
''PA....PA!"
"Kasihan Dek, anak orang. Papa nggak suka Ara jadi barbar gini. "
" Iya pah, maaf." Ara langsung menyela omongan papanya. Kalau diteruskan bisa lama nanti nasehat dari papanya, sedangkan kakinya sudah minta untuk diistirahatkan.
Ara masuk ke kamarnya, setelah menaruh cangkir teh di meja makan.Papanya hanya geleng geleng kepala. anak itu semakin besar semakin banyak kumbang yang mendekat.
Ara rebahan di kasur dengan kakinya digantungkan ke dinding.Dan ponselnya berbunyi
Drettt drett dret......
Hallo assalamualaikum Kak
📞 lagi apa?
Rebahan sama gantungin kaki, kedua kakiku rasanya ngilu banget Kak.Kaki kakak gimana sakit juga tidak? . kok malah ketawa sih ...
📞 kaki elu sakit karena elu jarang olah raga dan jalan kaki.
Lah kok sama sih dengan omongan papa. Kak kalau cuma mau ngolok olok aku tutup nih.
📞 Eit jangan maaf maaf, jangan ngambek dong ntar cantiknya diambil mbak kunti lho..
Kenapa kak Raga jadi sweet gini sih. Mbak kunti siapa?
📞 Kuntilanak.
Berarti bukan mbak dong orang masih anak.
📞 apa dong ...itu kan namanya.
Hemmm belum tahu ya kalau kalau kuntilanak itu masih anak anak? kalau Kak Ra mau yang mbak noh kuntilbabon.
📞 Kok malah bahas kuntilanak anaknya kuntilbabon Ra...
Habisnya Kak Raga yang mulai duluan.. . mana Ara lagi kesel sama tamu tak diundang. Ini Kak Raga ikutan bikin kesel Ara.
📞 Siapa tamu tak diundang ?
Itu teman SD Ara dulu Daud namanya, kaki Ara kan lagi diurut sama Emak dia datang gangguin acara urut mengurut kan kesel.
📞 Siapa Daud kok bisa dia ke rumahmu mau apa ?
__ADS_1
Kak Raga mah KEPO ntar aja kalau ketemu Ara cerita sekarang Ara ngantuk Kak... oya Kak Raga telepon Ara kenapa ?
📞 Besok pagi gue jemput ya ?
Ohh mau ngomong itu biasanya juga langsung datang.
📞 Takut aja, siapa tahu ada yang mendahului. istirahat gih!
Iya assalamualaikum.
📞 Waalaikumsalam
Ara tidur pulas sekali, mungkin efek dari kecapean. Waktu azan magrib Rini datang untuk membangunkanya.
" Maaf mbak Rini aku keenakan tidurnya, sampai nggak dengar panggilan mbak Rini."
"Iya mbak tahu kamu pasti capek banget, mbak gedor gedor sampai nggak dengar, bangyn gih buruan mandi ? dah magrib ini." Rini berdecak katena Ara masih saja mengliat liat di atas kasur empuknya belum mau bangun. "Dekkk..." lanjutnya.
"Iya mbak... ini Ara bangun." Setelah Ara benar benar bangun baru Rini meninggalkan kamar Ara.Setelah mandi dan sholat magrib Ara keluar kamarnya dan turun ke bawah mencari papanya.
Papa mana ya… di kamarnya tidak ada, di ruang makan juga tidak ada, masa sih belum pulang dari mushola...
"Mbak Rini ...papa mana? … belum pulang dari musholakah? " tanya Ara ke Rini yang lagi di dapur.
"Boleh deh… tapi Ara ke kamar sebentar ya." Ara beranjak pergi ke kamarnya untuk mengambil gawainya.
"ditunggu dihalaman belakang ya … Dek."
"Ya"
Keesokan paginya
Ara keluar rumah dengan tergesa gesa tak enak kalau Raga harus menunggu lama. ketika membuka gerbang rumah, diluar gerbang sudah ada mobil parkir
Siapa seh parkir kok depan pintu rumah orang . Nggak sopa**n.
Si punya mobil keluar dan ternyata
"Daud..."
belum juga kaget Ara hilang
tin....tin....
__ADS_1
"Kak Raga…" Ara menoleh ke arah motor sport dibelakan mobil Daud.
"Pagi Ara aku ke sini sepagi ini untuk menjemput dan mengantarmu ke sekolah kamu." kata Daud setelah keluar dari mobilnya. seolah tak perduli dengan keterkejutan Ara.
" Daud maaf ya… aku nggak bisa bareng kamu, secara sekolah kita kan beda. dan lagi kita nggak ada janji berangkat bareng kan? dan makasih atas niat baikmu ini . Aku sudah janji berangkat bareng kak Raga tuh… sudah datang." Ara menghampiri Raga dan tak memperdulikan panggilan Daud.
"Ara… ra " Daud yang jengkel karena gagal menjemput dan mengantar Ara. Daud masuk ke dalam mobil dan membanting pintunya, setelah duduk Daud memukul stir mobilnya dengan keras sampai memerah tangannya.
Sementara itu Ara dan Raga telah sampai di parkiran sekolahnya Ara yang hendak menyerahkan helmnya ke Raga kaget karena tangannya dicekal Raga.
"Kenapa… Kak? " kata Ara lembut.
"Yang tadi , siapa?"
"Oh… itu tadi yang namanya Daud yang aku cerita ditelepon kemaren."
"Kok bisa dia mau ngantar kamu, dia Anak SMA Dua kan ?" suara Raga sudah mulai meninggi.
''Ara juga nggak tahu Kak tahu tahu sudah ada di depan gerbang, kayak jaelangkung si Daud itu suka muncul tiba tiba tanpa diundang. Lepasin tangan Ara Kak… mau ke kelas nih. " Ragapun melepaskan tangan Ara dan Ara melangkah pergi dan baru berapa langkah
"Ra… " suara Raga memangilnya dan Ara menoleh.
"Apa… " setelah sekian detik Raga hanya memandangi Ara saja.
"Nggak papa. "
Issh... Kak Raga ini , kirain ada apalagi . Iseng banget sih
" Kak nanti aku ada ekskol choir , pulangnya sore jadi nanti dijemput Papa. ''
''He em''
''Ara ke kelas ya?''
Setelah Ara pergi Raga masih setia di parkiran entah memikirkan apa. Hingga dia melonjak kaget ketika ada yang menepuk pundaknya.
''Kesambet lo Ga... pagi pagi sudah ngelamun. '' ternyata Aldo yang mengagetkan Raga.
''Apaan seh ... kaget jantung gue.''
''Pagi sudah ngelamun aja. Makanya cari jalan lurus saja hindari tikungan.
''Nggak jelas lo''
__ADS_1
''Resiko lo Ga punya cewek cantik jadi banyak yang mau, ingat Ga sebehlum sebelym janur kuning meleng masih bisa ditikung