DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Lamaran 1


__ADS_3

Hari yang dinanti pun tiba, Arlan begitu semangat untuk bangun lebih awal. Senyum diwajahnya pun terus mengembang membayangkan wajah cantik sang pujaan hati yang akan dilamarnya hari ini.


" Semoga saja hari ini Al tidak memberi aku banyak pekerjaan lagi" gumam Arlan


Dengan langkah penuh semangat Arlan pun keluar dari apartemen miliknya dan langsung menuju ke kediaman tuan Kusuma


Sekitar memakan waktu 20 menit mobil yang dikendarainya kini sudah sampai di halaman rumah tuan Kusuma


Wajah Arlan masih dihiasi dengan senyum yang terus saja mengembang, langkahnya pun begitu bersemangat dan pancaran kebahagiaan pun tercetak jelas di matanya


" Assalamualaikum" ucap Arlan saat masuki rumah tersebut


" Wa'alaikum salam" jawab Ayla, Al dan kedua orangtuanya saat tengah berada di meja makan


" Tumben pagi-pagi sudah kesini?" tanya Al penuh selidik karena tidak biasanya sepagi itu Arlan sudah datang ke rumahnya


" Memangnya tidak boleh ?" bukan menjawab tapi Arlan malah balik bertanya


" Kamu sudah sarapan Lan?" tanya papa Kusuma


" Belum om" jawab Arlan


" Papa, panggil aja papa kamu kan sudah kami anggap seperti anak kami sendiri Lan" ucap Mama Ambar


" Betul itu Lan, kamu sudah melakukan banyak hal untuk keluarga ini terutama kepada Al, karena itu anggaplah kami ini seperti orang tua kamu sendiri" ucap papa Kusuma ikut menimpali ucapan sang isteri


" I... Iya, om eh... pah, mah. Terima kasih banyak karena sudah menganggap ku sebagai bagian dari keluarga ini" ucap Arlan dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Woyy... ini masih pagi belum juga sarapan udah mewek aja, udah cepat duduk dan makan sarapan loe !" seru Al dengan menahan tawanya melihat sikap Arlan yang terlihat lucu dimata Al


" Mas jangan kayak gitu ih" tegur Ayla


" Kak Arlan ayo sarapan dulu" Ayla beralih kepada Arlan yang masih berdiri di tempat


" Iya Ay terima kasih" ucap Arlan lalu mendudukan dirinya di samping Al


Mereka pun sarapan pagi bersama dengan penuh kehangatan sementara Aliza tengah berada di stroller bersama bi Nani


" Lan, hari ini loe gantiin gue ya buat acara makan malam bersama klien kita dari PT Marta grup" ucap Al disela sarapannya


Mendengar ucapan Al membuat Arlan langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan tak biasa


" Sorry Al untuk hari ini gue kayaknya enggak bisa" jawab Arlan dengan perasaan yang tidak enak


" Loh kenapa?" Al menautkan kedua alisnya


" Biasanya juga loe oke-oke aja"lanjutnya


" Gue sudah ada janji Al malam ini" jawab Arlan


" Janji dengan siapa, Dira? enggak penting-penting bangetkan? batalkan saja, acara makan malam kali ini dengan PT Marta sangatlah penting Lan," tutur Al membuat Arlan sulit menelan salivanya


" Tapi Al_!"


" Enggak ada hal yang jauh lebih penting dari acara makan malam kali ini Lan, apa loe sudah bosan bekerja di perusahaan gue?"


Deg


Arlan tercekat, kenapa dia harus berada disituasi seperti ini rasanya hari ini adalah hari yang paling sulit untuknya


" Tapi Al untuk kali ini aja gue_"


" Terserah loe Lan, keputusan ada di tangan loe mau kerja atau mau pacaran?"

