Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
Kebobolan Lagi


__ADS_3

Dewasa bukan diukur dari tuanya umur, Usia boleh muda tapi pemikiran dan tingkah laku Ara tak seperti teman sebayanya. Kala temannya hangout entah kemana Ara sibuk dengan tiga krucilnya. Jalan hidup yang dipilihkan papanya menikahkannya diusia muda dengan lelaki yang tepat. Ara mensyukuri itu. Mempunyai anak banyak bukan beban baginya justru anugrah yang sangat dia harapkan. Ara tak ingin anak-anaknya mengalami nasib sepertinya sendiri tanpa punya saudara. Menikah dengan Gatra membuat Ara kembali mendapatkan kasih sayang orang tua lagi, ditambah dengan tiga krucil semakin lengkap saja kebahagian Ara. Pun demikian dengan Gatra yang terlahir sebagai anak tunggal harus merasakan kesepian kala di rumah sendiri, kedua orang tua sibuk diluaran. Merasa bersyukur dengan tiga anak. Selelah apapun ketika pulang akan hilang karena disambut istri yang cantik dan anak yang lucu-lucu.


Sewaktu Ratih masih kuliah di Jakarta Ara sering pergi keluar, sekedar ngemol tentu saja sambil membawa tiga buntut. Karena tidak mungkin Ratih akan pergi sendiri pasti satu paket dengan Rega. Mereka telah menjadi pasangan bucin akut. Hingga mudah baginya membawa tiga buntut. Baik Ratih ataupun Rega sama-sama sangat menyayangi ketiga buah hati Ara. Sekarang Ratih sudah kembali ke Semarang karena sudah selesai kuliah dan lolos menjadi ASN di kabupaten Semarang. Rega? tentu saja ikutan balik ke Semarang meneruskan usaha orang tuanya. Dan Ara malas untuk keluar dengan teman yang lain. Bukan anti teman atau sengaja mengucilkan diri karena minder dengan kondisinya, bukan, bukan itu Ara mencari teman yang sefrekuensi dengannya. Dan itu hanya didapat dari Ratih dan Pia. Bagaimana dengan Gea? yang dulu juga sahabat Ara setelah usahanya mencelakai Ara, orang tua Gea membawanya pergi ke luar Jawa. Dititipkan pada kerabat orang tuanya sekalian terapi jiwa.


Tidaklah mudah di usia muda sudah menjadi ibu dengan tiga balita dan masih harus melanjutkan kuliah. Gatra menyadari itu. Walaupun sesibuk apapun selama apapun dia pergi ke luar kota ketika punya waktu senggang selalu mengajak Ara berlibur.


Sekedar jalan berdua atau nginap di hotel semalam, yang penting Ara bisa punya me time.


sejak si kembar berusia setahun, Gatra sudah berembuk dengan Ara dan kedua orang tuanya untuk pindah ke Semarang . Karena semakin ke sini proyek yang di dapat Gatra hampir semua dari Jawa tengah. Tentu saja Ara yang paling antusias dengan usulan Gatra.


Rencana yang awalnya akan tinggal di Semarang tapi berubah Setelah ingatan Ara kembali, Ara ingin tinggal di Magelang.


Awalnya Gatra bimbang karena belum tahu tentang rumah Magelang, setelah pengacara papa Randy mendatanginya dan memberitahu semua aset yang diwariskan ke Ara termasuk rumah magelang. Gatra segera mengecek ke Magelang dan ternyata rumah dengan bentuk joglo modern yang sangat nyaman untuk ditinggali itu sangat terawat. Pertama datang Gatra sudah jatuh cinta dengan rumah itu apalagi suasana sekitarnya yang masih asri.


Gatra bertemu dengan Antok, Rini dan Alif. Kedatangan Gatra memang sudah ditunggu Antok sejak lama. Karena bagaimanapun dia hanya dipasrahi untuk menjaga sampai si pemiliknya kembali. Sejak Ara kecelakaan dan pindah ke Semarang ditambah meninggalnya sang nenek mertua, Antok lah yang mengurus rumah dan kos-kosan papa Randy yang di Magelang. Hanya sesekali papa Randy datang sekedar mengecek.


