
Beberapa menit setelah kepergian Ezio dari ruang perawatan Zarina, dan beberapa menit Ezio sebelum datang kembali ke ruang perawatan Zarina.
Sekitar sepuluh menit Ezio pergi dari dalam ruang perawatan Zarina, karena dia merasa sesak di dada melihat Zarina menolaknya.
Rain dan Casper tidak sengaja bisa secara bersamaan datang ke rumah sakitnya, dan mereka berpas-pasan ketika baru saja akan masuk ke dalam rumah sakit.
Akhirnya Rain dan Casper memutuskan untuk jalan berdua saja menuju ke ruang perawatan Zarina.
Ketika Rain dan Casper sudah sampai di ruang perawatan Zarina, mereka langsung saja masuk ke dalam.
Namun Rain dan Casper di buat sedikit bingung, karena mereka yang baru saja masuk, langsung melihat Zarina sedang rewel dan menangis seperti anak yang sedang tantrum.
Syahlaa dan Alzam saja sampai di buat sedikit kewalahan menenangkan Zarina yang sedang menangis.
Dan Zarina juga tidak biasanya menangis seperti itu, kalaupun menangis, Zarina pasti akan mudah untuk di tenangkan.
Rain yang penasaran dengan apa yang membuat Zarina tantrum sampai menangis seperti itu, dia tentu saja langsung bertanya kepada Syahlaa maupun Alzam.
" Syahlaa, ada apa dengan Zarina,?? kenapa dia sampai menangis seperti ini ",, tanya Rain kepada Syahlaa.
Rain pun sambil mencoba ikut menenangkan Zarina, yang hanya mau kepada Alzam saja.
" Dia menangis, karena takut akan di bawa pergi lagi sama Tuan Ezio Kak ",, jawab Syahlaa kepada Rain.
" Tuan Ezio,?? apakah dia tadi datang ke sini?? ",, tanya Rain lagi kepada Syahlaa dengan ekspresi yang sedikit terkejut.
Tidak cuma Rain, Casper juga sama terkejutnya mendengar jawaban dari Syahlaa.
" Iya, dia tadi datang ke sini ",, jawab Syahlaa lagi kepada Rain.
" Walau Tuan Ezio datang ke sini tidak mau mengambil Zarina, tapi tetap saja Zarina merasa sangat ketakutan sekali, jika akan di ajak pergi bersamanya lagi ",, bukan Syahlaa yang melanjutkan perkataannya, melainkan Emmy.
" Lalu apa yang di lakukan oleh Tuan Ezio ketika dia tadi datang ke sini?? ",, kali ini Casper yang bertanya kepada semua orang.
" Hanya cuma ingin melihat Zarina, tapi Zarinanya tidak mau dan dia menjadi mengamuk seperti ini ",, jawab Emmy lagi.
" Lebih baik kita bawa pulang Zarina saja Afnan, karena ini akan berdampak tidak baik untuk psikisnya, jika kita lebih lama lagi berada di rumah sakit ",, usul Rain kepada Afnan.
" Iya benar kata Rain Tuan Afnan, takutnya jika Tuan Ezio tiba-tiba datang lagi, akan membuat Zarina semakin tertekan karena merasa takut ",, kata Casper menyahuti perkataan Rain.
" Baiklah, jika itu jalan yang terbaik untuk Zarina, aku setuju ",, jawab Afnan kepada Rain dan Casper, sambil terus menenangkan Zarina yang sedang rewel.
" Kalau begitu, kalian tunggu di sini dulu, dan kemasi semua barang-barang yang ada, biar aku yang mengurus administrasinya ",, kata Rain kepada semua orang.
Dan semua orang hanya mengangguk saja kepada Rain.
Setelahnya, Rain langsung berlalu keluar lagi dari dalam ruang perawatan Zarina untuk mengurus administrasi dan surat ijin untuk meninggalkan rumah sakit.
Sedikit di persulit, ketika Rain akan mengurus kepulangan Zarina, karena Zarina belum di ijinkan pulang oleh Dokter.
__ADS_1
Hanya saja, Rain tetap bersikeras ingin Zarina bisa pulang saat itu juga.
