
Sedangkan kembali ke Ezio yang juga berada di rumah sakit tersebut, karena sang Papa sedang di rawat di rumah sakit yang sama dengan Zarina dan juga Papa Ducan.
Saat ini Ezio sedang sibuk menelpon semua kolega yang di kenalnya.
Sebab Ezio ingin mencoba merebut kembali apa yang sudah Rain dan Alzam ambil dari tangannya, melalui bantuan dari beberapa kolega terdekatnya.
Tapi sayang, semua kolega yang sedang dia hubungi tidak ada yang bisa membantunya sama sekali.
Entah apapun itu alasan mereka semua, tapi ke semuanya tidak ada yang mau membantu Ezio.
" 514l!! ",, marah Ezio sambil mengepalkan ke dua tangannya.
" Kenapa di waktu aku susah seperti ini, mereka semua tidak ada yang mau membantuku!! ",, kata Ezio lagi kepada dirinya sendiri.
" Akan aku ingat siapa saja yang melupakan semua jasaku ",, kata Ezio lagi dengan penuh dendam.
Sedangkan Mama Ingrid yang juga berada di situ dan masih setia menunggu kabar dari Dokter, dia memilih duduk terdiam di kursi tunggu yang ada di situ, tanpa mau menggangu Ezio sama sekali.
" Aku akan mencoba menghubungi Lionel, karena dia harapanku satu-satunya sekarang ",, kata Ezio lagi.
Ezio pun langsung mencoba mencari nama Lionel di dalam kontak ponselnya.
Ezio yang sudah menemukan nomor telepon milik Lionel, dia langsung saja mencoba menekannya dan menelponnya.
Akan tetapi sayang sekali, ketika Ezio sudah mencoba menelpon Lionel sebanyak lima kali, nomor telepon milik Lionel tidak bisa di hubungi.
" 514l4n,!! Lionel pergi liburan ke mana lagi sih, kenapa nomor ponselnya tidak bisa aku hubungi terus!! ",, kata Ezio berbicara sendiri.
Ketika Ezio sibuk dengan ponselnya sambil berdiri dengan membelakangi pintu ruang 0p3r451, tiba-tiba pintu ruang 0p3r451 terbuka dari dalam.
Sehingga membuat Mama Ingrid langsung berdiri dan memanggil Ezio untuk bertanya kepada sang Dokter mengenai kondisi dari sang Papa.
Ezio langsung berjalan mendekati sang Dokter dan melupakan masalahnya untuk sejenak.
" Dokter bagaimana keadaan dari Papa saya?? ",, tanya Ezio kepada Dokter tersebut.
" Serangan jantung yang di alami oleh Tuan Fransisco setelah bisa kami tangani, ternyata Tuan Fransisco mengalami gejala yang lainnya Tuan ",, jawab sang Dokter kepada Ezio dan masih di dengar oleh Mama Ingrid.
" Gejala lain yang bagaimana Dokter yang anda maksud?? ",, tanya Ezio dengan sangat penasaran sekali.
" Tuan Fransisco di diagnosis terkena stroke Hemiparesis Tuan, atau kondisi ketika salah satu sisi tubuh, dari kepala hingga kaki, mengalami kelemahan sehingga akan sulit di gerakan ",, jawab sang Dokter kepada Ezio.
__ADS_1
Ezio dan Mama Ingrid sangat terkejut sekali mendengar jawaban dari sang Dokter, yang mengatakan jika Papa Fransisco mengalami stroke.
" Apakah masih bisa di sembuhkan Dokter penyakit stroke yang di alami oleh suami saya?? ",, tanya Mama Ingrid kepada Dokter itu.
" Masih bisa Nyonya, dan Tuan Fransisco harus segera mendapatkan penanganan yang tepat, supaya tidak menyebabkan kelemahan permanen atau kelumpuhan di seluruh tubuhnya ",, jawab sang Dokter kepada Mama Ingrid.
" Berikan penanganan yang terbaik untuk Papa saya Dokter, saya akan membayar berapapun biayanya ",, kata Ezio kepada sang Dokter.
" Baik Tuan, segera kami akan melakukan penanganan selanjutnya untuk merawat Tuan Fransisco ",, jawab Dokter tersebut kepada Ezio dan Mama Ingrid.
" Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya, dan sebentar lagi Tuan Fransisco akan kami pindahkan ke ruang perawatan biasa oleh para asisten saya ",, kata sang Dokter kepada Ezio dan Mama Ingrid.
" Terimakasih Dokter ",, kata Mama Ingrid kepada sang Dokter.
" Iya Nyonya sama-sama ",, jawab Dokter tersebut kepada Mama Ingrid.
Sedangkan Ezio, hanya mengangguk formal saja kepada Dokter tersebut.
Dokter itu setelahnya berlalu pergi meninggalkan Ezio dan Mama Ingrid dari depan ruang 0p3r451.
" Ezio, bagaimana cara kita membayar biaya rumah sakit, sedangkan semua pemasukan kita sudah tidak ada?? ",, tanya Mama Ingrid kepada Ezio.
