeknya yang bertubi-tubi.
''Udah nikah ... udah punya anak umur dua tahunan, sekarang lagi hamil lagi. Nggak tinggal di sini, ikut suaminya di Surabaya.
''Ra ...Gue ke toilet dulu ya.... hati-hati kamu...'' ijin Gea. '' temenin nggak Ge ?.... '' Gea hanya menggelang, padahal dihatinya Ara berharap Gea mengajaknya, dan pergi begitu saja meninggalkan Ara, yang nampak bingung karena tidak tahu mau ngomongin apa sama Daud.
Sejenak dalam keheningan tiba-tiba
'' Baib... kok kamu di sini nggak ngajak aku seh... '' Seorang perempuan yang datang tiba-tiba dan langsung menggelayut pada lengan Daud. nampaknya Faud tidak suka digelayuti lengannya , karena beberapa kali kelihatan oleh Ara berusaha mengibaskan tangannya.
Perempuan itu berhasil duduk di sebelah Daud tanpa lepas gelayutannya bahkan semakin kuat, seperti takut diambil saja Daudnya. Ara sampai risrih melihatnya.
__ADS_1
Mata perempuan itu menatap tajam ke Ara. '' baib siapa dia ?... kok bisa , sama kamu di sini . '' tanya perempuan itu ke laki-laki di sebelahnya tanpa melihatnya karena matanya masih tetap fokus ke Ara.
''May ... kamu ngapain sih ?... lepaskan tanganmu ... May, apaan seh... lagian ngapain kamu tanya tanya, siapa kamu ?'' menghempas kasar tangan si perempuan, dan akhirnya bisa terlepas. Raut muka si perempuan seketika merah padam.
'' Kita teman lama mbak? hari ini baru ketemu lagi. '' Meja tempatnya duduk auranya sudah tidak baik Ara berniat meninggalkannya, biarlah nanti Gea ditelepon, tunggu saja di luar.
Gea keluar dari toilet melihat Ara berdiri dari kursinya berusaha cepat menghampiri. '' kenapa Ra.... ?'' dan di kursi yang tadi ditinggalkan telah bertambah satu lagi penghuninya. dan sepertinya Gea mengenalnya.
mak lampir
*
*
*
*
*
__ADS_1