DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
FAIHA SYOK


__ADS_3

Ada yang bertamu dan mereka adalah tiga orang laki-laki yang sholeh.


Dan laki-laki itu, bisa secara tidak sengaja mengucapkan kata salam secara bersamaan.


Serta bisa secara kebetulan juga yang membuka pintunya adalah Faiha.


Yaps, kita akan membahas Faiha lagi.


Abi Aasim setelah berunding dengan Aaqil kemarin, dia lalu termenung sejenak, dan hasil renungannya adalah, jika Abi Aasim akan memanggil ke tiga laki-laki yang akan dia jodohkan bersama sang putri yaitu Faiha.


Masih sama seperti sebelumnya, ke tiga laki-laki yang datang ke rumah Abi Aasim adalah Ismail, Akbar dan juga Fajar.


Ismail, Akbar dan juga Fajar belum tahu ada maksud apa, mereka bertiga di panggil oleh Abi Aasim ke rumahnya.


Begitupun dengan Faiha, dia juga tidak mengetahui rencana dari sang Abi kepadanya, dengan mengundang ke tiga laki-laki tersebut ke rumah.


" Silahkan duduk dulu akhi, akan saya panggilkan Abi sebentar ",, kata Faiha kepada ke tiga laki-laki tersebut.


" Terimakasih Ning Faiha ",, jawab ke tiga laki-laki itu kepada Faiha.


Faiha hanya tersenyum ramah saja kepada ke tiga laki-laki tamu sang Abi.


Faiha lalu berbalik badan untuk masuk ke dalam rumah, dan memanggilkan Abi Aasim yang sedang berada di dalam kamar.


Abi Aasim yang mendengar namanya di panggil oleh Faiha, dia pun langsung saja segera ke luar dari dalam kamar dan bertanya kepada Faiha


" Ada apa Fai?? ",, tanya Abi Aasim kepada Faiha.


" Di luar ada tiga orang pengurus Pondok Pesantren yang sedang mencari Abi ",, jawab Faiha kepada Abi Aasim.


" Oh mereka sudah datang ",, kata Abi Aasim kepada Faiha.


Dan Faiha hanya mengangguk saja kepada sang Abi.


" Kalau begitu kamu buatkan minum untuk mereka bertiga, biar Abi langsung saja menemui mereka ",, kata Abi Aasim kepada Faiha.


" Baik Abi ",, jawab Faiha kepada Abi Aasim.


Abi Aasim langsung berlalu menuju ke ruang tamu, sedangkan Faiha langsung menuju ke dalam dapur.


Dan baru saja Faiha menyalakan kompor untuk memasak air panas, tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan kedatangan dari sang Umi.


" Faiha, sedang masak apa kamu Nak?? ",, tanya Umi Anum kepada Faiha.


" Sedang membuatkan minum untuk ke tiga tamu Abi Umi ",, jawab Faiha kepada Umi Anum.


" Siapa?? ",, tanya Umi Anum lagi kepada Faiha.


" Para pengurus pondok pesantren Umi ",, jawab Faiha sambil meracik minuman ke dalam empat gelas.


" Oh, iya sudah, lanjutkan saja pekerjaan kamu, kalau sudah selesai, segera antarkan minumannya ke depan, Umi mau lanjut bersih-bersih sebentar ",, kata Umi Anum kepada Faiha.


" Iya Umi ",, jawab Faiha sambil mengangguk

__ADS_1


Umi Anum saja juga belum mengetahui rencana dari sang suami yang ingin menjodohkan Faiha, kepada salah satu dari ke tiga Pengurus Pondok Pesantren yang sedang datang ke rumahnya.


Sedangkan Abi Aasim yang sudah duduk di sofa ruang tamu berseberangan dengan ke tiga tamunya, senyum ramah pun langsung terbit di bibirnya.


" Pak Kyai ",, sapa ke tiga Pengurus Pondok tersebut kepada Abi Aasim.


Abi Aasim hanya mengangguk saja kepada ke tiga laki-laki tersebut.


" Emm, mohon maaf sebelumnya Pak Kyai, ada apa ya Pak Kyai memanggil kita untuk datang ke sini?? ",, tanya Ismail kepada Abi Aasim.


" Pasti kalian bertanya-tanya, ada apa saya memanggil kalian untuk datang ke sini?? ",, kata Abi Aasim kepada ke tiga laki-laki di depannya.


Ismail, Akbar dan juga Fajar, mereka bertiga langsung mengangguk membenarkan perkataan dari Abi Aasim.


" Sebelum saya banyak berbicara, di antara kalian bertiga, manakah yang belum mempunyai tambatan hati?? ",, tanya Abi Aasim kepada ke tiga laki-laki itu.


Ismail, Akbar dan Fajar, langsung saling pandang, karena Pak Kyai yang mereka kenal, tidak biasanya bertanya hal sensitif seperti itu kepada mereka semua.


" Emm, saya sudah punya Pak Kyai, bahkan saya sudah berta'aruf dengan gadis itu ",, jawab Akbar kepada Abi Aasim.


Masih aman, karena Abi Aasim masih mencondongkan Ismail seperti pilihan awalnya dengan Aaqil kemarin.


Abi Aasim langsung menganggukkan kepalanya kepada Akbar dan menghargai kejujurannya.


" Lalu kamu Fajar?? ",, tanya Abi Aasim beralih ke Fajar.


" Saya pun sama Pak Kyai, bahkan saya sudah bertunangan dengan gadis yang sudah saya cintai sejak dulu, dan akan segera menikah kurang dari satu bulan lagi ",, jawab dari Fajar kepada Abi Aasim.


" Waah, kalau begitu saya ucapkan selamat Fajar ",, kata Abi Aasim kepada Fajar.