" Mama tenanglah Ma, semua itu biar Ezio yang memikirkannya, lagi pula Ezio dan Papa masih mempunyai dua bisnis yang belum di ambil alih sama mereka ",, jawab Ezio kepada Mama Ingrid.
Karena satu bisnis miliknya dan satu bisnis milik sang Papa, tidak akan cukup membiayai biaya rumah sakit.
Sebab kebutuhan mereka tidaklah cuma membiayai rumah sakit saja, akan tetapi harus membayar semua gaji para pekerja yang bekerja dengan mereka.
Dari para asisten rumah tangga yang jumlahnya lebih dari dua puluh orang, bodyguard yang berjumlah kurang lebih sekitar seratus tujuh puluh orang.
Serta belum lagi, banyak pajak yang harus Ezio serta Papa Fransisco tanggung.
Jadi bisa di pastikan, Ezio saat ini sedang kekurangan uang untuk membayar itu semua.
Untuk tempat tinggal sendiri, Ezio dan Papa Fransisco masih memiliki dua buah apartemen mewah yang ada di kota, yang masing-masing satu apartemen milik Ezio dan yang satunya milik Papa Fransisco.
Untuk sementara waktu, mereka pasti akan tinggal di salah satu apartemen milik mereka itu.
Ezio masih belum bisa menghubungi Lionel, dan dia kali ini benar-benar di buat sangat kalut sekali.
Karena hasil dari dua bisnis miliknya dan sang Papa, sangatlah sedikit keuntungannya, sebab itu hanya bisnis sampingan, alias hoby yang mereka salurkan.
__ADS_1
" Lionel kamu ke mana sih!! ",, kata Ezio merasa geram sendiri.
" Kamu memang selalu ada untuk aku, akan tetapi kamu begitu sangat sulit jika di hubungi!! ",, kata Ezio lagi berbicara sendiri.
Ezio yang masih sibuk sendiri, tiba-tiba atensinya teralihkan lagi, ketika dia melihat pintu ruang 0p3r451 terbuka dari dalam, dan brankar pasien Papa Fransisco sedang di dorong keluar oleh para petugas tenaga medis.
Ezio langsung saja menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
Dan dia langsung saja ikut berdiri di samping sang Mama untuk mengikuti brankar pasien dari Papa Fransisco yang sedang di dorong menuju ke ruang perawatan biasa.
Walau Ezio sedang kesulitan finansial, tetap saja dia meminta sang Papa di pindahkan ke ruang perawatan VVIP yang ada di rumah sakit tersebut.
Dan ketika sudah sampai di depan ruang perawatan VVIP yang dituju, mata Ezio dan juga Mama Ingrid di buat sangat terkejut sekali, ketika mereka tidak sengaja melihat Klara yang ingin masuk ke dalam ruang perawatan sebelah mereka.
Klara yang baru saja kembali dari ruang perawatan Zarina, dan dia melihat Ezio bersama Mama Ingrid, Klara pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruang perawatan sang Papa.
Yaps, ruang perawatan Papa Fransisco, tidak sengaja bisa bersebelahan dengan ruang perawatan dari Papa Ducan, mantan besannya yang kemarin di buat terkena serangan jantung oleh Ezio.
Klara yang sudah sampai di dekat Ezio, dia mencoba mengintip orang yang sedang terbaring lemah di atas brankar pasien tersebut.
Dan ketika Klara melihat wajah Papa Fransisco, dia langsung saja tersenyum miring nan licik.
Papa Fransisco pun sudah di bawa masuk oleh para petugas tenaga medis, bersama Mama Ingrid yang ikut masuk juga ke dalam ruangan tersebut.
Begitupun Ezio yang juga ingin masuk ke dalam, akan tetapi langsung saja di cegah oleh Klara.
" Jangan kau sentuh aku dengan tanganmu itu!! ",, kata Ezio melepaskan dengan kasar cekalan tangan Klara.
Klara yang mendengar perkataan dari Ezio, dia bukannya marah, namun malah langsung bertepuk tangan sambil tertawa senang.
" Apakah tadi mantan Papa mertua aku Ezio, ooo, sungguh kasihan sekali dia sedang terbaring lemah di atas brankar pasien ",, kata Klara kepada Ezio.
" Tapi, kenapa aku tidak merasa kasihan ya, justru aku malah merasa senang melihatnya seperti itu, terlebih wajah kamu ini, terlihat sangat menderita sekali, hahaha saya merasa puas melihatnya ",, kata Klara lagi kepada Ezio sambil tertawa bahagia sekali.
" Ezio-Ezio, kasihan sekali nasib kamu ",, kata mengejek dari Klara lagi kepada Ezio.
Setelahnya, Klara langsung berbalik badan meninggalkan Ezio yang terlihat sedang menahan amarahnya untuk Klara.
Dan untuk Klara sendiri, dia langsung masuk ke dalam ruang perawatan sang Papa yang berada persis di sebelah ruang perawatan Papa Fransisco.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
__ADS_1
...***TBC***...