
Abi Aasim, Umi Anum, Aaqil, Iffah beserta Zarina dan juga anak ke dua Iffah, saat ini sudah sampai di puskesmas tempat Syahlaa melahirkan.
Zarina sudah sangat excited sekali ingin segera melihat adik kecilnya, dan ketika sudah masuk ke dalam ruang perawatan Syahlaa, Zarina langsung berteriak memanggil sang Mama dan sang Ayah.
" Ayaaaah, Mamaaa ",, panggil Zarina.
" Hai sayang, jangan teriak-teriak dong, nanti adik Aara bangun ",, kata Alzam sambil menggendong Zarina.
" Adik Aala,?? siapa dia Ayah?? ",, tanya Zarina.
" Apakah sudah kamu memberinya nama Afnan?? ",, tanya Abi Aasim.
" Sudah Abi ",, jawab Alzam.
" Namanya, Aara siapa Kak,?? ih lucunya wajahnya ",, kata Iffah sambil melihat baby Aara yang sedang tidur di samping Syahlaa.
" Razqya Zahsy Aara Syazani ",, jawab Alzam kepada Iffah.
" Namanya cantik Nak ",, kata Umi Anum sambil tersenyum.
" Iya, artinya juga cantik, kalau tidak salah, perempuan yang cantik, manis, cerdas dan ahli surga, benar kan Afnan?? ",, kata Abi Aasim.
" Benar Abi, dan Abi pasti lebih tahu daripada Afnan ",, jawab Alzam sambil tersenyum.
" Mau lihat ",, kata Zarina.
" Sebentar, biar adik Aara Ayah gendong dulu, kamu turun ya ",, kata Alzam.
Zarina langsung mengangguk, dan Alzam lalu mencoba menggendong baby Aara untuk dia perlihatkan kepada Zarina.
Untuk pertama kalinya Syahlaa melahirkan ditunggui oleh seorang suami, hal yang sejak dulu ketika melahirkan Zarina sudah sangat dia impi-impikan, dan sekarang baru bisa terwujud.
Ada rasa panas di dalam dada, ketika melihat Alzam begitu menyayangi anak mereka, rasa yang tidak bisa Syahlaa ungkapkan dengan kata-kata.
Setelah beberapa hari lamanya menginap di puskesmas, akhirnya Syahlaa di perbolehkan pulang ke rumahnya sendiri, dan semua Keluarga besar Abi Aasim sudah pada mengetahui berita kelahiran baby Aara.
Datang silih berganti para Keluarga menjenguk untuk melihat kelahiran baby Aara ke rumah barunya Alzam.
Baby Aara begitu banyak mendapatkan kado dari berbagai Keluarga dan teman-teman terdekat Alzam, yang masih tinggal satu kampung dengannya.
Di saat Alzam, Syahlaa dan Umi Anum, sedang menerima tamu, pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan sebuah taksi yang berhenti tepat di rumah barunya Alzam.
Mereka bertanya-tanya, siapakah penumpang taksi yang ada di dalamnya, dan ketika orang yang naik taksi itu sudah ke luar, Umi Anum dan Alzam langsung berdiri dari duduknya, sebab yang datang adalah Rain bersama Faiha.
" Umiiiiii ",, teriak Faiha sambil memeluk Umi Anum.
Senyum bahagia terpancar dari mereka semua, karena mereka semua akhirnya bisa berjumpa dengan Faiha dan Rain yang sudah dua bulan lebih tidak berkunjung ke Indonesia.
" Anak Umi sudah menjadi orang bule ",, goda Umi Anum kepada Faiha.
__ADS_1
" Apa sih Umi, Fai masih tetap sama seperti Faiha yang dulu, bahkan Faiha sangat rindu dengan masakan Umi dan masakan khas Indonesia ",, jawab Faiha.
" Ayo masuk Rain ",, kata Alzam kepada Rain.
Mereka semua lalu masuk ke dalam untuk menemui Syahlaa yang hanya bisa duduk di ruang tamu sambil memperhatikan mereka semua.
" Waaah, ini keponakan Faiha ya Kak, bolehkah Fai gendong dia?? ",, kata Faiha kepada Syahlaa.
" No, Fai, kamu baru saja dari Bandara, banyak kuman, ganti baju dulu, sama cuci tangan, baru boleh baby Aara ",, kata Alzam.
" Baiklah, demi menggendong keponakan tercinta, Faiha mau ganti baju dulu, ayo Kak Rain kita ganti baju ",, jawab Faiha.
" Kenapa mengajak suami kamu Fai, kan kamu bisa ganti baju sendiri ",, kata Umi Anum.
" Biar Kak Rain ganti baju sekalian Umi, kan dia pasti mau ikut menggendong juga ",, jawab Faiha.
" Terserah kalian sajalah ",, kata Umi Anum.
Setelahnya Faiha dan Rain ganti baju di dalam kamar tamu yang ada di rumah Alzam, selesai ganti baju Faiha langsung menggendong penuh sayang baby Aara di dalam gendongannya.
" Kamu sudah pantas menjadi ibu, Fai, apakah kamu belum hamil sampai sekarang?? ",, tanya salah seorang kerabat yang datang menjenguk Syahlaa.
" Belum Budhe, doakan saja, semoga Fai bisa segera menyusul Kak Syahlaa ",, jawab sopan dari Faiha.
