
Tomi yang dihubungi ibunya untuk segera ke rumah sakit segera berangkat. Dia merasa takut dan sungkan pada ayah tirinya, karena pada ayah tirinyalah dia, ibu dan adiknya bergantung hidup.
Melewati pintu masuk rumah sakit yang masih sepi, dikarenakan masih pagi.Tak sengaja dia ditabrak rombongan tiga orang yang menggotong perempuan pinsan.
Tomi menoleh ke rombongan orang yang menabraknya. Sekilas matanya tertuju pada perempuan yang digotong.
''MAYA!'' teriak Tomi setelah memastikan bahwa perempuan itu adiknya.
Salah seorang yang menggotong bertanya, ''Mas, kenal dengan perempuan ini?''
''I...ya. Dia adik saya, Pak.'' jawab Tomi tergagap. '' Kenapa dengan adik saya, Pak?'' tanya balik Tomi.
''Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya, Saya menemukannya sudah pinsan di tepi jalan, makanya segera kami bawa ke sini.'' terang penolong yang pertama menemukannya.
Perawat jaga segera memberi pertolongan, meletakkan tubuh Maya pada brangkar dan mendorongnya menuju IGD. Rombongan penolong Maya pamit undur diri, karena sudah ada keluarga pasien.
Dari kejauhan Gea yang mengantar Rissa mencari sarapan, melihat Tomi ikut mendorong brangkar jadi penasaran. Gea mengajak Rissa untuk membuntuti.
''Ada apa Gea? kenapa kita membuntuti mereka?'' tanya Rissa penasaran.
'' Aku penasaran, Kak, cowok itu adalah Tomi, kakak tiri Raga. Tapi siapa yang di atas brangkar itu?'' Gea dan Rissa berhenti karena jarak yang semakin dekat dengan rombongan Tomi. Gea dan Rissa menunggu agak jauh dari IGD.
Gea menghentikan langkah rombongan penolong Maya yang melintas di depannya'' Maaf, Bapak-bapak, itu tadi yang masuk IGD kenapa, ya?''
'' Perempuan pinsan di tepi jalan, Mbak. Sepertinya korban perkosaan.'' jawab salah seorang penolong.
''Hah!'' pekik Gea.
Setelah rombongan berlalu, Gea segera mengajak Rissa ke mamanya.
''Kak, ayo cepat kita ke mamah.''
'' Kamu ini kenapa kepo Gea?'' tanya Rissa yang memang tidak tahu apa-apa.
'' Kak Rissa dengar kan, kata bapak tadi?''
''Iya, korban perkosaan.''
''Iya, betul dan kurasa perempuan itu Maya, adik tiri Raga.
''Hah!'' giliran Rissa yang memekik lalu buru-buru menutup mulutnya.
''Mah...Mamah...'' nafas Gea ngos-ngosan karena berlari kecil untuk segera mengabarkan perihal Maya ke mamanya.
Gea mendekatkan mulutnya ke ke telinga mamahnya.Bisiknya, '' Mah, Maya jadi korban perkosaan, dan sekarang lagi ditangani di IGD.''
__ADS_1
Mamah menarik telinganya menjauh dari Gea.'' Jangan ngada-ada kamu Gea. ''
''Nggak ngada-ada Mah, memang ada. Nggak percaya?... tanya aja Kak Rissa.Orang tadi di sana juga ada Tomi, entar juga ngabari ke sini.'' Mama Gea mengalihkan pandangan ke Rissa.
Rissa mengangguk karena mengerti arti tatapan mamanya Gea.
Selang berapa menit Tomi datang ke mamahnya. mengabarkan musibah yang menimpa Maya.
Soraya menangis histeris mendapati kabar anaknya dirawat di IGD, karena jadi korban perkosaan. Soraya langsung menuju ke IGD.
Sesampainya di IGD, tak diketemukan Maya.
'' Suster, apa ada pasien perempuan yang baru masuk pagi ini?'' tanya Soraya pada perawat jaga.
'' ada, Bu.'' jawab ramah si perawat, dan setahunya cuma ada satu pasien yang masuk IGD pagi ini.
'' Di mana pasien itu, Sus?''
''Baru saja dibawa ke poli kandungan, Bu.'' jawaban yang makin membuat hati Soraya tersayat.
'' ada apa, Sus? kok harus ke poli kandungan.'' tanya Soraya.