__ADS_1


Arlan hanya bisa mendengus kesal bosnya sekaligus sahabatnya itu benar-benar membuatnya dilema dan tidak pengertian


" Sudahlah Al, kamu ini jangan memaksa seperti itu siapa tahu hari ini Arlan memang sedang ada urusan yang penting, baru kali ini kan Arlan menolak perintah kamu biasanya juga enggak pernah jadi saran mama beri Arlan waktu untuk mengurus hal pribadinya jangan terus-terusan di kasih pekerjaan" ucap mama Ambar menegur sang putra


" Betul apa yang dikatakan mama kamu Al, mungkin Arlan sudah ada janji penting, kamu enggak boleh mengancam seperti itu memangnya kenapa bukan kamu sendiri saja yang datang pada jamuan makan malam itu?" ucap papa Kusuma menimpali ucapan isterinya


" Aku tidak bisa pah, karena jam segitu adalah waktunya aku bersama baby Aliza" jawab Al


" Mas meluangkan waktu untuk keluarga itu memang penting tapi jangan sampai mengabaikan tanggung jawab mas sebagai pemimpin perusahaan, mungkin saja hari ini kak Arlan memang tidak bisa mas karena sudah ada janji dengan Dira dan mas enggak boleh bilang urusan dengan Dira itu tidak penting, mungkin iya tidak penting buat mas tapi buat kak Arlan bisa saja ini menyangkut dengan masa depan mereka kelak" tutur Ayla


Arlan merasa sedikit lega karena banyak yang mendukung dirinya


" Tapi kalau hanya sekedar meluangkan waktu untuk pacaran itu kan bisa diganti lain waktu sayang" ucap Al pada Ayla yang tetap kekeh


" Mas bisa berkata seperti itu karena mas bukan kak Arlan, tapi jika seandainya mas berada di posisi kak Arlan bagaimana? dikecewakan itu enggak enak loh mas, aku sebagai seorang wanita bisa merasakan apa yang Dira rasakan, pasti dia akan merasa sangat kecewa jika janji yang sudah disepakati tiba-tiba dibatalkan begitu saja, mungkin bagi orang lain itu tidaklah penting tapi bagi seorang wanita yang sudah berharap lebih pasti akan sangat kecewa mas"


" Betul apa yang dikatakan isteri kamu Al, jangan menilai urusan orang lain itu tidak sepenting dengan masalah pekerjaan kamu, beri Arlan sedikit ruang untuk mengurus hal pribadinya dia juga butuh privasi, butuh pendamping hidup Al bukan kamu saja" sambung mama Ambar


Al menghela nafasnya panjang lalu menatap ke arah Arlan


" Memangnya urusan loe itu sepenting apa sih Lan?" tanya Al yang mulai penasaran dengan urusan Arlan


" Loe janjian mau ketemu Dira kan?" lanjutnya


" Iya, gue sudah janji malam ini akan datang ke rumahnya"


" Ya ampun Lan, cuma datang ke rumah Dira doang kan bisa loe undur sebentar setelah acara jamuan makan malam loe bisa datang ke rumahnya"


" Mas ih... jangan bicara seperti itu, seandainya mas sudah janji sama aku terus tiba-tiba mas lebih mementingkan pekerjaan, aku juga pasti akan kecewa dan marah sama mas, apa mau mas aku marahin dan enggak mau ketemu sama mas?"


" Ya enggak maulah sayang"


" Nah itu kamu aja enggak mau apalagi kak Arlan yang belum mendapatkan Lebel Sah pastilah dia takut kalau sampai Dira marah "


" Tuh dengerin Al semuanya aja ngertiin gue masa loe tega banget sih nambah-nambahin gue pekerjaan, padahal ini sudah menyangkut masa depan gue Al, ini tentang kelangsungan hidup dan mati gue " Terang Arlan


" Ah kayak loe enggak lebay aja sebelum menikah dengan Ayla" balas Arlan


" Memangnya loe janji mau ngapain sih ke rumah Dira dan kenapa harus hari ini kenapa enggak hari-hari lainnya." dengus Al


" Gue sengaja datang kesini pagi-pagi karena gue juga mau bicara sama kedua orang tua loe"


" Mau bicara apa Lan?" tanya mama Ambar


" Begini mah semalam Dira sudah mengatakan kalau dia setuju untuk menikah, tapi dengan syarat kalau hari ini aku harus datang menemui Kakek dan neneknya untuk melamar dia secara langsung" jawab Arlan yang sontak saja hal itu membuat mama Ambar tersenyum senang


" Alhamdulillah, mama senang mendengarnya. tuh Al kamu dengar sendiri kan kalau ini sangatlah penting untuk Arlan, demi masa depannya" tutur mama Ambar yang beralih kepada putranya


" Syukurlah Lan kalau Dira sudah mau menerima mu" ucap papa Kusuma


" Iya pah"


" Lalu maksud kamu datang kesini ingin menemui kami untuk apa?" tanya papa Kusuma


