
Meninggalkan Ezio yang semakin pusing saja dengan kemelut permasalahan yang sedang di hadapinya.
Sekarang kita akan membahas Rain lagi.
Saat ini Rain sedang duduk berdua dengan salah satu anak buahnya yang beragama islam.
Awalnya anak buah tersebut, sangat takut sekali, ketika tiba-tiba di telepon oleh sang majikan, lalu di suruh untuk menghadap seorang diri kepadanya.
Anak buah Rain yang bernama Malik itu, merasa sangat takut sekali jika dia akan di pecat oleh Rain, sebab dia masih mempunyai tanggungan anak dan juga istri yang harus dia hidupi.
Akan tetapi, ketika sudah sampai di rumah milik Emmy, Malik di buat sedikit tercengang, ketika mendengar perkataan dari Rain yang seperti ini percakapan mereka.
" Janganlah takut Malik, saya tidak akan memecat kamu ",, kata Rain kepada Malik.
" Silahkan duduk dulu, biar saya lebih enak berbicaranya denganmu ",, kata Rain lagi kepada Malik.
" Baik Tuan Rain ",, jawab Malik kepada Rain, dan Malik pun langsung saja duduk di sofa seberang Rain
" Malik, saya ingin bertanya kepadamu, apakah kamu tahu di manakah tempat orang yang bisa mengkhitan dengan bagus?? ",, tanya Rain kepada Malik.
Dan inilah perkataan pertama Rain yang membuat Malik terkejut.
" Khitan,?? apakah anda tahu apa itu khitan Tuan Rain,?? emm mak..... maksud saya kenapa anda bertanya soal khitan Tuan, apakah anda ingin di khitan?? ",, tanya Malik dengan menahan rasa takutnya.
" Iya, karena saya ingin memeluk agama Islam ",, jawab mantap Rain kepada Malik.
Serta inilah perkataan ke dua dari Rain yang membuat Malik semakin terkejut saja.
" Masyaallah, saya senang sekali Tuan mendengarnya ",, kata Malik dengan perasaan sangat senang sekali.
" Jadi, katakan kepada saya, apakah kamu tahu di mana saya bisa melakukan khitan dan menjadi seorang mu .... mu ...?? ",, Rain sedikit kebingungan melanjutkan perkataannya.
" Mualaf?? ",, sambung Malik kepada Rain.
" Iya, itu Mu a laf ",, kata Rain sambil mengeja kata mualaf.
" Saya tahu tempatnya Tuan, jika anda sudah sangat bersungguh-sungguh dari dalam hati anda, dengan senang hati, saya akan mengantarkan anda untuk berkhitan dan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan seorang ulama yang cukup terkenal di kota ini ",, kata Malik kepada Rain.
" Iya saya mau Malik, saya mau ",, jawab mantap dan bersemangat dari Rain kepada Malik.
" Lalu bisakah saya datang ke sana sekarang Malik?? ",, tanya Rain kepada Malik.
" Memangnya Kak Rain mau pergi ke mana bersama dia?? ",, kata Syahlaa yang tiba-tiba menyahuti pembicaraan.
Syahlaa yang sudah selesai mandi tadi, dia meminta ijin kepada Alzam untuk menemui Rain.
Dan ketika Syahlaa sudah keluar dari dalam kamar, dia langsung saja mencari keberadaannya Rain.
Syahlaa mencoba mencari di ruang Keluarga, namun sesampainya di ruang Keluarga, Syahlaa tidak menemukan keberadaannya Rain.
Akan tetapi ketika Syahlaa ingin berjalan ke arah taman samping rumah, dia mendengar ada seseorang yang sedang berbincang di ruang tamu.
Langkah kaki Syahlaa lalu berbelok ke arah ruang tamu, dan langsung mendengar perkataan dari Rain yang tadi.
Pandangan Rain dan Malik, langsung teralihkan ke arah Syahlaa yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah dan menyahuti pembicaraan mereka.
