DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
MENGEMBALIKAN ZARINA


__ADS_3

Malam itu Ezio tidurnya benar-benar selalu terjaga, karena yang namanya anak kecil yang sedang sakit, pasti dia akan sering terbangun di tengah malam ketika sedang tidur.


Begitupun dengan Zarina, dia sebentar-sebentar bangun, kadang minta di gendong, kadang minta di tepuk-tepuk pelan tubuhnya, tiba-tiba mengigau sendiri dengan tidak jelas dan membuatnya terkejut, semuanya Ezio lakukan dengan benar-benar sabar sekali.


Mendapatkan tambah pengetahuan dari temannya yang seorang Dokter, jika panas anak belum reda, bisa diberikan paracetamol setiap empat jam sekali, dan hal itu membuat Ezio setiap empat jam sekali selalu mengecek keadaannya Zarina.


Sungguh super esktra malam itu, Ezio dalam menjaga Zarina yang sedang mode manja karena sakit.


Bahkan Zarina saja sampai tidur sambil memeluk erat Ezio, hingga membuat lengan Ezio yang dibuat bantalan Zarina sedikit kram.


Ingin sekali menarik tangannya dan meluruskannya, akan tetapi Ezio tidak mau kehilangan momen,s ketika Zarina sedang memeluknya sambil tidur, sekuat tenaga Ezio tetap menahannya, hingga akhirnya Zarina pun berbalik badan sendiri dan tidak bantalan lagi di lengan sang Papi.


Sungguh banyak momen yang membuat Ezio banyak belajar ketika bersama Zarina, karena sekecil apapun pengalaman yang dia dapat, ada makna besar di baliknya.


Ezio benar-benar bisa tidur dengan nyenyak, ketika waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari, sebab Zarina sudah tidak rewel lagi atau minta ini dan itu, sebab Zarina tidurnya sudah nyenyak dan suhu tubuhnya juga sudah mulai kembali normal.


Pagi harinya, ketika waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi, Ezio sudah lebih dulu bangun dibandingkan Zarina.


Ezio yang melihat Zarina masih tidur dengan sangat lucu, dia hanya tersenyum, karena kapan lagi bisa membuka mata langsung melihat sang putri kesayangannya tidur di sampingnya.


Ezio yang sudah puas menatap Zarina, dia lalu beranjak turun dari atas ranjang untuk menuju ke dalam kamar mandi.


Selesai mandi, baru saja ke luar dari dalam kamar mandi, Ezio langsung melihat Zarina sudah bangun dan sedang mengucek matanya.


" Anak Papi sudah bangun ",, kata Ezio kepada Zarina.


" Papi mau pipis ",, kata Zarina kepada Ezio.


" Ayo sini pipis sayang, nanti kalau ngompol di ranjang, ranjangnya jadi bau ",, kata Ezio langsung menggendong Zarina ke dalam kamar mandi.


Jika membayangkan Ezio sedang mengurus Zarina, ada rasa terenyuh dan bangga, karena orang seperti Ezio yang terkenal dengan image buruk yang suka mengatur, tegas dan galak, bisa perhatian serta sangat sayang, bahkan telaten dengan putri semata wayangnya.


Mungkin jika kaum hawa di luar sana tahu bagaimana sifat Ezio yang sebenarnya, pasti mereka akan semakin mengejar-ngejar Ezio untuk mereka jadikan suami, bagaimanapun caranya.


Ezio yang sudah membantu Zarina pipis, dia langsung saja mengajak Zarina untuk ke luar dari dalam kamar mandi.


" Sambil menunggu airnya hangatnya penuh di dalam bathtub, Zarina main dulu ya, karena Papi mau ganti baju sebentar ",, kata Ezio kepada Zarina.

__ADS_1


Zarina hanya mengangguk saja kepada Ezio, dan Ezio lalu meninggalkan Zarina untuk masuk ke dalam ruang walk in closet.


Zarina yang sudah merasa lapar, dia tiba-tiba berjalan ke arah ruang walk in closet milik sang Papi.


" Papi ",, panggil Zarina dari luar.


Ezio yang di dalam ruang walk in closet, langsung saja ke luar, ketika mendengar sang anak sedang memanggilnya.


" Ada apa sayang?? ",, tanya Ezio kepada Zarina.


" Mau payeti lagi ",, jawab Zarina.


" Spaghetti?? ",, tanya Ezio.


Zarina langsung mengangguk membenarkan perkataan dari Ezio.


" Zarina mandi dulu ya, sudah bau acem ",, kata Ezio kepada Zarina.


" Tidak mau, mau peyeti cekalang ",, jawab Zarina kepada Ezio.


" Baiklah, ayo kita ke luar, akan Papi buatkan spaghetti kesukaannya Zarina ",, kata Ezio kepada Zarina.


