Di Persimpangan Cinta

Di Persimpangan Cinta
53. After party


__ADS_3

Pesta telah usai sebelum magrib. Memang itu pesan dan permintaan dari Papanya Ara, syarat boleh mengadakan pesta kejutan untuk ulang tahun Ara.


Ketika Ratih dan Naina meminta ijin untuk mengadakan pesta ulang tahun untuk Ara, pada Papa Randy mengijinkan asal diadakannya siang atau sore.


Para tamu sudah pulang, menyisakan empat orang, si pelaku acara. Apalagi kalau bukan untuk membersihkan sisa-sisa pesta. Karena kasihan pada mereka sudah lelah dengan mempersiapkan pesta, Papa Randy meminta bantuan tetangga untuk membantu bersih-bersih.


Papa Randy bahagia, Ara anaknya dikelilingi teman-teman yang baik. Tadinya sempat ragu ketika mereka meminta ijin, tapi nyatanya mereka bisa bertanggung jawab. Karena kebaikan mereka Papa Randi juga punya kejutan.


Keadaan rumah sudah kembali seperti sediakala, berlima dengan Ara mereka lesehan di ruang tengah. Papa Randy masuk, pulang dari mushola. '' Gimana, capek kalian?'' tanya Papa Randy yang ikut duduk bersama.


''Lumayan, Om.'' jawab Ratih.


''Tapi sebanding dengan bahagianya Ara.'' ucap Naina.


Revano dan Rega hanya mengganguk saja.


''Terima kasih, ya guy's. seminggu ini kukira kalian kenapa, gak tahunya buat kejutan untuk Aku.'' kedua tangan Ara masing-masing memegang satu tangan Ratih dan satu tangan Naina.


''Karena kalian sudah berbuat baik, Om punya imbalan untuk kalian. Mau, tidak?''


''Mau.mau.'' jawab mereka serempak. Papa Randy jadi tersenyum dengar antusias mereka.


Papa Randy menjeda omongannya, sehingga Ratih dan Naina menatap Ara, seolah bertanya 'apa' Ara mengedikkan bahunya karena dia sendiri tidak tahu imbalan yang dimaksud Papanya.


''Besok hari Minggu, kalian ada acara, tidak?'' pertanyaan yang semakin membuat mereka tambah penasaran.


''Tidak.''


''Gak ada.''


''Kalau tidak ada acara dan kalian mau, Om mau mengajak kalian mancing ke Kampung Rawa.''


Hening.


''Gak cuma mancing kan, Om. Maksud Ratih kita diajakin makan-makan kan. Dan main-main juga.'' sontak Naina menoyor jidat Ratih. Bukan tanpa alasan Ratih bertanya, soalnya Dia tidak suka memancing. Ngapain susah-susah dipancing kalau penjualnya sudah menyiapkan yang bisa langsung disantap.


''Iya, kalian bisa makan dan main sepuasnya di sana.'' Mendengarnya Ratih langsung jingkrak-jingkrak senang.


Setelah memberitahukan kejutannya, Papa Randy beranjak pamit ke dalam.

__ADS_1


''Huu.. dasar tukang makan.'' ucap Rega ke Ratih.


''Emang situ gak.'' balas Ratih sewot.


Lah sudah kembali seperti sediakala mereka berdua gampang ribut lagi. Harus ulang hari ini, bukan ulang tahun biar mereka bisa akur terus.


''Sudah kembali ke mode semula, kangen Aku dengan polah kalian yang seperti ini.'' sindir Revano.


'' Mending Aku pulang daripada jadi bullian. Ra, pulang ya, ketemu besok di sekolah.'' Ratih pamit pulang semua disalami kecuali Rega. '' Pulang, sana! kenapa? masih nungguin potongan kue dari Ara.'' Ratih tahu Rega mengharapkan potongan kue ulang tahun dari Ara, sayangnya Ara memberika potongan kuenya untuk Papanya, Ratih dan Naina.


''Apaan! pulang sana! jangan lupa kalau sudah sampai kirim surat. ''


'' Sudah gak jaman kali, surat. Dasar ABG angkatan babe gue. ''


Pamitnya Ratih dikuti oleh yang lainnya.


******


Hati Minggu yang dijanjikan


Semua berkumpul di rumah Ara, Papa Randy merental sejenis avanza yang bisa muat banyak penumpang, dan disopiri sendiri.


Tenyata ada Ayah Sukma, orang yang dijemput Papa Randy.


Si Ayah sudah siap ketika rombongan datang. Beliau duduk di depan menemani Papa Randy.


''Kalau perginya bersama anak-anak muda seperti kalian, Ayah berasa tidak mau tua.'' Kata Ayah Sukma sesaat setelah masuk mobil.