Mau tidak mau, akhirnya pihak rumah sakit pun mengalah dengan keinginan dari Rain, yang ingin membawa pulang Zarina.
Setelah Rain berjuang beberapa menit lamanya untuk mendapatkan ijin, Zarina akhirnya di perbolehkan pulang juga ke rumah oleh Dokter.
Syahlaa, Alzam dan yang lainnya yang sudah mendapatkan ijin, mereka semua langsung saja bergegas pergi dari rumah sakit, sebelum ketahuan oleh para anak buah Ezio atau Papa Fransisco.
Baru saja mobil yang di tumpangi oleh Syahlaa dan yang lainnya keluar dari dalam parkiran rumah sakit.
Mobil milik Ezio, baru masuk ke dalam parkiran rumah sakit, jadi mereka tidak sadar jika berselisih waktu saja.
Ketika Ezio sudah mendapatkan informasi dari petugas resepsionis, jika Zarina sudah di bawa pulang oleh pihak Keluarga.
Ezio langsung saja menyuruh semua anak buahnya untuk mencari keberadaannya Zarina dan juga Syahlaa.
Lionel yang masih setia menemani Ezio, dia juga turut serta menyuruh anak buahnya untuk membantu Ezio menemukan Syahlaa dan Zarina lagi.
" 514l, aku terlambat!! ",, kata Ezio yang sedang marah-marah sendiri.
Sedangkan di sisi lain, lebih tepatnya di dalam mobil yang di tumpangi oleh Syahlaa bersama yang lainnya.
Mereka semua sedang berunding akan menginap di rumah siapakah Syahlaa, Zarina beserta Alzam.
Syahlaa, Alzam, Rain, Zarina, dan juga Emmy, mereka semua berada di dalam satu mobil yang sama, sedangkan Casper dia sendirian di dalam mobil miliknya.
" Kalian pulang ke rumah aku lagi kan?? ",, tanya Emmy kepada semua orang.
" Kan kamu tahu sendiri Syahlaa, jika aku masih punya satu rumah lagi, kalau aku menyarankan kamu untuk tinggal di apartemenku, pasti kamu tidak akan mau ",, jawab Emmy kepada Syahlaa.
" Baiklah, di rumah kamu yang itu saja, aku lebih setuju yang itu, karena tempatnya juga sedikit jauh dari sini dan sedikit jauh dari pemukiman warga ",, kata Syahlaa kepada Emmy.
" Nah itu tahu ",, kata Emmy kepada Syahlaa.
" Baiklah, kalau begitu tunjukkan jalannya kepadaku Emmy ",, kata Rain yang sedang mengendarai mobilnya.
Sedangkan Alzam, dia masih terus menenangkan Zarina yang sudah tertidur di pangkuannya.
Wajah lucu dan manisnya Zarina ketika tidur, membuat ada rasa sayang tersendiri tumbuh di dalam hatinya Alzam.
Jadi, walau Zarina bukan anak kandungnya, Alzam akan terus berusaha mempertahankan Zarina dari sisinya.
Alzam tidak akan membiarkan Ezio untuk bisa mengambilnya kembali.
Dan sayang sekali, Alzam beserta Syahlaa tidak mengetahui, jika Ezio saat ini sudah benar-benar ingin berubah dan memperbaiki semua kesalahan yang dulu pernah diperbuatnya.
Kembali ke rumah sakit lagi.
Ezio yang sudah tidak ada tujuan lagi dengan petugas resepsionis, dia lalu memutuskan untuk pergi ke ruang perawatan sang Papa.
__ADS_1
Sesampainya di ruang perawatan Papa Fransisco, Ezio langsung saja masuk di ikuti oleh Lionel yang masih setia berjalan di sampingnya.
Ezio yang baru saja masuk, dia langsung melihat wajah bersedih dari sang Mama.
Sedangkan Papa Fransisco, saat ini dia sudah sadar dari masa pingsannya tadi, dan wajahnya pun juga terlihat sama bersedihnya seperti Mama Ingrid.