Setelah itu, dia langsung saja menggandeng tangan sang putri menuju ke dalam dapur rumah mewahnya.


Semua pekerja dan asisten rumah tangga yang melihat majikan serta putrinya yang sedang lewat di depan mereka, mereka semua langsung menyapa ramah, terlebih lagi para koki yang bekerja di dalam dapur, mereka semua cukup terkejut, sebab tidak seperti biasanya sang majikan masuk ke dalam dapur.


Mereka semua langsung merasa was-was dan takut, jika Ezio akan marah kepada mereka semua.


" Kalian semua minggirlah, karena saya ingin memasakkan spaghetti untuk putri saya sebentar ",, kata Ezio kepada para koki.


" Biar saya saja Tuan yang memasakkannya untuk Nona Zarina ",, kata salah satu koki.


" Tidak apa, biar saya saja, karena Zarina cuma mau spaghetti buatan saya ",, jawab Ezio kepada kokinya.


" Zarina duduk di sini lagi ya, temani Papi ",, kata Ezio sambil mendudukkan Zarina di meja dapur.


Zarina langsung mengangguk, dan para koki yang ada di situ langsung menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan oleh Ezio.

__ADS_1


Tontonan yang mungkin tidak akan dapat terulang lagi bagi para koki, sebab Ezio lain kali belum tentu mau memasak lagi di dalam dapur, dan ini tontonan yang langka bagi mereka semua, karena bisa melihat sang majikan sedang memasak live di depan mereka.


Sedang di apartemen milik Rain, saat ini Alzam, Rain, Syahlaa serta Faiha, sedang menikmati sarapan mereka di ruang makan yang ada di situ.


" Kak Syahlaa, Kakak belum menunjukkan di mana rumah Kakak yang ada di sini kepada Fai?? ",, tanya Faiha kepada Syahlaa.


" Lain kali saja, kalau kita berkunjung lagi ke sini ",, jawab Syahlaa kepada Faiha.


" Lagi pula, kamu sebentar lagi akan menjadi warga Prancis Fai, kamu bisa menyuruh Kak Rain, untuk menunjukkan di mana rumah Kakak, dan jika kamu mau, kamu bisa tinggal di rumah Kakak saja Faiha ",, kata Syahlaa lagi kepada Rain.


" Boleh tuh Kak, tapi ya Fai menurut dan ikut Kak Rain mau tinggal di mana ",, jawab Faiha kepada Syahlaa.


" Rain, jika kalian sudah menetap di sini, aku titip Faiha, jaga dia seperti kami menjaganya, karena kamu sebagai suaminya, harus bisa menjadi imam yang baik untuknya ",, pesan Alzam kepada Rain.


" Siap Kakak ipar, aku akan menjaga Faiha sepenuh hati, dan mengajak Faiha berkunjung ke Indonesia, jika pekerjaanku sedang tidak banyak dan bisalah Abi sama Umi, kamu ajak berkunjung ke sini ",, jawab Rain kepada Alzam.


" Siap, Abi sama Umi pasti akan aku ajak ke sini, pasti mereka sangat senang sekali, karena pertama kali bagi mereka pergi ke luar Negeri ",, kata Alzam kepada Rain.


Sambil menikmati sarapan mereka masing-masing, baik Syahlaa, Alzam, Rain serta Faiha, berbincang hangat serta santai.


Begitupun dengan Ezio yang sudah selesai memasakkan spaghetti untuk Zarina, saat ini dia juga sedang menikmati spaghetti buatannya itu bersama sang putri tercinta.


Selesai sarapan, Ezio mengajak Zarina untuk mandi, dan selesai mandi, seperti janji dari Ezio tadi malam kepada Alzam, dia akan mengantarkan Zarina kepada Alzam dan Syahlaa.


Walau berat, mau tidak mau, hari itu Ezio harus berpisah dengan sang putri untuk beberapa waktu lamanya lagi.


Terpisah jarak dan waktu, membuat perasaan rindu di dalam dada, tidak mudah cepat terobati, dan ketika mobil milik Ezio sudah sampai di gedung apartemen milik Rain, Ezio langsung menggandeng sayang tangan kecil Zarina untuk dia ajak masuk ke dalam lift.


Sesampainya di depan apartemen milik Rain, Ezio langsung memencet bell pintunya, dan kedatangan Zarina bersama Ezio, langsung di sambut senang oleh semua orang, terutama Syahlaa yang sudah sangat rindu selama dua hari tidak bersama sang putri tercinta.


Anak adalah anugrah, ada berkah tersendiri dibalik kelahiran anak-anak kita.


Tidak ada anak yang nakal, yang ada orang tua yang tidak bisa bersabar, semoga kita semua diberikan kelimpahan kesabaran, kesehatan dan rejeki yang di ridhoi oleh Allah Subhanahu wata'ala.


Aamiin.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2