Antok juga merasa kehilangan ketika tahu papa Randy meninggal. Baginya papa Randy bukanlah majikan tapi sosok ayah pengayom baginya dan istri.


Dan Antok sangat menanti kepindahan Ara dan keluarga pulang kembali ke Magelang.


Rencana kepindahan mereka sekeluarga akan terealisasi setelah Ara selesai kuliah.


Pagi menyapa Ara sudah siap dengan dengan busana kebaya dan toga. Ya, Ara akan wisuda setelah lima tahun menjadi mahasiswa. Bahagia pasti! tak henti bersenandung karena saking bahagianya. Mungkin karena sudah mau wisuda Ara sangat bersemangat menjalani hari-harinya.

__ADS_1


Sejak dari bangun tidur hingga sekarang Ara sedang berias Gatra tak henti memperhatikan Ara. Makin hari makin cantik saja istri kecilnya itu. Tapi...


Ada yang aneh dengan istrinya. Ara seperti kembali ke awal ketika pertama hamil Gina. Eh, sudah sebulan ini si Otong tidak libur berkubang. Malah semakin dimanjakan. Apa mungkin?


Salah Gatra juga kenapa selalu kehabisan sarung si otongnya, sudah tahu istrinya alergi dengan alat kontrasepsi. Mau suntik atau pil KB Ara akan selalu pusing dan tekanan darahnya menjadi tinggi. Pasang IUD tanpa dirasa terlepas hingga Ara menjadi ngeri.


Gatra segera bangkit dengan mimik wajah yang aneh.


''Kenapa mas? dandanan Ara terlalu menor ya?'' tentu saja Ara kaget dengan pergerakan Gatra yang tiba-tiba menghampirinya saat berias.


''Sayang?''


''Kenapa Mas?''


Ara berfikir suaminya menginginkannya lagi, setelah pertarungan sengit semalaman mereka.


''Mas ingin lagi? nanti malam saja ya? hari ini Ara harus sampai gedung tepat waktu nanti gak keburu.'' anak sudah tiga masih saja polos istri Gatra ini


Gatra memeluk istrinya dari belakang. ''Maaf sayang Mas khawatir kalau di dalam sin ada calon adiknya si kembar.'' kata Gatra dengan mengusap lembut perut Ara.


''Hah! adik si kembar? masa sih?'' Ara masih cengo


'' Sayang ingat saat pertama hamil Gina? tanda-tanda nya sama. Kapan terakhir sayang datang bulan?''

__ADS_1


''Sudah.... lewat dua tanggal. Sebentar Mas sepertinya Ara masih menyimpan sisa testpack si kembar semoga belum kadaluarsa.


Ara segera mencari testpack dan menggunakannya di kamar mandi. Harap-harap cemas Gatra menunggu diluar.


''Gimana sayang?''


Ara menyerahkan testpack ke Gatra. Muncul lambang plus di testpack berwarna biru muda dan putih.


Tertegun keduanya, Ara otw anak ke empat.


''Bagaimana bilang ke bunda Mas? Ara takut.''


''Maaf sayang, Mas sudah buat Ara hamil lagi.'' antara senang bahagia tapi juga sedih. Mengasuh tiga balita saja sudah luar biasa repot apalagi ini nambah satu lagi.


''Mas, Ara seneng kok ada calon buah hati kita lagi. Banyak anak banyak rejeki mas, karena saudaranya banyak mereka gak akan kesepian. Cuma ... Ara takut ngomongnya ke bunda, karena yang ngasuh mereka kan bukan cuma Ara tapi bunda juga.


tok


tok


tok


Ada ketukan pintu, karena pintu yang tidak terkunci si pengetuk pintu langsung masuk.

__ADS_1


''Kalian ini anak-anak sudah siap, kenapa kalian masih saja di dalam kamar! Ya ampun Gatra kamu bahkan masih bangun tidur ck. ck. Ayo buruan anak-anak sudah kelaperan nunggu.'' Bunda keluar kamar membiarkan anak dan menantunya bersiap. Setiap pagi ada saja yang menjadi bahan Omelan bunda, dan ujung-ujungnya Gatra yang disalahkan


__ADS_2