
Mama Ambar dan papa Kusuma kini sudah sampai di rumah, sebelum pergi ke rumah sakit keduanya membersihkan diri terlebih dahulu, perjalanan yang cukup memakan waktu membuat tubuh mereka merasa kotor apalagi mau melihat cucu pertama mereka jadi harus bersih agar tidak membawa penyakit yang bisa saja menyerang cucunya
" Pah, apa pamannya Ayla sudah diberitahu?" tanya mama Ambar setelah selesai mandi
" Kurang tau juga mah" jawab Papa Kusuma yang tengah duduk di tepi tempat tidur
" Coba papa hubungi pak Emir? " seru mama Ambar
" Iya mah" Papa Kusuma lalu mengambil benda pipih yang ada di atas nakas dan mendial nomor telepon pamannya Ayla
" Assalamualaikum"
..." Wa'alaikum salam"...
" Pak Emir apa anda sudah tahu kabar tentang Ayla?"
..." Kabar apa ya pak Kusuma?"...
" Kalau Ayla sudah melahirkan"
..." Apa Ayla sudah melahirkan?"...
" Iya, tadi siang pak Emir, saya pun diberitahukan oleh art di rumah"
..." Alhamdulillah, bagaimana keadaan Ayla dan anaknya pak Kusuma?"...
" Alhamdulillah, keduanya dalam keadaan sehat, saya juga belum melihatnya karena baru pulang dari luar kota"
" Rencananya setelah ini saya dan isteri saya akan pergi ke rumah sakit pak Emir"
..." Oh begitu, baiklah terima kasih karena sudah memberitahu saya pak Kusuma, saya juga akan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit , saya juga jadi tidak sabar ingin cepat-cepat melihat keadaan Ayla dan bayinya"...
" Iya pak Emir sama-sama, kalau begitu saya sudahi dulu ya telponnya, sampai bertemu di rumah sakit"
..." Iya"...
"Assalamualaikum"
..." Wa'alaikum salam"...
Setelah mendapat telpon dari papa Kusuma yang mengabarkan tentang Ayla yang sudah melahirkan paman Emir pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit
" Loh pak sudah rapih begini memangnya mau pergi kemana?" tanya Mira
" Mau ke rumah sakit" jawab paman Emir
" Ke rumah sakit? bapak sakit?" tanya Mira lagi
__ADS_1
" Bukan bapak tapi Ayla"
" Ayla sakit?"
" Ayla sudah melahirkan bu, dan sekarang bapak mau melihat keadaan Ayla dan bayinya"
" Ayla sudah melahirkan?" Paman Emir mengangguk
" Kalau ibu mau ikut cepat siap-siap kalau tidak mau biar bapak pergi sendiri aja"
"Ibu ikut pak, ibu juga pingin lihat bayinya Ayla dan Alveer"
" Yaudah cepat siap-siap ibu tunggu di depan"
" Iya pak"
Paman Emir keluar dari kamar dan pada saat hendak menuju ruang tv berpapasan dengan Laura
" Mau pergi ke mana pak?" tanya Laura dengan perut buncitnya
" Mau menjenguk Ayla"
" Ayla sakit?"
" Tidak, dia baru saja habis melahirkan"
" Ayla sudah melahirkan?"