__ADS_1
" Nanti kamu akan tahu, dan apakah suami kamu belum berbicara kepada kamu Syahlaa?? ",, jawab Rain kepada Syahlaa.
" Belum Kak ",, jawab Syahlaa kepada Rain sambil menggelengkan kepalanya.
" Jadi, lebih baik sekarang kamu tanya dulu kepada Afnan, karena Kakak akan pergi sebentar bersama Malik, sebab Kakak sedang ada keperluan penting dengannya ",, kata Rain kepada Syahlaa.
" Kamu tunggu sebentar Malik, saya akan berganti baju dulu ",, kata Rain kepada Malik.
" Baik Tuan Rain ",, jawab Malik kepada Rain.
Dan Rain, setelah itu langsung beranjak berdiri untuk masuk ke dalam kamarnya.
Rain berganti baju untuk menyamar, sengaja dia lakukan, supaya dia tidak ketahuan oleh anak buah Ezio, jika dia bersama Syahlaa, Zarina dan Alzam sementara waktu tinggal di rumah milik Emmy.
Sepeninggalan dari Rain, Syahlaa mencoba bertanya kepada Malik.
" Tuan Malik, anda dan Kak Rain akan pergi ke mana?? ",, tanya Syahlaa kepada Malik.
" Maaf Nyonya, saya tidak bisa menjawabnya, karena bukan wewenang saya untuk menjawab pertanyaan anda yang itu ",, jawab sopan dan ramah dari Malik kepada Syahlaa.
" Iya baiklah ",, kata pasrah Syahlaa kepada Malik.
Karena Syahlaa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Malik, dia pun langsung berbalik badan untuk masuk lagi ke dalam rumah, lebih tepatnya menuju ke dalam kamarnya.
Karena Syahlaa ingin bertanya langsung kepada Alzam, apa yang sedang ingin di lakukan oleh Rain bersama Malik.
Rain sendiri yang tadi sudah masuk ke dalam kamarnya, dia mencoba menelpon Alzam sejenak untuk memberitahukan perihal kepergiaannya dengan Malik.
Dan Alzam mendoakan Rain, semoga tujuannya berjalan dengan lancar.
" Ayah ",, panggil Syahlaa kepada Alzam.
" Sussttt, Mama pelankanlah sedikit suaranya, karena Zarina baru saja tidur lagi, nanti dia bisa terbangun ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
Syahlaa langsung mengangguk kepada Alzam, dan dia lalu mencoba untuk duduk di pinggir ranjang sebelahnya Alzam.
" Ada yang ingin Mama tanyakan kepada Ayah, ayo sini kita berbicara di atas balkon saja, biar tidak menganggu Zarina yang sedang tidur ",, kata Syahlaa kepada Alzam.
" Iya baiklah ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
Alzam lalu beranjak turun dari atas ranjang, untuk menuju ke arah balkon kamar mengikuti langkah kaki Syahlaa.
Sesampainya di atas balkon kamar mereka, Alzam langsung saja bertanya kepada Syahlaa.
" Apa yang ingin Mama bicarakan kepada Ayah?? ",, tanya Alzam kepada Syahlaa.
" Tadi Ayah ingin berbicara soal Kak Rain, apa itu Ayah?? ",, tanya Syahlaa kepada Alzam.
" Cepat ceritakan kepada Mama sekarang ",, kata Syahlaa lagi kepada Alzam.
" Yakin mau mendengarnya sekarang, Ayah takut kalau Mama akan terkejut jika mendengar cerita dari Ayah ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
" Ayolah Ayah, jangan membuat Mama semakin penasaran saja, karena saat ini saja Kak Rain sedang ingin pergi bersama anak buahnya entah ke mana, karena Kak Rain menyuruh Mama untuk bertanya sendiri kepada Ayah ",, kata Syahlaa kepada Alzam.
" Iya ok, akan Ayah ceritakan kepada Mama ",, kata Alzam kepada Syahlaa sambil tersenyum menggoda.
__ADS_1
Syahlaa masih setia diam dan dia sudah tidak sabar ingin mendengar kelanjutan perkataannya Alzam.
