
Seperti halnya para pria dihalaman belakang, para wanita yang mengobrol didalam pun juga mendengarkan kisah hidup Abia. Kisahnya tak kalah tragis dengan Ara. Ada juga yang senasib dengan nya. Sama-sama dinikahkan dengan orang yang baru dilihatnya. Dalam hati tak hentinya Ara bersyukur dia sudah lebih dulu mengenal Bunda dan Ayah sebelum dinikahi Gatra. Masih ada teman-teman yang selalu ada untuknya. Juga suami yang sangat mencintainya. Ternyata masih ada yang bernasib lebih pilu darinya.
''Ara doakan semoga suami Kak Abia bisa segera mencintai kakak dan bisa samawa rumah tangganya.'' Ara meneteskan air matanya kisah Abia terlalu pilu untuk didengar.
''Terima kasih Ara, kamu masih muda tapi kamu lebih berpengalaman dalam menghadapi kehidupan. Semoga kebahagiaan juga menghampiriku seperti kamu.'' ucapan tulus Abia setelah Ara juga membagi kisah hidupnya yang sama-sama telah kehilangan orang tua dan saudara, agar Abia semakin kuat dan optimis menyongsong masa depannya.
''Amin.''
Ara keluar ke halaman belakang untuk menghampiri Gatra. Ara terperangah ada Raga dihadapannya.
''Kak Raga!''
''Kak Raga, kok bisa ada di sini?''
''Ara.'' Raga tak kalah kagetnya dengan Ara. Baru ngeh kalau ternyata Aldy Om Abia adalah orang yang telah sama-sama membawa Ara ke rumah sakit. Ketika datang ke rumah Aldy untuk mengantar Abia, Raga lebih banyak bertemu Tria daripada Aldy terlebih dari itu Raga juga belum pernah menginap di rumah Aldy. Raga hanya mengantar Abia lalu pulang ke rumah mamanya.
''Abang. Abang sudah datang.'' suara Abia dari belakang Ara disauti dengan anggukan oleh Raga
Ara seperti orang linglung mendapati kenyataan kalau ternyata suami dari Abia adalah Raga.
''Sayang, minum dulu.'' Gatra menghampiri Ara dan memberikan segelas air. Gatra mendudukkan Ara di kursi yang tadi dia duduki. Ara meminum air dari Gatra hingga tandas.
''Kaget ya?'' tanya Gatra.
''Mas sudah tahu?''
''Sama seperti Rara, Mas juga baru tahu setelah melihat Raga dari situ.'' Gatra menunjuk pintu penghubung garasi dan halaman belakang.
''Ra, Lo gak papa?'' Raga menghampiri Ara, setelah menyerahkan kado untuk anaknya Aldy yang tertinggal di rumah.
''Ara baik-baik saja Kak. Cuma kaget saja ternyata suami Kak Abia adalah Kak Raga. Dunia memang sempit, Ara gak nyangka saja.''
__ADS_1
''Kalian saling kenal?'' Abia bingung dengan reaksi Ara yang bertemu suaminya. Sebagai seorang perempuan dia merasa ada sesuatu antara mereka. Mencoba menepis rasa curiga. Toh Abia juga sudah pasrah dengan hidupnya, asal dia sudah bisa berada di Indonesia kapanpun dia ikhlas untuk dicerai Raga. Dia tak mau menjerat Raga lebih lama dalam pernikahan yang tak diharapkan. Raga masih muda, bahkan lebih muda darinya dua tahun dari Abia.
''Iya.'' jawab singkat Raga
''Sayang mau bicara berdua saja dengan Raga?'' sekali lagi Gatra mencoba legowo memberi waktu pada Ara untuk berdua dengan Raga.
''Gaklah Mas. kenapa harus berdua saja?'' Ara merasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi dengan Raga. Apalagi sudah ada Abia yang harus dijaga perasaannya.
''Kalau boleh saya mau Bang.'' Raga yang membutuhkan waktu untuk bicara berdua dengan Ara.
Gatra menggiring ke tiga temannya untuk meninggalkan Ara dan Raga. Semula Aldy tidak terima terpaksa Farel dan Iwan menyeretnya. '' Lo mau ponakan Lo bahagia kan?'' kata Iwan.
''Bahagia gimana? membiarkan lakinya berdua dengan perempuan lain didepan mata gitu? bahagia? Gatra emang gak waras.''