''Kondisi pasien perlu penanganan dokter spesialis obgyn, Bu. Untuk lebih jelasnya silahkan Ibu ke poli kandungan saja. ''
''Adikmu sudah tidak ada di dalam, dia sudah dibawa ke poli kandungan. Ayo, Tom cepat ke poli kandungan '' ajak Soraya.
Sesampainya di poli kandungan Soraya, segera menemui dokter spesialis obgym. Kebetulan dokternya baru selesai memeriksa Maya.
''Dokter bagaimana keadaan anak daya, Dok?
''Kebetulan anda sudah datang, Bu. Mari kita berbincang di ruangan Saya.'' ucap sang dokter dan mempersilahkan Soraya masuk ke ruangannya.
Setelah Soraya dan Tomi duduk sang dokter segera menjelaskan keadaan dan kondisi Maya.
''Anak ibu memang benar mengalami pelecehan seksual. Dan untuk menghindari hal buruk dikemudian hari, atau Ibu, ingin membuat laporan polisi, kami sudah melakukan visum pada anak Ibu.''
''Tapi sekarang ada yang lebih penting lagi yang harus segera ditangani atas putri Ibu.''
''Maksud Dokter?''
'' Kami harus segera melakukan kuretase pada putri Ibu, bila semakin lama ditunda bisa membahayakan nyawa putri Ibu.''
'' Maksud, Dokter anak saya hamil , gitu?'' Hatinya mencelos sadih. Anak perempuan yang diharapkan bisa membawanya hidup enak dan bahagia kini menjadi hina.
''Putri ibu sempat hamil, usia kehamilannya masih muda sekitaran satu bulan. Dan akibat dari pemerkosaan, putri Ibu mengalami pendarahan hebat dan janin dalam kandungannya tidak dapat bertahan.
__ADS_1
Soraya hanya diam tak bergeming. Hatinya terlalu sakit, membayangkan siapa laki-laki yang telah tega merusak masa depan anaknya.
''Dokter, saya kakaknya pasien, tolong lakukan tindakan yang terbaik untuk adik saya. '' pinta Tomi pada sang dokter, karena ibunya mendadak terdiam.
Seyelah menandatangani surat persetujuan tindakan , Tomi menuntun ibunya untuk bertemu adiknya.
Soraya menangis meraung-raung melihat kondisi anak perempuannya.
Sementara di tempat Raga berada
Sesaat sebelum kunjungan dokter yang bertanggung jawab akan dirinya Raga telah sadar.Sebuah kabar yang menggembirakan bagi orang-orang tercintanya, yang menunggunya di luar. Setelah dokter melakukan pemeriksaan Raga dipindahkan ke ruang rawat inap.
Rona bahagia dan senang terpancar dari wajah ibu kandung Raga. Tak hentinya mulutnya berucap sukur pada Yang Maha Kuasa.
Setelah Raga berada di ruang rawat inap, Nurmala bersama kedua anaknya menghampiri Raga, bertiga berada di sisi brangkar.
Tangis Nurmala pecah, menangis sesegukan meminta maaf pada putra yang telah dilahirkannya.
'' Raga... ini Mamah, sayang... maafkan mamah, nak baru sekarang mamah datang menemuimu. ''
'' Mamah... Ara... Ara...''
ceklek
Gea dan mamanya masuk, melihat sahabatnya kebingungan untuk menjawab, mama Gea berucap, '' Ara baik-baik saja Ga, sekarang lagi dijagain Papanya. Satu kebohongan terlontar dari mulutnya.
'' Mama...'' makin bahagia Nurmala tak ada penolakan atas dirinya, dari Raga.
''Iya, sayang.''
'' Kenapa baru datang.''
''Maafkan mama, Raga, yang baru bisa datang sekarang. Tapi mama janji mulai saat ini mama akan selalu ada untuk Raga.''
Mata Raga tertuju pada perempuan disebelah mamanya.
''Raga, ini Kakak Rissa, kakaknya Raga.'' mamanya memperkenalkan anak sambungnya yang pertama.
'' Hai, Adik. Cepat sembuh kita menantikan kamu untuk bersama kami, biar mama kita ini, tidak sedih terus.'' sapa Rissa pada adik barunya.
''Disebelah kakak kamu ini, Ettan, adik kamu Raga. ''
''Hallo, Abang. Akhirnya kita bisa bertemu.''
Hati Raga bagai tersiram air es, dingin tapi menyegarkan. Ditengah musibah yang dialami ada satu kebahagiaan datang. Walau begitu ada sisi lain di hatinya mengatakan bahwa dia kehilangan Ara.
__ADS_1