" Sungguh beruntung Ayla melahirkan dengan didampingi suaminya, sementara gue sendiri, jangankan didampingi diperhatikan pun tidak"
batin Laura
Tuan Diego sudah mengetahui perihal kehamilan Laura, awalnya Laura mengelak karena dia begitu takut dengan ayah dari bayi yang dikandungnya tapi setelah Diego menawarkan untuk bertanggung jawab dan menikahinya mau tidak mau karena desakan Mira akhirnya Laura pun menyetujuinya tapi dengan syarat Laura tidak berhak menuntut apa-apa darinya termasuk waktu dan perhatiannya
Bahkan walaupun sudah menjadi isteri dari tuan Diego Laura tetap tinggal bersama kedua orangtuanya, tuan Diego hanya mengirimkan nafkah bulanan tanpa mau tahu kehidupan Laura selebihnya
" Beruntung banget Ayla, ini mungkin buah dari kejahatan gue sama loe ya Ay, kita sama-sama hamil tapi Loe mendapatkan perhatian dan cinta yang begitu tulus sementara gue yang awalnya menginginkan harta kini benar-benar mendapatkan harta tanpa ada cinta sedikit pun untuk gue dan bayi ini"
" Gue banyak salah sama loe Ay, maafkan gue"
" Laura, kamu kenapa bengong disini?" tanya Mira yang baru saja keluar dari kamarnya
" Eh, enggak kenapa-napa bu, ibu mau kemana?" tanya Laura
" Mau ikut bapak" jawab Mira
" Emmm... apa aku boleh ikut?" tanya Laura
__ADS_1
" Kamu yakin mau ikut? bapak tidak mau sampai kamu bikin ulah lagi dengan Ayla" ucap paman Emir
" Enggak pak, aku justru mau minta maaf pada Ayla" sahut Laura tulus
" Beneran kamu mau minta maaf sama Ayla?" tanya Mina yang sedikit terkejut dengan pernyataan Laura
" Iya bu, aku mau meminta maaf sama Ayla, aku selama ini sudah banyak banget berbuat salah sama dia, sering banget nyakitin dia" tutur Laura
" Aku juga ingin bahagia seperti Ayla bu, ingin merasakan dicintai dan mencintai, selama ini aku hanya berstatus isteri tapi tidak pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari suamiku sendiri, mungkin inilah hukuman untuk aku bu, yang sering berbuat jahat sama Ayla" lanjutnya
" Syukurlah kalau kamu sudah menyadari semua itu, semoga kelak kamu mendapatkan kebahagiaan mu sendiri" ucap paman Emir
Keluarga paman Emir akhirnya segera bertolak ke rumah sakit, begitu juga dengan papa Kusuma dan mama Ambar
Sementara di rumah sakit Ayla tengah ditemani Dira karena Sasa dan Mina sudah pulang lebih dulu sedangkan El sedang keluar sebentar membeli makan
" Semoga kamu cepat menyusul" ucap Ayla pada Dira yang sedang menggendong baby Aliza
" Amin" jawab Arlan yang tiba-tiba muncul dari balik pintu bersama Al yang kebetulan berpapasan di dekat pintu ruang rawat inap Ayla
Dira menoleh ke arah pintu begitu juga dengan Ayla, wajah Dira seketika berubah merah saat bertatap mata dengan Arlan yang tengah mengulas senyumnya
" Dira kamu sudah cocok memiliki momongan, sebaiknya minta segera dinikahkan dari pada lama berpacaran nanti jatuhnya cuma jagain jodoh orang" celetuk Al sambil meletakkan kantok kresek yang dia bawa
" Iya betul Dira, kalau kak Arlan tidak mau cari aja yang lain" goda Ayla
Arlan yang mendengar ucapan Ayla sontak melotot
" Eh siapa bilang enggak mau, aku sudah siap banget malah justru Dira yang sepertinya masih ragu" ucap Arlan
Dira yang mendengar perkataan Arlan membulatkan matanya menatap Arlan tajam
" Jangan menatap ku seperti itu sayang, memang kenyataannya begitu kan?" Ucap Arlan dengan santainya
" Dira, sepertinya baby Aliza sudah tidur sebaiknya loe letakkan aja di box bayi!" seru Ayla
Dira yang ingin menyahuti ucapan Arlan pun urung karena benar yang dikatakan Ayla kalau baby Aliza kini tengah tertidur pulas dalam gendongannya
" Mas kamu belum makan kan dari pagi, udah sekarang cepat sana kamu makan aja dulu " ucap Ayla pada Al
" Iya betul apa yang dikatakan Ayla loe makan aja dulu selagi gue sama Dira masih di sini dan baby Aliza juga masih tidur" ucap Arlan
" Kamu sendiri sudah makan mas?" tanya Dira yang seketika membuat Ayla dan Al menoleh kepada pasangan yang ada di hadapan mereka
" Cie... yang sudah mulai perhatian?" ledek Ayla
" Apaan sih Ay, cuma nanya" Dira nampak tersipu malu
__ADS_1
Ayla dan Al langsung tertawa melihat wajah Dira yang merah merona karena menahan malu