Padahal di dalam hatinya, Faiha merasa sedih ditanya seperti itu oleh kerabatnya, selama tinggal di Prancis sana, tidak ada yang menanyai Faiha sama sekali kenapa dia belum hamil juga, sekalinya menginjakkan kaki kembali ke Indonesia, langsung mendapatkan pertanyaan legend dari para warga +62.
" Oh ya Umi, Abi di mana,?? ko beliau tidak ada di sini?? ",, tanya Rain mengalihkan pembicaraan.
" Tidak perlu Umi, nanti biar Rain ambil sendiri, atau Faiha ambilkan, Umi istirahat saja ",, jawab Rain kepada Umi Anum.
" Baiklah ",, jawab Umi Anum sambil mengangguk.
Ketika sudah menemui para tamu yang datang, Faiha pun memutuskan untuk beristirahat di dalam kamar, dan di dalam kamar itu Faiha terlihat murung, tidak seperti sebelumnya.
Rain yang tahu jika sang istri merasa tersinggung dengan pertanyaan dari kerabatnya tadi, dia langsung memeluk untuk menenangkan Faiha.
" Tenanglah sayang, Kakak tidak akan menuntutmu untuk mempunyai anak segera ",, kata Rain kepada Faiha.
" Walau kita ditakdirkan tidak mempunyai anak, rasa cinta Kakak akan selalu tetap untukmu ",, kata Rain lagi.
" Sebenarnya, bulan ini Fai, sudah terlewat tanggal datang bulannya Kak, tapi Fai takut untuk mengetesnya ",, jawab Faiha kepada Rain.
Wajah Rain terlihat cring, sedikit lebih cerah, mendengar perkataan dari Faiha.
" Ayo, kalau begitu segera kamu cek sayang, siapa tahu ada si dedek di dalam sini ",, kata Rain dengan sangat semangat sekali, sambil mengusap perut Faiha.
" Faiha takut Kakak, karena Faiha baru telat tiga hari saja, belum ada satu minggu ",, jawab Faiha.
" Iya baiklah, kita tunggu dulu ",, kata Rain.
__ADS_1
" Sudah yuk, kita beristirahat, badan Kakak rasanya capek sekali, karena tidak bisa tidur dengan nyaman di dalam pesawat ",, kata Rain lagi.
Faiha hanya mengangguk saja dan memperlihatkan wajah tenangnya, padahal di dalam hatinya ada rasa berkecamuk yang tidak bisa dia jelaskan.
Faiha lalu memutuskan nanti setelah beristirahat, dia ingin bertanya banyak kepada Syahlaa tentang masalah kehamilan tanpa sepengetahuan dari Rain.
Karena Faiha tidak mau memberikan harapan palsu kepada Rain yang terlihat sudah sangat berharap sekali mempunyai anak.
Terlebih lagi umur Rain yang sudah hampir empat puluh tahun, pastilah dia sudah sangat ingin mempunyai penerus Keluarganya.
Di saat waktu sudah ashar, Rain dan Alzam yang sedang pergi ke Masjid yang ada di dalam Yayasan, Faiha pun mencoba memberanikan diri bertanya kepada Syahlaa yang sedang mengurus baby Aara.
" Emm, Kak ",, panggil Faiha.
" Iya Fai, ada apa?? ",, tanya Syahlaa.
" Ada yang ingin Fai tanyakan, tapi jangan kasih tahu sama siapa-siapa ya Kak, terutama Kak Rain ",, jawab Faiha sambil duduk di samping Syahlaa.
" Iya baiklah, katakanlah apa yang ingin kamu tanyakan ",, kata Syahlaa.
" Kakak dulu hamil Zarina atau Aara telat berapa hari baru di tes?? ",, tanya Faiha.
" Kamu hamil ya Fai, waaah selamat kalau begitu ",, kata Syahlaa.
" Bukan, Faiha belum hamil, hanya saja Fai sudah telat satu minggu, tapi Faiha bilang ke Kak Rain, baru telat tiga hari, karena Fai takut memberikan harapan palsu kepadanya ",, jawab Faiha.
" Segera di tes Fai, siapa tahu kamu sudah hamil, badan kamu saja sekarang terlihat berisi dan cukup gemuk ",, kata Syahlaa.
" Apa kamu sudah beli testpack?? ",, tanya Syahlaa.
Faiha reflek langsung menggelengkan kepalanya kepada Syahlaa.
" Tunggu sebentar, tolong gendong baby Aara ",, kata Syahlaa.
Faiha langsung mengambil alih gendongan baby Aara dari dalam gendongannya Syahlaa.
Setelah itu, Syahlaa berlalu masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sisa testpack yang dia punya dulu.
" Ini coba pakailah sekarang, supaya cepat tahu hasilnya ",, kata Syahlaa sambil menyerahkan sebuah testpack.
" Bukannya harus mengetes di waktu pagi ya Kak?? ",, tanya Faiha lagi.
" Jika sudah positif hamil, mau pagi, siang, sore, malam, akan tetap dua garis hasilnya Faiha ",, jawab Syahlaa.
" Sini baby Aara nya, sekarang kamu tes saja dulu ",, kata Syahlaa lagi.
" Baiklah, bismillah Kak, semoga seperti harapan ",, jawab Faiha.
Syahlaa langsung mengangguk, dan Faiha langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya, untuk mengetes di dalam kamar mandi yang ada di kamar.
__ADS_1
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...