" Emm... kalau papa dan mama tidak keberatan aku mau meminta tolong untuk mendampingiku datang ke rumah Dira untuk melamarnya malam ini " jawab Arlan dengan wajah yang tertunduk


Mama dan papa Kusuma saling melempar pandangan lalu detik kemudian keduanya pun mengangguk


" Insyaallah kami bisa" jawab papa Kusuma


" Alhamdulillah, terima kasih mah, terima kasih pah" ucap Arlan merasa begitu bahagia


Al mendengus kesal pasalnya dari tadi dia hanya menjadi pendengar saja

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan jamuan makan malam dengan PT Marta grup?" tanya Al tiba-tiba


Semua orang menoleh ke arah Al dengan tatapan tajam


" Kamu masih bertanya soal itu? ya jelas kamu lah yang harus pergi" jawab papa Kusuma


" Jadi kau tidak melibatkan aku sebagai atasan mu untuk menghadiri acara lamaran mu itu?" tanya Al mendengus kesal pada Arlan


" Loh kan kamu ada urusan yang menurut mu jauh lebih penting dari acara Arlan, jadi buat apa kamu hadir? lagipula sudah ada mama dan papa yang akan mendampingi Arlan" sahut papa Kusuma


" Tapi pah_"


" Tapi apa? sudah enggak usah di bahas lagi sebaiknya kalian cepat sana pergi ke kantor sekarang ini sudah siang" potong papa Kusuma


" Iya pah" jawab Al


Al dan Arlan sudah berada di dalam mobil, setelah berpamitan keduanya pun langsung melesat pergi ke kantor


Disepanjang perjalanan keduanya hanya diam dengan pikiran mereka masing-masing


Sampai tiba di kantor pun keduanya masih tetap diam


" Selamat pagi pak!" sapa Dira saat bertemu dengan Al dan Arlan


" Pagi" jawab Arlan sedangkan Al hanya diam saja dan langsung masuk ke dalam ruangannya


" Ada apa?" tanya Dira pada Arlan setelah melihat raut wajah Al yang terlihat dingin


" Tidak apa-apa, sudah kamu kembali saja bekerja" sahut Arlan


Setelah jam makan siang Arlan dikejutkan dengan kedatangan Al yang tiba-tiba sudah berada di ruangannya


" Ada apa Al? apa ada yang mau loe omongin sama gue?" tanya Arlan


" Jamuan makan malamnya di ganti dengan acara makan siang bersama, jadi loe ikut gue sekarang untuk makan siang bersama dengan direktur dari PT Marta grup" jawab Al


" Apa?"


" Enggak usah kaget gitu, udah ayok berangkat!" ucap Al


" Emmm... baiklah" Arlan yang sudah janji makan siang bersama Dira pun akhirnya di urungkan


Dira tidak marah dia cukup pengertian dengan posisi Arlan yang berstatus sebagai asisten dan manager di PT EK grup


Setelah selesai dengan acara makan siang bersama dengan kliennya dari PT Marta grup Al pun kembali disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang sudah menunggunya begitu juga dengan Arlan, bahkan saking sibuknya dia hampir lupa waktu


" Loe akan pergi jam berapa ke rumah Dira?" tanya Al


" Jam 7, kenapa memangnya?" tanya Al pada Arlan yang sedang merapihkan berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya


" Loe langsung saja datang ke rumah gue, biar berangkatnya bareng sama papa dan mama" jawab Al


" Iya"


" Terima kasih ya Al, gue kira loe bakalan marah" ucap Al


Al tersenyum lalu menepuk bahu Arlan " Enggak mungkin gue marah kalau hal ini menyangkut masa depan loe, tapi loe harus ajak gue ya nanti" ucap Al membuat Arlan tertawa


" Iya Al gue pasti akan mengajak loe, itu kalau loe sempat dan ada waktu"


" Tentu saja ada, buat loe akan gue usahakan. makanya jamuan makan malamnya sudah gue ganti tadi jadi acara makan siang bersama, karena gue juga mendampingi loe sebagai loe dulu selalu mendampingi gue" sahut Al


" Duh gue jadi terharu" ucap Arlan lalu berdiri dari duduknya dan langsung memeluk sahabatnya itu

__ADS_1


" Semoga loe bisa membahagiakan Dira dan hubungan kalian langgeng sampai maut yang memisahkan" ucap Al yang langsung di aminkan oleh Arlan


Keduanya lalu berbincang sejenak sebelum Al kembali ke ruangannya


__ADS_2