Dan Mama Ingrid yang melihat Ezio masuk, dia hanya diam dengan tatapan yang tidak bisa di artikan oleh Ezio.
Serta Ezio yang merasa sangat penasaran sekali, dia langsung saja bertanya kepada ke dua orang tuanya.
" Mama, Papa, wajah kalian kenapa terlihat seperti itu?? ",, tanya Ezio kepada ke dua orang tuanya.
" Katakan dengan jujur kepada Mama Ezio, apa benar jika Papa kamulah yang dulu sudah menabrak lari Ayah kandungnya Isabella, hingga dia sampai meninggal di tempat!! ",, kata Mama Ingrid dengan tiba-tiba kepada Ezio.
Bukannya di jawab pertanyaannya, Ezio malah mendapatkan pertanyaan balik dari sang Mama, dan pertanyaan itu cukup membuatnya terkejut.
Dan sebelum Ezio menjawab pertanyaan dari sang Mama, dia melirik ke arah sang Papa terlebih dahulu.
Ezio yang melihat wajah yang berbeda dari Papa Fransisco, Ezio bisa menebak, jika sang Papa baru saja mengatakan hal tersebut kepada Mama Ingrid, padahal Ezio sudah menyuruh Papa Fransisco untuk mengatakannya sejak dulu.
" Ezio, jawab Mama,!! kamu jangan diam saja seperti ini!! ",, kata Mama Ingrid dengan nada yang sedikit membentak.
" Iya Ma, semua itu benar, jika Papalah yang sudah menabrak Ayah kandungnya Syahlaa ",, jawab Ezio jujur kepada sang Mama.
Sebelumnya air mata Mama Ingrid sudah mengering, sekarang tiba-tiba ke luar lagi, ketika Ezio berkata jujur kepadanya.
" Tidak Mama sangka, ternyata semua nasib buruk yang menimpa Keluarga kita saat ini, itu semua karena akibat dari kesalahan kalian berdua kepada Isabella!! ",, kata Mama Ingrid dengan bersedih.
" Pantas saja, Isabella begitu sangat membenci Keluarga kita, karena selain dia sudah kamu p3rk054, Ayahnya sudah di bunuh oleh Papa ",, kata Mama Ingrid lagi kepada Ezio dan Papa Fransisco dengan menangis cukup pilu.
" Ma, Papa tidak membunuhnya, itu kecelakaan Ma, Papa tidak sengaja menabraknya pada waktu itu ",, kata Ezio membela sang Papa.
" Jika itu sebuah kecelakaan, kenapa Papa kamu tidak mau bertanggung jawab,!! malah dia lepas tangan dan menyuruh anak buahnya saja yang mengawasi Isabella selama ini Ezio!! ",, jawab tegas dari Mama Ingrid kepada Ezio.
Ezio tentu saja langsung diam ketika mendengar jawaban dari Mama Ingrid.
" Jika Papa kamu laki-laki sejati, seharusnya dia berani bertanggung jawab, untuk semua kesalahan yang sudah dia berbuat itu Ezio!! ",, lanjut terus perkataan dari Mama Ingrid kepada Ezio.
" Pantas saja, kamu bisa memiliki sikap pengecut seperti itu, ternyata keturunan dari Papa kamu!! ",, kata Mama Ingrid lagi kepada Ezio.
Ezio diam, dia tidak bisa membantah perkataan dari sang Mama, begitupun dengan Papa Fransisco.
Karena lagi dan lagi, semua perkataan dari Mama Ingrid begitu sangat menamparnya sekali.
Sedangkan untuk Papa Fransisco, yang cuma bisa terbaring lemah saja di atas brankar rumah sakit, yang bisa dia lakukan saat ini cuma bersedih dan meratapi nasib.
Sebab untuk berbicara saja, Papa Fransisco sedikit kesusahan, bagaimana dia mau membantah atau menjawab perkataan demi perkataan yang Mama Ingrid katakan.
Dan untuk Lionel yang masih setia berdiri di situ, dia juga diam, karena Lionel tidak mau ikut campur dalam permasalahan Keluarga dari sahabatnya, karena itu terkesan tidak sopan.
__ADS_1
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...