''Itu sebabnya, Aku ngajak Mas Sukma, biar tidak tua sendiri.'' sahut Papa Randy.


Perjalanan yang sudah ramai dengan adanya Ratih dan Rega, kini semakin ramai dengan adanya Ayah Sukma. Dari Ayah Sukma Ratih dan Rega mendapat julukan duo R.


Setelah 45 menit perjalanan akhirnya, sampai pada tujuan. Kampung Rawa. Sebuah rumah makan terapung yang lengkap dengan arena bermain yang berada di tengah danau Rawa pening. Sekedar makan ikan dengan berbagai olahan sudah biasa. Tapi bila makannya di Kampung Rawa akan mendapatkan bonus berupa pemandangan hamparan sawah dan rawa yang membentak di sekeliling rumah makan. Juga rangkaian pegunungan yang saling berjejer yaitu Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.


Waktu makan siang masih lama, para anak muda menghabiskan waktu dengan menaiki perahu keliling restoran. Papa Randy dan Ayah Sukma lebih memilih duduk-duduk di saung sembari menunggu makan siang.


''Ara kelihatan bahagia sekali Ran.'' ucap Ayah Sukma yang memang sesuai kenyataannya.


''Iya, Mas. Dia mendapatkan teman-teman yang baik dan sayang padanya.''

__ADS_1


''Lalu apalagi yang Kamu cemaskan, Ara tumbuh seperti anak-anak lainnya. Kamu berhasil menjadi ayah sekaligus ibu untuknya.'' hibur Ayah Sukma yang entah mengapa sahabatnya itu terlihat murung, dan tiba-tiba saja mengajak ketemuan, ketika dikasih kabar kalau Ayah Sukma sedang berada di Semarang.


'' Ya, Aku telah berhasil membesarkannya, Anggi telah menitipkan mutiara yang begitu berharga. Akan selalu Aku jaga sampai saatnya Aku sendiri yang menyerahkan pada lelaki yang akan menggantikanku untuk menjaganya kelak.''


''Betapa beruntungnya lelaki itu.''


''Siapapun dia nantinya, Aku sendiri yang akan menikahkan mereka.''


''Ya, pasti kamulah yang akan menikahkan Ara, mau siapa lagi? memang ada Papa Ara yang lain.'' kelakar Ayah Sukma. Tetap tak mampu merubah aura sedih di wajah Papa Randy.


''Anak laki-laki yang kecelakaan bareng Ara, sudah mulai mencari keberadaan Ara.'' Papa Randy mendapat kabar dari Antok tentang Raga yang yang sempat ke rumah. Sayangnya Antok tidak bertemu hanya berita dari tetangga.


''Dia anak yang baik kan? Dan apa salahnya Dia mencari Ara, bukankah sewaktu kecelakaan Dia juga terluka parah. Mungkin karena sudah sembuh, makanya Dia mencari Ara.''


''Raga memang anak yang baik. Sayang dan perhatian dengan Ara.''


''Jangan terlalu jadi beban mereka masih muda, perjalanannya masih panjang. Doakan saja yang terbaik jikalau mereka jodoh. '' Ayah sukma paham sekarang ternyata kehadiran Raga kembali yang membuatnya setengah murung.


'' Aku suka dengan Raga, seandainya memang Dia jodoh Ara, aku terima,bahagia karena pasti Ara juga bahagia. Tapi sejak kejadian kecelakaan itu hatiku meragu ada kekhawatiran pada keselamatan Ara.''


''Kamu ini Ran, Ara masih SMA, pikiranmu sudah jauh, pakai madalAh jodoh Ara segala. Noh anakku yang sudah kepala tiga belum juga membawa jodohnya pulang.'' Ayah Sukma jadi teringat anaknya Gatra yang masih setia dengan status lajangnya.


''Apa Ara dijodohkan saja dengan Gatra, Mas.''


''Uhukk uhukk... '' Ayah Sukma tersedak air liurnya sendiri. ''Kamu ngomong Apa Ran?''


'' Menjodohkan Ara dengan Gatra. Kamu mau kan Mas, punya menantu Ara.'' kata Papa Randy tanpa beban.


''Kamu sehat, Ran. Ara masih SMA, terlalu muda untuk Gatra yang sudah bangkotan. Ya... kalaupun Ara mau Aku juga setuju banget punya menantu modelan anakmu. Sudahlah Ran mending pesan makanan saja, kalau diteruskan bisa ngelantur kemana-mana omonganmu, kayak orang mau mati besok saja.''


*


*


*


*


Terima kasih atas dukunganya, like dan komentnya tetap ditunggu ya?

__ADS_1


__ADS_2