
Untuk merayakan kelulusan Ara, Ayah menggiring istri, anak, menantu dan cucu ke sebuah restoran sunda. Makan lesehan di satu saung. Tiga krucil sangat senang karena di bawah mereka kolam yang banyak ikannya. Suasana aman terkendali hingga Ara menyampaikan berita kehamilannya. Mendadak horor.
''Jadi.... Jadi Ara hamil lagi.'' suara kekecewaan bunda.
Ayah berusaha menenangkan bunda.
''Kenapa kau buat Ara hamil lagi Tra? lihatlah mereka masih kecil-kecil sudah mau punya adik lagi. Dan apa kamu tidak kasihan dengan tubuh Ara, jarak kehamilan yang begitu dekat itu bahaya apalagi diusia muda. Tega kamu Tra, kamu benar-benar membelenggu kebebasan Ara.''
Nah kan sudah gue duga pasti gue yang disalahkan.
''Bulan depan kalian pindah ke Magelang, Bunda dan Ayah masih belum bisa ikut kalian pindah, bagaimana nanti Ara mengurus para krucil. Atau kalian pindah sendiri dulu krucil -krucil biar di sini dulu sampai ayah dan bunda nyusul kalian.''
''Gak bisa dong Bun masa iya anak-anak ditinggal?'' protes Gatra.
''Mau gimana lagi kalau Ara mabok seperti saat hamil si kembar gimana nasib cucu-cucu bunda.''
''Insyaallah Ara sehat Bun, kehamilan kali ini sama seperti hamil Gina dulu. Gak ada keluhan mual muntah bahkan lemes pun tidak.'' sebagai seorang ibu tentu tak ingi berjauhan dengan anak untuk waktu yang lama.
''Kalian pindah dengan si kembar dulu. biar Gina nyusul bersama bunda dan ayah.''
''Tapi Bun...''
''Sudah Tra, ini keputusan bunda sudah final gak bisa diganggu gugat.''
''Maaf bunda seandainya Ara bisa pakai kontrasepsi pasti Ara nggak akan kebobolan lagi.''
Huh
''Kalau Ara yang tidak bisa pakai kontrasepsi, kamu Tra yang pasang! kontrasepsi apa itu namanya.'' bunda sebenarnya cuma asal ngomong saja tidak tahu kontrasepsi untuk laki-laki itu apa. ''Ayah agar Ara tidak hamil lagi Gatra diapakan?'' terpaksa mencari pembenaran dari ayah.
__ADS_1
Ayah yang sedang ngangon cucu di tepi kolam mendekat, suara bunda terlalu keras bisa malu Gatra kedengaran pengunjung lain.
''Kamu operasi vasektomi Tra, Ayah rasa itu jalan terbaik untuk kalian menunda kehamilan pada Ara.''
''Kok menunda Yah. berhenti hamil gitu. gak kasihan apa masih muda bolak-balik harus hamil.'' sewot bunda
''Oya itu maksud ayah.'' cari aman bisa bahaya kalau kanjeng ratu keluar tanduk.
''Vasektomi aman gak Yah ?'' Gatra tertarik untuk mencoba jujur saja dengan Otong memakai sarung tiap kali main membuat repot dan kurang nikmat. Untung saja akhir-akhir ini Ara selalu minta lagi dan lagi, tidak jarang Ara yang mulai memancingnya dulu hingga si Otong kehabisan sarung.
'' Insyaallah aman. Resiko kehamilan pada pasangan cuma satu persen.Tapi Tra, beberapa hari setelah operasi vasektomi kamu harus puasa dulu. Baru bisa tancap gas lagi.''
''Nah! pas itu. Kamu vasektomi setelah Ara lahiran nanti, kan puasa kamu. Kalian sudah periksa ke dokter?''
''Belum Bun, tahu kalau Ara hamil lagi juga baru tadi pagi.'' jawab Gatra
''Segeralah kalian ke dokter jangan sampai kenapa -kenapa cucu bunda.''
''Iya Bun, rencananya emang nanti sore Gatra antar Ara ke dokter.
Drettt drett
Ponsel Ara bunyi, ternyata Ratih yang menelpon.
''Assalammualaikum Tih.''
Waalaikumsalam, Ara selamat ya akhirnya wisuda juga ibu satu ini.
''Terima kasih Tih. Kamu sehat? bapak ibu gimana?''
__ADS_1
Alhamdulilah sehat semua. Kamu sekeluarga jadi pindah ke Magelang bulan depan?
''Jadi ''
Sebelum tinggal di Magelang kalian di Semarang dulu ya.
''Kenapa? Semarang- Magelang kan dekat Tih kamu bisa kapan saja berkunjung.
Iya memang dekat Ara tapi bukan itu masalahnya, aku mau kamu Nemani aku karena si Rega sudah ngebet minta Dika win.
''Hah. selamat Ratih akhirnya yang ditunggu datang juga. Kapan?''
Pertengahan bulan depan datang lho awas kalau tidak.
''Iya..iya aku pasti datang.''
''Sayang buruan nanti kemalaman.'' suara Gatra terdengar sampai sebrang telepon
''Iya mas, sebentar
Kamu mau pergi Ra?
''Iya mau ke dokter.''
Kamu sakit
''Gak cuma mau periksa ke dokter kandungan saja.
Siapa yang hamil. Ara kamu hamil lagi. Ya ampun sebenarnya kalian ini kejar setoran apa ternak anak. Aku baru mau nikah kamu sudah mau brojol lagi.
__ADS_1
''Sudah dulu Tih, besok kita sambung lagi keburu malam nanti. Gak baik bumil malam-malam diluaran.
Ara harus buru-buru menutup sambungan telepon dengan Ratih bisa merepet tuh anak kalau dilayani.