Abi Aasim lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ismail, yang belum menjawab sendiri pertanyaan darinya.


" Dan untuk kamu Ismail,?? apa kamu sudah mempunyai ta'arufan atau tunangan?? ",, tanya Abi Aasim kepada Ismail.


" Belum Pak Kyai ",, jawab Ismail kepada Abi Aasim.


Senyum di bibir Abi Aasim, langsung mengembang dengan sangat sempurna sekali, ketika mendengar jawaban dari Ismail tadi.


" Tapi, besok malam, saya akan di jodohkan oleh orang tua saya dengan anak dari teman ke dua orang tua saya Pak Kyai ",,


Ternyata perkataan dari Ismail tadi belum selesai ketika menjawab kepada Abi Aasim.


Duar, senyum yang awalnya terbit dengan indah langsung pupus sudah di tengah jalan.


Dan perkataan lanjutan dari Ismail tadi, membuat Abi Aasim menjadi sangat terkejut sekali.


" Tidak bisakah kamu membatalkan perjodohan kamu itu Ismail?? ",, tanya Abi Aasim kepada Ismail.


" Maaf Pak Kyai, memangnya kenapa ya?? ",, tanya Ismail kepada Abi Aasim.


" Karena saya sendiri yang akan menjodohkanmu dengan putri saya Faiha ",, jawab Abi Aasim kepada Ismail.


Tentu saja Ismail merasa sangat-sangat terkejut sekali, ketika mendengar jawaban dari Pak Kyai yang sangat diseganinya.

__ADS_1


Begitupun dengan Akbar dan juga Fajar, mereka berdua tidak kalah terkejutnya seperti Ismail.


Namun keterkejutan mereka bertiga, tidak seberapa artinya, dengan keterkejutan yang di rasakan oleh Faiha.


Faiha yang sudah selesai membuat minum untuk mereka semua, dia langsung saja membawanya ke ruang tamu.


Namun alangkah terkejutnya Faiha, ketika baru saja keluar dari dalam rumah, sambil membawa nampan berisi minuman yang tadi sudah dibuatnya.


Dia di buat sangat terkejut sekali, mendengar perkataan dari sang Abi yang akan menjodohkannya dengan Ismail.


Bahkan ketika Faiha saking terkejutnya, dia sampai menjatuhkan nampan yang di bawanya, membuat gelas-gelas berisi minuman tadi jatuh pecah berserakan di atas lantai.


Umi Anum yang mendengar suara gelas pecah dari arah ruang tamu, dia reflek langsung bergegas ke luar menuju ke ruang tamu, untuk melihat ada apakah sebenarnya yang terjadi.


Dan ketika Umi Anum melihat Faiha menumpahkan semua minuman yang sudah di buatnya, Umi Anum langsung sangat terkejut sekali.


" Ning Faiha ",, kata Ismail ketika melihat Faiha.


Tanpa banyak berbicara, Faiha langsung saja masuk ke dalam kamarnya dengan berurai air mata.


Sedangkan Abi Aasim, walau dia merasa terkejut dengan kedatangan dari Faiha yang secara tiba-tiba dari dalam rumah, tapi Abi Aasim mencoba berusaha biasa saja di hadapan ke tiga pengurus pondok pesantren tersebut.


" Emm, maaf Pak Kyai, sepertinya pembicaraan ini kurang tepat ",, kata Ismail kepada Abi Aasim dengan menahan rasa takutnya.


Sebab Ismail merasa tidak sopan saja berbicara seperti itu kepada Abi Aasim.


" Kurang tepat bagaimana Ismail, jika kamu mau, kamu bisa menikahi Faiha putri bungsu saya secepatnya ",, jawab Abi Aasim kepada Ismail.


Ismail reflek langsung saling pandang ke arah Akbar dan juga Fajar, yang sedang duduk di sampingnya.


Ingin sekali menolak, akan tetapi Ismail sedikit bingung bagaimana mengucapkan kalimat penolakan yang sopan kepada Abi Aasim.


Walau sebenarnya Ismail mau-mau saja jika di jodohkan dengan Faiha, tapi setelah melihat sendiri ekspresi dari Faiha tadi yang seperti itu, membuat Ismail sudah tidak yakin sendiri jika Faiha akan mau dengannya.


Dan Umi Anum yang masih ada di situ untuk membereskan pecahan gelas, dia yang mendengar sendiri dengan jelas perkataan dari Abi Aasim, tangan Umi Anum sampai tidak sengaja tergores sedikit pecahan gelas tersebut, karena dia merasa sangat terkejut sekali.


" Maaf ikut menyela Abi ",, kata Umi Anum tiba-tiba ikut berbicara.


" Pantas saja Faiha merasa terkejut, ternyata yang di dengarnya begitu sangat mengejutkannya ",, kata Umi Anum kepada Abi Aasim.


Sebelum melanjutkan lagi perkataannya, Umi Anum menyuruh ke tiga pemuda itu untuk pergi terlebih dahulu dari dalam rumahnya.


" Baik Umi Anum, kalau begitu kami permisi ",, kata ke tiga pemuda itu kepada Umi Anum.


Umi Anum hanya mengangguk saja kepada ke tiga laki-laki tersebut.


Dan ketiga laki-laki itu ketika mengucapkan salam sebelum berlalu ke luar, Abi Aasim serta Umi Anum langsung saja menjawab salam dari mereka bertiga.


Setelahnya, tinggallah berdua saja Umi Anum beserta Abi Aasim di dalam ruang tamu tersebut.


Sedang untuk Ismail sendiri, dia sudah merasa lega ketika di bantu oleh Umi Anum, untuk menghindar sejenak dari Abi Aasim.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2