''Ck..ck.. Lo pikir ke depannya. Gue yakin kondisi Gatra sedang waras sewaras-warasnya.'' geram Farel.
Abia yang diam mematung tersentak karena ikut diseret Aldy. Hingga menyisakan Ara dan Raga saja.
Ara sempat cemas waktu bertemu dengan Kak Rissa kalau Kak Raga masih tertinggal di Palestina belum bisa pulang karena ada yang harus diurus di sana. Pikiran Ara menjurus ke yang tidak-tidak. Lega rasanya ternyata Kak Raga baik-baik saja.''
''Ra, Lo sudah tahu cerita gue dan Abia?'' Ara mengangguk.
''Waktu itu semua terjadi begitu cepat, gue belum pernah bertemu dengan Abia dan gue terima permintaan abinya Abia.''
Kisah kita gue akhiri sampai di sini Ra, Kisah yang berujung tak bersama. Tapi Lo bagian terindah dalam kisah gue. Gue akan memulai lagi kisah baru gue bersama Abia.
''Kak Raga telah mendapatkan pasangan hidup yang lebih baik dari Ara. Kak Abia cantik, Solehah lagi. Tolong sayangi dan bahagiakan dia Kak. Seperti Ara dia sudah tak punya orang tua selain suaminya.''
''Abia memang cantik dan Solehah juga baik. Dia mengabdikan diri menjadi tenaga medis di Gaza.'' selain padanya baru kali ini Ara mendengar Raga memuji perempuan.
''Kak Abia juga calon dokter?''
__ADS_1
''Dia sudah selesai sekolah kedokteran cuma belum wisuda keburu ke Indonesia. Abinya Abia menginginkan Abia menjadi warga negara Indonesia selamanya hidup di Indonesia tanpa harus kembali ke Palestina.''
''Semuda itu sudah jadi dokter.'' kagum Ara pada Abia
''Abia lebih tua dua tahun dari gue.''
''Hah!'' Dikira Ara Abia masih muda sepertinya, ternyata dia seorang dokter dan juga lebih tua dari Raga.
''Kalau sudah jodoh umur gak masalah Kak, Ara dan Mas Gatra juga beda jauh jarak umurnya.''
''Doakan gue selalu Ra, semoga gue bisa melaksanakan amanah abinya Abia.''
''Amin. Kak Raga juga harus bahagia. Karena Ara gak mau bahagia sendiri, kita semua harus bahagia.''
Ada beban yang terangkat kala Raga melepas kenangan bersama Ara yang dicintai tak harus dimiliki. Ada Abia yang sekarang harus dia jaga hatinya.
''Kak, Gea gimana?'' Ara kepikiran Gea yang mencintai Raga dengan caranya. Ara kasihan pada Gea, dia pasti sangat kecewa mengetahui Raga telah menikah. Walaupun Gea berubah menjadi sosok yang membenci Ara, tapi Ara tetap menganggap Gea sahabatnya.
Bagaimana dengan Abia. Kalau dengan Ara yang dulu sahabat dekatnya saja Gea masih membencinya. Beruntungnya selalu ada Pia yang jadi tameng untuk Ara, entah kenapa Gea selalu takut dan tunduk pada Pia.
''Kak Raga harus ceritakan semua tentang kita dulu dan juga tentang Gea ke Kak Abia agar dia tidak salah paham.''
''Nanti gue cerita semua ke Abia dia pasti ngerti, Abia bukanlah orang yang picik. Soal Gea dia belum tahu tentang pernikahan Gue. Sebisanya gue akan mencegah Gea bertemu dengan Abia.''
''Jadi Gea belum tahu kalau Kak Raga sudah balik ke Indonesia, pantas saja kemaren Gea masih saja nyamperin Ara dan menyalahkan Ara karena Kak Raga yang tak kunjung balik.''
''Yang Gea rasakan ke gue itu bukan cinta Ra, tapi obsesi. Dari dulu gue juga gak pernah ada rasa ke dia. Gue akan coba ke rumahnya dan bicara pada orang tuanya.'' Raga akan bertindak tegas pada Gea demi masa depan rumah tangganya.
''Kak, sebaiknya kakak datang ke rumah Gea bersama dengan Kak Abia agar Gea tersadar sudah gak mungkin untuk dia ngejar dan mengharap Kak Raga lagi. Dan jangan sampai Gea menyakiti Kak Abia.''
''Ya akan gue ajak Abia ketemu Gea dan keluarganya.''
__ADS_1