" Rain saat ini sedang ingin di khitan Mama, karena dia ingin menjadi mualaf, dan dia juga ingin menikahi Faiha secepatnya ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Apaaaa!!! ",, kata Syahlaa dengan sedikit berteriak.
Alzam yang mendengar Syahlaa berteriak, dia langsung saja membekap mulut sang istri.
" Nah benar kan, apa yang Ayah bilang, jika Mama akan terkejut ",, kata Alzam sambil membekap mulut Syahlaa.
Setelahnya, Alzam mencoba mengintip ke dalam kamar, apakah Zarina terbangun atau tidak mendengar teriakan dari Syahlaa tadi.
" Untung saja Zarina tidak terbangun, Mama ish teriak-teriak seperti tadi ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Maaf Ayah, Mama benar-benar sangat terkejut sekali mendengar cerita dari Ayah tentang Kak Rain ",, jawab Syahlaa kepada Alzam.
" Sudah, sekarang Ayah lanjutkan lagi cerita tentang Kak Rain tadi, kali ini mama mencoba tidak terkejut lagi ",, kata Syahlaa kepada Alzam.
" Ok, akan Ayah lanjutkan ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
" Rain ternyata sudah mencintai Faiha sejak beberapa tahun yang lalu, namun dia selama ini menahan perasaan cintanya itu Mama, karena usia Faiha dan usianya terpaut cukup jauh sekali ",, cerita Alzam kepada Syahlaa.
" Saat ini Rain sudah sangat tersiksa sekali dengan perasaannya kepada Faiha, hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk bercerita kepada Ayah ",, lanjut lagi cerita dari Alzam kepada Syahlaa.
" Dan asal Mama tahu, ternyata Rain sudah melamar Faiha, dan Faiha juga menerima lamaran dari Rain ",, kata Alzam kepada Syahlaa.
" Appp ....... ",, kata Syahlaa yang terkejut.
Namun tidak langsung berteriak, karena Syahlaa langsung saja membekap mulutnya sendiri.
" Apakah Ayah serius dengan semua cerita ini?? ",, tanya Syahlaa kepada Alzam.
" Iya Ayah serius Mama, untuk apa Ayah berbohong kepada Mama?? ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
" Rain sudah benar-benar sangat memantapkan hatinya Mama, dan Ayah berdoa di dalam hati, jika ke Islaman yang Rain lakukan, bukan karena Faiha, melainkan karena dia memang benar-benar serius ingin memeluk agama islam ",, kata Alzam lagi kepada Syahlaa.
" Aamiin ",, jawab Syahlaa mengaamiinkan perkataannya Alzam.
" Huuuuuhhh, semua ini masih membuat Mama sedikit syok dan tidak percaya ",, kata Syahlaa berbicara sendiri sambil menghela nafasnya.
Namun, Alzam masih mendengar perkataan dari Syahlaa.
" Apapun yang terjadi sekarang dengan Kak Rain, semoga ini adalah jalan yang terbaik untuk kehidupannya, karena Kak Rain adalah orang yang sangat baik sekali selama ini kepada Mama ",, kata Syahlaa kepada Alzam.
" Dan semoga Kak Rain benar-benar berjodoh dengan Faiha, walau usia mereka terpaut cukup jauh, namun yang namanya jodoh tidak akan memandang usia ",, doa tulus dari Syahlaa untuk Rain.
" Lalu apakah Ayah sendiri merestui hubungan mereka berdua, jangan bilang jika Ayah tidak akan merestui mereka ",, kata Syahlaa kepada Alzam.
Alzam langsung saja tertawa mendengar perkataannya Syahlaa, dan Alzam bukannya langsung menjawab pertanyaan dari Syahlaa, malah dia memilih untuk menggoda sang istri terlebih dahulu.
Dan Alzam yang melihat Syahlaa bisa tertawa lagi seperti itu, ada rasa lega serta senang yang memenuhi relung hatinya.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...
__ADS_1